Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Orang Lokal Tulen


__ADS_3

"T-Tuan muda ini apartemen mu." kata Ning Xian yang menunjuk apartemen didepan matanya yang bisa dibilang cukup mewah untuk sekelas orang-orang ternama di ibukota. Teng Huan sendiri hanya diam saja. Dirinya tidak menyangka bahwa sistem akan memberikan apartemen yang begitu besar untuk dirinya.


"Sistem kau tidak salah memberikan ku apartemen kan ?" ucap Teng Huan dalam hati kepada sistemnya.


[Ini memang apartemennya tuan]


"Tuan muda tidak menyangka adalah orang kaya misterius, apakah tuan muda keturunan seorang konglomerat negara lain ?" kata Ning Xian menebak bahwa Teng Huan adalah keturunan bangsawan negara lain.


"Aku orang lokal tulen. Sudahlah tidak perlu membahas hal yang tidak perlu. Masuk saja kedalam terlebih dahulu." ucap Teng Huan masuk kedalam apartemen itu diikuti oleh Ning Xian dan Nenek Ning yang mengekor dibelakang.


Ketika sudah didalam halaman apartemen tersebut, tiba-tiba seorang pria keluar dari apartemen tersebut mendekati Teng Huan.


"Selamat datang tuan di apartemen." ucap orang tersebut bercakap ramah kepada Teng Huan. Teng Huan yang melihat itu mengkerutkan keningnya.


"Siapa anda ? apakah kita pernah bertemu ?" kata Teng Huan heran menatap orang tersebut. Orang itu mengenakan setelan formal dan terlihat gagah.


"Saya adalah orang yang mewakili pemilik apartemen ini. Sebelumnya anda telah membeli apartemen ini dari tuan saya. Saya datang untuk memberikan surat-surat yang berkaitan dengan apartemen ini untuk anda tandatangani." ucap orang tersebut. Teng Huan yang mendengar itu lebih bingung lagi, namun tidak ambil pusing. Menurutnya mungkin ini adalah hal yang dilakukan oleh sistemnya.


Teng Huan yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. Orang tersebut langsung menuntun Teng Huan kedalam apartemen dan menunjukkan surat-surat yang perlu di tanda tangani oleh Teng Huan. Setelah menandatangani dokumen-dokumen yang berkaitan orang tersebut langsung ijin pamit pergi dari apartemen. Teng Huan hanya menganggukkan kepalanya mempersilahkan orang tersebut pergi.


"Baiklah ada banyak kamar disini, aku akan mengambil kamar diatas paling pojok. Sisanya Ning Xian dan Nenek Ning boleh menempati kamar yang manapun." ucap Teng Huan beranjak dari sana menuju kamarnya di lantai dua.


Ning Xian dan nenek Ning yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan mulai memindahkan barang-barang mereka ke kamar masing-masing.


Setelah memasuki kamarnya Teng Huan langsung berbaring di ranjang King Size yang empuk. Teng Huan berbaring sembari memikirkan hidupnya yang berubah 360 derajat dari yang dulu. Biasanya ia akan tidur di ranjang yang keras dan tidak nyaman. Sekarang ia bisa tidur nyaman di ranjang yang empuk.


"Kehidupan yang sungguh aneh." ucap Teng Huan tiba-tiba terkekeh menertawakan kehidupan. Lalu langsung membuka jendela statusnya.


"Sistem tampilkan status ku." ucap Teng Huan.


[STATUS]


Nama : Teng Huan


Status : Orang yang dikhianati


Umur : 18 tahun


Skill : Keterampilan Tabib Kuno


Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi


PS : 71.000

__ADS_1


PK : 8.000.000


> Shop sistem


> Storage (Cincin ruang, Keterampilan Langkah bayang, Satu set jarum perak dan emas, Keterampilan seni beladiri kungfu, satu Gedung Kosong)


"Sistem pelajari semua keterampilan didalam penyimpanan." ucap Teng Huan kepada sistemnya.


Ding


[Apakah tuan ingin mempelajari keterampilan langkah bayangan ?]


> Y


> N


Ding


[Apakah tuan ingin mempelajari keterampilan seni beladiri kungfu ?]


> Y


> N


"Akhhhhhhhhhhhhhhh" Teng Huan berteriak sangat kencang. Untung saja kamar yang ia tempati kedap suara, alhasil teriakkannya tidak terdengar sampai keluar.


[Diharapkan tuan untuk tetap sadar, kalau tidak akan berakibat fatal]


Pemberitahuan sistemnya terdengar dikepalanya. Alhasil Teng Huan mengatupkan mulutnya rapat sembari menggertakkan giginya menahan rasa sakit.


1 Menit


5 menit


15 Menit


30 Menit


Tiba-tiba pemberitahuan sistem terdengar kembali dipikirannya.


Ding


[Selamat tuan ! Keterampilan sudah berhasil dipelajari]

__ADS_1


Pemberitahuan sistemnya yang terdengar dipikiran. Teng Huan yang mendengar itu langsung mengatur nafasnya yang memburu.


"Apakah tidak ada cara supaya aku tidak mengalami rasa sakit yang menyebalkan ini sistem ?" ucap Teng Huan kepada sistemnya.


[Ada tuan. Apakah tuan ingin mendengarkannya ?]


Teng Huan yang mendengar pemberitahuan dari sistemnya bahwa ada cara, langsung bangkit dan terduduk.


"Bagaimana sistem cepat beritahu aku ?" ucap Teng Huan bersemangat dengan mata yang berbinar-binar.


[Tuan harus menembus ranah berikutnya]


Teng Huan yang mendengar itu mengkerutkan keningnya. Mengingat-ngingat kembali tentang hal tentang ranah.


"Ohh iya aku ingat, aku sekarang sudah berada di ranah awal fondasi qi jadi aku harus menembus ranah setelah awal fondasi qi. Apakah begitu maksudmu sistem." ucap Teng Huan yang ingat tentang Awal pertama kali merasakan perasaan yang berbeda.


[Benar Tuan. Jika tuan tidak ingin mengalami rasa sakit, tuan harus menembus ranah setelah awal fondasi qi]


Teng Huan yang mendengar penjelasan dari sistemnya akhirnya menjadi paham apa maksudnya.


"Jadi harus menerobos ke ranah berikutnya kah.... Sepertinya ini menarik." ucap Teng Huan sebuah senyuman tercipta diwajahnya.


[Namun, jika tuan ingin menerobos, harus rajin berlatih. Bukan hanya rajin berlatih saja, tuan juga harus menemukan tempat berkumpulnya aura spiritual yang berlimpah. Jika tuan berlatih di kota ini maka akan memakan banyak waktu menembus ranah berikutnya]


Teng Huan manggut-manggut mendengar Penjelasan sistemnya. Mendengar penjelasan sistem Teng Huan menghela nafas panjang. Aura spiritual dikota sangatlah tipis bahkan tidak terasa sama sekali, karena sudah bercampur dengan polusi-polusi dari transportasi umum.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menyepi kedalam pedalaman hutan. Haihhhhh tidak mudah memangnya." ucap Teng Huan kembali berbaring di ranjang menghela nafas panjang.


Ketika berbaring tiba-tiba terdengar notif di ponselnya. Teng Huan langsung melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya. Melihat yang mengirimkan nya adalah nomor tanpa nama. Teng Huan awalnya tidak peduli, namun setelah melihat pesan yang dikirimkan Teng Huan ingat tentang seorang wanita yang membantunya di toko.


"Hehhhh, cepat juga dia mengatur tempatnya. Sepertinya akan menjadi hal yang menarik." ucap Teng Huan bangkit dari tidurnya beranjak ingin keluar dari kamarnya. Namun ketika membuka pintu Teng Huan kaget dengan Ning Xian yang berdiri didepan pintunya. Bukan Teng Huan saja, Ning Xian juga ikut terkejut ketika Teng Huan secara tiba-tiba keluar dari kamarnya.


"Ning Xian ada perlu apa ?" tanya Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu langsung salah tingkah.


"Ahh I-Itu tuan muda. Makan siangnya sudah siap." kata Ning Xian yang salah tingkah menundukkan kepalanya saking malunya.


Teng Huan yang mendengar itu tidak menyangka bahwa Ning Xian akan langsung membuatkan makanan tanpa diminta.


"Baiklah mari makan dan jangan lupa ajak nenek Ning." ucap Teng Huan berjalan terlebih dahulu menuju meja makan. Ning Xian yang mendengar masih menundukan kepalanya bergegas menuju kamar neneknya. Untuk memanggil sang nenek atas perintah Teng Huan.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )

__ADS_1


( Blizzardauthor)


__ADS_2