Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Membungkam


__ADS_3

"Tuan muda Huan." kata Ning Xian melihat bahwa Pemuda yang menyembuhkannya lagi-lagi pemuda yang menolongnya saat ini.


"Siapa kau berani mencampuri urusanku." kata De melihat kemunculan Teng Huan yang tiba-tiba. Teng Huan yang mendengar itu langsung mendekati orang bermarga De itu.


"Kau berani mengusik orang-orang ku, kenapa aku harus diam saja akan hal itu." ucap Teng Huan dengan nada yang dingin. Membuat orang De itu sedikit takut mendengar nada bicara Teng Huan. Namun setelah memperhatikan penampilan Teng Huan yang biasa-biasa saja rasa takut itu hilang.


"Nenek tua itu mempunyai hutang kepadaku dan hari ini aku ingin menagihnya." kata De tanpa rasa takut.


"Berapa utang nenek Ning. katakan Bos muda yang terhormat." kata Teng Huan menekankan setiap kata


"Sistem apakah PS bisa ditukar dengan mata uang dunia ini ?" batin Teng Huan bertanya kepada sistem.


[Bisa ditukar tuan. 1 PS \= 10.000 Yuan]


"Bagus jumlahkan keseluruhan poinku." batin Teng Huan. Lalu muncul hologram didepan wajah Teng Huan.


[STATUS]


Nama : Teng Huan


Status : Orang yang dikhianati


Umur : 18 tahun


Skill : -


Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi


PS : 51.000


PK : -

__ADS_1


> Shop sistem


> Storage


"Bagus, tukarkan 1.000 PS ke Yuan." kata Teng Huan kepada sistemnya.


Ding


[Menukarkan 1.000 PS \= 10.000.000 Yuan Berhasil]


"Nenek tua ini mempunyai hutang sebesar 500.000 Yuan jika dengan semua bunganya jadi 800.000 Yuan. Bagaimana masih ingin membayar hutang nenek ini." kata De dengan nada angkuh. Masih melirik-lirik Ning Xian.


"Jika tidak bisa membayarnya kau bisa menyerahkan wanita itu maka akan kuanggap lunas semua hutang nenek tua itu." kata Tuan De menunjuk Ning Xian dengan pandangan nafsunya.


Teng Huan yang mendengar itu langsung pura-pura memasukkan tangan kedalam kantong sakunya. Langsung mengeluarkan segepok uang tunai Yuan. Membuat sang nenek dan Ning Xian terkejut. Bahkan De saja terkejut melihat uang tunai Yuan sebanyak itu. Padahal dirinya hanya menyebut asal utangnya, tetapi pemuda didepannya dengan mudah mengeluarkan segepok uang tunai seperti mengeluarkan daun biasa.


"Ini 1.000.000 Yuan apakah cukup untuk membayar semua hutang nenek Ning, bos muda besar" kata Teng Huan menekankan setiap kata yang terakhir. "Oh iya, itukan lebih 200.000 Yuan anggap saja kau sedang amal kepada mu." Teng Huan melanjutkan perkataannya. Tuan De yang mendengar itu merasa kesal karena, rencananya tidak berhasil untuk mendapatkan Ning Xian.


"Hutang nenek Ning sudah lunas jadi sudah waktunya untuk dirimu pergi dari sini bos muda terhormat." kata Teng Huan dengan senyuman tercetak di wajahnya.


"Aku Tuan De, anak dari orang yang paling berkuasa di daerah ini tidak bisa diperlakukan seperti ini" gumam Tuan De lalu melirik kepada kelompok yang ia bawa dan memberi kode. Orang-orang yang paham akan kode dari tuan mereka langsung mengangguk.


"Walaupun kau sudah membayar lunas hutang nenek tua ini. Namun dirimu tidak menghormati ku sebagai orang yang paling berkuasa di daerah ini." kata Tuan De lalu memberikan kode kepada anak buahnya dan seketika mereka langsung bergerak mengepung Nenek Ning, Ning Xian, dan Teng Huan. Nenek Ning dan Ning Xian merasa ,Teng Huan sendiri masih tenang dengan situasi yang bisa dibilang tidak cukup baik. Bahkan dirinya masih sempat berkata.


"Tua De aku berikan kesempatan terakhir untuk pergi dari sini sekarang juga atau kau akan menyesalinya." kata Teng Huan senyuman masih tercetak diwajahnya tidak merasakan tekanan apapun dalam situasi tersebut.


"Kau, tuan muda palsu kalau saja kau tidak ada disini, semua pasti akan berjalan sesuai rencana bos besar ini." kata Tuan De yang kesal kepada Teng Huan. Teng Huan sendiri tidak mengatakan apapun.


"Kau yakin tidak ingin pergi bos muda yang sok berkuasa, nanti menyesal loh." kata Teng Huan membuat tuan De sangat kesal mendengarnya.


"Kau baji*gan !!!" teriak Tuan De lalu melirik anak buahnya. "Kalian semua serang pemuda dan jangan lukai wanita itu, aku ingin membuatnya tunduk kepadaku." kata tuan De memerintahkan anak buahnya.

__ADS_1


Anak buah yang berjumlah hampir 20 orang lebih lagi berbadan besar mulai menyerang Teng Huan. Teng Huan sendiri hanya menghela nafas. "Diberi pilihan yang mudah, malah mencari yang sulit. Itulah manusia." kata Teng Huan.


"Kau sudah berani menyinggung bos muda kami, jangan salahkan kami, karena telah bertindak kasar. Salahkan saja dirimu telah menyinggung bos muda kami." kata salah satu dari anak buah tuan De.


"Sudahlah jangan banyak bicara. Untuk mempersingkat waktu maju saja semua. Kubasmi semua tanpa tersisa satupun." kata Teng Huan tidak ingin banyak basa-basi dan ingin selesai dengan cepat. Anak buah tuan De yang mendengar itu tentu saja tidak terima.


"Bocah sepertinya kau mempunyai kepercayaan yang sangat tinggi. Tidak perlu kami semua maju aku sendiri saja sudah cukup untuk membuat dirimu tidak bisa berjalan lagi selamanya." kata salah satu anak buah tuan De.


Baru saja orang tersebut ingin maju menyerang. Baru satu kali melangkah tiba-tiba Teng Huan muncul didepan orang tersebut membuat dirinya tergeletak tidak sadarkan diri. Suasana sekali lagi menjadi hening.


"Sudah kubilang maju saja semua, mungkin dengan kalian maju bersama, kemungkinan kemenangan kalian akan meningkat." kata Teng Huan melemaskan jari-jarinya.


"Kalian semua maju habisi orang tersebut sekarang juga !" perintah tuan De yang tidak menyangka bahwa serangan yang lalu bukan hanya sekedar kebetulan saja.


Langsung saja dua puluh lebih orang yang tersisa langsung bergerak menyerang Teng Huan bersamaan.


"Mati kau bocah !"


"Walaupun kau kuat, serangan sebanyak ini tidak akan bisa kau tahan semua !"


"Hahaha, terima saja nasibmu yang sedang sial bocah bren*sek"


Teng Huan yang diserang dari segala arah masih tetap tenang dan tidak bergeming sama sekali.


"Tuan muda awas !!!!!!!" teriak Ning Xian. Teng Huan sendiri hanya diam lalu tersenyum.


"Hanya sekelompok sampah, tidak perlu seperti itu Ning Xian. Lihatlah bagaimana tuan mudamu ini membereskannya" kata Teng Huan tersenyum sinis menatap sekelompok orang yang ingin menyerangnya.


Teng Huan dalam satu tarikan nafas bergerak sangat cepat membantai dua puluh orang tersebut. Sekejap mata sekelompok orang berbadan besar yang berjumlah hampir dua puluh orang lebih tumbang semua tidak sadarkan diri, oleh seorang pemuda biasa saja.


>>>> Bersambung

__ADS_1


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)


__ADS_2