
...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya 🙏🏼...
...>>>>>_____<<<<<...
Tidak terasa malam yang sunyi sudah berganti menjadi pagi yang cerah, bulan yang menyinari kegelapan malam digantikan tugasnya oleh sang matahari sebagai penerang waktu pagi hari yang cerah. Teng Huan masih terlihat enggan untuk membuka kedua matanya walaupun sudah sadar bahwa hari sudah berganti.
Tok tok tok
Mendengar suara pintu kamarnya diketuk, Teng Huan tidak berniat sama sekali membuka kedua matanya dan hanya mendengarkan apa yang disampaikan.
"Tuan muda sarapan sudah siap." ucap Ning Xian sembari mengetuk pintu kamar Teng Huan membangunkan tuan mudanya itu.
Dengan malas Teng Huan menjawab perkataan Ning Xian.
"Segera setelah aku membersihkan tubuh ku terlebih dahulu." ucap Teng Huan malas masih enggan untuk membuka kedua kelopak matanya. Teng Huan mengatakan itu dalam keadaan ½ sadar. Mendengar perkataan tuan mudanya, Ning Xian langsung berinisiatif masuk kedalam kamar Teng Huan.
"Kalau begitu saya akan membantu mempersiapkan air hangatnya tuan muda." ucap Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu hanya berkata.
"Atur saja" dua kata yang keluar dari mulut Teng Huan yang masih enggan untuk bangun. Mendengar Teng Huan berkata seperti itu, Ning Xian langsung membuka pintu masuk kedalam kamarnya.
"Kalau begitu saya permisi masuk tuan muda" ucap Ning Xian masuk kedalam kamar Teng Huan. Terlihat seorang pemuda yang masih bergeliat malas di tempat tidur. Ning Xian langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mempersiapkan air hangat untuk Teng Huan.
Setelah selesai mempersiapkan ritual mandi untuk Teng Huan. Ning Xian keluar dari kamar mandi berniat untuk membangunkan Teng Huan. Melihat Teng Huan sudah terlelap kembali, Ning Xian mendekati tempat tidur berniat membangunkan Teng Huan.
__ADS_1
"Tuan muda bangun air hangatnya telah siap." ucap Ning Xian sedikit menepuk pelan bahu Teng Huan. Teng Huan yang sudah terlelap kembali sedikit merasa terganggu menggeliat mencari posisi nyaman sembari melantur.
"Tunggu sebentar lagi bu, lima menit lagi Huan'er akan bangun." ucap Teng Huan mengigau. Mendengar itu, Ning Xian entah kenapa merasa lucu melihat Teng Huan mengigau.
"Sosok yang terlihat misterius seketika hilang saat dirinya tidur saat ini" gumam Ning Xian melihat Teng Huan yang terlelap. Melihat Teng Huan yang masih terlelap, Ning Xian akhirnya memilih untuk tidak menggangu lagi. Namun, ketika Ning Xian ingin keluar dari kamar Teng Huan, tiba-tiba lengannya digenggam oleh Teng Huan. Merasakan lengannya di genggam oleh Teng Huan, Ning Xian terdiam sesaat lalu terkejut ketika mendengar suara parau Teng Huan.
"Ibu jangan pergi. Huan'er rindu ibu." rancau Teng Huan dalam mimpinya. Mendengar itu Ning Xian tidak menyangka bahwa Teng Huan akan bersikap seperti ini, melihat Teng Huan yang seperti itu entah kenapa hati tergerak.
"Masih memejamkan matanya. Kehidupan tuan muda sebelumnya sangat sulit sepertinya." gumam Ning Xian memandang wajah Teng Huan yang muncul sedikit kerutan kesedihan di dahinya.
"Apakah ibu akan pergi meninggalkan Huan'er lagi ?" rancau Teng Huan menggenggam erat lengan Ning Xian. Merasakan Teng Huan mengeratkan genggamannya, Ning Xian sedikit tersenyum lalu mengelus-elus lengan Teng Huan yang menggenggam lengannya dan berkata.
"Ibu tidak akan kemana-mana Huan'er tenang saja." ucap Ning Xian sembari mengelus-elus lengan Teng Huan. Tepat setelah Ning Xian berkata seperti itu genggaman lengan Teng Huan sedikit lebih longgar, namun tidak melepaskan.
"Sepertinya tidak akan bisa pergi sebelum tuan muda bangun." gumam Ning Xian yang masih tersenyum memandang wajah tidur Teng Huan yang telah damai. Melihat wajah damai Teng Huan yang sedang tertidur, tiba-tiba rasa kantuk menyerang Ning Xian pada akhirnya terlelap disisi tempat tidur dengan wajah menghadap Teng Huan.
Tidak lama kemudian Teng Huan bangun dan pertama kali yang dilihatnya adalah wajah Ning Xian yang terlelap. Melihat itu, awalnya Teng Huan menyangka bahwa ia belum bangun dan sedang bermimpi. Namun, setelah beberapa menit kemudian akhirnya Teng Huan sadar bahwa itu bukanlah mimpi. Tentu saja Teng Huan sontak terkejut dan langsung menjauh, namun tidak terduga salah satu lengannya sedang menggenggam lengan Ning Xian. Alhasil Ning Xian yang awalnya terlelap di sisi tempat tidur, langsung bangun ketika merasa lengannya tertarik dan
Gedebuk
"Aduhhhh" satu kata yang keluar dari mulut Teng Huan dan Ning Xian. Kata tersebut keluar setelah dahi Teng Huan dan Ning Xian beradu.
"Ahhhhh Ning Xian m-maaf aku tidak bermaksud." Teng Huan langsung sedikit mundur menjauh. Mendengar Teng Huan yang meminta maaf Ning Xian langsung buru-buru berkata.
__ADS_1
"Tidak tuan muda, ini adalah kesalahan saya bukan kesalahan tuan muda." kata Ning Xian. Alhasil beberapa menit kemudian dipenuhi dengan ungkapan saling meminta maaf antara keduanya.
"Sepertinya aku sudah melakukan hal yang merepotkan mu ya, Ning Xian" ucap Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak-tidak tuan muda, Tuan muda tidak perlu sungkan kepadaku" ucap Ning Xian lalu membayangkan kejadian saat Teng Huan yang sedang mengigau entah kenapa hal itu membuat dirinya tersenyum sendiri. Melihat Ning Xian yang tiba-tiba tersenyum, Teng Huan mengkerutkan keningnya penasaran.
"Sistem apa yang terjadi saat aku tidur tadi ?" tanya Teng Huan dalam hati kepada sistemnya.
Ding
[Suatu kejadian yang sangat berarti bagi Ning Xian. Sistem rasa jika sistem memberitahukan kepada tuan, nantinya tidak akan berarti nantinya]
Mendengar itu, Teng Huan makin penasaran tentang apa yang terjadi saat dirinya tidur tadi. Walaupun ia sangat penasaran, ia tidak menanyakan hal itu kepada Ning Xian.
"A-Anu tuan muda, saya izin pamit ingin menghangatkan sarapan terlebih dahulu." ucap Ning Xian sedikit menundukkan kepalanya langsung berjalan cepat keluar dari kamar Teng Huan tanpa menunggu respon darinya.
Melihat Ning Xian yang tenang menjadi seperti itu Teng Huan menjadi penasaran apa yang terjadi saat dirinya tidur tadi. Walaupun ia penasaran tetap saja sistemnya tidak memberitahukan apa yang terjadi pasca ia sedang tidur tadi.
"Haihhhhh sudahlah lebih baik mandi terlebih dahulu." ucap Teng Huan sembari menghela nafas panjang bangkit berjalan ke kamar mandi melakukan ritual membersihkan tubuhnya sebelum turun kebawah.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
__ADS_1
( Blizzardauthor)