
Saat matahari telah bersinar menerangi bumi,tepatnya di mansion Dirgantara saat ini telah terjadi aktivitas antara para penghuni mansion itu,termasuk Alvaro yang sudah bangun dari tidurnya.
Saat ini dirinya sedang memilih pakaian yang akan ia gunakan ke kantor,walau sudah ada satu stel pakaian yang telah di siapkan oleh Aurin istrinya,namun Alvaro tetap memilih pakaian yang akan ia gunakan sendiri karena pilihan Aurin tidak sesuai.
Saat sudah selesai memakai pakaianya Alvaro segera mengecek ponselnya karena tadi pagi ia sempat menghubungi Alina namun tidak di jawab juga oleh gadisnya yang membuat Alvaro ingin cepat-cepat menuju ke perusahaan untuk bertemu dengan pujaan hati.
Ceklek.
Terbukalah pintu kamar Alvaro dan ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Aurin.Sepertinya wanita itu baru saja kembali dari dapur untuk membantu ibunya menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya.
Walaupun Alvaro jarang kembali ke kediaman utama tidaklah membuat ia tidak tau kegiatan semua orang di mansion ini.Karena untuk masalah kegiatan Aurin mengapa Alvaro bisa mengetahui tentu saja bundanya selalu mengabarkan dirinya tentang kegiatan Aurin walapun ia tidak mempedulikannya.
"Varo"panggil Aurin dengan lemah lembut kepada Alvaro namun tidak membuat Alvaro luluh dengan suara lembut itu.Entah mengapa selama hampir dua tahun pernikahan mereja tidak ada perasaan cinta Alvaro kepada Aurin.Dalam hati Alvaro sepertinya ada sesuatu rahasia yang telah terjadi di masa lalu dan Aurin terkilibat dalam kejadian di masa lalu.
"Hmm"jawab Alvaro dengan cuek sembari memainakan ponselnya yang masih berada di gengamanya untuk mengetahui kabar Alina yang sejak semalam belum kunjung ada kabar juga.
"Mengapa kamu memilih pakaianmu sendiri Varo?,bukankah sudah aku pilihan yang akan kamu gunakan untuk berangkat kerja hari ini"tanya Aurin saat melihat Alvaro tidak mengenakan pakaian yang ia pilihkan justru memilih pakaiannya sendiri dan pakaian yang ia pilihkan masih tergeletak di kasur tanpa berubah sedikit pun.
"Aku tidak suka dengan pilihan kamu Aurin,jadi lain kali kau tidak usah menyiapkan pakaian diriku karena aku masih bisa memilih sendiri sesuai seleraku"jawab Alvaro tanpa memikirkan perasaan Aurin.
"Tapi Varo,bukankah setelan kerja yang aku pilihlan itu adalah setelan yang sangat kamu sukai"jawab Aurin dengan heran karena berdasakan informasi yang ia dapatkan dari ibunda Alvaro.
__ADS_1
"Tentu saja seleraku sudah berubah jadi mulai sekrang tidak usah pedulikan aku lagi,urus saja keluargamu itu yang selalu mencari masalah dengan diriku"jawab Alvaro dengan sinis mengingat keluarga Aurin yang selalu tidak tau malu.
"Ada apa dengan kelaurgaku Varo?"tanya Aurin dengan bngung karena ia tidak tau permasalahan yang sedang terjadi antara Alvaro dan Keluarganya.
"Sudahlah kau cari tau sendiri apa yang telah mereka perbuat.Aku hari ini akan datang pagi-pagi karena ada urusan penting"jawab acuh Alvaro sambil mengambil tas kerjanya dan melangkah keluar.
Sementara Aurin yang di tinggalkan oleh Alvaro dengan segera melangkah mengejar langkah Alvaro.Karena kalau mereka tidak melangkah keluar bersama maka akan menimbulkan tanda tanya bagi keluarga Dirganatara.
"Varo"panggil Aurin saat sudah berada di samping Alvaro yang akan memasuki lift menuju lantai dasar.
"Apa lagi Aurin?"tanya Alvaro dengan dingin sungguh dirinya sangat kesal pagi ini emosinya sudah berada di kepalanya.Antara masalah keluarganya yaitu keluarga Dirganatara dan masalah mengapa Alina tidak bisa kunjung memberi kabar?.
"Aku sudah terlambat,jadi tidak sempat sarapan"jawab Alvaro dengan malas kalau haru sarapan bersama anggota keluarganya yangs sangat ia benci.
"Tapi Varo ini perintah dari kakek Dirgantara kalau pagi ini semua anggota keluarga Dirgantara wajib makan sarapan bersama di pagi hari ini.Karena kakek sangat merindukan kita sarapan bersama Alvaro,mengingat kamu sangat jarang kembali ke mansion utama."jelas Aurin yang tiada lelah membujuk Alvaro untuk sarapan bersama pagi hari ini.
"Apakah kamu sekarang sudah berani melawanku Aurin?jika aku sudah bilang tidak maka tidak"sertak Alvaro dengan emosi tak kala menurut dirinya Aurin sudah mulai berani mengatur dirinya.
Apakah Aurin tidak mengetahui jika Alvaro sangatlah benci dengan orang yang mengatur dirinya.Karena ia tidak suka di atur,karena selama ini ia yang mengatur seseorang bukan malah kebalikanya.
"Maaf Varo"ucap Aurin sambil menunduk takut terhadap Alvaro karena pandangan tajam Alvaro mampu membuat dirinya tak bisa berkutik sedikit pun.Jadi saat ini Aurin hanya bisa diam tanpa berkomentar dengan tindakan Alvaro karena ia tidak mau membuat emosi Alvaro bangkit menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi dirinya.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan permintaan maaf dari Aurin,Alvaro terus sibuk terhadap ponselnya untuk menghubungi Alina.Padahal kemaren Alvaro sudah bilang kepada Alina jika sudah sampai ruamah maka hubungi dirinya,namun sampai saat ini tidak ada satu pun pesan yang masuk ke dalam ponselnya.Bahkan yang membuat Alvaro khawatir adalah pesan yang tadi malam ia kirimkan tidak di baca oleh Alina,bahkan nomonya saat di telfon tidak juga aktif.
"Kamu kenapa sih Ros tidak bisa di hubungi bahkan nomormu tidak juga kunjung aktif"ucap Alvaro dalam batin dengan gelisah.
Aurin yang berada di samping Alvaro tentu saja merasa curiga ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Alvaro dari dirinya saat ia melihat Alvaro sedari dari dalam kamar selalu fokus terhadap ponselnya.Dan saat ini ia melihat Alvaro bergerak gelisah saat melihat telfonya.
"Apa ada yang di sembunyikan Alvaro di dalam ponselnya,memgapa sejak tadi ia fokus terhadap ponselnya dan sepertinya ia sedang gelisah?"ucap Aurin dari dalam hati dengan segala firasat yang buruk yang bersarang di dalam hatinya.
"Varo apakah nanti kamu akan pulang kembali ke kediaman utama lagi?"tanya Aurin mengalihkan firasat yang buruk yang tiba-tiba saja datang dari dalam hatinya.
"Kita lihat saja nanti"jawab Alvaro singkat,tanpa menoleh ke arah Aurin.
"Varo apakah tidak bisa jika kamu mengusahakan untuk selalu kembali ke kediaman utama setiap hari.Karena kalau kamu tidak pulang ke kediaman utama aku merasa kesepian karena sosok suami yang selalu aku tunggu kepulanganya tak kunjung pulang juga"ucap Aurin dengan hati-hati takut menyingung perasaan Alvaro.
"Bukankah sejak awal menikah sudah aku katakan bahwa aku tidak akan pernah bisa menjadi sosok suami idaman yang kamu harapkan Aurin.Seharusnya saat kita di jodohkan saat itu kamu menolak kalau tidak mau hidup bagikan istri yang tidak punya suami"ucap tegas Alvaro karena ia sudah mengucapkan berkali-kali jika ia tidak akan pernah menjadi suami idaman,namun kerap beberapa kali Aurin selalu menyingung tentang pernikahan mereka membuat Alvaro sangat muak.
"Kalau begitu berikan satu alasan mengapa kamu tidak bisa menjadikan pernikahan kita pernikahan impian Varo?"tanya Aurin tentang alasan sebenarnya mengapa selama ini Alvaro tidak pernah menganggap pernikahan mereka.
"Karena aku tidak mencintaimu"
Bersambung.
__ADS_1