
Setelah Teng Huan berkata seperti itu, semua orang yang awalnya meremehkan Teng Huan, kini menjadi waspada. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang gemetar ketakutan. Pria tua yang melihat tindakan Teng Huan membatin dalam hatinya.
"Ternyata seorang praktisi bela diri, namun jika seorang praktisi bela diri terkena peluru sekali pun, tetap akan terluka. Tetapi, bocah ini tidak terluka sama sekali. Memangnya ada yang bisa seperti ini." Batin Pak tua berpikir keras alasan kenapa Teng Huan tidak mempan akan peluru.
Teng Huan sendiri kini sudah maju kedepan menerjang anak buah pak tua tersebut satu persatu. Menendang, memukul, menyerang secara membabi buta. Pak tua yang melihat itu berteriak kembali kepada anak buahnya.
"Dasar bodoh! cepat maju sekarang juga! Bocah itu sepertinya menggunakan sesuatu anti peluru dibalik jubahnya. Jadi maju serang bersama-sama, walaupun dia seorang praktisi tetap saja ia masih punya batasan staminanya." Teriak Pak tua tersebut kepada anak buahnya. Mendengar hal tersebut anak buahnya langsung menyerang Teng Huan secara keseluruhan tidak meremehkan Teng Huan kembali.
Teng Huan sendiri hanya terkekeh mendengar Teriakkan pak tua tentang dirinya. Memang benar jubah yang ia dapatkan dari Sistem bisa dikatakan sebagai jubah anti peluru. Lalu tentang dirinya akan cepat lelah mungkin mereka akan kecewa setelah bertarung dengannya.
Akhirnya pertempuran sengit pecah antara Teng Huan melawan sekelompok anak buah Pak tua yang ingin membunuhnya lebih tepatnya adalah Ye Rong.
Teng Huan dengan gesit menyerang titik kelemahan dari seluruh anak buah pak tua itu, bahkan dalam waktu kurang hampir dua jam lamanya ia sudah berhasil membuat hampir seluruh anak buah pak tua itu tidak bisa berdiri kembali. Pak tua yang melihat itu sudah tidak bisa menahan rasa kesal kepada Teng Huan dan tanpa basa-basi langsung maju menerjang membantu anak buahnya yang tersisa tidak kurang dari lima orang saja.
Menyadari bahwa Pak tua tersebut sudah mulai bergerak, Teng Huan langsung dengan sigap mengambil jarak. Kini musuhnya tersisa enam orang termasuk dengan pak tua itu. Walaupun anak buahnya tidak masuk dalam pandangan Teng Huan, namun ia tetap tidak meremehkan lawannya.
__ADS_1
Ia selalu berpegang teguh bahwa gajah yang besar sekali pun bisa kalah dari semut yang kecil akibat dari kecerobohannya. Oleh karena itu, Teng Huan tidak pernah menganggap enteng lawannya walaupun ia terlihat lemah.
"Akhirnya kau maju juga Pak tua…"Kata Teng Huan terkekeh. Melihat raut wajah Pak tua tersebut sudah merah padam dan terlihat jelas urat diwajahnya yang menandakan ia sangat marah.
"Kep*rat bocah! walaupun kau seorang praktisi jangan anggap bahwa kau adalah yang terkuat!" Teriak Pak tua tersebut sudah tidak bisa menahan rasa marah bercampur aduk dengan kesal akibat tingkah Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu hanya terkekeh dan berkata yang membuat Pak tua itu bungkam tidak bisa berkata lagi.
"Hehhhhh, bukankah tadi kau meremehkan ku? kenapa sekarang kau malah balik marah, karena aku berhasil membereskan anak buah mu…"Kata Teng Huan membuat Pak tua itu tidak bisa berkata apa-apa lagi terdiam. Melihat pak tua itu terdiam, Teng Huan melanjutkan perkataannya lagi.
"Salahkan dirimu Pak tua bau tanah, walaupun lawan mu hanya seorang bocah saat ini, namun bocah yang kau remehkan ini cukup untuk membuat mu sadar bahwa aku bukanlah bocah yang bisa kau ganggu." Ucap Teng Huan kepada Pak tua itu. Pak tua yang mendengar itu sekali lagi berteriak kepada Teng Huan.
Teng Huan sadar akan Ze Xiou yang juga seorang yang berlatih sama seperti dirinya, namun sistemnya berkata bahwa pelatihan Ze Xiou tidak sempurna, karena kurang lengkapnya langkah-langkah metode yang ia gunakan untuk pelatihannya.
Akan tetapi, walaupun itu tidak lengkap, tetap saja Ze Xiou adalah seorang praktisi yang berlatih terlebih dahulu sebelum dirinya. Alhasil sistemnya menyarankan untuk Teng Huan memancing amarahnya untuk mempermudah Rencana yang ia baru saja susun.
"Majulah pak tua aku tidak takut sama sekali." Ucap Teng Huan dengan nada meremehkan. Ze Xiou yang mendengar itu menggertakkan giginya maju menerjang Teng Huan dengan seluruh kemampuannya. Teng Huan langsung mengambil sikap waspada terhadap serangan Ze Xiou.
__ADS_1
"Bocah bre*sek makan ini! Tinju Harimau Emas." Teriak Ze Xiou menyebutkan teknik beladiri nya maju menerjang dengan tinju yang mengarah kepada Teng Huan. Teng Huan yang melihat serangan itu entah kenapa serangan yang dilancarkan Ze Xiou terlihat lambat dimatanya. Seperkian detik tersebut dimanfaatkan oleh Teng Huan dengan melihat kelemahan dari teknik Tinju Harimau Emas milik Ze Xiou.
Teng Huan langsung sedikit mengambil jarak dan melepaskan sikap waspada nya. Bahkan Teng Huan masih sempat menutup matanya, yang membuat Ze Xiou heran dengan Teng Huan yang menutup matanya. Ze Xiou yang melihat itu tidak mempedulikan apa yang dilakukan oleh Teng Huan dan tetap maju menerjang Teng Huan.
"Matilah bocah bren*sek!!!!" Teriak Ze Xiou beberapa centimeter lagi tinju mengenai dada Teng Huan. Namun, seperkian detik tersebut Momentum yang ditunggu oleh Teng Huan datang juga. Teng Huan langsung membuka matanya sembari memposisikan dirinya seolah-olah dirinya terjatuh dan posisinya terjatuh tersebut menghadap keatas.
Ze Xiou yang awalnya sudah sangat senang kini merasa detak jantung seperti berhenti ketika Teng Huan berhasil menghindari tinjunya di detik-detik terakhir. Teng Huan sendiri sudah tersenyum lalu dengan sigap mengalirkan qi ke telapak tangan nya dan…
Banggggg
Ze Xiou terkena pukulan telak tepat di daerah antara dada dan bagian perut dan melesat cepat terbang ke atas akibat dari pukulan biasa yang dilapisi Qi oleh Teng Huan. Anak buah Ze Xiou yang melihat itu sama sekali tidak percaya jika bukan terlihat tepat didepan mata mereka. Pemimpin mereka yang terkenal di Kota Chang Zhou kini telah dikalahkan oleh seorang pemuda yang belum genap berumur dua puluh tahun.
Teng Huan sendiri bangkit kembali berdiri sembari berkata, "Lain kali kontrol terlebih dahulu amarah mu sebelum memutuskan menyerang." Ucap Teng Huan tersenyum simpul telah berhasil menumbangkan Ze Xiou hanya dalam sekali pukulan telak di daerah antara dada dan perut.
>>>>> Bersambung
__ADS_1