Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 35_Aku Masih Sangat Mencintai Kamu.


__ADS_3

"Bundaku sakit kanker otak Rose" ucap Alvaro sambil menunduk menahan perasaan sesak dan kacau yang sedang ia rasakan lantaran kondisi bundanya sedang tidak baik-baik saja bahkan di nyatakan kritis.


"APA"  teriak Alina dengan terkejut lantaran penyakit yang Alvaro katakan sangatlah berbahaya bahkan sangat berbahaya, tentu saja Alina merasa sangat terkejut lantaran ia juga sudah pernah bertemu dengan bunda Alvaro, pada saat itu bunda Alvaro sangatlah baik kepada dirinya.


"Al terus bangaimana kondisi tante Nilam" ucap Alina dengan sangat khawatir.


Flashback.


Saat Alvaro sedang duduk dengan pikiran kalutnya terkait kondisi bundanya Alvaro  tiba-tiba saja ayahnya keluar dari ruangan dokter Kendrick. Namun raut muka ayahnya yang sangat suram serta kelihatan sedih tentu saja membuat Alvaro berfikir yang tidak-tidak.


"Bagaimana keadaan bunda" tanya Alvaro dengan sangat panik sekaligus cemas, baru kali ini dirinya mendengar bundanya masuk ke rumah sakit lantaran pingsan karena selama ini bundanya baik-baik saja.


"Bundamu menderita penyakit kanker otak Var, dan yang membuat ayah sangat kalut lantaran kanker yang di alami oleh bundamu sudah stadium dua dan mendekati stadium tiga. Dan hal yang paling ayah takutkan adalah bundamu saat ini koma lantaran kankernya sudah hampir menyebar ke seluruh saraf. Yang membuat ayah semakin sedih adalah kita di larang masuk ke dalam ruangan bundamu untuk beberapa hari ke depan karena di takutkan bundamu akan drop saat kita yang masuk ke ruangan tersebut" jelas Ayah Steven dengan serak, seperti seseorang yang menahan tangis. Bagaimana tidak mau menangis saat mengetahui keadaan istrinya yang sangat ia cintai saat ini koma.


Deg.


"Koma" ucap lirih Alvaro dengan sangat terpukul, dunianya seketika runtuh saat mendengar cinta pertama dan seorang yang paling berarti di hidupnya di nyatakan kritis bahkan koma.


"Kenapa semua itu terjadi kepada bunda?" tanya Alvaro lirih merasa sangat putus asa, hidupnya seakan runtuh mendengarnya.


Tanpa mengucapkan sepatah dua patah apapun Alvaro langsung melangkah meninggalkan tempat tersebut ke arah mobilnya tanpa menghiraukan teriakan mereka yang memanggil Alvaro untuk kembali.


Karena saat ini yang Alvaro butuhkan hanya sebuah ketenangan, jadi Alvaro memutuskan untuk menuju ke villa pribadinya dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.

__ADS_1


Flashback off.


"Hiks hiks aku takut bunda kenapa-kenapa Rose" ucap Alvaro dengan isak tangis yang mulai terdengar.


Alvaro menangis?


Yah seorang Alvaro Dipta Dirgantara yang terkenal dingin, kejam, cuek dan sangat menakutkan itu memang menangis lantaran takut kehilangan sosok bunda yang menjadi cinta pertamanya. Tapi tidak kepada sembarang orang Alvaro menangis, hanya kepada orang-orang yang sudah membuat Alvaro merasa sangat nyaman sekaligus membuat ia tenang.


"Hust tenang oke jangan menangis lagi, masa seorang Alvaro menangis sih. Kita berdoa saja semoga tante Nilam baim-baim saja" ucap Alina menenangkan Alvaro sambil membawa tubuh Alvaro ke pelukannya dan ia peluk dengan hangat agar bisa membuat Alvaro tenang.


Alina sangat paham dengan a0a yang di rasakan oleh Alvaro, bahkan saat itu lebih berat dari apa yang di rasakan oleh Alvaro lantaran Alina juga pernah berada di posisi dimana bundanya meninggalkan dirinya, meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Yah saat itu dimana tiba-tiba saja bundanya sakit dan menyebabkan bunda Alina meninggal saat baru saja sampai di rumah sakit.


Saat itu juga Alina merasakan dunianya runtuh seketika orang yang mengandung dirinya selama sembilan bulan dan yang melahirkan dirinya bersusah payah harus meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Alvaro sudah merasa lebih tenang lantaran pelukan Alina sangatlah tulus membuat dirinya sangat nyaman dan merasakan ketenangan yang hanya dia dapatkan dari bundanya namun saat ini bundanya sedang sakit yang membuat ia jadi merasakan pelukan Alina yang ternyata sama nyamannya dengan pelukan bundanya.


Alvaro sangat bersyukur dalam keadaan seperti ini dirinya sudah kembali di pertemukan dengan cinta pertamanya kepada seorang perempuan yang Alvaro harapkan akan menjadi masa depannya nanti, setelah bertahun-tahun Alvaro mencarinya.


Alvaro tidak bisa membayangkan saat dalam kondisi seperti ini dirinya sendirian tanpa Aera, maka bisa di pastikan Alvaro akan melakukan suatu hal yang di luar dugaan. Walau Alvaro memiliki istri namun Alvaro tidak bisa merasakan kenyamanan kepada Aurin lantaran sifat Aurin yang menurut Alvaro hanyalah topeng untuk menutupi sesuatu yang sampai saat ini masih di selidiki oleh Alvaro.


"Iya Al aku janji akan selalu di sampingmu saat kamu sedang ada masalah" jawaba Alina sambil tersenyum manis sambil mengusap-usap dengan lembut kepala Alvaro yang berada di pangkuannya.


"Noo, tidak hanya saat aku sedang dalam masalah Rose namun dalam keadaan apapun" ucap Alvaro yang tidak menyetujui apa yang di ucapkan oleh Alina.

__ADS_1


"Keadaan apapun hmm akan aku pikirkan Al, karena itu semua tidak mudah dengan apa yang kamu pikirkan" jawab Alina dengan ragu saat mengatakan hal tersebut.


"Kenapa tidak semudah dengan yang apa aku pikirkan Rose?" tanya Alvaro yang tidak maksud dengan ucapan Alina.


"Hmn entahlah" jawab Alina sambil memandang ke arah depan sambuk memikirkan sesuatu.


"Rose tatap mataku" perintah Alvaro dengan kondisi masih berada di pangkuan Alina yang secara dengan jelas Alvaro bisa melihat raut muka Alina dari bawah.


Namun Alina tidak menuruti ucapan Alvaro karena saat ini ia sedang berperang dengan pikiranya, memikirkan apa yang di minta oleh Alvaro. Jujur Alina ingin menjawab iya namun ada suatu penghalang yang mengganggu pikiran dirinya.


"Rose" panggil Alvaro kembali, dengan posisi saat ini dirinya duduk di samping Alina sambil memegang dagu Alina dan ia arahkan ke arah wajahnya agar Alina memandang ke arah dirinya.


"Jawab pertanyaan aku apa yang mengganggu pikiran kamu saat ini,?" tanya Alvaro dengan pandangan teduhnya memandang Alina dengan pandangan lembutnya.


"Al sekarang aku bukan siapa-siapa kamu lagi jadi aku tidak berhak selalu berada di samping kamu lagi, karena hubungan kita sekarang hanyalah sebatas mantan kekasih yang masih dalam hubungan baik setelah perpisahan kita yang bertahun-tahun lamanya Al dan saat kita di pertemukan kita hanyalah sebatas sekertaris dan bos yang hubungan kita berlanjut sampai pertemanan jadi aku tidak berhak selalu ada di samping kamu" jelas Alina mengungkapkan semua yang sejak tadi menjadi beban pikirannya.


Alina merasa sangat tidak berhak jika harus mendampingi Alvaro karena ia merasa bukan siapa-siapa lagi nagi Alvaro.


"Apa tadi kamu bilang bukan siapa-siapa lagi buat aku Rose? Namun asalkan kamu tau Rose walau hubungan kita sudah berakhir lantaran perpisahan yang terjadi di antara kita, ada satu hal yang perlu kamu tahu Rose"


"Aku masih sangat mencintai kamu" lanjut Alvaro dengan sorot mata yang memancarkan kesungguhan dan perasaan cinta yang tulus di dalam ucapannya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2