Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Tanyakan Saja Pada Raja Neraka


__ADS_3

"Nona awas !!!!" Teng Huan dengan sigap langsung memegang bagian belakang kepala wanita tersebut membuat wanita itu menundukkan kepalanya.


Dorrrrr


Dorrrrr


Dorrrrr


Seperkian detik, pas sekali Teng Huan menundukkan kepala Wanita tersebut alhasil peluru tersebut tidak mengenai wanita tersebut. Merasa masih dalam bahaya, Teng Huan langsung bergerak menuntun wanita tersebut bersembunyi disalah satu pohon besar disana. Tepat setelah itu, suasana taman kota yang awalnya sedikit ramai, langsung ricuh seketika setelah mendengar suara tembakan yang cukup terdengar ditelinga.


Wanita tersebut yang mengetahui bahwa ada yang mengincarnya seketika menjadi takut juga gelisah. Ia melirik Teng Huan yang telah menyelamatkan nyawanya beberapa detik yang lalu, jika saja Teng Huan tidak membuat ia menundukkan kepalanya mungkin peluru tersebut sudah menembus kepalanya. Walaupun seperti itu, rasa takut masih membayangi wanita tersebut. Teng Huan yang melihat tubuh wanita tersebut bergetar langsung memukul tengkuk wanita tersebut membuatnya tidak sadarkan diri.


"Cihhhhh, kenapa jadi merepotkan seperti ini." Teng Huan berdecak kesal.


"Siaga bahaya cepat lindungi nona muda !" perintah salah satu pengawal yang sedikit telat bereaksi langsung bergerak mendekati pohon tempat wanita dan Teng Huan bersembunyi. Pengawal lainnya langsung menganggukan kepalanya menghubungi bala bantuan untuk datang ke lokasi.


"Cihhhhh sistem tunjukkan dimana assassin itu." ucap Teng Huan kepada sistemnya.


Ding


[Memindai lokasi sekitar tuan. Mohon tunggu sebentar]


"Cepat sistem jangan terlalu lama." ucap Teng Huan masih waspada menengok kanan dan kirinya.


[Selesai ! assassin tersebut berada disebelah barat diatas gedung yang terhalangi oleh dua gedung besar]


Mendengar itu Teng Huan langsung memfokuskan pandangannya dan benar kata sistemnya terlihat seorang assassin yang menggunakan sniper sedang membidiknya.


"Bahaya" Teng Huan langsung menundukkan kepalanya.


Dorrrrr


Pas sekali Teng Huan menundukkan kepalanya alhasil peluru tersebut hanya mengenai angin saja. Setelah tembakan tersebut pengawal dari wanita tersebut datang mendekati.


"Nona muda apakah anda baik-baik saja !?" ucap pengawal tersebut cemas mengkhawatirkan keadaan nona mudanya tersebut. Teng Huan yang mendengar itu menjawab.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja Paman, anda tidak perlu khawatir. Nona ini hanya shock saja tadi. Saat ini ia sedang tidak sadarkan diri saja. " ucap Teng Huan sembari fokus memandang assassin tersebut lalu mengalihkan pandangannya ke pengawal, lebih tepatnya pistol yang berada di sakunya. Teng Huan tiba-tiba terpikirkan suatu cara yang cukup aneh.


"Paman aku pinjam pistolmu sebentar" kata Teng Huan langsung mengambil pistol disaku celana pengawal nona tersebut dan segera berlari menuju pohon yang sebelahnya. Pengawal tersebut yang ingin berkata menelan kembali perkataan tersebut membiarkan Teng Huan membawa pistolnya.


Tepat setelah Teng Huan bergerak terdengar kembali suara tembakan.


Dorrrrr


Teng Huan yang melihat itu mengkerutkan keningnya membatin."Assassin ini tidak mengincar ku kan." batin Teng Huan melihat asap bekas peluru tersebut.


Teng Huan melirik tempat assassin itu berada, dan benar saja assassin itu sedang menargetkan dirinya saat ini.


Teng Huan kembali bersembunyi di dekat pohon yang ada disana. Dirinya tidak langsung muncul kembali, lalu tiba-tiba ia mempunyai ide gila yang muncul di otaknya.


"Assassin ini sepertinya kesal sekali kepada ku. Hanya karena telah merusak rencananya, Ia sampai tidak memperhatikan targetnya lagi." gumam Teng Huan mengintip melihat bahwa targetnya adalah dirinya sendiri bukan wanita itu lagi.


Assassin tersebut masih tidak melepaskan Teng Huan sebagai target utama snipernya ini. Ia merasa sangat kesal, karena Teng Huan berhasil menyadari tembakannya. Awalnya ia ditugaskan untuk membunuh wanita yang bersama Teng Huan, namun sang assassin itu tidak menyangka bahwa Teng Huan akan menyadari tembakannya dan bahkan berhasil menghindarinya.


Diatas Gedung


"Kecepatan refleksnya sangat mengerikan. Tidak kusangka ada manusia seperti ini." gumam assassin tersebut kembali tidak berniat melepaskan Teng Huan.


Teng Huan yang bersembunyi menghela nafas panjang memikirkan sebuah cara untuk berhasil lepas dari pengawasan assassin tersebut.


"Sistem apa saranmu ?" ucap Teng Huan bertanya kepada sistemnya.


[Sistem sarankan tuan untuk menggunakan keterampilan langkah bayangan. Akan tetapi, dengan tingkat Kultivasi tuan yang masih rendah akan cukup kesulitan untuk tuan gunakan]


Mendengar saran dari sistemnya itu, Teng Huan berpikir keras untuk menimbang segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.


"Jika diperhitungkan itu lebih baik daripada rencana pengalihan. Menggunakan Langkah Bayangan adalah bergerak melesat lurus dengan cepat. Namun, dikarenakan Kultivasiku masih sangat lemah hanya bisa melesat sejauh sepuluh meter saja." gumam Teng Huan lalu tersenyum kembali.


"Namun, sepuluh meter itu sudah cukup untuk lolos dari pandangan assassin itu." Teng Huan tersenyum sinis berdiri lalu mengatur nafasnya dan memejamkan mata.


Pengawal dari wanita tersebut yang melihat Teng Huan memejamkan matanya, merasa aneh dengan tingkah Teng Huan lakukan itu.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan pemuda itu ?" ucap pengawal tersebut memandang Teng Huan.


"Langkah Bayangan" ucap Teng Huan melangkah keluar dari persembunyiannya, namun tiba-tiba ia langsung menghilang tidak berada di balik pohon tersebut lagi.


Melihat itu, Pengawal itu sontak terkejut saat Teng Huan menghilang setelah sekali melangkah. Bukan hanya pengawal itu saja, assassin pun yang sudah siap-siap ingin menarik pelatuknya ikut terkejut ketika Teng Huan langsung menghilang sekali melangkah.


Teng Huan muncul kembali di toko depan taman kota dan langsung terduduk merasakan seluruh tubuhnya sakit, setelah menggunakan keterampilan langkah bayangan tadi.


"Hah hah hah hah. menggunakan "langkah bayangan" masih terlalu sulit dengan Kultivasi Fondasi Qi Awal." ucap Teng Huan yang merasakan sakit sekujur tubuhnya. Ia langsung mengambil sikap lotus untuk memulihkan keadaannya. Walaupun aura spiritual dikota sudah tercemar, namun bukan berarti tidak ada.


Diatas Gedung


"Sial ! apakah seorang manusia bisa bergerak secepat itu !?" ucap assassin itu kesal kehilangan jejak Teng Huan. Merasa tidak mendapatkan Teng Huan, akhirnya assassin itu mengabaikan Teng Huan dan fokus kembali ke misinya yaitu, membunuh wanita yang sedang berbincang dengan Teng Huan tadi.


"Anggap saja itu keberuntungannya berhasil selamat dari incaran ku." ucap assassin itu kembali fokus membidik pohon tepat wanita dan pengawal tersebut bersembunyi.


"Ya hal itu menjadi keberuntunganku, namun menjadi nasib buruk untukmu" kata seseorang dengan lantang membuat assassin itu terkejut mendengar suara itu. Ia lantas memalingkan wajahnya melihat sosok pemuda yang tidak lain adalah Teng Huan.


"K-Kau b-bagaimana bisa mengetahui posisiku disini !?" kata assassin tersebut menunjuk-nunjuk Teng Huan dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat. Teng Huan yang mendengar itu hanya terkekeh memainkan pistol yang berada ditangannya.


"Kau ingin tau ?" kata Teng Huan memutar-mutar pistolnya dijari tangan sembari terkekeh melihat ekspresi dari Assassin itu yang sudah jelek. Walaupun menggunakan penutup wajah, raut wajah assassin itu masih terlihat jelas membuat Teng Huan mengetahui ekspresi wajah assassin tersebut.


Assassin tersebut mundur selangkah demi selangkah dengan tangan diletakan dibelakang. Ketika Assassin itu ingin bereaksi...


Dorrrrr


Pistol yang digenggam oleh Teng Huan telah meluncurkan pelurunya terlebih dahulu. Peluru tersebut meluncur mulus tepat mengenai dahi assassin tersebut.


"Jika kau ingin tau, tanyakan saja pada raja neraka disana." ucap Teng Huan dengan memasang wajah acuh tak acuh.


Ding


[Selamat ! Tuan telah berhasil menyelesaikan misi Darurat]


>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2