SINGLE MAMA.

SINGLE MAMA.
chapter 35


__ADS_3

...Author point of view....


Malam berganti pagi, Troy tidak dapat tertidur tenang sejak tadi. Ia langsung memasuki kamar mandi di kamarnya untuk membersihkan diri. Tangannya yang kekar mengambil handuk untuk menutupi tubuh bagian bawah. Selesai dengan kegiatannya, Troy langsung mengenakkan kemeja serta jas pilihannya.


Tidak menunggu 3 hari, Troy ingin membawa Jessie kembali. Sebelum memutar handle pintu kamar, ia menghubungi nomor Beckham.


“Beckham.” panggil Troy setelah panggilan telefon tersambung. Troy berdiri berkacak pinggang, dengan satu tangannya, sedangkan tangannya yang lain menggenggam ponsel.


“Halo, Troy. Bagaimana? Apa kau sudah mengambil langkah? Aku telah menemukan orang terpercaya yang dapat menyebarkan berita perceraian mu dengan Efsun. Aku juga-”


“Beckham, pelan-pelan. Aku sangat khawatir, tapi jangan sampai kau sama khawatirnya denganku. Atau kita akan gagal.” potong Troy menghentikan ucapan Beckham yang terdengar buru-buru.


“Hufts,” terdengar helaan nafas panjang disana. Beckham kembali berucap, “Maafkan aku, Troy. Aku sudah terlalu geram dengan mantan Istrimu itu.” ujar Beckham jujur.


Troy terkekeh mendengar hal itu, “Bisa kah kau menjemput Jessie dan anakku untuk berada di rumah mu dulu?” tanya Troy serius. Di sebrang sana Beckham tampak terkejut, namun ia kembali menetralkan wajahnya.


“Tentu, tapi aku tidak janji akan selalu berada di rumah ini untuk mengawasi mereka.” jawab Beckham mengingat betapa sibuk pekerjannya, di tambah ia juga akan membantu Troy dalam menangani hal ini.


Troy tersenyum senang, “Jessie tidak akan lama berada disana. Aku akan segera mengunjungi mereka siang ini. Pastikan keadaan mereka baik-baik saja.” ujar Troy menutup sambungan telfon itu.


Ia sudah sangat percaya pada Beckham selama ini. Beckham yang ia tugaskan untuk memata-matai kegiatan keseharian Jessie. Walau Troy tidak tahu dengan jelas dimana keberadaan Jessie setiap harinya, dulu. Tapi Beckham lah yang selalu mengecek dari jauh kondisi Jessie dan anaknya.


Beckham bukan lah orang sembarangan. Bahkan Troy sempat terkejut saat Beckham ingin mengabdi padanya. Hanya karena dulu Troy pernah membantu perusahaan Beckham yang sempat terkena bangkrut karena dana yang di korupsi secara besar-besaran oleh orang kepercayaan Beckham. Beruntung Troy datang, lalu membantu perusahannya.


Sejak saat itu lah Troy berteman baik dengan Beckham. Hingga sampai saat ini.

__ADS_1


Sebelum pergi untuk mengurus masalah yang sedang terjadi, Troy ingin mengunjungi anaknya terlebih dahulu. Troy hampiri kamar Nessie, lalu membuka pintunya secara tenang. Ia tak ingin menunjukkan sisi lainnya dihadapan Nessie.


Tatapan Troy membeku saat melihat pemandangan di hadapannya. Matanya menangkap Efsun yang sedang memeluk Nessie. Anaknya itu masih terlihat mengantuk dengan piyama tidurnya. Dua perempuan itu masih tidak menyadari keberadaan Troy. Hingga akhirnya Nessie memekik kencang memanggil namanya dengan penuh semangat.


“Ayah!!” panggil Nessie ceria. Efsun yang tak menyadari kehadiran Troy pun menjadi terkejut. Ia melepaskan pelukannya pada Nessie. Lalu menegakkan tubuhnya yang kini berdiri.


Troy berjalan menghampiri keduanya. Troy sedikit membungkuk untuk mengusap pipi lembut Nessie. Nessie sedang duduk di atas kasur dalam posisi kaki bersila. Wajahnya yang mendongak, segera Troy kecup. Troy kecup kening serta kedua pipi Nessie sekilas.


“Good morning, Sayang.”


“Mornin', Ayah.”


Nessie melemparkan senyuman lebarnya pada Troy. Troy kembali pada posisi semula, yaitu berdiri tegak di samping Efsun yang enggan menatapnya.


“Aku ingin berbicara denganmu.” ujar Efsun pelan, agar Nessie tak mendengar suaranya. Troy pun mengangguk sekilas, ia langsung keluar dari kamar.


Nessie mengangguk semangat, “Siap, Buna!” jawab Nessie sambil menaruh kedua tangannya di pundak Efsun. Siap untuk naik kedalam gendongan Efsun.


Efsun yang melihat gerak-gerik dari Nessie pun menggeleng. Ia menaruh tubuh Nessie di tengah ranjang. Lalu mengecup kening Nessie pelan. “Buna sangat mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu.” Efsun mengusap surai rambut Nessie, lalu pergi menjauh meninggalkan Nessie di dalam kamar dalam keterdiaman.


...★★★...


Beckham tengah berada di dalam mobilnya, bersama dengan Jessie dan Lauryn yang duduk di jok belakang. Beckham melihat pergerakan antara Ibu dan Anak itu dari kaca mobil. Pandangannya sempat bertabrakan dengan pandangan Jessie, yang merasa di perhatikan.


Tidak ada senyuman yang terbit dari bibir Jessie, sejak saat ia datang menjemput mereka atas perintah Troy. Masih teringat jelas kata-kata Jessie tadi, saat wanita itu berucap,

__ADS_1


“Sebegitu takutnya kah Troy pada media? Hingga ia tak mau menjemput ku untuk pulang ke kota. Bahkan menyuruhku untuk tinggal di rumahmu. Teman mu benar-benar pengecut, Beckham.”


Beckham tak dapat memungkiri, jika Troy salah karena terlalu mengulur waktu. Namun semenjak ia mengenal Troy beberapa tahun terakhir ini, Beckham tahu jika Troy selalu bermain rapih. Tidak ingin tergesa dalam melakukan atau menyelesaikan sebuah masalah.


Namun Beckham ragu untuk masalah kali ini. Masalah yang melibatkan perasaan dua wanita sekaligus. Ia ragu Troy dapat menyelesaikan masalahnya dengan benar. Beckham pun tak dapat membantu banyak, ia hanya mengerjakan apa yang ia bisa kerjakan. Namun jika menggunakan hati. Bahkan Beckham sendiri tak pernah merasakan hal itu. Cinta dari keluarganya pun tak pernah.


Lamunan Beckham buyar, saat ponselnya berdering. Tidak ada panggilan masuk, melainkan hanya pesan singkat dari Troy yang membuat Beckham diam membeku.


Beckham kembali melirik kaca dari dalam mobil, ia melihat wajah Jessie yang sedang menatap jalanan dari luar kaca jendela. Sedangkan Lauryn, anak itu masih menelungkup tidur di atas pangkuan Ibunya.


1 jam perjalanan.


Satu jam perjalanan pun tampak lama untuk Jessie. Akhirnya mobil Beckham berhenti pada pekarangan rumah yang tak asing dari pandangannya. Karena memang ia dan Troy pernah mengunjungi rumah ini dulu, ketika mengantarkan donat dari Restauran Hotel Andreas.


Beckham memasukkan mobilnya kedalam kawasan rumah. Jessie membuka pintu mobil, masih dengan Lauryn yang terlelap di dalam pelukannya.


Setelah Jessie turun, Beckham pun memarkirkan mobilnya di garasi. Ia mengancingkan jas nya yang belum sempat terkancing. Lalu ia melangkah mendekat, hingga berdiri di samping Jessie. Jessie tak ingin masuk kedalam rumah sebelum di persilahkan masuk.


Beckham tahu jika seharusnya ia mempersilakan Jessie untuk masuk. Namun karena pesan singkat yang Troy kirimkan. Membuat pria itu belum mempersilahkan Jessie untuk masuk.


Jessie mulai lelah karena harus berdiri dengan Lauryn yang berada di dalam gendongannya. Ia pun mengambil ancang-ancang untuk berjalan mendekati pintu utama. Namun belum melangkah sepenuhnya, terdengar suara klakson mobil dari luar.


Wajah Jessie menyeringit bingung. Ia mengenal mobil ini. Ini adalah mobil Troy. Jessie merasa curiga hingga akhirnya ia menoleh pada Beckham. Namun raut wajah Beckham hanya datar. Memandang lurus kearah mobil itu yang hanya berhenti di depan kawasan rumahnya.


Jessie menatap mobil itu seksama, dengan begitu perlahan pintu mobil terbuka. Kaki jenjang yang lebih dulu menapak pada jalanan aspal, menimbulkan banyak tanda tanya di dalam benak Jessie. Hingga akhirnya tubuh Jessie menegang, melihat siapa yang datang.

__ADS_1


...Author point of view off....


__ADS_2