Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Percaya Saja Padaku


__ADS_3

"Jadi untuk apa kita semua berkumpul disini" Ucap paman pertama sembari meletakkan kembali gelas. Xin Mengsang awalnya ragu-ragu melihat ada sebuah kejanggalan disana, namun ia tetap mengabaikan kejanggalan itu dan bersikap seperti biasanya.


Mendengar hal itu Ye Rong sempat menatap Teng Huan terlebih dahulu. Mendapatkan tatapan seperti itu Teng Huan menganggukkan kepalanya. Melihat itu Ye Rong sedikit menganggukkan kepalanya juga. Xin Mengsang diam-diam memperhatikan Ye Rong dan Teng Huan, firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan pertemuan ini. Hal itu tentu saja membuat dirinya sedikit gelisah, namun ditutupi dengan sikap tenang lalu meminum yang telah disediakan untuk menghilangkan gerak gerik kecurigaan.


"Baiklah aku mengumpulkan para senior disini memang ada hal penting yang ingin dibicarakan dan itu perihal tentang penyakit yang membuat kepala keluarga Ye menderita beberapa bulan ini." Ucap Ye Rong. Selepas Ye Rong berkata itu, suasana pertemuan pun menjadi hening seketika tidak ada lagi yang berbicara bahkan paman pertama sekalipun.


"Setelah menyeledikinya lebih lanjut, penyakit yang dialami oleh kepala keluarga Ye bukanlah penyakit yang kebetulan melainkan adalah sebuah racun." Lanjut Ye Rong serius sembari memperhatikan raut wajah anggota keluarga Ye termasuk Xin Mengsang. Ye Rong sendiri heran, bagaimana sikap rubah tua itu bisa sangat tenang. Tentu saja Ye Rong yang melihat sikap itu, menjadi sedikit ragu dan bimbang. Sebaliknya, paman pertama sedikit menunjukkan raut wajah yang sedikit tidak enak dipandang, berbanding terbalik dengan Xin Mengsang.


"Hehhhhh ingin membuat ku panik, kau masih terlalu muda untuk melawanku bocah tengik. Lihat saja setelah ini tidak akan kubiarkan kau lepas." Batin Xin Mengsang meremehkan.


"Jadi maksudmu bahwa orang yang meracuni kepala keluarga Ye adalah orang keluarga Ye sendiri." Ucap paman pertama dengan nada sedikit tinggi.


"Tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa itu perbuatan orang luar, hanya saja aku ingin bertanya satu pertanyaan kepada para senior disini satu persatu. Untuk menghilangkan rasa curiga ku kalian senior semua hanya perlu menjawab pertanyaan ini saja." Kata Ye Rong sesuai dengan apa yang diintruksikan oleh Teng Huan kepadanya.


Mendengar hal itu seluruh anggota yang menghadiri pertemuan itu saling pandang memandang, paman pertama sendiri awalnya sedikit gusar, namun tidak lama kemudian kembali tenang seperti biasa. Sementara Xin Mengsang sendiri hanya bersikap tenang, walaupun didalam hatinya sudah sangat penasaran dengan apa yang ditanyakan oleh Ye Rong ini.


"Silahkan Rong'er tanyakan apapun selama itu berkaitan dengan kepala Keluarga Ye." Kali ini yang berkata bukan paman pertamanya, melainkan Paman Long. Ye Rong yang mendengar hal itu menganggukan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya lagi ke Teng Huan, sementara sang empu hanya tersenyum simpul menganggukkan kepalanya kembali.

__ADS_1


Flashback On


"Tuan muda Teng semua persiapan sudah selesai dilakukan lalu apa selanjutnya ?" Kata Ye Rong lalu menanyakan langkah selanjutnya. Teng Huan yang mendengar itu berpikir sejenak lalu berkata, "Setelah semua orang meminum air ini, sisanya kau hanya perlu berkata 'Aku bersumpah bahwa aku bukan dalang dari semua masalah keluarga Ye' begitu. Setelah berkata seperti itu kita akan menemukan dalang dari keracunan ayah mu." Ucap Teng Huan dengan wajah tanpa berdosanya mengatakan hal tersebut.


Ye Rong yang mendengar itu hanya bisa membelalakkan matanya terkejut dengan kalimat yang keluar dari mulut Teng Huan. Berharap bahwa ia salah dengar, Ye Rong kembali berkata, "Tuan muda anda tidak salah berkata, kan ?" Tanya Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu hanya tersenyum simpul saja menandakan bahwa ia bersungguh-sungguh dengan perkataannya itu.


"Satu lagi jangan lupa siapkan ponsel mu untuk merekam saat pertemuan nanti." Ucap Teng Huan menambahkan. Ye Rong yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas panjang diantara percaya dan tidak percaya, pasalnya di zaman moderen sekarang mana ada yang seperti itu bisa mengungkapkan bahwa orang tersebut akan mengaku.


"Tenang saja kau pasti akan percaya setelah melakukan apa yang kukatakan." Ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu hanya mengiyakan saja walaupun dirinya tidak percaya akan seperti itu, namun dirinya juga mempunyai sedikit kepercayaan bahwa yang dikatakan oleh Teng Huan bisa jadi sesuai dengan perkataannya.


Ye Rong menghela nafas sebentar lalu berkata, "Aku ingin satu persatu orang yang menghadiri pertemuan ini berucap apa yang aku ucapkan saat ini." Kata Ye Rong. Anggota keluarga Ye termasuk Paman Long, Paman pertama, dan Xin Mengsang yang mendengar itu mengkerutkan keningnya tanda bahwa tidak paham dengan perkataan Ye Rong. Sementara Teng Huan sendiri sudah tersenyum simpul melihat itu.


"Rong'er apa yang harus kami ucapkan memangnya ?" Tanya Paman Long mewakili seluruh anggota keluarga Ye. Ye Rong yang mendengar itu menjawab, "Aku ingin satu persatu dari kalian berkata 'Aku bersumpah bahwa aku bukan dalang dari semua masalah keluarga Ye'." Kata Ye Rong. Tepat setelah berkata seperti itu sejenak suasana menjadi hening sampai paman pertama menggebrak meja tersebut lalu berteriak.


"Jangan bercanda bocah!!! Kau mengumpulkan kami disini hanya untuk mengikuti ucapan yang kau ucap !? Lagipula mana bisa hal tersebut digunakan sebagai bukti bahwa diantara kita adalah dalangnya atau tidak." Teriak Paman Pertama membuat seluruh anggota ye tersentak kaget, kecuali Ye Rong dan Teng Huan yang memandang tajam Paman pertama.


"Hehhhhh jadi kau tidak mau mengucapkannya, bukankah secara tidak langsung kau mengakui bahwa kau dalang dari semua yang bersangkutan dengan kepala keluarga Ye." Kali ini bukan Ye Rong yang berbicara melainkan Teng Huan berjalan melangkah mendekati meja tersebut. Mendengar hal itu Paman Pertama mati kutu tidak bisa membalas perkataan Teng Huan.

__ADS_1


"K-ka-kau orang luar tidak diperkenankan untuk ikut campur urusan internal Keluarga Ye!" Teriak Paman Pertama menunjuk-nunjuk Teng Huan. Mendengar hal itu Teng Huan mengangkat sebelah alisnya lalu membalas perkataan Paman pertama.


"Kau disini sebagai apa ? Ye Rong sendiri saja tidak mempermasalahkan keberadaan diriku lalu kenapa dirimu yang protes memangnya orang yang kerjanya cuman membuang-buang harta berhak berkata seperti itu." Ucap Teng Huan sinis. Paman pertama yang mendengar itu merasa dirinya direndahkan, namun tidak bisa menyangkal perkataan Teng Huan sama sekali.


"Kenapa diam? sudah selesai memprotesnya?" Kata Teng Huan terkekeh meremehkan. Paman pertama yang mendengar itu mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai ada sebuah lengan dibawah meja menggenggam erat telapak tangannya yang sudah mengepal. Seketika itu Paman Pertama langsung tenang kembali dan duduk dengan tenang.


"Hehhhhh, an*ing nya sudah jinak kembali kah." Sindir Teng Huan sembari terkekeh, mendengar perkataan seperti itu Xin Mengsang hanya diam saja tidak mempedulikan sindiran Teng Huan. Beda halnya dengan Paman pertama yang ingin meledak, tetapi ia tahan kembali, karena Xin Mengsang sudah memberikan isyarat untuk diam.


"Baiklah apakah masih ada yang keberatan Sekarang?" Kata Ye Rong. Mendengar hal itu semua anggota keluarga Ye hanya diam saja yang menandakan tidak ada yang keberatan sama sekali.


"Kalau begitu dimulai dari…"


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )


( Blizzardauthor)

__ADS_1


__ADS_2