
"Tuan muda bagaimana menurut mu tentang kejadian pembunuhan Xin Mengsang yang tiba-tiba tadi." Ye Rong memulai percakapan sembari mata fokus kedepan menyetir mobil. Teng Huan yang mendengar itu diam termenung, dirinya sendiri saja bahkan tidak tau siapa orang-orang tersebut.
"Entahlah aku sendiri juga tidak tau, yang pasti orang-orang ini bukanlah orang-orang biasa. Bisa memiliki racun seperti ini kalian Keluarga Ye sepertinya harus berhati-hati mulai dari sekarang." Ucap Teng Huan duduk disebelahnya.
Teng Huan kembali ke rumah diantar langsung oleh Ye Rong. Wanita itu bersikukuh mengantarkan Teng Huan pulang, karena menurutnya tidak sopan jika menyuruh pelayan atau supir yang mengantarnya, padahal ia sudah sangat berjasa pada keluarganya.
Teng Huan hanya bisa pasrah saja mengiyakan permintaan Ye Rong tersebut. Ia tidak memiliki alasan untuk menolak hal tersebut, jadi beginilah sekarang ia dan Ye Rong dalam satu mobil dan Ye Rong yang menyetir mobil tersebut.
"Setau ku, Keluarga Ye tidak pernah menyinggung siapapun selama ini." Kata Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu hanya mengedikan bahunya.
"Tidak pernah menyinggung bukan berarti tidak pernah sama sekali. Keluarga mu mungkin pernah melakukan sesuatu yang membuat orang-orang ini merasa tersinggung." Spekulasi Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu menjadi terdiam memikirkan hal tersebut.
Melihat itu Teng Huan hanya diam saja tidak menganggu Ye Rong yang sedang berfikir dan tiba-tiba muncul hologram berwarna merah dihadapannya membuat Teng Huan reflek bergerak membanting setir mobil.
Ding
[Bahaya! Bahaya! Bahaya!]
"Nona Ye awas!!!!" Teng Huan refleks berteriak sembari membanting setir mobil. Ye Rong yang sedang termenung dan fokus pada jalan, sontak terkejut akan teriakan Teng Huan. Dirinya tidak sempat bereaksi sama sekali.
Tepat saat Teng Huan membanting setir mobil, sebuah peluru senapan meluncur mulus menuju mobil ia dan Ye Rong gunakan. Akan tetapi, hal itu berhasil meleset hanya mengenai kaca mobil sebelah kanan.
"Akh!!" Teriak Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu hanya bisa menahannya, karena Ye Rong berteriak tepat disebelah telinganya dimana ia sedang berusaha mengendalikan mobil tersebut.
"Nona daripada kau berteriak seperti itu lebih baik kendalikan kembali mobil ini." Ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu spontan menutup mulutnya, lalu langsung melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Teng Huan. Untung saja pada saat itu suasana jalan sedang sepi, alhasil tidak ada kecelakaan beruntun. Namun, jalan yang sepi ini juga yang membuat Teng Huan menjadi heran.
Setelah beberapa menit meluncur tidak terkendali di jalanan, akhirnya mobil tersebut berhenti juga. Setelah berhenti, Ye Rong akhirnya menghela nafas panjang merasa lega, namun tidak dengan Teng Huan. Ia merasa kejadian jalanan sepi, dan ada peluru nyasar ini bukanlah sebuah kebetulan.
"Jangan keluar mobil dan tetap disini. Ada yang tidak beres dengan suasana ini." Kata Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu menganggukkan kepalanya patuh dengan apa yang dikatakan oleh Teng Huan.
__ADS_1
"Bagus gadis pintar" Ucap Teng Huan mengelus-elus puncak kepala Ye Rong lalu keluar dari Mobil tersebut.
"Sistem sarankan aku sesuatu untuk melindungi mobil ini." Ucap Teng Huan kepada sistemnya.
Ding
[Tuan bisa membeli jimat pelindung yang tersedia di shop sistem]
Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan berkata, "Beli jimat pelindung."
Ding
[Membeli Jimat Pelindung. Poin Sistem akan dikurangi sebanyak 30.000 PS]
> Y
> N
Ding
[Berhasil membeli Jimat Pelindung PS dikurangi sebanyak 30.000]
lalu ia langsung merogoh saku celananya, mengambil jimat pelindung yang berada dikantong celananya dan menempelkan jimat tersebut di mobil itu.
"Aktifkan" Seketika jimat tersebut langsung terbakar dan aura kuat berkumpul disekitar mobil tersebut. Setelah semua persiapan selesai Teng Huan kembali berkata pada sistemnya.
"Sistem keluarkan Jubah Pelindung yang berada di storage"
Ding
__ADS_1
[Mengeluarkan Jubah Pelindung. otomatis memindahkannya kedalam cincin ruang tuan]
Mendengar hal itu, Teng Huan langsung mengalirkan qi nya dan mengibaskan tangannya, lalu jubah pelindung keluar dari cincin ruangnya itu. Ia langsung mengenakan jubah pelindung tersebut, sekilas jubah tersebut terlihat seperti sebuah jubah yang dikhususkan untuk seorang pembunuh. Perpaduan warna hitam dan merah ati menambah kesan mencekam jubah tersebut. Jubah itu juga dilengkapi tudung membuah sang pemakai, wajahnya tidak akan terlihat jelas.
"Baiklah sudah selesai sekarang, seharusnya mereka tidak lama lagi akan datang." Ucap Teng Huan menyapu pandangannya.
"Sistem berapa lama lagi mereka akan sampai?" Kata Teng Huan kepada sistemnya.
[Tidak sampai satu menit orang-orang yang mengikuti tuan akan datang]
Mendengar hal itu Teng Huan menganggukkan kepalanya lalu ia tiba-tiba teringat dengan sesuatu.
"Oh ya, apakah jubah pelindung ini akan baik-baik saja sistem? aku saat ini masih belum kebal terhadap peluru." Kata Teng Huan sembari melihat-lihat kembali tidak ada yang spesial dari jubah pelindung hitam itu.
[Selama itu bukan seorang Kultivator tingkat tinggi sistem jamin tuan akan baik-baik saja]
Teng Huan yang mendengar itu terkekeh, memang dari yang ia baca-baca dari novel-novel tentang cerita fantasi, seorang kultivator tingkat tinggi bahkan bisa membelah gunung dan lautan bahkan jika ia ingin, langit pun bisa terbelah.
[Orang-orang yang mengejar tuan sudah sampai]
"Ya aku tau itu, aku sudah bisa melihat sekelompok sampah ini." Ucap Teng Huan setelah mendengar pemberitahuan sistemnya. Terlihat Sekumpulan mobil Off-road berwarna serba hitam mendekati tempat Teng Huan saat ini. Ye Rong yang melihat banyak mobil mendekati mereka, terkejut bukan main. Tidak disangka bahwa mereka telah diikuti oleh orang sebanyak itu.
Sebanyak satu lusin mobil Off-road atau dua belas mobil berjejer rapih dengan masing-masing diisi oleh empat sampai lima orang berpakaian rapih. Lalu pria berbadan besar yang diduga pemimpin dari kelompok orang tersebut berdiri didepan Teng Huan. Terlihat dari umurnya pria berumur tersebut sudah mengalami banyak pertarungan panjang dari bukti wajahnya yang banyak luka.
"Bocah, aku tidak ingin mempersulit mu. Pergi dari sini dan jangan pernah ikut campur lagi atau kau akan menyesal nantinya." Ucap pria tua tersebut dengan suara berat miliknya.
Teng Huan yang mendengar itu hanya menatap acuh tak acuh lalu berkata, "Kalau aku menolak bagaimana?" Kata Teng Huan dengan tatapan merendahkan. Mendengar pemuda didepannya ini sangat tenang dan terkesan meremehkan pria tua tersebut hanya menatap dingin lalu berkata membalas, "Maka jangan salahkan aku jika kau mati disini bocah." Ucap Pria tua tersebut sembari memberikan aba-aba kepada anak buahnya untuk bergerak.
>>>>> Bersambung
__ADS_1
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)