
"Jadi sistem sekarang bagaimana?" Ucap Teng Huan hanya berdiri diam saja tidak melakukan apa-apa disebuah taman sekarang.
[Tuan tunggu dengan sabar]
Mendengar apa yang dikatakan oleh sistemnya, Teng Huan berdecak kesal lalu berkata, "Kau sudah mengatakan hal yang sama sebanyak lima kali, aku sudah berdiri disini hampir selama dua jam lamanya." Kata Teng Huan berkata kesal, sampai-sampai orang-orang yang berlalu lalang memandang Teng Huan aneh, karena tingkah nya yang tidak jelas.
Teng Huan refleks sadar dan mengutuk sistemnya dalam-dalam.
[Sistem tidak melakukan apapun, tuan sendiri yang tidak sabar dan marah-marah tidak jelas]
Mendengar sistemnya menimpali tersebut Teng Huan hanya bisa menghela nafas panjang dan memilih diam saja dan tidak berkata apa-apa lagi dan hanya menuruti saran sistemnya, yaitu diam berdiri disana.
satu menit
lima menit
sepuluh menit
setengah jam
"Akhhhhh, kau jika memang menipu ku tidak seperti ini caranya." Decak Teng Huan kesal pergi dari tempat yang disarankan sistemnya. Namun, baru saja ia melangkah beberapa kali. Tiba-tiba terdengar suara teriakan sangat keras tepat tidak jauh dari tepat ia berdiri lalu.
"Tuan besar! Tuan besar!" Teriak panik seorang berpakaian formal yang diduga sebagai pengawal. Pengawal tersebut berjumlah hampir sepuluh orang banyaknya. Teng Huan yang mendengar teriakkan itu seketika penasaran langsung mengalihkan pandangannya ke sumber teriakan tersebut.
Terlihat disana sudah ramai dengan orang-orang yang penasaran tentang apa yang terjadi disana. Spontan para pengawal yang terlihat disana langsung segera beraksi sembari berteriak-teriak.
__ADS_1
"Segera menjauh! dan beri ruang sekarang juga! tuan besar sedang dalam kondisi kritis!" Teriak salah satu pengawal seketika pengawal yang lain langsung bergerak membuat lingkaran dan ditengah tergeletak seorang pria tua yang sudah sangat berumur. Diantara kerumunan yang penasaran tersebut Teng Huan memperhatikan lebih seksama dan langsung berkata kepada sistemnya.
"Jadi ini sumber keberuntungan ku yang kau maksud sistem?" Tanya Teng Huan kepada sistemnya memastikan.
Ding
[Benar tuan]
Jawab sistemnya singkat, Teng Huan yang mendengar itu tersenyum tipis ketika mendengar dari jawaban dari Sistemnya.
Salah satu pengawal yang berteriak tadi, langsung mengecek kondisi orang tua yang tiba-tiba tergeletak disana. Lalu terkejut ketika setelah memeriksa kondisi tuannya itu.
"Ini gawat, tuan besar sepertinya penyakit tuan terasa kembali." Gumam pengawal tersebut setelah mengecek kondisi dari tuannya itu. Pengawal tersebut langsung bangkit berdiri, dan berteriak keras.
"Apakah disini ada seorang dokter yang bisa memberikan pertolongan pertama! cepat kami sangat membutuhkannya sekarang!" Teriak pengawal tersebut dengan lantang, seketika semua orang disana saling pandang tidak ada yang menjawab. Sampai tidak lama kemudian datang seorang pria menggunakan jas dokter mengangkat tangannya lalu berkata.
Dokter tersebut dengan sigap langsung mengambil stetoskop dari kopernya dan memeriksa terlebih dahulu kondisi tubuh pria tua yang tergeletak tidak sadarkan diri tersebut. Ketika dokter tersebut selesai mengecek kondisi tubuh pria tersebut ia langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kakek ini sudah tidak bisa diselamatkan, kalaupun diberikan pertolongan pertama itu tidak akan sempat." Ucap dokter tersebut langsung mendapatkan perlakuan kasar dari pengawal tersebut.
"Apa yang kau katakan tadi!?" Kata pengawal tersebut sembari mencengkram erat kerah jubah dokter tersebut. Dokter tersebut memalingkan wajahnya lalu berkata, "Sudah kubilang orang tua ini su-" Perkataannya terpotong oleh seorang pemuda yang tidak lain adalah Teng Huan.
"Tidak orang tua itu masih bisa di tolong." Kata Teng Huan memotong perkataan dokter tersebut. Lantas semua pasang mata langsung beralih kepada Teng Huan yang berkata seperti itu. Dokter tersebut mendengar perkataan dari Teng Huan langsung menyinyir nya.
"Anak muda kau meragukan analisis ku sebagai seorang dokter!? jika memang orang tua itu masih mempunyai peluang coba saja kalau kau bisa." Kata dokter tersebut tidak senang dengan Perkataan yang Teng Huan katakan. Mendengar itu Teng Huan langsung maju kedepan, bahkan para pengawal langsung membiarkan Teng Huan untuk mendekat ke sana tanpa pikir panjang.
"Akan ku buktikan jika orang tua ini memang masih mempunyai kesempatan untuk hidup." Ucap Teng Huan sembari Mengeluarkan jarum perak dan emas dari saku jaketnya.
__ADS_1
Mengetahui apa yang ingin dilakukan oleh Teng Huan, dokter tersebut tertawa meremehkan, "Menggunakan pengobatan tradisional memangnya bisa membuat nyawa orang tua yang di ujung tanduk itu selamat dari situasi kritis ini." Tawa meremehkan keluar dari mulut dokter tersebut.
Teng Huan yang mendengar itu tersenyum sinis, sembari berkata dengan yakinnya, "Heh, berani bertaruh?" Kata Teng Huan dengan senyum sinis mengejek Dokter tersebut. Melihat ejekan yang diberikan Teng Huan kepada dirinya, Dokter tersebut menggertakkan giginya lalu membalasnya.
"Cihhhhh, hanya bocah yang banyak omong kosong dan sok-sokan kukira aku takut kepada mu." Kata Dokter tersebut tidak senang. Teng Huan mendengar itu hanya membalasnya dengan senyuman sinis, lalu mengalihkan pandangannya ke pengawal yang masih mencengkam erat kerah jubah dokter tersebut.
"Aku akan mencobanya apakah kau keberatan." Ucap Teng Huan. Pengawal itu, yang mendengar perkataan Teng Huan bingung ingin bereaksi seperti apa dan hanya menganggukkan kepalanya saja. Teng Huan sendiri langsung mengalihkan pandangannya ke Pria tua yang tergeletak lemah dengan wajah yang sudah pucat pasi. Teng Huan langsung mengambil sikap jongkok dan mengecek terlebih dahulu kondisi tubuh Pria tersebut melalui nadinya.
Ketika sedang memeriksa nadi pria tua tersebut, Teng Huan terkejut ketika merasakan hal yang familiar di dalam tubuh pria tua tersebut.
"Orang tua ini terkena Racun Parasit Hijau, namun racun ini sedikit berbeda dari yang dialami oleh ayah Ye Rong, sepertinya harus sedikit berusaha." Batin Teng Huan sembari mendudukkan pria tua tersebut.
Dirinya langsung menutup matanya mencoba untuk fokus, sembari mulai mengalirkan qi kedalam jarum demi jarum yang diletakan di titik demi titik meridian bagian lengan kanan dan bagian belakang tengkuk pria tua tersebut. Semua orang disana ada yang melihat tegang, ada yang melihat meremehkan dan bahkan ada yang beranggapan tidak akan berhasil.
Teng Huan sendiri tidak terganggu akan hal itu supaya konsentrasinya tidak terganggu, karena bila terganggu sedikit saja dan jarum yang diletakan meleset sedikit saja akan fatal nantinya. Kegiatan Teng Huan tersebut memakan waktu hingga dua puluh menitan lalu selesai.
Keringat di dahinya sudah mengucur deras, saking menguras tenaganya. Akan tetapi, ia tidak mengkonsumsi pil penambah energi kali ini dan itu menguras setengah energi qi miliknya.
Melihat tidak ada perubahan dari orang tua tersebut, Dokter itu langsung berkata dengan lantang.
"Dasar bocah sok-sokan! jika memang tidak bisa mengobati pasien, jangan bersikap seolah-olah bisa mengobatinya." Kata dokter tersebut dengan lantang membuat semua orang berbisik-bisik.
Teng Huan sendiri mengatur nafasnya terlebih dahulu lalu ketika sudah teratur, ia langsung terkekeh sinis, "Siapa bilang aku tidak berhasil." Ucap Teng Huan sembari terkekeh sinis. Membuat dokter tersebut terkejut dengan Perkataan Teng Huan.
"Uhukkk…Uhukkk…Uhukkk"
__ADS_1
>>>>> Bersambung