Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Mencari Apartemen


__ADS_3

Ning Xian yang mendengar itu tidak menyangka Teng Huan akan menggunakan nama yang sangat mendominasi seperti itu untuk menjadi nama perusahaannya.


"Sudah selesai dengan nama perusahaan sekarang kembali ke pil kecantikan ini." Ucap Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu bertanya kembali, "Memangnya ada masalah apa dengan pil kecantikan ini tuan muda? bukankah kau bilang tadi hasilnya memuaskan?" Tanya Ning Xian tidak mengerti. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum lalu mengutarakan maksudnya dari perkataannya tersebut.


"Aku ingin kau mencari seorang yang pintar dalam bidang eksperimen untuk membuat sebuah penelitian tentang pil ini. Kita memang menggunakan pil ini sebagai ikon penting dari perusahaan nanti, akan tetapi tetap saja aku ingin menyesuaikannya dengan kesan zaman sekarang. Jika menggunakan sejenis pil, hal itu terlihat sedikit mencolok dan terlihat kuno. Namun, semisal kita bisa memadukan pil kecantikan dengan produk kecantikan zaman ini, mungkin kita bisa meraup lebih banyak keuntungan." Jelas Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu akhirnya mengerti mengapa ia tuan mudanya berkata seperti itu.


Mendengar penjelasan Teng Huan, Ning Xian menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Jika tuan muda berkata seperti itu maka aku akan mengaturnya, dan kebetulan sekali aku mempunyai kenalan yang sangat cocok untuk melakukan hal ini." Ucap Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu berkata kembali, "Baguslah kalau begitu." Ucap Teng Huan sembari bangkit dari duduknya. Teng Huan berkata kembali, "Aku akan keluar untuk beberapa urusan, lalu untuk masalah mencari pegawai…" Ucap Teng Huan sembari Mengeluarkan kartu nama lalu diberikan kepada Ning Xian.


"Hubungi nomor itu dan bilang saja nama ku maka dia akan mengantar mu, lalu beritahu dia. Bahwa kirimkan beberapa anak buahnya untuk menjadi pegawai disana." Ucap Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu menerima kartu nama tersebut, lalu tidak lama kemudian terkejut pasca melihat nama orang tersebut.


"T-tuan muda orang yang tertulis disini benar bernama Ze Xiou?" Tanya Ning Xian sedikit gugup menyebutkan nama orang tersebut. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, lalu berkata, "Ya, orang itu bernama Ze Xiou. Memangnya kenapa Ning Xian?" Kata Teng Huan. Teng Huan kembali melanjutkan perkataannya, "Kalau tidak salah, ia punya julukan Harimau Chang Zhou. Ya kalau salah itu julukannya." Kata Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu tidak bisa untung tenang saja dan dengan terbata-bata berkata.


"T-tuan m-muda apakah tidak apa-apa jika saya berkata seperti itu?" Ucap Ning Xian terbata-bata. Teng Huan yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu berkata kembali, "Tenang saja, jika tidak mau kau bilang saja nama ku." Ucap Teng Huan. Ning Xian tidak bisa untuk tidak terkejut.


"Hebat, Sangat hebat aku tidak menyangka bahwa tuan muda bisa menundukkan salah satu dari pimpinan geng yang berada di Chang Zhou. Sepertinya memang tuan muda memang bukan orang biasa." Batin Ning Xian menatap Teng Huan bersinar-sinar.

__ADS_1


Melihat tatapan Ning Xian yang bersemangat itu, Teng Huan terkekeh lalu berkata, "Sudahlah aku pergi dulu, lalu jangan lupa dengan apa yang ingin kukatakan." Ucap Teng Huan pergi meninggalkan ruang makan kembali ke kamarnya. Ning Xian yang mendengar itu menundukkan kepalanya lalu kembali ke kamarnya juga untuk bersiap-siap.


Setelah bersiap-siap Teng Huan langsung menelpon Ye Rong terlebih dahulu.


"Halo~" Ucap suara di sebrang sana suara khas bangun tidur. Mendengar itu Teng Huan terkekeh sembari berkata, "Sepertinya Nona Rong tidur nyenyak malam tadi." Ucap Teng Huan sembari terkekeh.


Seketika kegaduhan terdengar tidak lama kemudian setelah Teng Huan berkata seperti itu. Bahkan sambungan telepon Teng Huan sempat dimatikan. Teng Huan yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja, dan benar saja Ye Rong menelpon balik.


"Halo tuan muda Huan, mohon maaf sebelumnya saya baru bangun tidur." Ucap Ye Rong diseberang hp. Teng Huan yang mendengar itu hanya tersenyum simpul lalu berkata, "Tenang saja wajar saja mengingat hari kemarin cukup berat." Ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar Teng Huan berkata seperti itu, wajahnya sudah bagaikan kepiting rebus saking malunya saat ini.


"A-anu tuan muda bisakah jangan membahas itu lagi, saya sedikit malu sekarang."Ucap Ye Rong yang sudah malu setengah mati saat ini. Teng Huan yang mendengar itu hanya terkekeh saja lalu mulai menyampaikan maksudnya.


"Aku ingin minta tolong kepada nona Rong." Ucap Teng Huan langsung pada intinya, Ye Rong yang mendengar itu lalu bertanya kepada Teng Huan.


"Apa yang bisa Ku bantu untuk tuan muda ? Jika Keluarga ku mampu maka aku tidak akan sungkan." Ucap Ye Rong serius. Teng Huan yang mendengar itu cukup senang dengan perkataan tulus Ye Rong, namun ia tetap tidak mudah percaya begitu saja.

__ADS_1


"Aku hanya ingin minta tolong kepada nona untuk mencarikan villa atau apartemen dengan suasana yang masih asri dan udaranya tidak bercampur dengan polusi-polusi kota." Teng Huan mengutarakan maksudnya. Ye Rong yang mendengar itu tersenyum mendengarnya lalu berkata, "Apakah tuan muda memiliki kriteria khusus untuk apartemennya." Ucap Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu berkata, "Asalkan nyaman dan sesuai dengan apa yang saya katakan tadi, itu sudah cukup." Ucap Teng Huan.


Ye Rong diseberang sana menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Baiklah tuan muda, saya akan kabari jika sudah mendapatkannya." Ucap Ye Rong. Teng Huan tersenyum lalu berkata, "Terimakasih nona Rong sudah repot-repot mengiyakan permintaan saya." Ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu seketika kalap dan langsung dengan cepat menyangkal.


"Tidak tuan muda, seharusnya saya yang berterima kasih kepada anda, karena sudah mau repot-repot menolong ayah saya dan juga menyelamatkan hidup saya." Kata Ye Rong. Teng Huan mendengar nada bicara Ye Rong hanya terkekeh.


"Baiklah kalau begitu aku akhiri dulu Nona Rong" Kata Teng Huan yang ingin memutuskan sambungan, akan tetapi Ye Rong dengan cepat berkata.


"T-tunggu tuan muda…" Kata Ye Rong. Teng Huan yang tadinya ingin memutuskan sambungan, kembali berkata, "Apakah nona masih ada yang ingin dibicarakan?" Tanya Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu entah mengapa menjadi gugup, "Ah itu, A-anu tidak apa-apa tuan muda. Kalau begitu nanti saya akan kabari lagi." Ucap Ye Rong memutuskan sambungan. Teng Huan yang mendengar itu menjadi heran.


"Makhluk yang mengherankan memang." Gumam Teng Huan lalu merenggangkan tubuhnya.


"Baiklah sistemnya saatnya mencari keberuntungan." Kata Teng Huan bangkit keluar dari kamarnya.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2