Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 11_Penuh Kerinduan


__ADS_3

"Rose"


ucapnya dengan sorot mata tajam di sertai kerinduan yang mendalam,ia terkejut saat melihat sosok gadis yang masih menunduk di depanya ini adalah sosok gadis yang sangat ia tunggu kedatanganya.


Alina yang mendengar suara tuan muda menyebutkan dirinya dengan nama Rose segera menegakan kepalanya untuk bisa melihat sosok tersebut kenapa bisa memanggilnya Rose,sebuah nama yang hanya satu orang yang boleh memanggilnya.


Sama seperti reaksi sang tuan muda yang terkejut,Alina juga sama terkejutnya akan sosok di depanya ini.


"Al"ucap lirih Alina dengan mata yang mulai mengembun menahan tangis karena melihat sosok di depanya ini.


"Rose,akhirnya aku menemukanmu"ucap tuan muda penuh haru sambil melangkah mendekat menuju dimana Alina berdiri dengan diam mematung memandang dirinya.


"Al hiks hiks"ucap Alina dengan menangis penuh haru.


"Iya ini aku Al nya Rose"ucap tuan muda yang di panggil Al itu sambil memeluk erat Rosalina Wilson dengan penuh haru.


"Apakah aku bermimpi Al?"tanya Alina masih dengan tangisan haru akhirnya bisa bertemu dengan laki-laki ini.


Cup.


"Apakah kamu masih mengangap mimpi Rose?"tanya Alvaro setelah mencium kelopak mata Alina yang sedari tadi belum menghentikan tangisanya.


"Hiks hiks aku merindukan kamu Al"ucap Alina dengan tangisan yang semakin keras di pelukan tuan muda Al.


"Sama Rose aku juga merindukan kamu,selama ini aku mencarimu namun sulit sekali menemukan dirimu"ucap tuan muda Al dengan mata yang memancarkan kesedihanya di masa lalu yang putus asa mencari gadis di hadapanya ini.


"Maafkan aku Al,waktu itu aku meninggalkan dirimu"ucap Alina dengan sesegukan karena lumayan lama ia telah menangis.


"Hust,kamu tidak usah menceritakan saat ini karena aku hanya merindukan dirimu Rose sayang"ucap tuan muda Al sambil menempelkan telunjuknya di mulut Alina agar sang gadis tidak menceritakan dahulu masa lalunya mengapa ia meninggalkan dirinya.Walau sebenarnya ia penasaran namun ia harus menahannya sambil menunggu waktu yang tepat untuk Alina menceritakannya.


"Aku juga sangat merindukan dirimu Alvaro dan aku sangat bersyukur bisa bertemu kembali dengan dirimu,selama ini aku sungguh rindu denganmu"ucap Alina sambil memandang ke atas agar bisa melihat muka tampan Alvaro,sosok laki-laki yang selama ini ia rindukan.

__ADS_1


"Hey Rose apakah kamu sudah lupa jika aku tidak suka di panggil dengan Alvaro olehmu"ucap tuan muda dengan cemberut,sifat yang selama ini tidak pernah ada yang tau kecuali gadis di hadapanya ini.


"Hehehe maafkan Rose Al,karena Rose lupa"ucap Alina sambil tersenyum manis terhadap pria tampan ini.


"Hmm baiklah tapi ingat jangan tinggalkan Al lagi"ucap tuan muda dengan suara pelan serta penuh permohonan.


"Iya Rose janji Al"ucap Alina sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


"Good girl,baiklah kita lanjutkan bicara sambil duduk di sofa saja ya Al tau Rose capek kalau berdiri terus"ucap tuan muda Alvaro dengan penuh perhatian.


"Emm baiklah,tapi aku harus bertemu dahulu dengan tuan muda pemimpin perusahaan ini Al,karena kalau aku tidak menemuinya maka aku akan di pecat,kata asisten Reno tuan muda adalah sosok yang kejam,dingin,dan cuek.Jadi kita lanjutkan nanti ya setelah aku menemui beliau"ucap Alina penuh permohonan serta ketakutan kalah tuan muda sudah menunggu lama,di sisi sini ia ingin terus bersama Al karena jujur masih merindukannya  tapi di sisi lain ia juga takut di pecat menjadi seketaris kalau tidak segera menemui tuan muda.


"Kau tenang saja sayang karena tuan muda tidak akan memecat dirimu selama kau bersama ku"ucap Al sambil tersenyum melihat ketakutan di wajah gadis nya itu.


"Apa maksudmu Al?eh kenapa kamu bisa berada di ruangan tuan muda Al.Apkah kamu ada keperluan dengan tuan muda sehingga datang kemari,kalau iya kamu tau tidak tuan muda berada di mana?sejak tadi aku tidak melihatnya padahal ini adalah ruanganya."tanya Alina dengan beruntun,ia mengira jika Alvaro ada urusan denga  tuan muda di sini.


"Karena aku adalah tuan muda yang kamu cari Rose sayang"jawab tuan muda Alvaro dengan senyum manis sambil menatap wajah Alina yang terkejut mendengar pernyataan itu.


"Apakah kamu tidak juga percaya Rose?"tanya tuan muda Al dengan menatap dalam bola mata coklat milik Alina.


"Hmm entahlah,kalau itu benar kau apa yang bisa kamu buktikan kepada ku Al?"ucap Alina dengan menatap mata hitam pekat milik Alvaro yang mampu menghipnotis perasaanya.


"Kau bisa lihat papan nama di meja kerja ku sayang"ucap tuan muda Alvaro sambil menunjuk papan nama yang berada di meja kerjanya.


Alina pun segera melihat papan nama dan betapa terkejut dirinya saat membaca papan nama tersebut tertera nama"ALVARO DIPTA DIRGANTARA"dengan tulisan jabatan sebagai CEO perusahaan.


"Oh astaga benarkah itu Al,jika kamu adalah CEO di perusahaan ini"ucap Alina dengan keadaan masih terkejut.


"Benar sayang untuk apa aku berbohong,jadi sekarang kamu tidak usah takut dengan sosok tuan muda itu karena kamu lebih tahu aku lebih dari segalanya sayang"jawab tuan muda Alvaro dengan menarik tangan Alina menuju sofa agar enak saat mengobrolnya.


"Kenapa bisa Al?"tanyq Alina dengan penasaran.

__ADS_1


"Hmm karena aku adalah tuan muda Dirgantara sayang,jadi aku bisa menjadi CEO di perusahaan Dirgantara group"jawab tuan muda Alvaro dengan membawa Alina bersandar di pelukanya agar lebih nyaman,sejujurnya karena Alvaro sangatlah merindukan gadis di pelukanya ini.


"Aku tidak pernah menyangka Al jika kamu adalah tuan muda dari keluarga Dirgantara,apakah yang di kabarkan di media tentang kamu itu adalah benar Al?"tanya Alina yang saat ini bersandar di pelukan Alvaro,walau rasanya ia masih canggung karena sudah lama ia tak bertemu dan berjumpa dengan Alvaro


"Memangnya apa yang di bicarakan oleh media tentang aku Rose?"tanya tuan muda Alvaro dengan mengelus rambut gadisnya ini,walau sebenarnya ia sudah tau rumor yang di kabarkan tentang dirinya namun ia hanya diam saja karena memang itulah kenyataanya.


"Tentang kamu adalah sosok yang kejam,dingin dan cuek Al"jawab Alina berdasarkan apa yang ia dengar dari media dan dari tuan Reno selaku asisten tuan muda Alvaro sendiri.


"Yah itu benar sayang dan aku tidak menyangkalnya"jawab tuan muda Alvaro dengan tenang.


"Kenapa kamu bisa berubah Al,kamu bukan Alvaro yang dulu aku kenal?"tanya Alina merasa Alvaro telah berubah sekarang dari yang dulu.


"Aku tidak berubah terhadapmu sayang karena sampai saat ini aku sangat mencintaj kamu.Aku berubah kepada semuanya namun kecuali kamu sayang"ucap tuan muda Al dengan sorot mata yang tajam mengingat apa yang terjadi dengan dirinya beberapa tahun lalu.


"Maksud kamu apa Al,apakah telah terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui tentang dirimu Al?"tanya Alina saat melihat sorot mata Alvaro yang sangat misterius.


"Hmm suatu saat aku akan menceritakan,namun tidak sekarang sayang,karena aku masih ingin rindu-rindu dengan dirimu"jawab tuan muda Alvaro dengan senyum kepada Alina.


"Kamu mah bisa saja dari dulu selalu gombal terhadapku"ucap Alina dengan senyum malu-malu.


"Astaga sayang aku tidak gombal memang ini kenyataannya"jawab tuan muda Alvaro.


"Hmm aku jadi keinget masa kita SMA dulu Al"jawab Alina dengan menerawang masa lalu.


"Yah aku juga teringat,namun semuanya harus di akhiri dengan perpisahan"ucap tuan muda Alvaro dengan pandangan redup mengingat masalalu dirinya dengan Alina.


"Yah dan itulah yang aku sesali selama kehidupan"ucap Alina dengan sorot penuh penyesalan.


"Rose sekarang aku butuh penjelasan mengapa kamu meninggalkan aku dulu"titah Alvaro dengan sorot mata yang dingin.Sebenarnya ia sudah mengetahui sesuatu rahasia besar terkait masalalunya namun ia juga ingin mengetahui cerita dari gadisnha.


"Jadi semuanya bermula saat hubungan kita menginjak dua tahun Al_"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2