Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Tidak Tau


__ADS_3

Teng Huan yang melihat wanita tersebut melindunginya mengangkat sebelah alisnya. Ning Xian yang melihat kejadian itu langsung membisikkan sesuatu kepada Teng Huan.


"Apakah tuan mengenalnya ?" bisik Ning Xian kepada Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala tanda dirinya juga tidak mengetahui hal tersebut.


"Awalnya aku tidak menyangka bahwa kau yang selalu terlihat baik didepan ku malah melakukan hal seperti ini jika dibelakang ku." ucap wanita tersebut dengan nada tegas tidak bisa dibantah sama sekali. Pegawai yang mempersulit Teng Huan tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya dengan kaki yang sudah gemetaran.


Melihat pegawai tersebut hanya diam saja wanita tersebut langsung berjalan menghampiri Teng Huan. Teng Huan hanya diam saja tidak berkata apa-apa.


"Maafkan ketidaknyamanan atas sikap pegawai kami tuan" ucap wanita tersebut membungkukkan tubuhnya meminta maaf. "Kami akan menindak lanjuti dan memberikan diskon sebagai kompensasi ketidaknyamanan ini." lanjut wanita tersebut. Teng Huan yang mendengar itu hanya melambaikan tangannya tidak mempermasalahkan.


"Tidak perlu seperti itu, cuman lain kali didik pegawai mu untuk tidak mengomentari status pelanggan." ucap Teng Huan menekankan setiap kata terakhir. Wanita tersebut menganggukkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya menatap tajam pegawai yang mempersulit Teng Huan.


"Pergi ke bagian administrasi ambil gajimu. Sekarang kau dipecat." ucap wanita tersebut bagaikan Sambaran petir ditelinga pegawai yang mempersulit Teng Huan. Pegawai tersebut langsung duduk terjatuh dilantai.


"Nona maafkan kesalahan ku kali ini, lain kali saya tidak akan lalai maafkan saya nona." kata pegawai tersebut memohon kepada wanita tersebut. Namun seakan tidak peduli, wanita itu hanya melirik pengawalnya. Pengawal yang ditatap oleh majikannya hanya menganggukkan kepalanya. menyeret pegawai tersebut keluar.


Teng Huan sendiri tidak peduli dengan pegawai tersebut hanya membayar belanjaan yang ia beli.


"Berapa semuanya Totalkan dengan benar." ucap Teng Huan. Wanita tersebut lantas melirik pegawai yang membantu Ning Xian dan nenek Ning memilih baju. Merasa diperhatikan oleh nonanya langsung mengambil alih tugas kasir dan menjumlahkan keseluruhan belanja yang dibeli oleh Teng Huan.


"Totalnya menjadi satu juta yuan tuan, ingin membayar debit apa tunai ?" ucap pegawai tersebut. Teng Huan yang mendengar itu langsung mengeluarkan segepok uang Yuan. Namun ditahan oleh perkataan wanita tersebut.


"Tunggu tuan, dikarenakan ada ketidaknyamanan tadi kami akan memberikan diskon sebagai kompensasinya." ucap wanita tersebut tersenyum kepada Teng Huan. Teng Huan sendiri hanya menganggukkan kepalanya tidak ingin mempermasalahkan toh dia tidak rugi sama sekali.

__ADS_1


Namun Teng Huan tetap memberikan satu juta yuan. Pegawai tersebut lantas bingung lalu melirik Teng Huan ingin berkata namun tidak jadi.


"Tuan ini ter-" kata pegawai tersebut namun Teng Huan langsung berkata.


"Anggap saja imbalan karena sudah menolongku." ucap Teng Huan sebelum pegawai tersebut berkata. Pegawai tersebut yang mendengar itu lantas melirik wanita tersebut dan wanita tersebut ikut menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih banyak tuan." ucap pegawai tersebut membungkukkan badan sembari mengucapkan terima kasih kepada Teng Huan. Teng Huan hanya melambaikan tangannya tidak mempermasalahkan lalu menghampiri wanita yang menolongnya tersebut.


"Jadi nona ada perlu apa denganku sampai repot-repot melakukan hal seperti itu." ucap Teng Huan langsung pada intinya. Mendengar hal itu wanita tersebut cukup terkejut, namun tidak mencirikannya. Dirinya langsung berkata.


"Bisakah kita pergi mencari tempat yang lebih baik untuk bicara tuan ?" ucap Wanita tersebut. Teng Huan menganggukkan kepalanya berkata.


"Bisa, namun tidak saat ini." ucap Teng Huan santai tanpa beban. Wanita tersebut menganggukkan kepalanya berkata kembali.


"Baiklah sampai ketemu nanti lagi." kata Teng Huan keluar toko diikuti oleh Ning Xian dan nenek Ning dibelakang mengekorri. Wanita tersebut hanya memandang Teng Huan yang perlahan menjauh lalu menghilang dari pandangannya lalu memandang layar ponselnya.


"Teng Huan, apakah menurutmu orang ini bisa melakukannya ?" kata wanita tersebut entah kepada siapa.


"Entahlah, kau mau percaya atau tidak yang pasti buktinya adalah wanita yang bersama dengan pemuda itu." ucap seorang pemuda masuk kedalam toko. Wanita tersebut yang mendengar itu mengkerutkan keningnya tidak mengerti.


"Wanita yang sedang bersamanya itu adalah Ning Xian dari keluarga Ning." kata pemuda tersebut berjalan melewatinya dan duduk ditempat seadanya.


"Ning Xian ? bukannya orang itu dikabarkan mengalami penyakit yang aneh pasca perang Keluarga lalu tidak diketahui keberadaannya sekarang." ucap wanita tersebut mengangkat sebelah alisnya. Pemuda tersebut hanya mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Entahlah siapa tahu kebenarannya. Lalu kebenaran yang sebenarnya adalah wanita yang sedang bersama pemuda itu adalah Ning Xian." ucap pemuda tersebut. Wanita tersebut diam saja memikirkan hal tersebut.


Kembali ke Teng Huan


"Tuan muda aku ingin menanyakan sesuatu." ucap Ning Xian. Teng Huan hanya menganggukkan kepalanya menandakan silahkan saja jika ingin bertanya.


"Bagaimana tuan bisa kenal dengan wanita tersebut ?" tanya Ning Xian. Teng Huan yang mendengar pertanyaan itu hanya mengangkat kedua bahunya.


"Entahlah aku juga tidak mengetahui tentang wanita itu." ucap Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu menjadi heran. Dirinya sendiri juga yakin bahwa itu adalah pertemuan pertama tuan mudanya dengan wanita itu. Namun, Ning Xian berfikir kenapa harus Teng Huan.


"Dilihat dari gelagatnya wanita itu menginginkan sesuatu dariku. Apa itu, aku juga tidak tau." ucap Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu diam saja dan tidak bertanya lagi.


"Kenapa kau bertanya itu Ning Xian ?" Teng Huan balik bertanya. Ning Xian yang mendengar itu langsung berkata buru-buru.


"Tidak tuan muda aku hanya sekedar penasaran saja." kata Ning Xian tidak bertanya lebih lanjut lagi. Teng Huan yang mendengar itu diam saja walaupun penasaran dengan latar belakang Ning Xian. Sistemnya berkata bahwa Ning Xian akan berguna untuknya. Teng Huan yang mendengar itu tentu saja penasaran dengan latar belakang Ning Xian ini.


"Baiklah tidak perlu mengurusi hal itu lagi kita sudah sampai di apartemen ku." ucap Teng Huan yang bahkan diri sendirinya gugup melihat apartemen yang mewah tersebut. Ning Xian dan nenek Ning yang melihat apartemen Teng Huan tentu terkejut dan tidak menyangka. Tuan muda yang hanya menggunakan tampilan biasa-biasa saja ternyata tinggal di apartemen semewah ini.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)

__ADS_1


__ADS_2