Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Permintaan Nona Muda Keluarga Ye


__ADS_3

"Santai saja tidak perlu sungkan seperti itu nona muda keluarga ye." kata Teng Huan.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Ye Rong dari keluarga Ye." wanita yang menyambut Teng Huan memperkenalkan dirinya mengulurkan tangannya. Teng Huan langsung menjabat tangan Ye Rong.


"Jadi nona Rong ada perlu apa repot-repot menemui ku ?" Teng Huan langsung bertanya pada intinya.


"Mungkin sebaiknya kita duduk terlebih dahulu tidak sopan rasanya jika aku mengundang tuan muda tidak menjamu terlebih dahulu dan lagi supaya bisa mengobrol dengan nyaman." ajak Ye Rong menuju makan lalu memberi isyarat kepada pengawalnya yang berjaga diluar untuk mempersiapkan jamuan.


"Persiapkan jamuan nya." Perintah Ye Rong kepada pengawalnya. Setelah memberikan perintah pintu ruangan VIP tertutup lalu tidak lama kemudian kembali datang dengan berbagai macam jenis makanan dan minuman.


"Silahkan tuan muda nikmati hidangannya." kata Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya menjawab.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan." ucap Teng Huan mulai memakan makanan yang tersedia diatas meja makanan. Tidak ada yang bersuara sedikit pun, hanya suara alat makan yang saling berdenting dengan piring pada sesi tersebut.


"Baiklah nona Ye ap-" perkataan Teng Huan langsung dipotong cepat oleh Ye Rong.


"Nona Rong juga tidak apa-apa tuan muda Teng" ucap Ye Rong dengan senyuman tercetak diwajahnya menyondorkan gelas yang telah di isi wine kepada Teng Huan.


"Eh baiklah, Nona Rong bisa kita langsung ke intinya saja." ucap Teng Huan yang tidak peduli sama sekali meraih gelas yang disodorkan oleh Ye Rong.


"Tuan muda Teng sepertinya sangat sibuk ya. Jika itu orang lain pasti akan berusaha untuk berlama-lama denganku." ucap Ye Rong terkekeh sembari meminum wine nya. Teng Huan yang mendengar itu hanya mengedikan bahunya tidak peduli sama sekali. Ye Rong menghela nafas panjang ia tidak menyangka bahwa Teng Huan akan sedingin ini padanya.

__ADS_1


"Baiklah saya akan langsung pada intinya. Bolehkah saya meminta tolong sesuatu dari tuan muda ?" kata Ye Rong dengan raut wajah serius. Teng Huan yang mendengar itu sedikit menyesap wine nya dan berkata.


"Katakan dengan singkat dan jelas." ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu mengangguk kepalanya.


"Saya dengar tuan muda bisa menyembuhkan Racun langka, apakah tuan muda bisa menyembuhkan Racun ayah saya ?" kata Ye Rong dengan raut wajah berharap. Teng Huan yang mendengar itu langsung memandang Ye Rong serius dan berkata dengan nada yang dingin.


"Darimana kau mengetahui bahwa aku bisa menyembuhkan penyakit aneh ?" Teng Huan berkata dengan nada yang dingin. Ye Rong yang mendengar nada bicara Teng Huan sedikit terkejut, karena tiba-tiba ia merasakan perasaan intimidasi setelah Teng Huan mengubah nada bicaranya. Walaupun merasakan tekanan intimidasi dari Teng Huan, Ye Rong tetap memasang ekspresi tenang dan berkata.


"Orang yang bersama dengan tuan muda adalah putri dari keluarga Ning yang telah lama hilang bukan" kata Ye Rong menyesap wine nya agar lebih rileks dari tekanan yang dikeluarkan oleh Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu tidak berkata apapun.


"Saya mendengar kabar Ning Xian terkena racun aneh setelah kedua orang tuanya meninggal dan dikabarkan menghilang secara misterius lalu-" Ye Rong berhenti melanjutkan perkataannya melihat Teng Huan mengisyaratkan untuk berhenti berbicara.


"Suatu kehormatan jika tuan muda berkata seperti itu." kata Ye Rong sembari terkekeh memainkan wine didalam gelasnya.


"Jadi intinya kau ingin aku ingin menyembuhkan penyakit aneh ayahmu ?" Ye Rong yang mendengar itu menganggukan kepalanya. Teng Huan sedikit tersenyum simpul kembali melanjutkan perkataannya.


"Hal itu mudah saja aku bisa menyembuhkan." Teng Huan mengatakan hal itu tanpa beban. Ye Rong yang mendengar itu langsung merasa senang.


"Tetapi, apakah yang akan kudapatkan nantinya jika berhasil menyembuhkan penyakit kepala keluarga Ye kelak." lanjut Teng Huan sembari menirukan gaya Ye Rong yang memainkan wine didalam gelasnya. Ye Rong yang awalnya senang sudah menebak dan ingin berkata, namun langsung dipotong kembali oleh Teng Huan.


"Jika itu harta kekayaan aku tidak peduli sama sekali. Jika aku mau, hal itu bisa dengan mudah aku menghasilkannya." Teng Huan memotong perkataan Ye Rong sebelum ia berkata.

__ADS_1


"Kau bercanda ya, dengan adanya sistem disamping ku memangnya harta kekayaan akan menggoda ku" batin Teng Huan tertawa sinis.


"Apapun akan ku lakukan jika kau berhasil menyembuhkan ayahku, bahkan j-jika t-tuan muda menginginkan diriku, akan kuberikan se-" perkataan Ye Rong kembali lagi dipotong oleh Teng Huan membuat Ye Rong yang awalnya sedih entah kenapa menjadi kesal, karena setiap kali ia sedang berkata panjang lebar selalu dipotong oleh Teng Huan.


"Tidak perlu seserius itu nona muda Keluarga Ye hal itu akan dibahas setelah aku berhasil menyembuhkan ayahmu itu." ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu entah kenapa merasa sangat ingin memukul kepala Teng Huan, namun ia tahan.


"Ini demi ayah aku harus bersabar." batin Ye Rong merendam amarahnya yang sebentar lagi ingin meledak-ledak. Teng Huan yang melihat ekspresi tertekan Ye Rong, sudah merasa puas melihatnya.


"Baiklah semerdeka tuan muda saja. Jika tuan muda sudah setuju, kira-kira kapan tuan muda mempunyai waktu untuk berkunjung ke kediaman ku menyembuhkan ayah ku ?" ucap Ye Rong berharap Teng Huan bisa secepatnya menyembuhkan penyakit ayah nya. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Hari ini juga aku bisa, lebih cepat lebih baik." kata Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu langsung bangkit mengucapkan terima kasih kepada Teng Huan.


"Terima kasih sudah mau repot-repot menyembuhkan penyakit ayah ku tuan muda." ucap Ye Rong berterima kasih membungkukkan badan. Teng Huan yang mendengar itu langsung berkata sembari jalan menuju pintu keluar.


"Santai saja, lagipula aku tidak kerja secara gratis." kata Teng Huan melambai-lambaikan tangannya. Ye Rong yang mendengar itu tersenyum berjalan menyusul Teng Huan.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)

__ADS_1


__ADS_2