SINGLE MAMA.

SINGLE MAMA.
chapter 33


__ADS_3

...Author point of view....


Malam pun tiba.


Troy membawa Nessie kedalam gendongannya, sejak saat mereka sudah turun dari dalam mobil. Troy memesankan meja sudah dari beberapa jam yang lalu. Karena tak ingin memakan waktu lama dalam memesan makanan. Efsun membawa ponselnya. Lalu ia menyalakan kamera, dan memotret hal itu. Melihat Troy yang sedang menggendong Nessie, jadilah hanya punggung Troy saja yang terlihat.


Mereka duduk di meja makan, tempat makanan ini sangat mewah. Tak heran jika tidak ada orang yang secara tidak sopan memotret kebersamaan mereka untuk di jadikan berita publik televisi.


Nessie duduk di samping Troy, sedangkan Efsun duduk di depan Troy. Jarak mereka di halangi oleh meja bundar yang beralaskan kain satin berwarna putih dari Eropa. Troy sendiri sedang asik mengajak Nessie bercanda, hingga saat Efsun kembali memotret kebersamaan mereka, Troy tidak menyadarinya.


“Nanti kalau Nessie ranking 1 bagaimana, Yah?” tanya Nessie dengan kedua tangan mungilnya yang berada di atas meja.


“Ayah akan membelikan apapun yang kamu mau.” jawab Troy sebelum saat menyuapkan sesendok hidangan kedalam mulutnya. Nessie berbinar senang mendengar hal itu. Keinginannya untuk mendapatkan ranking 1 pun semakin besar.


“Kalau Nessie nggak ranking 1 gimana, Yah?” tanya Nessie lagi. Troy menoleh kesamping. Menatap anaknya dengan senyum di bibirnya.


“Ayah nggak memaksa kamu untuk mendapatkan ranking, Sayang. Asal Nessie giat dan jujur, Ayah akan sangat senang.” jawab Troy dengan tenang. Nessie tersenyum lebar mendengar hal itu, otak kecilnya meresapi apa yang Ayah-nya katakan barusan.


“Kak, gimana kalau besok aja kita ke villa?” Efsun membuat Troy yang tadinya menatap Nessie, kini menatap dirinya sepenuhnya.


“Iya 'kan, Nessie? Kamu mau jalan-jalan sama Buna sama Ayah?” tanya Efsun membuat Nessie terlonjak senang, hingga mengguncangkan lengan Troy berulang kali.


“Ayah, Nessie mau! Nessie mau jalan-jalan sama Buna sama Ayah!”


Troy menghembuskan nafasnya kasar. Sikap Efsun menurutnya sudah tidak bisa di tolerir lagi. Walaupun iya meng iyakan ajakan itu tadi siang. Tapi bukan berarti mereka akan pergi secepat ini. Apalagi Efsun memanfaatkan keberadaan Nessie yang sedang berada di dekat mereka.


“Maaf ya, Sayang. Sepertinya Ayah sedang banyak kerjaan, jadi nggak bisa ajak kita jalan-jalan dulu. Nessie pergi sama Buna aja ya?” Troy mengangkat kedua alisnya mendengar ucapan Efsun di hadapannya.


Troy melihat raut kesedihan, tercetak jelas di wajah Nessie. Ia tidak bisa meng iyakan ajakan ini. Tidak bisa. Troy harus bersikap tegas jika ingin menyelesaikan masalahnya dengan segera. Tujuannya membawa Efsun dan Nessie kesini, karena ingin memberi tahukan kabar itu.

__ADS_1


“Kita bisa pergi setelah Ayah memberitahukan suatu hal padamu, Nessie. Nessie diam, dan tenang. Jangan kabur apalagi berlari setelah mendengar hal ini. Atau Ayah akan marah padamu.” ujar Troy yang langsung merubah suasana hangat tadi, menjadi mencekam.


Efsun menegakkan duduknya, ia menatap Troy dengan pandangan menelisik. Troy sudah menyiapkan hati untuk mengatakan hal ini.


“Kamu ingat Lauryn, Sayang?” tanya Troy memastikan. Nessie dengan wajahnya yang kebingungan pun mengangguk.


“Lauryn...... Yang sama Nessie waktu di hotel 'kan?” jawab Nessie masih mengingat jelas, saat dimana ia bertemu dengan anak seumurannya itu.


“Iya, itu adalah Lauryn sayang.” jawab Troy tersenyum, Efsun merasa bahaya sedang mengancamnya sekarang.


“Nessie, kamu sudah cukup besar untuk menjadi seorang Kakak. Bagaimana jika kamu memiliki adik?” mata Nessie berbinar mendengar hal itu.


“Mau! Nessie mau punya adik, Ayah!” Troy tersenyum puas. Lalu ia jatuhkan tangannya di atas pundak kecil Nessie.


“Kalau begitu, mulai sekarang, anggap lah Lauryn adik mu. Karena sebenarnya, kalian memiliki darah yang sama. Darah yang mengalir dari Ayah dan-” ucapan Troy terhenti, saat Nessie menyelanya.


“Darah? Ayah berdarah? Tapi dimana? Apa Ayah sedang sakit sekarang?” tanya Nessie panik. Sontak Troy terkekeh geli mendengar hal itu.


Nessie mengerjapkan kedua bola matanya. Ia sulit memahami. “Jadi Lauryn adalah adik Nessie. Jadi itu sungguhan, Ayah?” tanya Nessie meminta penjelasan lebih. Seolah ia ingin mengetahui segalanya.


“Itu sungguhan, Sayang. Nessie adalah seorang Kakak. Dan Lauryn akan segera tinggal bersama Nessie. Kalian akan bermain bersama, belajar bersama, lalu pergi membeli mainan bersama.” jelas Troy menganggukkan wajahnya di setiap detail yang ia katakan. Mengundang ketertarikan Nessie, yang membuat anak itu merasa senang tanpa cela sedikit pun.


“Asyiik!! Nessie punya adik sekarang!” Nessie turun dari kursi. Lalu ia memutar tubuhnya sambil sesekali meloncat ringan dengan gembira.


Dada Troy menghangat. Ia tersenyum senang karena Nessie mau menerima jika Lauryn adalah adiknya, dan ia adalah seorang Kakak.


“Kak, apa yang kau lakukan? Apakah secepat ini?” tanya Efsun merasa cemas. Ia menggenggam punggung tangan Troy, sama seperti apa yang ia lakukan tadi pagi.


“Cepat atau lambat semuanya akan terungkap bukan? Lebih cepat lebih baik. Lagipula masih ada hal lain yang belum terungkap. Aku ingin berbicara dengan mu nanti di ruang kerja ku.” ujar Troy sambil menjauhkan tangannya dari jangkauan tangan Efsun.

__ADS_1


Melihat hal itu Efsun menjadi tersinggung. Ia membuang wajahnya kesamping. Keinginannya untuk mengirim pesan pada Miracle pun melonjak. Padahal sebelumnya ia pikir ia tidak membutuhkan Miracle lagi. Tapi sepertinya bayang-bayang Jessie masih lah menempel erat pada pria yang ia cintai.


Tangan Efsun bergerak mengambil ponselnya. Ia langsung membuka aplikasi sosial medianya. Memposting beberapa foto yang tadi ia potret. Lalu menulis keterangan yang cukup manis untuk di baca.


My happiness.


Belum beberapa menit postingannya sudah di banjiri oleh komentar-komentar positif. Bagaimana tidak ramai? Jika saja Troy dan sang buah hati yang terlihat sangat bahagia di dalam foto itu.


...★★★...


Disisi lain.


Jessie sedang merapihkan beberapa mainan Lauryn yang terserak di atas lantai. Lauryn terlelap di atas sofa, dan itu tak lepas dari pandangan bahagia Jessie. Sudah lama ia tak melihat Lauryn ketiduran seperti ini,


Jessie tadi sempat menghubungi Lita, asisten kerjanya yang sudah ia anggap adik kandungnya sendiri. Ternyata Lita sangat khawatir dan cemas padanya. Jessie merasa bersalah dengan hal itu, ia juga kehilangan kontrak kerjanya dengan Hotel Andreas karena sudah beberapa hari tak datang kesana.


Jika kalian lupa, Jessie di kontrak hanya sebentar. Untuk membuat beberapa pesanan kue, agar menarik penilaian konsumen di Hotel Andreas. Hanya saja Miracle, yang telah menghubunginya puluhan kali. Telah mengirimkan pesan terakhir,


Miracle.


Mrs. Jessie, sebenarnya apa yang sedang dirimu lakukan? Pihak Hotel sudah mendatangi rumah mu, namun hanya ada Nona Lita disana. Ia bahkan bingung dan tidak tahu dimana keberadaan mu sekarang. Dengan berat hati saya menyelesaikan kontrak ini. Untuk upah yang Hotel kami berikan, Nona Lita telah menerimanya. Sebesar $179. Terimakasih.


Jessie hanya membaca pesan itu, tanpa membalasnya. Tidak sopan rasanya jika meminta maaf hanya lewat pesan singkat. Maka dari itu Jessie berusaha menghubungi Miracle. Untuk langsung meminta maaf walau hanya via voice call.


Ketiga kali mengubungi, tak ada tanda-tanda jika Miracle sedang aktif sekarang. “Astaga Jessie, ini masih jam kerja Mira. Nanti saja kau mengubunginya lagi.” batin Jessie berucap.


Jessie lantas meletakkan ponsel itu kembali. Namun berita spam yang kadang muncul di jendela pop-up nya membuat Jessie harus memblokir hal itu. Agar tidak mengganggu notifikasi ponselnya.


Tapi baru saja ingin menghapus, Jessie di kejutkan dengan apa yang ia lihat. "Semakin langgeng! Pasangan Suami Istri ini sedang makan malam bersama. Simak postingan berikut ini."

__ADS_1


Dengan gemetar ibu jari Jessie menggulir layarnya ke bawah. Seketika dadanya menjadi sesak. Melihat foto yang terpampang disana. Tepatnya di Instagram milik Efsun. Troy terlihat sangat bahagia, dengan Nessie yang sedang bersamanya. Jessie tak mempersalahkan hal itu. Namun keberadaan Efsun. Sudah cukup membuktikan bahwa Troy dan Efsun pergi keluar bersama, bak keluarga bahagia.


...Author point of view off....


__ADS_2