
Anak buah Ze Xiou yang tersisa tentu saja tidak bisa tidak terkejut melihat Ketuanya kalah hanya dalam satu kali serangan saja. Ketua mereka yang terkenal didunia mafia ini, kalah hanya dalam satu serangan oleh seorang pemuda yang belum genap berumur dua puluh tahun.
"B-bos sudah kalah" Kata salah satu anak buahnya antara percaya dan tidak percaya. Temannya yang mendengar itu hanya terdiam dengan ekspresi sangat terkejut saking tidak percayanya.
Ze Xiou yang melesat terbang kelangit pun kembali turun bagaikan batu besar yang menghantam aspal jalanan.
Booommmm
Teng Huan sendiri hanya tersenyum menang melihat Ze Xiou kalah dalam satu serangan. Ya walaupun harus dibantu oleh sistem dibelakangnya.
"K-kau ba-bagaimana mungkin bisa sekuat itu…Uhukkk... Uhukkk." Ze Xiou berkata dengan putus-putus sembari batuk berdarah. Walaupun serangan Teng Huan terlihat hanya pukulan biasa saja, akan tetapi tempat pukulan tersebut mengenai bagian dimana tempat kelemahan Ze Xiou berada. Alhasil ia mendapatkan luka dalam yang sangat parah sekarang akibat Teng Huan.
"Aku tidak sekuat itu…Aku hanya lebih pintar saja dalam mengambil langkah dan menunggu momen dimana aku yang diuntungkan. Lagi jika bisa melakukan itu dengan mudah kenapa harus bersusah payah melawan mu dengan seluruh kekuatan ku." Ucap Teng Huan terkekeh sinis. Ze Xiou yang mendengar itu hanya menggertakkan giginya, ia sadar bahwa sedari awal Teng Huan sudah mengatur cara untuk mengalahkannya dengan mudah tanpa bersusah payah.
Ze Xiou entah mengapa baru sadar bahwa ia memang terlalu panas dalam situasi apapun, ditambah ia tidak pernah merasakan kekalahan, hal itu membuatnya lupa bahwa diatas langit masih ada langit.
"Kau sudah menang bocah tengik, sekarang kau bisa membunuh ku, namun aku punya permintaan jangan apa-apakan anak buah ku nantinya." Ucap Ze Xiou melembut. Teng Huan yang mendengar itu Ze Xiou sudah pasrah akan hidupnya mengangkat sebelah alisnya. Baru saja Teng Huan ingin berkata, namun sudah didahului oleh anak buah Ze Xiou.
"Tolong ampuni nyawa bos tuan muda, sebagai gantinya ambil saja nyawa kami sebagai ganti nyawa dari bos tuan muda." Ucap serentak anak buah Ze Xiou yang masih berdiri dan tetap memperhatikan pertarungan Teng Huan dan Ze Xiou. Ze Xiou yang mendengar itu tentu saja terkejut dan ingin membantah perkataan anak buahnya itu, namun apalah daya ia terluka parah, bahkan untuk mengatakan sepatah kata pun ia merasa seperti setengah mati.
Melihat ketua mereka yang ingin berbicara, kelima anak buah Ze Xiou yang tersisa tersenyum kepada Ze Xiou. Ze Xiou yang melihat senyumannya itu tidak bisa untuk tidak menahan dirinya lagi.
Dengan seluruh tenaga yang tersisa Ze Xiou bangkit dari posisi terlentang nya bangkit susah payah memberi hormat kepada Teng Huan sembari berkata kembali dengan nafas yang tersengal-sengal, "Jangan pedulikan perkataan mereka, kau bisa membunuh ku sekarang juga." Ucap Ze Xiou yang sudah bergetar seluruh badannya dan akhirnya tumbang dengan nafas yang terputus-putus.
Teng Huan yang melihat itu menghela nafas panjang lalu berkata kepada sistemnya. "Sarankan aku obat untuk menyembuhkan orang ini sistem." Ucap Teng Huan.
[Sistem sarankan tuan untuk membeli pil penyembuh Tingkat tinggi]
__ADS_1
Mendengar saran dari Sistemnya Teng Huan menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Sistem beli satu buah pil penyembuh tingkat tinggi. "
Ding
[Satu buah pil penyembuh Tingkat tinggi menghabiskan 10.000 PS. Apakah tuan ingin membelinya?]
> Y
> N
"Jika aku yang dulu mungkin akan terkejut mendengarnya, satu buah pil saja sudah menghabiskan hampir setengah dari PS ku." Keluh Teng Huan kepada sistemnya.
Ding
[Ini sudah termasuk harga termurah tuan.]
Ding
[Berhasil membeli Satu pil penyembuh tingkat tinggi. PS dikurangi 10.000 PS.]
Teng Huan langsung merogoh saku celananya dan memberikan sebuah pil kepada Ze Xiou. Ze Xiou yang masih sedikit sadar, namun sangat lemah itu. Sadar akan tindak kan Teng Huan. Teng Huan sendiri berkata, "Telan ini lalu serap khasiatnya sebelum terlambat." Kata Teng Huan sembari memasukan pil tersebut kedalam mulut Ze Xiou.
Para anak buah Ze Xiou awalnya ingin mencegah, namun melihat tatapan dari Teng Huan yang biasa saja dan tanpa aura membunuh sedikit pun. Mengurungkan niat dan membiarkan Teng Huan melakukan sesukanya.
Ze Xiou yang kesadarannya kian melemah, akhirnya menuruti apa yang dikatakan Teng Huan. Ia langsung menelan pil yang dimasukkan oleh Teng Huan kedalam mulutnya. Lalu kemudian Ze Xiou menutup matanya.
1 Detik
__ADS_1
5 Detik
10 Detik
1 Menit
Lalu pada menit kelima, tubuh Ze Xiou tiba-tiba mengeluarkan sinar beberapa saat dan sinar tersebut menghilang kembali. Lima anak buah Ze Xiou yang tersisa menatap harap Ze Xiou membuka matanya. Entah kenapa situasi sekarang satu menit pun terasa sangat lama. Teng Huan sendiri hanya membiarkan saja lalu beranjak dari sana kembali ke mobil dimana Ye Rong sedang memperhatikannya.
Sebelum beranjak Teng Huan sempat melihat sekilas ke arah salah satu gedung yang tinggi disana dan menajamkan penglihatannya. Tidak melihat siapapun disana Teng Huan kembali berjalan lalu melepaskan segel pelindung disekitar mobil.
Ye Rong yang melihat Teng Huan menghampirinya ia langsung keluar dari mobil mendekati Teng Huan dengan cemas berkata, "Apakah tuan muda baik-baik saja? ada yang terluka? Bagian mana luka tersebut? Tunggu sebentar lagi tuan muda paman long akan datang tidak lama lagi." Tanya beruntun Ye Rong kepada Teng Huan saking khawatirnya.
Teng Huan yang mendengar itu hanya tersenyum lalu berkata, "Tidak kusangka nona Rong yang terkenal akan sifat dinginnya, bisa menampakkan ekspresi khawatir juga." Canda Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu seketika sadar sudah banyak berkata kepada Teng Huan. Ye Rong sendiri bingung, kenapa dirinya bisa lepas kendali seperti ini. Padahal semenjak kematian ibunya, ia menjadi lebih cuek dengan sekitar dan hampir tidak pernah mengkhawatirkan siapapun selain ayah dan orang yang dekat dengannya saja.
Melihat Ye Rong yang salah tingkah, Teng Huan hanya menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya ke belakang ketika mendengar teriakkan seseorang.
"Huaaaaa ketua kukira kau akan mati." Ucap salah satu anak buah Ze Xiou yang langsung memeluk Ze Xiou ketika ia sadar. Anak buah Ze Xiou yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah laku teman mereka itu.
Ze Xiou yang kesal dengan aksi tiba-tiba anak buahnya itu, langsung memukul anak buah tersebut sehingga terpental jauh lalu berkata, "Kau ini berisik sekali" Ucap Kesal Ze Xiou lalu bangkit menghadap kepada Teng Huan lalu bertumpu satu kaki menghormati Teng Huan.
"Terima kasih tuan muda sudah bermurah hati menyelamatkan ku dari koma. Aku Ze Xiou bersumpah akan membalas Budi ini." Ucap Ze Xiou dengan hormat tinggi kepada Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu melambaikan tangannya sembari berkata, "Tidak apa-apa lagipula sayang jika kau mati sia-sia disini." Ucap Teng Huan lalu menatap serius dan mengubah nada bicaranya berkata kembali.
"Lalu aku tidak percaya dengan namanya sumpah, terkadang sifat manusia itu bisa berubah-ubah walaupun ia sudah bersumpah." Ucap Teng Huan dengan nada serius tak terbantahkan. Ze Xiou yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya tidak berani menatap mata Teng Huan.
"Ze Xiou aku punya penawaran untukmu." Ucap Teng Huan memulai rencananya.
>>>>> Bersambung
__ADS_1