Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Samsak Hidup


__ADS_3

"Coba saja jika kau mampu pak tua." Ucap Teng Huan menganggap remeh. Mendengar hal tersebut orang yang dipanggil pak tua oleh Teng Huan merasa tidak senang lalu memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membereskan Teng Huan.


"Siapapun dari kalian habisi bocah ini, buat sampai ibunya tidak mengenali dirinya, bahkan jika harus dibunuh jangan sungkan." Ucap Pak tua tersebut kepada anak buahnya. Teng Huan yang mendengar itu hanya diam saja tidak merespon sama sekali, toh selama ada sistem disisinya semua tidak ada yang sulit.


"Hanya membereskan bocah yang masih perjaka ini biar aku saja bos." Ucap salah satu anak buah pak tua tersebut. Pak tua sendiri hanya menganggukkan kepalanya tidak peduli lalu hendak kembali ke mobil. Orang tersebut mempunyai tubuh yang cukup tinggi dan terlihat kekar dari luar pakaian formalnya saja.


Teng Huan melihat ada seorang pria yang maju dan pak tua itu kebelakang tidak berkata apapun ia hanya mengikuti alur, lalu tanpa disadari oleh siapapun ia yang akan berbalik membuat alur tersebut.


"Hoi bocah, seharusnya kau pergi kuliah atau pekerjaan paruh waktu saja sana. Untuk apa orang lemah seperti mu masih berlagak sok kuat." Ucap orang tersebut memandang remeh Teng Huan. Teng Huan sendiri hanya diam saja ia hanya menanggapinya dengan senyuman sinis, yang membuat orang yang melihat itu langsung naik pitam.


"Berani-beraninya kau mengacuhkan ku dan tersenyum mengejek kepada ku bocah…! awalnya aku hanya ingin mematahkan kaki mu saja, tetapi kali ini ak-" Perkataan orang tersebut langsung terpotong.


Brakkkk


Orang tersebut tidak melanjutkan perkataannya, karena langsung mendapatkan pukulan mentah tepat diwajahnya oleh Teng Huan. Semua orang yang berada disana yang awalnya meremehkan Teng Huan yang terlihat hanya ingin berlagak saja, kini menjadi terdiam tidak bisa berkata-kata melihat Teng Huan meninju salah satu dari mereka dan membuatnya terpental jauh dengan mudah.


Terutama pak tua yang semula ingin pergi menunggu hasil yang dikerjakan anak buahnya, kini diam ditempat setelah melihat anak buahnya yang awalnya mengajukan diri, kini sudah tidak sadarkan dihadapannya.


"Banyak omong kosong, orang seperti itu lebih cocok bersilat lidah daripada menjadi preman sampah." Kata Teng Huan dengan nada meremehkan. Pak tua yang mendengar perkataan Teng Huan, membalikkan badannya menatap tajam Teng Huan yang memandangnya acuh tak acuh.


"Apa yang kalian lakukan!! serang bocah itu jangan diam saja bodoh!!" Teriak pak tua itu kepada sekelompok anak buahnya yang berjumlah sekitar hampir tiga empat lusin. Teng Huan yang melihat lautan manusia ingin menyerangnya langsung memasang kuda-kuda, ia tidak menggunakan teknik apapun selain ketrampilan kungfu yang baru ia pelajari.

__ADS_1


Walaupun hanya keterampilan seni beladiri tanpa teknik, Keterampilan kungfunya dipadukan dengan Qi yang membuat tinju dan tendangannya menjadi lebih memberikan beban yang sangat kuat terhadap musuh.


"Lumayan ada samsak hidup untuk melatih instingku." Gumam Teng Huan terkekeh lalu ikut maju menyerang lautan manusia tersebut.


Ye Rong yang sedari awal hanya diam saja, langsung bergerak cepat mencari ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Ayo cepat angkat paman, cepat…" Ye Rong sedang dalam keadaan panik sembari sesekali melirik Teng Huan yang sudah mulai masuk kedalam lautan manusia yang ingin menyerangnya itu.


"Halo…Rong'er ada apa?" Ucap suara dibalik telepon yang tidak lain adalah paman Long. Ye Rong yang mendengar itu seketika berteriak panik.


"Paman cepat datang kesini sekarang juga aku dan Tuan muda Huan sedang diserang sekarang.…" Ye Rong berkata dengan nada sangat panik membuat Paman Long diseberang sana panik serta terkejut mendengarnya.


"Apa…! Baiklah Rong'er kau tenang dulu, kirimkan lokasimu berada sekarang dan paman akan langsung menyusul mu dengan beberapa orang kita." Kata Paman Long yang menenangkan Ye Rong yang panik disana. Mendengar hal itu Ye Rong langsung berkata dengan cepat.


"Iya Rong'er paman akan ke sana segera, kau tenang disana jangan melakukan apapun yang membahayakan nyawamu sampai paman datang." Ucap Paman Long diseberang telepon lalu mematikan sambungan. Ye Rong yang melihat itu langsung mengirimkan lokasi tempat dirinya berada sekarang kepada paman Long. Lalu pandangannya kembali lagi melirik Teng Huan yang masih menyerang lautan manusia tersebut.


"Tuan muda aku mohon bertahanlah sedikit lagi." Lirih Ye Rong sembari melirik Teng Huan yang sedang bertarung dengan orang-orang yang mengincarnya.


Kembali ke Teng Huan


Teng Huan sendiri tidak terlihat kesulitan sama sekali sejauh ini ia sudah membuat selusin anak buah pak tua itu pingsan tidak sadarkan diri. Masih tersisa tiga lusin lagi anak buahnya, sementara Pak tua yang melihat itu hanya menggertakkan giginya kuat sembari mengepalkan tangannya sampai terlihat sedikit darah keluar dari sana.

__ADS_1


"Kau bercanda kan!? bocah seperti ini ada di keluarga Ye, bukankah datanya tidak menyebutkan orang seperti ini ada? dan lagi apa-apaan tubuhnya itu pisau dan peluru saja tidak mempan terhadapnya. Apa jangan-jangan dia…" Batin Pak tua itu menatap Teng Huan yang begitu mudah menumbangkan anak buahnya yang susah payah ia latih.


Teng Huan sendiri masih terlihat baik-baik saja tidak terluka sama sekali. Hal ini karena jubah yang diberikan sistem kepadanya.


"Jubah dari sistem memang tidak mengecewakan sama sekali." Gumam Teng Huan terkekeh. Sebaliknya para anak buah pak tua itu tidak ada yang berani maju, karena tubuh Teng Huan yang tidak terluka sama sekali padahal sudah terkena senjata api dan semacamnya.


"Apakah dia masih manusia?" kata salah satu dari anak buah pak tua yang memperhatikan Teng Huan yang baik-baik saja padahal sudah banyak peluru pistol yang melesat kepadanya.


"Kalau kau tanya aku? aku tanya siapa?" Balas temannya.


"Memangnya ada manusia yang bisa tahan peluru seperti dirinya." Kata orang lain. Seluruh orang yang disana hanya menggelengkan kepalanya tidak tau dan tidak bisa menjawab hal itu.


"Kenapa kalian diam saja? bukankah kalian tadi ingin membunuhku? bukankah kalian ingin memukuliku sampai orang tua ku tidak mengenali ku? kenapa sekarang diam saja." Ucap Teng Huan. Anak buah pak tua itu tidak ada yang menjawab mereka semua membatin disana.


"Bagaimana kami membunuh mu sedangkan kau saja tidak mempan terhadap senjata tajam dan senjata api." Batin semua anak buah pak tua itu.


"Kalau tidak ada yang maju? maka aku tidak akan sungkan untuk maju." Ucap Teng Huan melesat ke lautan manusia tersebut.


>>>>> Bersambung


( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )

__ADS_1


( Blizzardauthor)


__ADS_2