
''Uhh gemesnya kalo gini. Kamu, boleh kupacari ngga sih!?''
Deg!
Detak jantungku semakin tidak karuan dan terasa mau melompat. Aku harus segera menyelesaikan acara hari ini agar jantungku kembali normal. Aku tidak yakin akan bisa bersikap biasa saja jika Kak Ryan terus monggodaku begini.
''Sudahlah, ayo kita pulang!'', aku mempercepat langkahku agar Kak Ryan tidak menyadari perubahan perasaanku dan juga detak jantungku yang seperti mau meledak. Detakannya terdengar nyaring di telingaku, dan aku harap Kak Ryan tidak mendengarnya.
''Hei! Kenapa kau meninggalkanku! Jawab dulu pertanyaanku'', dia mulai mengejar langkah kecilku.
Aku pura-pura tidak mendengarnya dengan terus melangkah.
''Hei, awas!'', tiba-tiba dia menarik tanganku dan aku terhuyung ke belakang menabrak badannya.
Seorang pemuda yang sedang asyik dengan ponselnya hampir menabrakku dari arah kiri sebelum Kak Ryan menarikku. Aku yang tadi sedang fokus pada jalan di depanku tidak menghiraukan hal-hal dari arah manapun hampir bertabrakan dengan pemuda itu.
Pemuda yang hampir menabrakku itu sepertinya lebih dewasa dari kami jika dilihat dari penampilannya. Dia juga lebih tinggi dari Kak Ryan, sekejap kami terpaku karena sama-sama kaget. Dia meminta maaf padaku dan juga Kak Ryan kemudian kembali melanjutkan langkahnya setelah aku meminta maaf juga.
Sepertinya pemuda itu sangat terburu-buru jika dilihat dari langkah lebarnya.
''Makanya kalo orang ngomong dengerin, hampir aja kan nabrak orang'', Kak Ryan memperingati.
''Suruh siapa juga suka jahil, kan aku jadi males ngedengerin kamu'', aku tak mau kalah.
''Siapa yang jahil? Aku beneran kok'', Kak Ryan menarik lenganku hingga kami saling bertatatapan dengan alis yang menukik dan dahi yang berkerut menandakan kekesalan yang dirasakannya.
Tangan Kak Ryan masih aku rasakan mencengkram lenganku. Aku melepaskannya perlahan seraya mengajaknya pulang.
''Sudahlah, ayo kita pulang saja! Aku mau melanjutkan pekerjaanku di rumah''
Aku dengar Kak Ryan menghela nafas. Entah apa yang dia pikirkan saat ini, tapi aku sedang malas memikirkan dan juga meladeninya. Pekerjaan rumahku jauh lebih penting untuk aku selesaikan saat ini.
Kami pun pulang dalam diam dengan perasaan yang berkecamuk dalam benak masing-masing. Aku duduk dengan tenang dan melihat jalanan di samping kiriku lewat jendela mobil.
Kak Ryan mengantarku sampai ke depan rumah, kemudian pamit pulang untuk menyiapkan diri ke acara nanti sore. Tak lupa dia menyerahkan paper bag berisi pakaian yang aku beli. Dia juga sempat mengatakan akan menjemputku pada jam 5 nanti sore ke sini.
__ADS_1
Aku membawa paper bag masuk ke dalam rumah kemudian menaruhnya di atas kasur. Ardi pulang setelah bermain seharian saat jam menunjukkan angka 12. Aku memang menyuruhnya bermain agar dia bisa merasakan indahnya masa kanak-kanak. Aku tidak mau Ardi ikut membantu bekerja dan membuatnya terkungkung dengan hal yang seharusnya dilakukan orang dewasa.
Cukup aku dan ayah saja yang bekerja untuk kebutuhan kami. Dan jika aku dewasa nanti, aku ingin ayah duduk di rumah saja dan aku yang bekerja keras untuk mereka.
...♡♡♡...
Jam 4 sore.
Saat ini aku sedang bersiap-siap untuk mandi sebelum Kak Ryan datang menjemputku. Aku teringat pada paper bag yang Kak Ryan berikan tadi. Aku pun mengambilnya untuk menyiapkan baju yang hendak aku pakai.
Ketika aku buka, betapa kagetnya aku melihat isinya. Di dalam paper bag itu terdapat sepatu flat, baju yang aku pilih, dan juga dress yang aku sukai tadi. Ada juga aksesoris kecil seperti anting-anting dan bandana yang berwarna senada dengan bunga-bunga kecil yang terdapat di dress tersebut.
Di atas dress tersebut ada memo kecil bertulis:
Pakailah dress ini nanti sore dengan benda-benda kecil ini juga. Aku ingin melihatmu memakainya walau hanya sekali.
Aku tidak percaya Kak Ryan membelikanku semua ini. Apakah Kak Ryan memperhatikanku tadi saat mencoba baju ini? Kalau iya, aku merasa semakin berhutang banyak padanya. Sudah tak terhitung bantuan yang aku terima darinya, dan sekarang dia rela menghamburkan uang untuk membeli benda-benda mahal ini untukku.
Aku dilema, antara memakainya atau mengembalikannya. Kak Ryan telah membelikannya untukku dan memintaku untuk memakainya. Aku keluar untuk melihat jam dinding yang ada di ruang tamu. Waktuku terbuang karena memperhatikan benda-benda uang dibelikan oleh Kak Ryan.
Setelah mandi, aku kembali bimbang akan mengenakan baju yang mana. Lama aku berpikir, aku pun memutuskan untuk memakai dress yang dibelikan Kak Ryan. Aku mencobanya, dan ukurannya pas sesuai dugaanku.
Aku melanjutkan dengan mengolesi wajahku dengan bedak dan krim murah yang biasa dijual di toko terdekat. Setidaknya aku harus berdandan sedikit untuk mengimbangi dress ini.
Aku memakai anting-anting dan bandana dengan rapi dan terakhir sepatu flat. Tidak berselang lama, aku pun mendengar deru mobil di depan rumah. Aku keluar dari kamar dan aku lihat ayah tengah duduk di kursi ruang tamu.
''Wah, wah, cantiknya anak gadis ayah'', puji ayah begitu melihatku.
''Apa sih yah, padahal ini biasa saja'', aku merasa malu dengan pujian ayah.
''Hehee.. Beneran loh, nduk. Kalau tidak percaya coba tanyakan ke Ardi. Nak! Ardi! Coba keluar sebentar''
Ardi keluar dari kamarnya, ''Ada apa yah? Wah, kakak cantik sekali''.
Ardi ikut memujiku.
__ADS_1
''Tuh, Ardi saja mengakui kalau kakaknya cantik''
''Kakak mau kemana? Cantik sekali. Pasti mau pacaran yaa!?'', Ardi menerka-nerka.
''Anak kecil ngga boleh ngomong begituan, belajar yang rajin dulu'', peringatku.
''Aku udah belajar kok''
''Udah ah, Tika mau berangkat dulu. Kak Ryan udah nunggu di luar'', aku berpamitan sambil mencium punggung tangan ayah.
''Hati-hati ya, nduk!? Jangan kemaleman pulangnya''
''Iya yah, kalau gitu Tika berangkat dulu ya!?''
Aku pun keluar rumah untuk menghampiri Kak Ryan. Kak Ryan sedang menungguku dengan bersandar di depan kap mobil sambil sibuk memainkan ponselnya.
''Kak!'', panggilku menyadarkan Kak Ryan dari kesibukannya.
''Kamu udah siap!?'', Kak Ryan mendongakkan penglihatannya perlahan dari ponsel ke arahku.
Sepersekian detik Kak Ryan diam terpaku, sedangkan aku hanya menatapnya aneh.
''Ada apa? Apa aku terlihat aneh?"
...♡♡♡...
Haloooo, selamat datang di karya author!
Maaf jika masih banyak typo bertebaran dan alur yang agak monoton 🙏🏼
Author sedang mengusahakan yang terbaik untuk novel ini 🙂
Dukung terus author dengan memberikan saran untuk kelanjutan kisah Tika dan Ryan yaa!? 😊🤗
Terima kasih 😊🙏🏼
__ADS_1