Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Rencana Mendirikan Perusahaan


__ADS_3

Setelah selesai dengan ritual mandinya, Teng Huan langsung turun kebawah untuk sarapan lebih tepatnya makan siang, karena hampir masuk jam makan siang. Setelah sampai ruang makan terlihat Ning Xian dibantu oleh nenek Ning sedang menata peralatan makan.


"Sudah selesai tuan muda, silahkan dinikmati." ucap Ning Xian kali ini dengan senyuman manis tercetak diwajahnya. Melihat senyuman itu, Teng Huan agak sedikit Canggung.


"Seperti biasa, kalian temani aku makan." ucap Teng Huan. Ning Xian dan nenek Ning hanya tersenyum dan mengangguk pasrah saja. Tidak sampai beberapa menit makanan yang tertata rapih sudah habis dimakan sebagian besar oleh Teng Huan, Ning Xian yang melihat porsi makan Teng Huan yang besar cukup terkejut. Karena, pasal kemarin waktu makan Teng Huan tidak makan sebanyak ini. Teng Huan sendiri tidak mengetahui alasan kenapa dirinya bisa selapar ini biasanya, ia tidak akan makan sampai berporsi-porsi.


[Hal ini adalah pengaruh dari kultivasi tuan yang meningkat satu tingkat, maka itu juga berpengaruh kepada tubuh tuan membuat porsi makan tuan meningkat berkali-kali lipat]


Mendengar sistemnya berkata seperti itu, Teng Huan manggut-manggut paham alasan dirinya seperti itu.


"Tuan muda apakah perlu aku masakan lagi ?" ucap Ning Xian sembari bersiap-siap bangkit kembali ke dapur. Teng Huan yang mendengar itu, melambaikan tangannya berkata sembari satu lengan lainnya memegang daging.


"Tidak perlu, aku sudah kenyang yang lebih penting ada yang ingin kubicarakan dengan mu" ucap Teng Huan sembari melahap sekali nafas daging yang berukuran kepalan tangan orang dewasa.


"Kalau begitu, nenek pamit terlebih dahulu membersihkan piring-piring kotor." ucap nenek Ning langsung menata piring kotor dan membawanya kebelakang. Alhasil di ruang makan tersebut hanya tersisa Teng Huan dan Ning Xian. Mendengar tuannya ingin mengatakan sesuatu, Ning Xian kembali duduk dan bertanya.


"Apa yang tuan muda ingin bicarakan." tanya Ning Xian penasaran.


"Sistem status"


Ding


[STATUS]


Nama : Teng Huan


Status : Orang yang dikhianati


Umur : 18 tahun


Skill : Keterampilan Tabib Kuno, Langkah Bayangan, dan Seni beladiri kungfu


Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi


Kultivasi : Fondasi Qi (Menengah)

__ADS_1


PS : 271.000


PK (Poin Kekayaan) : 8.000.000


> Shop sistem


> Storage (Satu set jarum perak dan emas, satu Gedung Kosong, Kotak harta platinum)


"bagaimana cara menggunakan gedung yang berada didalam penyimpanan ku ini ?" ucap Teng Huan kepada sistemnya. Setelah berkata seperti itu layar hologram muncul didepan wajahnya.


> Y


> N


"Ohhoooo jadi begitu caranya." ucap Teng Huan tersenyum. Tanpa basa-basi Teng Huan memilih iya.


[Semua proses yang diperlukan untuk gedung tersebut sedang diproses, mohon tuan bersabar dan menunggu informasi lebih lanjut]


Setelah mendengar pemberitahuan sistemnya, Teng Huan tersenyum kembali. Ia tidak menyangka semua hal tersebut akan langsung di urus oleh sistemnya tanpa dirinya bergerak sedikitpun.


Ning Xian melihat senyuman tuan mudanya menjadi heran, akhir-akhir ini ia sering memergoki Teng Huan senyum-senyum sendiri. Kalau bukan tuan mudanya, mungkin sudah ia anggap gila.


"Ohhhhh maaf, aku tadi sedang memikirkan sesuatu tunggu sebentar lagi nanti akan kuberitahu apa yang ingin kubicarakan." ucap Teng Huan tersenyum. Tidak lama setelah berkata itu ponsel Teng Huan berdering menandakan ada yang mengirimkannya pesan. Teng Huan langsung membuka pesan tersebut lantas tersenyum lebar melihat isi pesan tersebut. Setelah membaca sekilas, Teng Huan langsung menyondorkan ponselnya kehadapan Ning Xian. Ning Xian meraih ponsel yang disodorkan kepadanya oleh Teng Huan lalu membaca sekilas pesan yang tertera didalam. Setelah membaca Ning Xian menjadi bingung apa maksud dari Teng Huan ini.


"Tuan muda apa maksudnya ? saya tidak mengerti sama sekali ?" tanya Ning Xian yang semakin bingung. Mendengar itu Teng Huan langsung menjelaskan.


"Bukankah kau ingin balas dendam, inilah yang aku maksud dari membantu mu" kata Teng Huan membuat Ning Xian terkejut bukan main.


"T-Tapi tuan muda, G-Gedung ini apa anda yakin memberikannya kepada saya ?" kata Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum dan berkata.


"Kata memberikan mungkin tidak tepat, aku hanya ingin kau mengelola gedung ini nanti. Aku berniat membuka sebuah perusahaan, dan aku ingin kau sebagai pimpinan bos dari perusahaan itu." ucap Teng Huan memberitahu rencananya. Ning Xian yang mendengar itu terkejut bukan main, tuan mudanya ini memang terlalu misterius. Terlalu banyak rahasia yang disembunyikan olehnya saking misteriusnya.


"Namun, tetap saja. Aku tetap sebagai bos utama diperusahaan tersebut. Jujur saja aku enggan mengurusi hal Merepotkan seperti itu." ucap Teng Huan mengatakan keadaan apa adanya. Dirinya tidak ingin dikekang oleh hal merepotkan semacam itu.


"Tetapi, tenang saja. Jika ada permasalahan serius yang sulit dihadapi aku akan turun langsung. Kau tenang saja." ucap Teng Huan santai. Mendengar itu Ning Xian berkata dengan cukup canggung.

__ADS_1


"A-Anu, Tuan muda memangnya ingin mendirikan perusahaan yang berjalan pada bidang apa ?" tanya Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu mengkerutkan keningnya.


"Iya juga ya, aku hampir lupa tentang ini." batin Teng Huan baru berpikir ke arah sana.


Ding


Terdengar suara notifikasi sistemnya, tentu saja tanpa basa-basi Teng Huan langsung bertanya kepada sistemnya.


"Sistem sarankan perusahaan apa yang paling berpotensi." ucap Teng Huan kepada sistemnya.


[Sistem sarankan, tuan mendirikan perusahaan kecantikan]


Mendengar itu Teng Huan tersenyum dan berkata kembali pada sistemnya.


"Katakan alasannya kenapa harus perusahaan kecantikan sistem." kata Teng Huan kepada sistemnya.


[Setelah sistem survei tadi, rata-rata para Manusia bumi terutama kaum wanita, selalu berlomba-lomba untuk menjadi rupawan diantara yang lainnya. Sistem mengambil kesimpulan, bahwa mendirikan perusahaan kecantikan adalah yang terbaik untuk saat ini]


Teng Huan yang mendengar itu puas dengan alasan sistemnya. Langsung memandang Ning Xian dan berkata.


"Kita akan mendirikan perusahaan kecantikan." ucap Teng Huan dengan senyuman tercetak diwajahnya. Ning Xian yang mendengar itu tentu terkejut lantas berkata kembali.


"Apakah tuan muda yakin, akan mendirikan perusahaan kecantikan ini ?" tanya Ning Xian. Teng Huan yang mendengar itu memandang Ning Xian serius dsn berkata.


"Ohhoooo sepertinya kau tidak setuju. Katakan alasannya kenapa sampai kau tidak setuju." kata Teng Huan. Ning Xian yang mendengar itu menarik nafas sebentar lalu menghembuskan nya. Melihat itu Teng Huan mengangkat sebelah alisnya. Ia melihat sosok lain dari Ning Xian saat ini.


"Memang perusahaan yang bergerak dalam bidang kecantikan sedang famous-famousnya saat ini. Saya pribadi tidak menyanggah hal itu. Namun, walaupun sedang famous-famousnya dan keuntungan yang diperoleh sangat besar, resiko kita yang peroleh juga tidak kecil tuan muda Bahkan bisa mencapai kematian tuan muda. Apakah tuan muda yakin masih mau menjalankan bisnis di bidang kecantikan ?" Ning Xian mengutarakan pendapatnya. Teng Huan yang mendengar tersenyum tidak disangka ia peduli tentang hal seperti ini.


"Dengan sistem disamping ku tidak perlu khawatir lagi." batin Teng Huan tersenyum bangga.


"Kau tidak perlu khawatir, Ning Xian. Aku sendiri yang akan mengurusnya, namun untuk urusan yang lain aku serahkan kepadamu." ucap Teng Huan dengan senyuman tercetak diwajahnya. Mendengar tuan mudanya telah bertekad Ning Xian hanya bisa mendukungnya saja saat ini.


"Tenang saja tuan muda, aku pasti akan melindungi mu" batin Ning Xian bertekad dan entah kenapa Teng Huan bisa mendengar perkataan yang dikatakan oleh Ning Xian dalam hati. Teng Huan yang mendengar itu tentu tidak menyangka bahwa, Ning Xian sudah bersiap dengan keadaan terburuknya.


Teng Huan bangkit dari tempat duduknya berjalan mendekati Ning Xian mengelus-elus puncak kepalanya sembari berkata.

__ADS_1


"Tenang saja aku tidak akan mati semudah itu." ucap Teng Huan sembari mengelus-elus puncak kepala Ning Xian.


>>>>> Bersambung


__ADS_2