Since I Meet You

Since I Meet You
Terpesona


__ADS_3

Rita yang sejak tadi mendesakku untuk foto berdua akhirnya aku setujui. Hal pertama yang Rita lakukan adalah mengajakku ke tempat yang menurutnya bagus dan pas untuk mengambil foto.


Aku tidak mengerti mengapa dia harus menarikku untuk hal sepele begini. Aku tidak masalah tempatnya seperti apapun asalkan tidak kotor. Lagipula menurutku semua spot di sini bagus untuk mengambil foto.


Rita terus berpose mencari posisi yang tepat. Katanya agar dia tetap kelihatan cantik dan bagus. Aku tidak peduli apapun itu. Aku hanya ingin segera menyelesaikannya dan kembali ke tempat duduk kami.


Rita sudah menentukan tempat kami akan berfoto. Tidak begitu jauh dari ruangan yang kami tempati tadi, dan siapapun yang keluar dari ruangan itu pasti terlihat dari posisiku saat ini.


Saat ini Rita telah mengatur posisi kami dan telah mengambil satu potret kebersamaan kami. Rita telah berpose kembali untuk mengambil potret kedua kami saat Kak Arkan menghampiri kami.


"Wih, kalo mau foto-foto kan bisa barengan. Mana asik kalo cuma berdua? Aku mau ikutan pokoknya'', Kak Arkan tiba-tiba mendaratkan dirinya di sebelahku.


Aku tidak bisa memalingkan wajah ketika dia telah mulai berpose dan Rita mengambil gambar kami bertiga.


''Tika ini, aku udah cantik gini, malah posisimu kayak terpesona sama Kak Arkan'', gerutu Rita.


''Mana? Coba lihat!'', Kak Arkan mengambil hp Rita dan mulai melihat-lihat gambar yang sudah kami ambil. ''Pantesan, gue cakep gini kok. Ntar kirimin ke gue ya!?'', dengan pede-nya Kak Arkan memuji.


''Ih apaan? Ngga, ngga! Jangan dikirimin Rita'', aku tak mau jadi bahan ejekan teman-teman Kak Ryan karena foto itu.


''Gampang lah, kak!'', Rita menyetujui permintaan Kak Arkan seraya menunjukkan jempolnya.


''Foto lagi yuk!? Tapi gue di tengah, biar kayak direbutin cewek-cewek cantik'', ajakan Kak Arkan terdengar konyol di telingaku.


''Udah ah! Yuk, kita balik Rit!?'', aku merengek sambil menggoyangkan lengan Rita.


''Dua lagi, dua lagi'', kini gantian Rita menawar. ''Habis itu kita balik. Aku janji!'', Rita mengangkat 2 jari tangannya dengan membentuk huruf V.


''Iya Tik, kapan lagi cobak gue bisa ngilangin image jomblo gue di depan mereka!? Gue janji deh nanti gue traktir elo sama Rita''


''Deal", Rita langsung menyetujuinya.


Aku merengut kesal pada Rita yang seenaknya memutuskan, sedangkan Rita yang diprotes hanya cekikikan. Kak Arkan ikut tertawa tanpa mengeluarkan suara karena perdebatan kami dimenangkan olehnya secara sepihak.

__ADS_1


Aku yang melihat raut bahagia mereka tidak tega jika harus menghilangkannya. Aku pun mengalah dan segera mengajak mereka berpose sesuai kemauan mereka. Aku ingin segera menyelesaikan ini semua dan kembali ke tempat kami.


Aku yakin mereka sudah menunggu kami terlalu lama. "Ayo balik, Kak Ryan dan yang lainnya pasti menunggu kita", ajakku.


"Kalian berdua duluan aja, gue mau ke toilet bentar. Oh iya, mana hp elo Rit!?", Kak Arkan menengadahkan tangannya meminta hp Rita.


Rita pun memberikan hp-nya pada Kak Arkan, dan jari-jarinya mulai bergerak lincah mencari sesuatu. Berselang beberapa detik, terdengar dering hp lainnya.


''Ini nomor gue, ntar fotonya send ke gue ya!?'', pinta Kak Arkan.


''Sip kak'', Rita menunjukkan jempolnya.


''Hp elo mana Tik!?''


''Eh, aku-aku ngga punya kak'', aku tergagap.


''Yah, sayang banget elo ngga ada hp. Terus kalo elo pacaran sama Ryan cuma di sekolah aja apa gimana?'', aku mulai tak nyaman dengan pembahasan ini.


Pembahasan semacam ini sangat ingin aku hindari, karena aku tak ingin terbawa perasaan karena terlalu sering dibahas. Mungkin hari ini aku masih bisa tahan, tapi beberapa bulan ke depan jika sering dibahas juga aku takut kelewatan.


''Beneran!? Padahal kayaknya si Ryan suka banget deh sama elo, keliatan bucin gitu'', Kak Arkan mengelus-elus dagunya yang bersih dari bulu.


''Udah ah, kakak pergi aja ke toilet sana'', aku mendorongnya agar cepat berlalu dari hadapan kami. Rita hanya tertawa melihat interaksi kami.


Kak Arkan pun segera pergi sambil berjalan mundur dengan tawa yang tak hilang dari wajah tampannya. Ah, bukan tampan, menurutku dia itu manis.


Aku pun segera menarik Rita menuju ruangan kami lagi. Sepertinya Rita sangat puas melihatku malu-malu kucing karena digoda oleh teman-teman Kak Ryan.


Begitu kami membuka pintu, kami berdua disambut oleh tatapan enam orang remaja yang tidak ku pahami maksudnya.


''Akhirnya kalian datang, gue udah ngga sabar buat nyicipin dessert tau!?'', Kak Angga menyambutku dan Rita dengan gerutuannya.


''Ah, maaf kak. Harusnya tadi kakak makan duluan aja''

__ADS_1


''Udah, jangan dengerin si Angga. Dia kalo urusan makan emang sering gitu'', bela Kak Zacki.


''Tauk tuh, giliran makan aja cepet. Kalo janjian ato apa aja sering ngaret'', Kak Tomi menimpali.


''Lagian kita ngga mungkin mulai duluan kalo belom lengkap, Tik. Oh iya, kamu tadi dari toilet kan!? Ketemu sama Arkan ngga!? Soalnnya tadi dia pamit ke toilet'', Kak Ryan menengahi sekaligus mengalihkan.


''Oh, Kak Arkan tadi ke toilet belakangan gara-gara ikutan foto bareng sama aku dan Tika''


''Apa? Dia? Foto bareng!? Tumben amat'', celetuk Kak Luki.


''Tauk tuh kunyuk. Cobak aja kalo gue yang ngajak, kagak pernah mau dia'', tambah Kak Ergi.


''Dih, ngapain gue foto bareng elo!? Ntar dikira kagak normal gue'', Kak Arkan tiba-tiba muncul.


''Sialan lo! Lo pikir gue ngga normal!? Kalo ngga normal, udah dari dulu gue ngejar-ngejar Ryan''


''Apaan sih lo!? Ngapain juga elo ngejar-ngejar gue. Kagak bakal mau gue sama elo''


Pembahasan kali lebih ekstrim dari yang tadi dan membuat wajahku memerah mendengarnya. Mereka semua tertawa tanpa terkecuali, tapi tidak denganku. Aku heran mengapa mereka bisa mengatakannya dengan lugas dan santai begini walau ada aku dan Rita.


''Gue juga kagak mau sama elo, gue cuma mau sama cewek bohay'', Kak Ergi kembali memancing tawa yang lainnya.


''Udah ah, bahas itu segala. Kasian tuh Tika yang malu-malu ngedengernya'', potong Kak Zacki seketika, namun tak meredakan tawa mereka.


''Lo nemu cewek kek Tika dimana sih Yan!? Gue jadi pengen'', Kak Arkan memecah hening yang tercipta sesaat kala tawa mulai mereda.


...โ™กโ™กโ™ก...


Haloooo, selamat datang di karya author!


Maaf jika masih banyak typo bertebaran dan alur yang agak monoton ๐Ÿ™๐Ÿผ


Author sedang mengusahakan yang terbaik untuk novel ini ๐Ÿ™‚

__ADS_1


Dukung terus author dengan memberikan saran untuk kelanjutan kisah Tika dan Ryan yaa!? ๐Ÿ˜Š๐Ÿค—


Terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿผ


__ADS_2