SINGLE MAMA.

SINGLE MAMA.
chapter 31


__ADS_3

Happy weekend y'all. Aku mau bilang juga kalau Single Mama akan stop update lagi. Nanti akan update setelah selesai liburan.


Stay safe semua yaa apalagi yg lagi di kampung halaman.


Love,


...Author point of view....


Selepas berpelukan, Troy dan Jessie berada di atas kasur. Troy mengusap punggung Jessie yang kini sudah berganti pakaian menjadi baju rumahan biasa. Jessie merebahkan kepalanya di atas dada Troy, sedangkan separuh tubuhnya memang berada di atas tubuh pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


Troy sudah berganti pakaian juga menjadi pakaian kantor. Ia sudah terbiasa mengenakkan ini sehari-hari. Melupakan tamu yang masih ada di bawah, tiba-tiba saja ketukan pintu terdengar. Keheningan diantara mereka pun terpecahkan. Saat tahu bahwa Abigail dan Alex lah yang berpamitan untuk segera pulang.


“Selamat atas pernikahanmu, ya.” ujar Alex dengan senyuman tipisnya. Sedangkan Abigail dengan senyum manisnya.


Troy menerima jabatan tangan Alex, “Terimakasih karena sudah datang ke acara ini, Alex.” ucap Troy tulus, yang langsung di angguki oleh Abigail secara semangat.


“Tentu aku akan datang, Troy. Istriku juga terlihat sangat senang dengan pernikahan kalian.” Troy melirik Abigail ke bawah, karena tinggi tubuh Abigail yang sebatas dada bidangnya.


Setelah berpamitan, Alex dan Abigail pun pergi. Baru saja Jessie dan Troy ingin kembali memasuki kamar, namun Roy dan Beckham datang juga keatas.


“Selamat atas pernikahanmu, Jessie.” ucap Roy tulus, tangannya terulur mengusap puncak rambut Jessie sekilas.


“Terimakasih, Uncle.” balas Jessie tersenyum lembut, “Aku senang dengan kehadiranmu.” Roy hanya mengangguk, ia senang jika Jessie senang. Semudah itu memang untuk melihat anggota keluarganya bahagia.


“Troy, jangan pikirkan pekerjaan lebih dulu, tinggal lah disini lebih lama bersama Istri dan anakmu.” ujar Beckham dengan raut wajah seriusnya. Roy sontak mengerutkan keningnya heran.


“Apa kau akan kembali setelah ini, Troy?” tanya Roy penasaran, Troy mengangguk sebagai jawaban. Bukan hanya karena pekerjaan sebenarnya, namun karena ia ingin mengecek kondisi di sana, di rumahnya.


“Dia benar-benar gila kan, Roy.” Beckham berdecak, ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, mendengar jawaban Troy yang sangat tidak ber-pri kesuami'an.


“Berhenti lah mengurusi hidup orang. Lebih baik kau menikah secepat mungkin, Beckham.” ujar Roy dengan senyum mengejek. Beckham yang mudah membuat orang kesal, kini justru dibuat jengah oleh Roy.

__ADS_1


“Berhenti membahas diriku.” balas Beckham dengan raut wajah masamnya. Troy tak ingin tertawa, karena ia tahu Beckham cukup kesal dengan ucapan Roy di hadapannya.


Roy terkekeh, ia tak merasa gentar dengan ucapan ketus Beckham. “Sayang sekali jika kekayaan mu hanya di nikmati sendirian. Lagipula apa kau mau menjadi bujang tua?” pertanyaan terakhir dari bibir Roy, karena setelah itu Roy langsung berjalan cepat menjauhi mereka.


“Jangan marah. Dia hanya bercanda.” ujar Troy sambil tersenyum lebar. Beckham mendelik, ia tak suka dengan Roy yang terlalu mengganggu privasinya. Padahal mereka tak terlalu dekat, selain karena urusan bisnis.


“Beckham aku sangat berterimakasih padamu. Terserah kau mau menganggap ku apa. Tapi jangan minta bayaran untuk hal ini ya.” Troy memeluk tubuh Beckham, tangannya menepuk punggung Beckham, laki.


Beckham lantas tersenyum, ia mulai memperbaiki moodnya. Apalagi di depan pengantin yang baru menikah. Beckham pun akhirnya pamit, Troy mengantarkan Beckham kedepan pintu rumah. Hingga akhirnya hanya tersisa ia, Jessie, dan Lauryn. Troy mengecek keadaan Lauryn di dalam kamar, kamar Lauryn berada tak jauh dari kamarnya dan Jessie.


“Kamu selalu tertidur saat Ayah ingin menemui mu.” bisik Troy bermonolog. Troy hampiri Lauryn yang sedang terlelap nyenyak di atas ranjang ukuran orang dewasa.


“Maafkan Ayah ya, Sayang. Karena tidak pernah membuatmu merasakan kasih sayang seorang Ayah sejak kecil. Tapi hari ini Ayah berjanji, akan berusaha sekuat mungkin untuk membuatmu selalu bahagia. Hingga kau sendiri lupa caranya untuk bersedih. Ayah benar-benar mencintaimu.” ujar Troy dengan tangan yang terulur. Mengusap rambut panjang Lauryn.


Troy kembali keluar kamar, ia melihat Jessie masih terduduk di atas ranjang kamar mereka. “Sayang,” panggil Troy setelah tangannya mengunci pintu. Jessie tersentak kaget dari lamunannya.


“Marah ya sama Mas?” tanya Troy hati-hati. Jessie menghela nafas, perlahan kepalanya menggeleng. Mata mereka saling bertemu.


Tangan Troy terulur untuk membuat wajah Jessie menatapnya. Mata mereka saling berpandangan. “Kamu wajar kayak gitu, Mas yang harusnya bisa bertindak langsung. Sabar ya, Sayang? Emang nggak mudah, tapi Mas bakal berusaha sebisa mungkin untuk buat Nessie dan Lauryn dapat bersama.” ujar Troy dengan sorot matanya yang tajam.


“Aku percaya sama Mas.” Jessie menganggukan kepalanya. Troy tersenyum tipis mendengar hal itu. Ia senang karena Jessie dapat mengerti dirinya. Walau Troy yakin akan ada masalah besar yang datang setelah ini.


Entah siapa yang memulai, lidah mereka kini saling membelit. Troy menarik lidah Jessie agar berperang dengan lidahnya. Saliva mereka saling bertukar. Tangan Troy menarik Jessie agar berada di atas pangkuannya. Kedua tangan Jessie berada di atas bahu Troy, sedangkan kedua kakinya melingkar erat di pinggang pria itu. Nafas Jessie terengah setelah saat Troy melepaskannya.


“Mas katanya mau langsung balik.” ujar Jessie menahan desahannya saat Troy langsung meraup dadanya dari luar baju yang ia kenakan.


Baju Jessie langsung lembap karena saliva Troy yang menempel. Troy tak memperdulikan ucapan Jessie, ia tak bisa menahan nafsunya ketika berada dekat dengan wanita yang ia cintai. Sebelah tangan Troy langsung bergerak cepat memindahkan posisi Jessie hingga rebah di tengah-tengah ranjang.


“Mas...” rintihan Jessie terdengar, saat Troy langsung melepaskan seluruh kain formal yang melekat di tubuhnya yang besar. Tanpa malu Troy mempertontonkan tubuhnya di depan wajah Jessie yang kini merah merona.


Jessie menggigit bibir bawahnya keras saat Troy membawa tangannya untuk menyentuh sesuatu yang berdiri tegak. Sudah lama sekali Jessie tak menggenggam kepemilikan Troy. Kedua kaki Troy berlutut di samping sisi kaki Jessie yang sedikit terbuka. Ia tarik Jessie hingga terduduk, berhadapan langsung dengan perutnya.

__ADS_1


“Ayo.” titah Troy dengan suaranya yang serak, benar-benar berat dan tak sanggup lagi untuk menunggu Jessie lebih lama.


Dengan gemetar Jessie melakukan hal itu. Troy memegang kendali kepada kepalanya. Kepala Troy mengadah keatas, menikmati sentuhan wanita yang sudah resmi menjadi Istrinya. Tak akan Troy biarkan Jessie lolos di hari pernikahan mereka.


“Mas nggak mau keluar di mulut mu.” Troy langsung menarik kepala Jessie cepat, namun lembut. Bibir mereka kembali bertemu.


“Ahh,” desahan Jessie memenuhi ruang kamar mereka. Troy langsung menarik keatas baju yang Jessie kenakan, ia lepaskan juga bra yang Jessie pakai.


“Indah.” puji Troy saat matanya kembali memandang dua squishy milik Jessie.


Troy dorong Jessie hingga kembali rebah di atas ranjang, Jessie hanya pasrah saat Troy berhasil melepaskan semua yang tersisa di tubuhnya.


“Arghh,”


Troy berhasil meluluh lantahkan tubuh Jessie. Tubuh mereka saling bergerak cepat dan penuh sensasi. Dinginnya ruangan tak mampu mendinginkan tubuh mereka yang mengeluarkan keringat.


Troy terus mempercepat tusukkannya dibawah sana. Kedua tangan Jessie memeluk erat tubuh Troy. Pria itu kini membawa bibirnya untuk mengecupi seluruh wajah Jessie. Ia kembali menghentakkan miliknya secara intens, membuat Jessie terpekik kaget karena merasakan titik sensitifnya berhasil Troy raih.


“Mass,” desah Jessie saat ingin mencapai puncaknya.


“Iya, Sayang. Bersama ya.” ujar Troy dengan suara beratnya. Matanya tak sedikit pun berpaling dari wajah Jessie yang mengadah kenikmatan. Wajah Istrinya benar-benar seksi saat sedang mengerang.


Sesaat Troy melambatkan gerakannya sengaja, berhasil membuat mata Jessie yang tadinya terpejam nikmat, kini melotot gusar menatap Troy, “Mas-” Jessie hendak protes, namun sedetik kemudian Troy langsung menghentakkan kembali miliknya secara cepat dan kasar.


Gerakan mereka semakin intens, obrolan vulgar yang tak dapat di deskripsikan pun mengalir begitu saja lewat bibir mereka. Percakapan panas dan frontal khas suami istri menjadi makanan manis bagi percintaan mereka siang hari ini.


Jessie menegang sesaat saat dirinya berhasil mencapai pelepasan, di susul oleh Troy yang langsung menyemburkan seluruh miliknya di dalam rahim Jessie yang menghangat.


“Mas jangan selingkuh dari aku,” ujar Jessie sedikit terengah, masih dalam penyatuan mereka yang belum terlepas.


“Iya, Sayang.” Troy langsung kembali menggerakkan miliknya dengan semangat. Ia kembali menggagahi Istrinya hingga sore menjelang malam.

__ADS_1


...Author point of view off....


__ADS_2