
Ye Rong yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Terlihat didepan sudah berdiri tegak seorang pria tua menggunakan seragam pelayan.
"Selamat datang kembali nona muda." Kata Pelayan tua tersebut menyambut kedatangan Ye Rong. Ye Rong yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu memperkenalkan Teng Huan.
"Paman Tao perkenalkan ini adalah tuan muda Teng Huan dan Tuan muda Teng Huan ini adalah paman Tao kepala pelayan kediaman Ye." Ucap Ye Rong saling memperkenalkan. Teng Huan yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja sedangkan Tao sedikit membungkukkan badannya lalu berkata.
"Anda pasti orang yang ingin ditemui oleh nona muda dan sekaligus telah menolong nona muda pasca insiden kemarin. Perkenalkan saya adalah kepala pelayan kediaman Ye senang bertemu dengan tuan muda Teng." Ucap Tao. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum simpul lalu berkata, "Hanya kebetulan saja aku sedang berada disana. Lagi aku yang salah telah membuat nona muda Keluarga kalian dalam masalah. Jadi aku juga harus membantu, karena aku yang membuat nona muda kalian dalam bahaya." Ucap Teng Huan.
"Tidak perlu seperti itu tuan muda, bagaimanapun anda telah menyelamatkan nyawaku. Bahkan sekalipun anda tidak memanggil ku, aku memang sudah menjadi incaran kelompok pembunuh ini." Tegas Ye Rong. Ling Feng yang mendengar itu hanya mengiyakan saja tidak mempermasalahkan lagi.
"Baiklah apakah tuan muda ingin beristirahat terlebih dahulu ? setelah perjalanan mungkin anda sedikit lelah." Kata Ye Rong menawarkan Teng Huan untuk beristirahat, namun Teng Huan menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Sebelumnya terima kasih atas penawarannya, tetapi aku tidak lelah kita langsung saja mengecek kondisi ayah mu. Lebih cepat lebih baik." Ujar Teng Huan.
Paman Tao yang mendengar ini terkejut, karena ia tidak menyangka Teng Huan yang berpenampilan seperti orang biasa adalah seorang dokter ahli yang dicari-cari oleh nona mudanya ini.
"Kalau begitu mari Tuan muda ikuti saya." ucap Ye Rong berjalan mendahului dan Teng Huan yang mengekor dibelakangnya. Ketika masuk kedalam mansion tersebut Teng Huan sedikit kagum dengan desain dalam mansion tersebut. Terlihat sederhana tidak mencolok, namun sangat elegan dan enak dipandang. Tata letak barangnya juga sangat beraturan dan rapih.
"Ayahku berada dilantai dua tuan muda mari ikuti saya." Kata Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya tidak lagi melihat kemana-mana. Terlihat banyak kamar disana, namun ada satu kamar dengan pintu yang sedikit berbeda dan ada dua pengawal yang berjaga didepan pintu tersebut. Dilihat saja sudah tau bahwa itu adalah ruangan dari kepala keluarga kediaman Ye.
__ADS_1
Ketika Ye Rong diikuti oleh Teng Huan ingin masuk kedalam ruangan tersebut, pengawal disana langsung dengan tegas berkata.
"Mohon maaf nona muda. perintah dari nyonya tidak ada yang boleh masuk kedalam sini, kecuali sudah mendapatkan izin dari nyonya Keluarga." Ucap pengawal tersebut dengan tegas. Ye Rong yang mendengar itu dengan tegas berkata.
"Aku bagian dari keluarga Ye, jadi tidak perlu mendapatkan izin dari orang yang kalian panggil nyonya itu." Ucap Ye Rong dengan tegas dan nada sedikit tinggi. Pengawal tersebut yang mendengar itu menjadi bimbang ketika mendengar nada suara Ye Rong yang sedikit tinggi.
Baru saja pengawal tersebut ingin berkata lagi, terdengar suara sembari pintu kamar dibuka dari dalam.
"Pengawal ada apa ribut-ribut, sudah kubilang tidak ada yang boleh datang kemari tanpa seizin ku." Ucap seseorang keluar dari kamar tersebut. Ye Rong yang mendengar suara itu mengepalkan tangannya kuat-kuat menggertakkan giginya menatap tajam seorang wanita yang keluar dari kamar tersebut.
"Jangan panggil namaku seperti itu, kita tidak sedekat itu Xin Mengsang." Kata Ye Rong dengan tegas dan dingin. Xin Mengsang yang mendengar itu hanya berpura-pura memasang wajah sedih.
"Jangan seperti itu nak, walaupun aku bukan ibu kandung mu, akan tetapi aku menyayangimu mu seperti anak ku sendiri." Ucap Xin Mengsang berpura-pura memasang raut wajah sedih. Ye Rong yang mendengar itu sangat kesal, karena wanita ular ini adalah alasan ayah terjadi menjadi seperti ini, namun ia sangat licin sehingga keluarga yang lainnya tidak ada yang percaya dengannya. Entah kenapa Keluarganya tidak ada yang membela dirinya membuat Ye Rong tidak bisa berbuat apa-apa.
Xin Mengsang lalu mengalihkan pandangannya ke Teng Huan. Xin Mengsang memandang Teng Huan dari atas hingga kebawah semua penampilannya hanya biasa-biasa saja. Namun, entah kenapa ia merasakan firasat buruk keluar dari Teng Huan.
"Maaf tuan muda telah menyita waktu anda, abaikan saja wanita ular ini. Ayah ku berada didalam anda boleh memeriksanya kondisinya." Ucap Ye Rong. Xin Mengsang yang mendengar itu tentu terkejut, orang biasa-biasa ini adalah seorang dokter. Tentu saja Xin Mengsang langsung menghadang Ye Rong dan Teng Huan yang ingin masuk kedalam.
__ADS_1
"Ron-" ucapnya langsung dipotong oleh Ye Rong dengan tegas.
"Panggil aku Ye Rong. Sudah kubilang kita tidak sedekat itu." Ucap Ye Rong acuh tak acuh. Xin Mengsang yang mendengar itu memaksakan senyumannya.
"Jala*g ini…Aku harus bersabar tidak boleh terpancing." batin Xin Mengsang.
"Ye Rong bagaimana kau bisa percaya ia bisa menyembuhkan kepala keluarga ? dokter-dokter ahli saja tidak bisa menyembuhkan penyakit aneh kepala keluarga. Bagaimana seorang pemuda biasa-biasa ini bisa menyembuhkan kepala keluarga." Kata Xin Mengsang mencari alasan sembari mencegah Ye Rong dan Teng Huan untuk masuk.
Ye Rong yang mendengar itu, mengangkat sebelah alisnya lalu berkata dengan tegas, "Urus saja urusanmu itu, aku melakukan ini lagipula bukan untuk mu aku melakukan ini untuk ayah ku." Ucap Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu cukup takjub dengan sifat angkuh wanita ini.
"Bukan, bukan seperti itu nak, aku melakukan hal ini adalah untuk yang terbaik untuk kepala keluarga Ye. Bisa saja pemuda yang terlihat biasa-biasa saja ini adalah seorang pembunuh yang menyamar dan memperdayai mu nak." Ucap Xin Mengsang beralasan lagi. Teng Huan yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya memilih angkat bicara.
"Nyonya terhormat, kalau pun aku ingin membunuh kepala keluarga Ye, tidak perlu repot-repot menarik perhatian Nona Ye. Memangnya jika aku ingin membunuh kepala keluarga Ye kalian bisa menghentikan ku ?" Teng Huan angkat bicara sembari Mengeluarkan aura, menekan semua orang disana selain Ye Rong.
Bahkan seisi rumah merasa aura penindasan tersebut membuat mereka jatuh berlutut, kecuali Ye Rong. Ye Rong yang melihat pengawal dan Xin Mengsang jatuh berlutut sudah tau bahwa itu adalah perbuatan Teng Huan, alhasil ia hanya diam saja.
Xin Mengsang yang paling merasakan aura penekanan itu. Ia berusaha mendongakan kepalanya menatap ngeri Teng Huan. Teng Huan yang ditatap seperti itu, membalas tatapan Xin Mengsang sembari berkata, "Ketahuilah posisimu." Ucap Teng Huan angkuh.
__ADS_1