
"Heh, sepertinya kau mempunyai nama besar juga dikota ini." Ucap Teng Huan tersenyum sembari memegang bahu Ze Xiou. Ze Xiou yang mendengar itu langsung salah tingkah lalu berkata, "Ah itu, tuan muda itu tidak seperti yang kau bayangkan. Walaupun aku mempunyai nama besar tetap saja aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu." Ucap Ze Xiou salah tingkah.
Paman Long yang melihat Ze Xiou seperti tunduk terhadap Teng Huan tentu saja terkejut. Siapa yang tidak kenal dirinya, Seorang yang sangat disegani di Kota Chang Zhou baik itu di dunia putih maupun hitam. Pemimpin dari kelompok geng Harimau salah satu dari tiga geng yang terkenal di Kota Chang Zhou ini.
Lalu yang ia lihat sekarang ini adalah pemimpin yang sangat terkenal didunia bawah sedang bersikap hormat terhadap seorang pemuda yang umurnya sama dengan keponakannya. Sekali lagi paman Long penasaran dengan siapa sebenarnya pemuda kenalan keponakannya ini.
"Aku hanya seorang pemuda biasa tuan Long bukan dari keluarga bangsawan ataupun Keluarga kaya manapun." Ucap Teng Tiba-tiba Membuat Ye Long yang mendengar itu tersentak mendengarnya begitu juga Ye Rong. Sedangkan Ze Xiou berserta kelima anak buahnya memandang takjub Teng Huan.
"K-kau bagaimana bis-" Perkataannya tidak bisa keluar dari mulutnya. Ye Long benar-benar tidak menyangka bahwa Teng Huan bisa seperti itu.
"Sudahlah tidak perlu dibahas lagi, dan untuk saat ini aku pulang sendiri saja untuk menghindari sesuatu hal seperti ini lagi." Ucap Teng Huan sembari memandang Ye Rong. Ye Rong yang mendengar itu ingin membantah, namun ia berpikir kembali memang benar keadaan sekarang masih belum kondusif. Mau tidak mau Ye Rong akhirnya hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan permintaan Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum simpul lalu mengalihkan pandangannya ke Ze Xiou.
"Aku pinjam satu mobil mu lalu untuk sekarang kau kembali dulu, beberapa hari kemudian aku akan menghubungi mu." Ucap Teng Huan kepada Ze Xiou. Ze Xiou yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu sembari memberikan kunci mobil kepada Teng Huan. Teng Huan menerima kunci mobil tersebut.
"Baiklah Rong'er kita pulang sekarang sebelum hari berganti malam." Ajak Ye Long. Sebelum pergi Ye Rong berkata sesuatu kepada Teng Huan.
"Tuan muda Huan Terima kasih sudah menolong nyawaku. Jika saja tidak ada tuan muda mungkin aku sudah kehilangan nyawa saat ini. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk menghubungi diriku" Ucap Ye Rong sembari membungkuk mengucapkan terima kasih kepada Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu berkata.
"Setelah semua urusan selesai aku akan menghubungi nona Rong." Ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu memasang senyum termanis lalu masuk kedalam mobilnya pergi dari sana kembali ke kediaman Ye diikuti dengan Ye Long dan seluruh orang yang dibawa Ye Long.
"Baiklah aku akan pulang terlebih dahulu." Ucap Teng Huan masuk kedalam mobil dan ingin pergi, namun ditahan oleh Ze Xiou.
"Tuan muda ini kartu nama ku disana ada nomor pribadi ku Hubungi saja jika tuan muda membutuhkan sesuatu." Ucap Ze Xiou memberikan kartu namanya kepada Teng Huan. Teng Huan menerima kartu tersebut lalu masuk kedalam mobil, akan tetapi lagi-lagi ditahan oleh Ze Xiou.
Teng Huan menghela nafas panjang lalu membuka jendela mobilnya lalu berkata, "Ada apa lagi" Ucap Teng Huan. Ze Xiou yang mendengar itu salah tingkah namun tetap mengatakannya.
"Anu tuan muda, bagaimana dengan anak buah ku yang tidak sadar ini?" Ucap Ze Xiou sembari menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Teng Huan yang mendengar itu langsung menjawab dengan cepat.
__ADS_1
"Tidak akan lama lagi semua anak buah mu akan terbangun kau tunggu saja." Ucap Teng Huan langsung menginjak pedal gas mobil pergi kembali ke Villanya.
Setelah Teng Huan pergi tidak lama kemudian anak buah Ze Xiou yang terbaring tidak sadarkan diri kini mulai bangun. Ze Xiou yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya takjub dengan tuannya sekarang.
"Sepertinya menjadi pengikutnya adalah keputusan yang sangat bijak." Batin Ze Xiou sangat senang, karena tidak menolaknya.
Salah satu dari kelima anak buah Ze Xiou mendekati dirinya lalu berkata. "Ketua, apakah menurut mu kita akan baik-baik saja? takutnya orang dari keluarga itu…" Ucap anak buahnya merasa cemas tentang apa yang bakal terjadi nantinya. Ze Xiou yang mendengar itu sempat ragu juga, namun ia tidak menyesal. Ia langsung menepuk-nepuk bahu anak buahnya tersebut lalu berkata, "Tenang saja semua akan baik-baik saja aku yakin itu." Ucap Ze Xiou menenangkan.
"Lalu kau sekarang tidak perlu memanggil ku ketua lagi, karena sekarang aku sudah bukan menjadi ketua." Ucap Ze Xiou terkekeh sembari menepuk-nepuk sedikit keras bahu anak buahnya. Membuat yang ditepuk bahunya langsung meringis kesakitan dan menghindar.
Ze Xiou sekali lagi terkekeh lalu berkata, "Sudahlah bantu yang lainnya kita kembali ke markas sekarang." Ucap Ze Xiou. Anak buahnya yang mendengar itu tersenyum lalu menjawabnya.
"Baik ketu-maksudku, Baik kakak." Ucap orang tersebut memanggilnya kakak lalu mengekor dibelakang Ze Xiou. Setelah semua anak buah Ze Xiou kembali sadar merekapun langsung bergegas pergi dari sana.
**Kembali ke Teng Huan
Ding**
[Hadiah akan otomatis dipindahkan kedalam Storage. Silahkan tuan periksa disana]
Mendengar notifikasi dari Sistemnya seketika Teng Huan langsung terkejut sampai-sampai kehilangan konsentrasi saat menyetir sampai-sampai ia harus menghentikan mobilnya mendadak.
Chittttt (Anggap saja suara rem)
"Sistem Cek status" Pinta Teng Huan.
Ding
__ADS_1
[STATUS]
Nama : Teng Huan
Status : Orang yang dikhianati
Umur : 18 tahun
Skill : Keterampilan Tabib Kuno, Langkah Bayangan, dan Seni beladiri kungfu
Metode Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi
Kultivasi : Fondasi Qi (Menengah)
PS : 1.080.000
PK (Poin Kekayaan) : 8.000.000
> Shop sistem
> Storage ( Kotak harta platinum, kotak harta spesial, Satu tiket Lucky Draw, pil jiwa)
Teng Huan yang melihat panel statusnya seketika merasa sangat senang. Setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali menuju villa miliknya sembari bersenandung ria. Melihat hadiah spesial yang telah diberikan sistem kepadanya.
"Sepertinya keberuntungan ku masih tersisa banyak hahahaha." Teng Huan tertawa kembali mengingat hadiah dari Sistemnya yang tidak tanggung-tanggung memberikan kepadanya.
"Hari ini lumayan untung besar. Tidak hanya mendapatkan koneksi Keluarga, tetapi juga mendapatkan anak buah gratis. Dewi Fortuna tersenyum kepada ku saat ini." Kata Teng Huan yang masih merasa sangat senang akan semua hal yang ia dapatkan.
__ADS_1
Namun tanpa Teng Huan sadari, esok hari akan menjadi sesuatu yang sulit baginya.
>>>>> Bersambung