SINGLE MAMA.

SINGLE MAMA.
chapter 43


__ADS_3

...Author point of view....


Hari demi hari mereka lewati. Membawa sejuta rasa sayang yang kian bertambah setiap harinya. Waktu berputar begitu cepat. Membawa Jessie dan Troy yang kini sudah lengkap dengan dress dan tuxedo yang masing-masing kenakan.


Resepsi pernikahan Jessie dan Troy di adakan dua bulan setelah keberadaan Jessie di rumahnya. Troy sendiri sudah menyiapkan wedding organizer khusus yang cekatan dalam mengatur segala hal di gedung ini.


Banyak sekali yang hadir di dalam resepsi. Hanya ada beberapa media yang meliput, karena Troy tak ingin terjadi hal-hal yang tidak inginkan jika banyak orang asing yang hadir dalam acara sakralnya.


Janji suci memang sudah terucap. Namun Troy ingin memberikan kesan kebahagiaan pada mereka-mereka, yang tidak mengetahui kabar pernikahannya dengan Jessie.


Kembali ke acara, Troy menolehkan kepalanya kearah Jessie. Mereka sudah berdiri beberapa jam diatas podium ini. Senyuman Jessie tak pernah luntur. Otaknya menolak lupa, akan segala prasangka buruk yang timbul di hatinya. Jessie pikir akan sulit melewati resepsi ini. Karena keberadaannya yang muncul secara tiba-tiba dalam hidup Troy. Namun nyatanya ia salah. Sudah ratusan tamu yang menghampirinya dengan Troy. Tapi tak ada satupun yang mengungkit soal mantan istri Troy.


Ada beberapa Ibu sosialita yang sedang berkumpul. Tampaknya itu adalah istri-istri dari rekan kerja Troy. Rekan kerja Troy memang sudah cukup tua-tua. Hanya ada beberapa saja yang masih muda atau seumuran dengannya. Tak heran jika memang suaminya ini sudah tua, pikir Jessie dalam hatinya.


“Kamu capek?” tanya Troy di samping telinga Jessie. Jessie menggeleng. Ia masih tersenyum manis.


“Kamu selalu bilang nggak capek, Jessie. Mas nggak mau kamu sakit. Mending kita istirahat aja ya?” tawar Troy berusaha membujuk Jessie.


Jessie meringis. Ia tampak berpikir sejenak. “Tapi masih ada tamu yang bakal dateng. Eh itu ada lagi.” Jessie langsung tersenyum saat melihat sepasang kekasih yang juga tersenyum padanya. Mereka mengucapkan selamat, sambil berjabat tangan. Mengobrol sedikit, lalu kembali turun kebawah podium.


Troy menghela nafas gusar, yang ia khawatirkan adalah Jessie. Troy pun tak dapat menunggu lama lagi. Langsung ia gendong Jessie ala bridal style. Menimbulkan pekikan terkejut dari bibir Jessie, yang mengundang banyak mata menatap mereka.

__ADS_1


Semuanya tersenyum malu, dan sedikit canggung. Pasalnya rekan bisnis mereka yang satu ini sangat kaku. Memangnya siapa yang tidak pernah bertemu dengan Troy. Semua yang berhadapan dengannya pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk dapat merebut hati Troy agar melirik perusahaan mereka. Sikap Troy yang memiliki jiwa pemimpin dan otoriter, membuat siapapun kagum dan tanpa ragu mengajukan kerja sama pada perusahannya.


Disisi lain, Nessie dan Lauryn sedang berdiri di food court ice cream yang tampak sepi. Karena memang sebagian besar ice cream sudah tertata rapih diatas beberapa meja. Namun karena itu semua untuk tamu yang hadir, Nessie dan Lauryn pun memilih untuk langsung mengambilnya dari sang peracik ice cream tersebut.


“Duh, aku mau yang vanilla dong.”


“Ish Kak Nessie, jangan samaan sama Rynryn rasanya. Masa rasanya sama.”


“Kok kamu gitu dek, kan sama aja kalo rasanya sama.” dumel Nessie dengan wajah cemberut.


“Tapi nanti Rynryn gabisa coba rasa lain. Kan kalo kakak minta rasa strawberry nanti Rynryn bisa cobain.” ujar Lauryn polos dengan wajahnya yang lugu. Sontak peracik ice cream itu pun tertawa kencang.


“Yaudah deh, aku yang strawberry aja. Adikku jangan dikasih ice creamnya banyak-banyak ya. Dia abis batuk soalnya.” ujar Nessie seolah memperingatkan. Dengan jari telunjuknya yang bergerak menunjuk-nunjuk ice cream tersebut.


...★★★...


Troy menurunkan Jessie diatas kasurnya. Troy mengangkat dagu Jessie agar mendongak menatapnya. Lalu ia kecup pelan bibir Jessie. Semu wajah Jessie yang tertutupi makeup pun tetap saja membuat rona merah di pipinya terlihat.


“Sekarang kamu istirahat aja ya? Jangan kemana-mana. Biar aku yang nemuin tamunya.” mau tak mau Jessie mengangguk. Karena ia sudah sangat lelah.


Troy menunduk, lalu berjongkok di depan Jessie. Ia melepaskan sepatu hak tinggi yang istrinya kenakan. Begitu selesai melepaskannya, Troy usap kaki Jessie yang memerah.

__ADS_1


“Sakit ya, Sayang?” Jessie mengangguk dengan wajahnya yang menekuk. Troy pun terkekeh, sembari duduk di samping Jessie. Membawa kedua kaki Jessie agar berada diatas pangkuannya.


“Kakimu aku pijitin dulu ya.” kata Troy yang segera memijit lembut pergelangan kaki Jessie. Jessie mengangguk dengan senyuman haru yang terbit di bibirnya. Ia benar-benar merasa dicintai. Tak terlewat sehari pun Troy memperhatikannya.


Jessie jadi teringat saat-saat indahnya bersama Troy. Baru beberapa bulan bertemu pria itu, setelah sekian lama tak bertemu. Troy sudah memberikannya banyak sekali cinta. Berbeda dengan keluarganya yang bahkan tak pernah memperdulikannya.


Mengingat keluarganya, Jessie jadi teringat saat-saat dimana ia tahu. Bahwa sebenarnya ia bukan lah anak kandung dari Ayah dan Ibunya. Pantas saja mereka tanpa berat hari mengusirnya dari rumah dalam keadaan hamil. Jessie mengetahui hal itu dari Roy. Roy datang malam-malam, memberi tahukan keinginan kedua orangtua angkatnya yang ingin bertemu dengan Jessie. Namun segera Jessie tolak mentah-mentah.


“Sayang,” lamunan Jessie pun terhenti. Saat Troy memanggilnya.


“Mikirin apa?”


“Mikirin mereka Mas. Apa yang aku lakukan ini udah bener belum ya? Aku ngga mau ketemu sama mereka karena masih merasa sakit hati kalo inget mereka usir aku. Mereka asingkan aku. Dan ternyata, aku cuma anak pungut panti asuhan.”


“Anak pungut dan anak kandung itu sama saja, Jessie. Lagipula dulu kamu di angkat jadi anak mereka karena mendiang kakek angkat kamu yang senang main sama kamu waktu kamu masih bayi. Kamu masih terlalu kecil saat itu, wajar jika kamu tak mengingat apapun.”


“Hufts,”


Jessie membuang nafasnya lelah mendengar ucapan Troy barusan.


“Mas juga nggak terima kamu di perlakukan seperti itu. Di usir dari rumah dalam keadaan kamu sedang mengandung. Tapi lebih baik temui mereka saja 'ya? Biar kamu tenang juga.” ucapan lembut Troy berhasil menghipnotis Jessie.

__ADS_1


Jessie pun mengangguk.


...Author point of view off....


__ADS_2