
Suatu Gedung Entah Dimana
"Jadi assassin bintang tiga telah gagal dalam menjalankan tugas dan mati saat itu juga ?" ucap seseorang misterius. Orang yang memberi kabar tersebut, bergetar mendengar perkataan orang misterius tersebut. Orang tersebut menjawab dengan gugup.
"I-Informasinya Se-Seperti itu ketua dan ini sudah menjadi berita terpanas di kota Chang Zhou." jawab orang tersebut gugup. Orang misterius yang dipanggil ketua itu sedikit menghela nafas. Mendengar ketuanya menghela nafas, orang tersebut semakin bergetar tidak karuan.
"Tidak kusangka masih ada orang yang bisa membuat gagal kita dalam menyelesaikan misi. Sepertinya ada orang yang menarik yang baru muncul, sampai-sampai assassin bintang tiga pun kalah." kata orang misterius yang dipanggil ketua itu. bawahannya yang mendengar ketuanya berkata seperti itu sedikit bergetar.
"Tidak perlu setakut itu 02 santai saja. Kirimkan lagi assassin ke kota Chang Zhou kali ini kirimkan assassin bintang dua dengan misinya adalah mencari orang yang menggagalkan misi kita setelah bertemu langsung habisi saat itu juga." ucap ketua tersebut. Bawahannya yang mendengar itu menganggukkan kepalanya tidak berani menolak dan langsung izin pamit pergi.
"Berani menyinggung organisasi Assassin ku tidak akan kubiarkan kau hidup tenang." gumam ketua tersebut memandang dengan niat membunuh yang sangat pekat merembes.
...>>>>>_____<<<<<...
"Hacchuuuuu" Teng Huan tiba-tiba bersin. Suara dibalik ponselnya langsung berkata.
"Apakah tuan muda baik-baik saja ?" ucap suara dibalik ponselnya. Teng Huan yang mendengar itu langsung membalas.
"Aku baik-baik saja santai saja nona. Jadi dimana kau berada sekarang akan kutemui nona." Teng Huan dibalik ponselnya.
"Tidak perlu repot-repot menemui ku tuan muda, aku sudah mengatur orang untuk menjemput mu agar terhindar dari kejadian seperti kemarin." ucap suara tersebut dibalik ponsel. Teng Huan yang mendengar itu menjawab.
"Baiklah kalau kau bilang seperti itu." ucap Teng Huan. Setelah ia berbincang tentang mendirikan perusahaan tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada yang menghubunginya.
"Baiklah kalau begitu sampai ketemu nanti tuan muda Teng." ucap suara tersebut mematikan sambungan. Setelah selesai berbicara dengan orang tersebut Teng Huan memilih duduk di ruang bersantai menunggu kedatangan orang yang dimaksud wanita tersebut.
"Sistem tampilkan status." perintah Teng Huan kepada sistemnya.
Ding
[STATUS]
__ADS_1
Nama : Teng Huan
Status : Orang yang dikhianati
Umur : 18 tahun
Skill : Keterampilan Tabib Kuno, Langkah Bayangan, dan Seni beladiri kungfu
Metode Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi
Kultivasi : Fondasi Qi (Menengah)
PS : 271.000
PK (Poin Kekayaan) : 8.000.000
> Shop sistem
"Lebih baik berkultivasi daripada tidak melakukan apapun. Aku harus menembus ranah Xiantian untuk diriku sendiri. Aku takut orang yang kubunuh waktu itu mempunyai kekuatan besar dibelakangnya harus cepat-cepat menjadi kuat." ucap Teng Huan mengepalkan tangannya memutuskan untuk berkultivasi. Namun, ketika ia ingin berkultivasi Ning Xian menghampirinya.
"Tuan muda saya buatkan teh untuk anda." ucap Ning Xian membawakan segelas teh hangat untuk Teng Huan.
"Saya melihat tuan muda selalu melamun, jadi saya pikir tuan muda lagi banyak pikiran. Oleh karena itu saya berinisiatif membuatkan Tek untuk tuan muda dan berharap Tuan muda baikkan." ucap Ning Xian. Mendengar itu Teng Huan tidak menyangka Ning Xian akan berinisiatif untuk membuatkan teh. Teng Huan bahkan tidak menyangka bahwa Ning Xian akan menyangka Seperti itu.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku Ning Xian. Tenang saja aku baik-baik saja." ucap Teng Huan menyesap teh buatan Ning Xian. Setelah menyesap sedikit teh buatan Ning Xian, Teng Huan kagum dengan rasanya.
"Teh hijau yang sangat nikmat, tidak kusangka kau bisa membuat teh seperti ini aku suka teh ini terima kasih Ning Xian." ucap Teng Huan sembari menyesap kembali teh buatan Ning Xian. Ning Xian yang mendengar itu tersenyum lebar dan merasa senang.
"Kalau tuan muda suka dengan teh buatan saya jangan sungkan untuk memintanya." ucap Ning Xian merasa sangat senang, ia tidak menyangka bahwa Teng Huan akan menyukai teh yang ia buat.
"Kalau begitu saya izin kembali kebelakang tuan muda." ucap Ning Xian kembali ke dapur dengan perasaan senang yang sangat luar biasa. Melihat Ning Xian yang sangat senang Teng Huan tersenyum menggelengkan kepalanya saja.
__ADS_1
"Sudahlah lanjut berkultivasi terlebih dahulu." ucap Teng Huan yang sudah mengambil sikap lotus tidak jadi kembali melihat sebuah mobil berhenti didepan apartemennya.
"Haihhhhh, sepertinya tidak hari ini." ucap Teng Huan sedikit menghela nafas langsung keluar dari apartemennya menuju mobil tersebut.
"Silahkan masuk tuan muda." ucap supir tersebut membukakan pintu mobil untuk Teng Huan masuk. Ketika ingin masuk Ning Xian memanggilnya dari apartemen.
"Tuan muda selamat jalan." ucap Ning Xian melambai-lambaikan tangannya. Mendengar hal itu Teng Huan memutar kembali badannya tersenyum berkata.
"Ya...Aku pergi dulu Ning Xian." ucap Teng Huan masuk kedalam mobil tersebut. Ning Xian yang mendengar itu masih belum beranjak sampai mobil yang dinaiki oleh Teng Huan hilang dari pandangan matanya. Pandangan mata Ning Xian langsung berubah, pandangan mata yang hangat dan indah digantikan oleh pandangan mata yang dingin.
"Keluarga Ye, akan kuingat baik-baik kalian. Berani mempersulit tuan muda ku tidak akan pernah kumaafkan." ucap Ning Xian dengan pandangan dinginnya lalu masuk kedalam apartemen.
Kembali ke Teng Huan
"Berapa lama perjalanan menuju tempat pertemuan." tanya Teng Huan. Supir tersebut yang mendengar itu menjawab dengan sopan.
"Perjalanan hanya akan memakan waktu paling lama lima belas menit tuan muda. Mohon tuan muda bersabar." jawab supir tersebut. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Setelah memakan waktu hampir lima belas menit perjalanan. Akhirnya Teng Huan sampai ditempat pertemuan dengan wanita tersebut. Kali ini tempat pertemuan mereka disebuah tempat makan yang lebih mewah, melihat tempat makan sebagai tempat pertemuan kembali. Entah kenapa Teng Huan teringat dengan kejadian kemarin.
"Song Qian bagaimana kabarnya ya." gumam Teng Huan sedikit terkekeh.
"Silahkan tuan muda saya antar ke dalam menemui nona muda." ucap supir tersebut menunjukkan jalan kepada Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu mengangguk kepalanya berkata.
"Tunjukkan jalannya." ucap Teng Huan acuh tak acuh. Ia mengubah nada bicaranya yang awalnya ramah menjadi sedikit acuh tak acuh. Teng Huan dituntun menuju ruang VIP disalah satu tempat makan tersebut. Bahkan ada pengawal yang berjaga di depan pintunya.
"Silahkan masuk tuan muda. Nona muda kami sudah menunggu anda didalam." ucap pengawal tersebut membukakan pintu untuk Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu menganggukan kepalanya masuk kedalam ruangan VIP tersebut.
"Selamat datang tuan muda, mohon maaf kemarin saya sempat merepotkan Anda." ucap wanita tersebut menyambut kedatangan Teng Huan.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
__ADS_1
( Blizzardauthor)