
"Aku tidak apa-apa tenang saja. Hanya terlalu banyak memakai energi dalam saja." Ucap Teng Huan yang merasakan lemas seluruh tubuhnya.
"Cihhhhh, sepertinya Menggunakan keterampilan jarum perak masih terlalu berat untuk saat ini." Batin Teng Huan terengah-engah dan merasakan sedikit sesak dibagian dadanya akibat kekurangan energi. Hal tersebut adalah efek samping dari kekurangan energi dan memaksakan diri. Alhasil itu membuat Teng Huan sedikit kena luka dalam.
[Karena tuan mengobati pasien sembari mengeluarkan tekanan, alhasil lebih cepat menguras energi qi milik tuan yang membuat tuan sedikit terkena luka dalam]
"Hehehe ya walaupun sedikit menguras tenaga, tetapi juga merasakan sedikit peningkatan dalam kultivasi ku." Ucap Teng Huan terkekeh dalam hati kepada sistemnya.
"Kondisi ayahmu sudah baik-baik saja. Sekarang kita hanya perlu menunggunya siuman saja." Ucap Teng Huan memaksakan dirinya berjalan mendekati meja yang terdapat buku dan bolpoin disana. Teng Huan langsung menuliskan beberapa bahan obat herbal dan memberikannya kepada Ye Rong sembari berkata kembali, "Buat sesuai yang aku tulis bahan-bahan obat ini tersedia banyak dipasaran. Berikan obat yang aku tulis dua kali sehari setelah makan selama seminggu. Setelah semingguan kondisi Kepala Keluarga Ye akan kembali seperti semula." Teng Huan menjelaskan dengan nafas yang terengah-engah. Ye Rong yang mendengar itu mengangguk lalu menanyakan kondisi Teng Huan yang terlihat sangat lemah.
"Apakah tuan muda benar-benar tidak apa-apa ?" Tanya Ye Rong yang khawatir tiba-tiba Teng Huan sempoyongan. Teng Huan yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya sembari berkata, "Aku tidak apa-apa sekarang nona Rong tidak perlu memapah diriku lagi. Selain itu lebih baik kau menjaga pintunya, takut ada yang menerobos masuk, aku sudah tidak mengeluarkan aura penekanan ku lagi." Ucap Teng Huan sembari sedikit menjauh dari tempat lalu mengambil sikap lotus.
"Sistem beli satu buah pil pengumpul energi." Ucap Teng Huan kepada sistemnya.
__ADS_1
Ding
[Berhasil Membeli Satu buah pil pengumpul energi. 1.000 PS telah dikurangi]
Mendengar itu Teng Huan mengambil sikap lotus dan menelan pil tersebut yang berada disaku celananya. Setelah menelan, ia langsung menutup kedua matanya fokus menyerap khasiat yang terkandung untuk mendapatkan energi kembali.
Melihat Teng Huan langsung bermeditasi, Ye Rong menganggukkan kepalanya langsung bergerak cepat menuju arah pintu, namun baru saja dirinya ingin mengunci pintu, pintu tersebut sudah keburu diterobos dari luar. Pelakunya tentu saja Xin Mengsang yang menerobos masuk diikuti oleh Paman pertama dan anggota keluarga Ye yang lainnya.
Xin Mengsang dan Paman pertama yang melihat kondisi Kepala Keluarga Ye benar-benar membaik tidak bisa untuk tidak terkejut. Terutama Xin Mengsang yang paling tidak menyangka, ia tidak menyangka bahwa pemuda yang biasa saja benar-benar bisa menetralisir racun miliknya.
"Rencana yang telah ku susun selama ini hancur beberapa detik saja oleh bocah yang tidak diketahui jelas keberadaannya. Cihhhhh, sepertinya hanya bisa menerima ini. Aku harus segera pergi dari sini, cepat atau lambat mereka pasti akan tau bahwa akulah pelaku sebenarnya." Batin Xia Mengsang berfikir jernih. Walaupun dirinya sangat kesal rencananya membunuh kepala keluarga Ye telah gagal, ia masih bisa berfikir jernih agar aksinya tidak ketahuan.
Yang paling heboh tentu saja Paman pertama, dirinya yang paling tidak terima bahwa Kepala Keluarga Ye atau bisa dibilang ayah Ye Rong masih terlihat baik-baik saja bahkan, keadaan tubuhnya cukup bugar. Dirinya menggertakkan giginya merasa sangat kesal, rencana yang telah ia susun bertahun-tahun lamanya hancur saat itu juga disebabkan oleh seorang pemuda yang tidak memiliki asal usul yang jelas.
__ADS_1
Melihat kegaduhan itu Ye Rong langsung berkata dengan tegas, "Kepala Keluarga Ye sudah baik-baik saja tinggal menunggu waktu beliau sadar. Sekarang lebih baik para senior-senior keluar terlebih dahulu sampai Kepala Keluarga siuman." Ucap Ye Rong mengusir halus. Paman pertama yang ingin angkat bicara diberi kode oleh Xin Mengsang untuk diam dan patuhi saja perkataan Ye Rong.
Mendengar hal itu Keluarga Ye yang lainnya saling pandang lalu memilih menuruti perkataan Ye Rong keluar dari kamar Kepala Keluarga Ye, termasuk Xin Mengsang dan Paman pertama. Ketika semuanya sudah bubar Ye Rong menghela nafas, namun tersenyum kembali.
Baru saja dirinya ingin menutup pintu, sepasang matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal yang tidak lain adalah paman keduanya. Melihat Ye Rong telah sadar dengan kehadirannya dirinya langsung tersenyum dan berkata.
"Rong'er bagaimana kabar mu ? Maafkan paman pergi terlalu lama sekarang kau sudah besar saja." Ucap sosok tersebut terkekeh. Ye Rong yang mendengar itu langsung bergerak cepat memeluk orang tersebut sembari berkata.
"Paman akhirnya pulang juga, padahal Rong'er disini sangat merindukan paman." Ucap Ye Rong di pelukan orang yang ia panggil paman tersebut.
>>>>> Bersambung
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
__ADS_1
( Blizzardauthor)