
...Author point of view....
Pelukan Jessie dan kedua orangtuanya pun usai. Christie tersenyum lembut menatap wajah Jessie yang memerah. Tangannya terangkat mencubit sebelah pipi Jessie.
“Anak Mama selalu cantik dan anggun.” Jessie tersipu mendengarnya. Troy kembali mendekati Jessie, lalu merangkul pinggang Istrinya.
“Suamimu juga tampan, Sayang. Walau sedikit tua.” gurau Christie diikuti oleh tawa Chris yang terdengar keras. Troy ikut tertawa, ia menyetujui ucapan Ibu mertuanya.
“Jadi sekarang bagaimana? Mama mau ketemu cucu Mama dulu. Dimana mereka sekarang?” Christie mengedarkan pandangannya ke sisi-sisi gedung.
“Mereka lagi-”
“Disini.”
ucapan Jessie terhenti saat ada suara yang menimpali. Ternyata itu adalah Beckham. Beckham berjalan dengan Nessie di gendongannya. Sedangkan gadis di sampingnya, yang paling Jessie kenali. Sedang menggendong Lauryn. Sejenak Jessie berpikir,
“Mereka tampak cocok.” ujar Jessie tanpa sadar, dalam batinnya.
Troy yang memang seolah bisa mendengar ucapan hati Jessie pun membalasnya. “Tidak, Sayang. Beckham terlalu tua untuk adikmu itu.” balas Troy yang juga Jessie dapat dengar.
“Seharusnya kamu juga sadar, Mas. Kalau kamu juga terlalu tua untukku.” balas Jessie lagi sambil terkikik geli.
“Tua-tua gini aku masih sangat kuat, Jessie.” Jessie mendengus mendengar hal itu. Mereka hanya berkomunikasi lewat hati mereka masing-masing. Dengan kedua mata mereka yang juga saling menatap satu sama lain.
“Halo Tuan Chris.” sapa Beckham dengan senyum tipisnya. Chris tersenyum sambil mengangguk.
“Halo juga Tuan Beckham.” tangan mereka pun berjabat. Beckham menjabat tangan Chris dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya masih menggendong Nessie.
__ADS_1
“Cucumu baru saja terlelap, Chris. Dia sepertinya sangat lelah hari ini.” ujar Beckham setelah jabatan tangan itu terlepas.
“Aku rasa memang begitu, Beckham. Lalu, dia?” Christie yang menjawabnya, namun Christie menjadi salah fokus saat melihat gadis muda yang berdiri di samping Beckham.
“Hai, nyonya. Saya Lolita.” senyum manis terbit di bibir gadis yang tak lain adalah Lita. Christie tersenyum ramah menanggapi.
“Cucu saya yang satunya juga tertidur ya?” Chris melirik Lauryn yang sedang berada di dalam gendongan Lita. Lita mengangguk meng iyakan.
“Kakak sama adik sama-sama lelah.” ucap Lita bercanda, mereka pun terkekeh. Tak terkecuali dengan Beckham yang hanya diam saja. Dengan raut wajah datarnya.
Roy beranjak mendekat, ia berdiri di samping Troy. “Aku tak tahu jika ternyata keluarga ini lebih menyukai gadis muda.” sindir Roy dengan senyum mengejeknya.
Beckham mendelik mendengarnya, ia acuhkan saja Roy yang memang selalu memancing perdebatan diantara mereka.
“Tuan Beckham, ini istrimu? Kalian benar-benar terlihat sangat serasi.” puji Christie memandang Lita dan Beckham secara bergantian.
Pipi Lita bersemu merah, ia merasa jutaan kupu-kupu menggelitiki perutnya. Lita menatap Jessie cemas, ia takut jika Jessie berpikiran macam-macam tentangnya. Namun Jessie hanya tersenyum manis, membalas tatapan cemas Lita.
Ada rasa sedih saat Lita mendengar hal itu. Namun apa yang Beckham katakan memang benar. Dekat saja tidak, bagaimana bisa di cap sebagai pasangan suami istri, ujar Lita dalam batinnya.
“Memang bukan Istri untuk saat ini, Beckham. Tapi siapa yang tau nanti.” ujar Roy jail. Ia merasa senang melihat raut wajah datar Beckham. Seperti sebuah hiburan tersendiri untuknya.
“Diam lah, Roy. Lihat raut wajah temanku ini. Sudah sangat datar seolah siap bertempur di medan perang.” timpal Troy sambil melirik Beckham yang terdiam.
Mereka pun tertawa. Beckham mau tak mau juga tertawa. Ia tak ingin merusak momen bahagia ini. Beckham melirik Lita dari ekor matanya. Gadis ini hanya diam saja, ada apa dengannya?, batin Beckham bertanya.
Namun tak ingin ambil pusing, Beckham pun larut dalam obrolannya bersama Troy dan Chris. Jangan tanyakan dimana keberadaan Roy, pria itu sudah pulang lebih dulu karena ingat jika cucu-cucunya yang masih kecil berada di rumahnya.
__ADS_1
Nessie sudah bukan lagi berada di gendongannya. Namun sudah berpindah tempat, menjadi berada di dalam gendongan Jessie. Christie berdiri di samping Jessie, tak sedikit pun senyumnya luntur. Ia merasa sangat bahagia.
Troy yang sedang sibuk berbincang pun tiba-tiba terfokuskan pada Jessie. Ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Ternyata sudah pukul 10 malam. Akhirnya percakapan selesai, karena Troy yang tak tega melihat Jessie sedang menggendong anak mereka.
Chris dan Christie pun sudah pulang dengan mobil. Di antar oleh supir pribadi keluarga. Tersisa Troy, Jessie, Beckham dan Lita. Mereka masih bersama.
“Beckham, tolong antarkan pulang Nessie dan Lauryn ke rumah ya. Aku dan Jessie akan mengikuti dari belakang.”
“Tidak, Troy. Kau duluan saja. Lauryn, Nessie, dan- Ehm, Lita akan bersamaku.” Beckham berdehem saat ingin menyebutkan nama Lita. Lita sendiri tak sadar saat namanya di sebut, karena kantuk yang juga sudah menyerang dirinya. Membuatnya tak fokus pada sekitar.
Troy mengangguk, menyetujui hal itu. Troy yang berdiri di samping Jessie, mengambil alih Nessie kedalam gendongannya. Lalu ia berikan pada Beckham. Dan kini Beckham lah yang menggendong Nessie.
“Beckham, tolong jaga Lauryn dan Nessie baik-baik. Juga, awas saja kau berani macam-macam dengan adikku.” Jessie menatap Beckham dengan tatapan seolah sedang memperingatkan. Beckham pun mengangguk pasti.
“Aku tidak tertarik dengan gadis kecil sepertinya. Lagipula aku yakin, jika dia belum tumbuh dengan baik.” ujar Beckham dengan nada datar. Namun ucapannya yang terkesan mengejek, membuat Lita cemberut.
“Apa yang belum tumbuh dengan baik?” batin Lita bertanya kebingungan. Ia tak berani mengeluarkan suara, karena masih merasa sungkan berada di dekat Beckham.
Jessie meringis mendapati perkataan Beckham yang cukup tajam.
“Diam kau, Beckham. Mas, lihat temanmu. Dia meledek adikku.” rengek Jessie kepada Troy yang sibuk memeluk pinggangnya dari samping. Bahkan tanpa malu, suaminya itu bersender diatas pundaknya.
“Biarkan saja, Sayang. Dia berkata seperti itu karena tidak berhasil membuat perempuan manapun takluk padanya.” ujar Troy asal. Beckham melotot tak terima mendengar perkataan Troy barusan.
Menghindari perdebatan kecil yang akan segera di mulai, Troy memutuskan membawa istrinya untuk pulang. Sedangkan Beckham mengantar anak-anak ke rumah Troy. Tentu saja dengan Lita yang ikut bersamanya. Sambil memeluk anak-anak di jok mobil bagian belakang.
Beckham melirik kaca mobil bagian depan, ia melihat pantulan wajah Lita dan anak-anak disana. Terlihat jika Nessie dan Lauryn tertidur sambil memeluk kanan kiri pinggang Lita. Lauryn berada di sisi kanan, sedangkan Nessie berada di sisi kiri.
__ADS_1
“Dasar aneh.” gumam Beckham tanpa sadar. Sambil menatap wajah damai Lita. Ternyata gadis itu juga tertidur. Pantas saja dia diam sedari tadi, batin Beckham berucap.
...Author point of view off....