
Ding
[Selamat ! tuan berhasil menyelesaikan misi darurat]
[Mendapatkan kotak harta platinum, 200.000 PS, Satu buah Pil Jiwa. Hadiah yang diperoleh otomatis dipindahkan ke storage]
"Titip salam kepada raja neraka ya." kata Teng Huan sembari terkekeh pergi meninggalkan mayat assassin tersebut.
Teng Huan langsung turun dari gedung tersebut dan membaur dengan warga yang berbondong-bondong pergi menuju taman kota. Terlihat suasana taman kota yang ramai dan banyak mobil-mobil hitam dan polisi yang parkir disana. Disana juga terlihat pengawal yang bersama dengan wanita tersebut sedang berbincang-bincang dengan salah satu polisi wanita. Melihat itu Teng Huan tidak berminat mendekati dan pergi dari tempat kejadian tersebut menuju apartemennya.
"Hari yang cukup menegangkan" ucap Teng Huan berjalan menyusuri jalanan kota ditemani oleh langit yang perlahan mulai gelap. Ia berjalan merenungi kehidupannya yang perlahan-lahan berubah.
"Sistem" ucap Teng Huan
Ding
[Sistem disini tuan. Apakah tuan membutuhkan sesuatu ?]
"Sebenarnya kau ini apa ? lalu alasan apa sampai kau memilih ku ?" ucap Teng Huan yang penasaran dengan sistemnya itu.
[Tuan masih terlalu lemah untuk mengetahui rahasia dibalik sistem God of the Gods. Lalu alasan mengapa sistem memilih tuan adalah ]
Mendengar jawaban dari sistemnya, Teng Huan menghela nafas panjang memandang langit yang mulai gelap.
"Kuatkah...Aku jadi penasaran harus sekuat apa diriku untuk mengetahui rahasia dari sistem God of the Gods" ucap Teng Huan senyuman tercetak diwajahnya lalu mengepalkan tangannya mengangkatnya keatas. "Aku Teng Huan pasti akan mengetahui rahasia dan alasan dari semua ini." Tekad Teng Huan menggebu-gebu.
[Tuan Tenang saja sistem akan selalu berada disamping tuan]
Teng Huan hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya mendengar apa yang sistemnya katakan itu. Matahari pun selesai menyelesaikan tugasnya digantikan oleh bulan yang bersinar terang di kegelapan malam.
...>>>>>_____<<<<<...
Teng Huan sampai apartemen tepat saat waktu makan malam. Mengetahui Tuan mudanya telah kembali, Ning Xian langsung menyambut kedatangan Teng Huan.
"Selamat datang kembali tuan muda." ucap Ning Xian sedikit membungkuk kepalanya. Melihat sikap Ning Xian yang seperti itu entah kenapa Teng Huan sedikit merasa canggung, yang membuat ia canggung adalah pakaian yang digunakan oleh Ning Xian.
"Ohhhhh iya, Terima kasih atas kerja kerasnya Ning Xian." ucap Teng Huan sedikit panling dengan pakaian yang dikenakan oleh Ning Xian.
__ADS_1
"Makan malamnya sudah siap tuan muda" ucap Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu berkata.
"Aku akan membersihkan tubuh terlebih dahulu." ucap Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.
"Aku akan siapkan airnya terlebih dahulu tuan muda." Ning Xian langsung menuju kamar Teng Huan untuk menyiapkan air hangat untuk Teng Huan. Teng Huan yang ingin mencegah Ning Xian, mengurungkan niatnya melihat Ning Xian sudah berjalan menuju kamar dirinya.
"Sepertinya aku harus membiasakan diri untuk hidup seperti ini." gumam Teng Huan menghela nafas masuk kedalam apartemen berjalan menuju Ruang bersantai yang berada ditengah apartemen.
"Sistem Jelaskan tentang Pil Jiwa ini." ucap Teng Huan kepada sistemnya.
[Pil Jiwa adalah sebuah pil yang berguna untuk meningkatkan kekuatan jiwa seseorang tuan]
"Kekuatan jiwa ya.....Kalau tidak salah dari novel-novel fantasi yang pernah kubaca, kekuatan jiwa berguna untuk melawan seseorang yang menggunakan keterampilan ilusi." kata Teng Huan yang mengetahui tentang kekuatan jiwa.
[Kurang lebih seperti itu tuan. Saran sistem jika tuan ingin mengkonsumsi pil ini, lebih baik tingkatkan Kultivasi tuan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya]
Mendengar itu Teng Huan mengkerutkan keningnya.
"Bukankah aku sudah menerobos tadi ?" ucap Teng Huan merasa heran.
Flashback On
"Aku harus cepat-cepat memulihkan kondisi ku sebelum kemungkinan terburuk terjadi." kata Teng Huan langsung memejamkan matanya menggunakan metode pernafasan langit dan bumi. Saat Teng Huan sedang melakukan memulihkan kondisinya, sistem diam-diam melakukan sesuatu untuk membantu Teng Huan menerobos. Sayangnya dikarenakan aura spiritual yang tipis hanya bisa membuat Teng Huan menerobos satu tingkatan saja yaitu, Fondasi Qi Menengah. Hal ini dilakukan sistem tanpa sepengetahuan Teng Huan sama sekali.
Flashback Off
[Tuan hanya naik tingkat menengah saja, jika tuan ingin mengkonsumsi pil jiwa setidaknya ranah tuan harus berada di atas ranah Fondasi Qi]
"Ranah apa setelah Fondasi Qi sistem" tanya Teng Huan penasaran.
[Setelah Fondasi Qi adalah ranah Xiantian tuan]
Mendengar itu Teng Huan manggut-manggut lalu tidak lama kemudian Ning Xian memberitahu bahwa persiapannya sudah selesai.
"Tuan muda, air hangatnya sudah siap" ucap Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.
"Terima kasih Ning Xian" kata Teng Huan tersenyum. Mendengar itu Ning Xian ikut membalas senyuman Teng Huan dan berkata.
__ADS_1
"Itu sudah kewajiban saya untuk melayani tuan muda." ucap Ning Xian membalas senyum Teng Huan. Mendengar itu Teng Huan menganggukkan kepalanya langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Setelah selesai dengan ritual membersihkan dirinya, Teng Huan keluar kamar untuk makan malam. Saat membuka pintu kamarnya, Ning Xian sudah berdiri siap disebelah kamar Teng Huan.
"Ning Xian apakah kau dan nenek Ning sudah makan malam ?" ucap Teng Huan berjalan diikuti oleh Ning Xian yang mengekor dibelakangnya.
"Kami akan makan setelah tuan muda makan terlebih dahulu." ucap Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu menghela nafas lantas berkata.
"Aku perintahkan kau dan nenek Ning untuk menemani ku makan malam." ucap Teng Huan dengan nada yang tidak bisa dibantah sama sekali. Ning Xian yang mendengar itu ikut merasa bingung.
"T-Tapi tuan muda. Nen-" Ning Xian ingin mengatakan sesuatu, namun terhenti setelah melihat tatapan dari Teng Huan.
"B-Baiklah tuan muda saya panggil nenek terlebih dahulu." ucap Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum lebar.
"Baguslah kalau kau mengerti." ucap Teng Huan berjalan terlebih dahulu menuju ruang makan. Ning Xian terdiam sesaat memandang punggung Teng Huan.
"Terima kasih tuan muda, aku bersumpah akan selalu berada disisimu bahkan jika dewa sekalipun menyalahkan mu." ucap Ning Xian sungguh-sungguh lalu pergi menuju kamar nenek Ning.
Saat Teng Huan sedang berjalan menuju ruang makan tiba-tiba.
[Ning Xian 100% telah sepenuhnya setia dan tidak akan mengkhianati kepercayaan tuan sama sekali]
Teng Huan yang mendengar pemberitahuan sistemnya terdiam sesaat. Lalu mengalihkan pandangannya melihat Ning Xian yang berjalan menuju kamar Neneknya.
"Padahal aku tidak melakukan hal apapun kepadanya entah kenapa aku menjadi sedikit gelisah ketika menyinggung perasaan." ucap Teng Huan menggeleng-gelengkan kepalanya berjalan kembali menuju ruang makan.
[Apakah tuan meragukan kemampuan sistem]
Mendengar itu Teng Huan sedikit tidak menyangka bahwa sistemnya itu bisa melakukan hal seperti itu.
"Bukannya aku tidak percaya dengan kemampuan analisis mu sistem, hanya saja aku sedikit trauma tentang kepercayaan." Ucap Teng Huan mengingat kembali masa kelamnya yang dikhianati oleh orang terdekatnya.
[Jika tuan memang masih ragu, sistem sarankan untuk membeli pil budak yang tersedia di toko sistem]
Teng Huan yang sudah duduk di meja makan mengkerutkan keningnya mendengar itu.
"Jelaskan spesifikasi tentang Pil Budak." Pinta Teng Huan kepada sistemnya.
__ADS_1
>>>>> Bersambung