
Keesokan harinya
Tok Tok Tok
"Tuan muda Huan sarapan sudah siap." Ucap suara perempuan yang tidak lain adalah Ning Xian mengetuk-ngetuk pintu kamar Teng Huan membangunkan pemuda tersebut. Mendengar suara Ning Xian, Teng Huan langsung membuka kedua matanya, lalu menghalangi dengan lengannya akibat dari mentari pagi hari.
Setelah membiasakan kedua matanya, Teng Huan mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu baru bangkit dari posisi berbaring nya kemudian beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan keluar kamar.
"Selamat pagi tuan muda sarapannya sudah siap diruang makan." Ucap Ning Xian sopan. Teng Huan yang mendengar itu menimpalinya ucapan Ning Xian, "Hooammmm, Selamat pagi juga Ning Xian. Kalau begitu ikut temani aku sarapan dan jangan lupa ajak Nenek untuk ikut sarapan juga." Kata Teng Huan berlalu menuju dapur.
Ning Xian yang mendengar itu menganggukkan kepalanya mengekori dibelakang Teng Huan. Lalu ketika sudah turun ke lantai dua, ia baru menuju ke kamarnya untuk memanggil sang nenek.
Teng Huan terlebih dahulu duduk didepan meja makan dengan makanan yang sudah tertata rapih disana. Sembari menunggu Ning Xian yang memanggil Nenek Ning untuk ikut sarapan dengannya.
"Sistem apakah kau mendengar ku?" Kata Teng Huan.
Ding
[Sistem ada disini tuan. Apakah tuan memperlukan sesuatu?]
"Tampilkan status ku" Pinta Teng Huan.
Ding
[STATUS]
Nama : Teng Huan
Status : Orang yang dikhianati
Umur : 18 tahun
__ADS_1
Skill : Keterampilan Tabib Kuno, Langkah Bayangan, dan Seni beladiri kungfu
Metode Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi
Kultivasi : Fondasi Qi (Menengah)
PS : 1.080.000
PK (Poin Kekayaan) : 8.000.000
> Shop sistem
> Storage ( Kotak harta platinum, kotak harta spesial, Satu tiket Lucky Draw, pil jiwa)
"Jelaskan apa itu Lucky Draw sistem" Perintah Teng Huan kepada sistemnya.
Ding
"Heh, sepertinya ini menarik. Tetapi, bagaimana cara menggunakan tiket Lucky Draw ini?" Tanya Teng Huan kepada sistemnya.
[Untuk sekarang tuan belum bisa menggunakannya. Tuan harus meningkatkan versi sistem untuk membuka fitur ini. Lalu jika ingin meningkatkan versi sistem, tuan harus tuan harus berada di ranah Xiantian.]
Mendengar itu Teng Huan menghela nafas, ia tidak menyangka bahwa ranah juga ikut mempengaruhi hal seperti ini.
"Baiklah sepertinya aku memang harus menghubungi Ye Rong untuk masalah seperti ini." Gumam Teng Huan lalu tidak lama kemudian Ning Xian dan Nenek Ning dilanjutkan dengan sesi sarapan.
"Oh iya Ning Xian setelah sarapan ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Teng Huan pada saat sedang sarapan. Ning Xian yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja. Walaupun ia penasaran tentang apa yang ingin dibicarakan, ia sadar bahwa saat ini tidak tepat untuk menanyakannya.
Setelah sarapan, Nenek Ning langsung bergegas merapihkan alat makan di atas meja lalu berlalu pergi dari ruang makan disana Alhasil kini tersisa Ning Xian dan Teng Huan di ruang makan.
"Bagaimana perasaan mu beberapa hari ini." Kata Teng Huan basa-basi. Ning Xian yang mendengar itu tersenyum manis lalu menjawab dengan tulus, "Setelah tuan mau menerima aku dan nenek, kami hidup lebih baik. sekarang." Ucap Ning Xian tulus. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum simpul lalu berkata, "Baguslah jika memang begitu. Lalu aku bagaimana dengan gedungnya apakah kau sudah melihatnya?" Lanjut Teng Huan.
__ADS_1
Ning Xian yang mendengar itu menjawab dengan senang kali ini , "Saya sudah melihat gedungnya tuan muda. Aku tidak menyangka tuan muda bisa mendapatkan gedung dengan lokasi yang strategis seperti itu. Apalagi itu berada ditengah kota yang seharusnya biaya sewanya saja tidak murah, tetapi tuan bahkan memilikinya bukan menyewanya." Kata Ning Xian. Kali ini ia tidak menggunakan bahasa yang formal Membuat Teng Huan terkekeh melihatnya.
Ning Xian yang sadar bahwa dirinya langsung menundukkan kepalanya, karena malu terlalu banyak berkata terhadap Teng Huan. Melihat Ning Xian yang kikuk Teng Huan berkata kembali, "Kalau kau puas dengan semuanya kita masuk rencana selanjutnya." Kata Teng Huan mengalihkan pembicaraan agar Ning Xian tidak kikuk.
Teng Huan lalu mengeluarkan sebuah pil dan diletakkan didepan Ning Xian. Ning Xian yang melihat sebuah pil diletakkan dihadapannya, menatap Teng Huan bingung. Melihat tatapan Ning Xian yang penasaran, Teng Huan tersenyum lalu berkata.
"Telan lah Pil ini maka kau akan tau maksud diriku." Ucap Teng Huan santai. Ning Xian yang mendengar itu mulai mengambil pil putih bersih tersebut lalu menyipitkan matanya tidak menemukan keistimewaan apapun selain wanginya membuat semua orang merasa tenang.
"Pil apa ini tuan muda?" Ning Xian sudah tidak terbendung rasa penasarannya terhadap pil yang diberikan Teng Huan. Teng Huan sendiri hanya tersenyum lalu mengulang perkataannya kembali.
"Telan saja maka kau akan mengetahuinya." Ulang Teng Huan sembari tersenyum. Ning Xian yang mendengar itu pasrah lalu menuruti apa yang dikatakan Teng Huan untuk mengkonsumsi pil tersebut.
Awalnya ia tidak merasakan apa-apa akan tetapi setelah beberapa Menit kemudian tiba-tiba tubuhnya merasakan ada sesuatu yang berbeda mulai dari kulit lengannya. Ning Xian yang merasakan itu sontak melihat kulitnya, lalu pada saat melihat itu mulutnya terbuka saking kagetnya dengan apa yang ia lihat. Kulit lengannya terlihat lebih kencang dan putih setelah ia mengkonsumsi pil yang diberikan oleh Teng Huan.
"T-tuan m-muda p-pi-pil ini…Pil apa yang kau berikan kepada ku." Ucap Ning Xian tidak bisa mengkontrol dirinya lagi. Teng Huan sendiri hanya tersenyum saja lalu berkata.
"Sepertinya berhasil dan hasilnya lebih baik dari yang kuduga." Ucap Teng Huan. Setelah melihat perubahan yang terjadi pada Ning Xian. Ning Xian yang mendengar itu, bingung dengan maksud perkataan Teng Huan. Ning Xian Tidak sengaja menatap meja makan yang terbuat dari kaca tersebut, lalu sekali lagi dirinya kembali terkaget melihat wajahnya yang menjadi lebih cantik dan bersih.
"Pil itu adalah Pil kecantikan. Aku memberikannya kepada mu untuk mencoba perubahan yang terjadi apabila setelah mengkonsumsi pil tersebut dan ternyata hasilnya melebihi ekspektasi ku." Ucap Teng Huan. Namun dalam hatinya ia membatin.
"Barang dari sistem memang tidak ada yang pernah gagal. Untung saja aku sempat menanyakan tentang hal ini kepada sistem sebelumnya." Batin Teng Huan terkekeh.
Walaupun terkesan menjadi kelinci percobaan, Ning Xian tidak mempermasalahkan itu dan bahkan ia merasa senang bahwa Teng Huan masih memperlukan dirinya.
"Jadi pil ini yang akan jadi produk utama kita tuan muda." Ucap Ning Xian bersemangat kali ini. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum simpul menganggukkan kepalanya lalu berkata.
"Pil ini akan menjadi ikon utama untuk perusahaan." Kata Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu lalu ingat dengan satu hal penting yang mendasar lalu mengatakan hal tersebut kepada Teng Huan.
"Perusahaan kecantikan ini akan diberi nama apa tuan muda?" Tanya Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu seketika terdiam baru mengingat hal seperti ini. Ia lupa tentang hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan ialah nama dari perusahaan tersebut. Akan tetapi, itu tidak bertahan lama Teng Huan sudah menemukan nama yang cocok lagi mendominasi bagi perusahaannya nanti.
"Star Galaxy Company. Itu nama perusahaan nantinya." Ucap Teng Huan.
__ADS_1
>>>>> Bersambung