
Kring....Kring
"Selamat datang ke toko pakaian kami." kata salah satu pegawai toko tersebut yang menyambut Teng Huan. namun, setelah melihat penampilan Teng Huan yang biasa-biasa saja lalu mengalihkan pandangannya ke orang yang dibelakang Teng Huan. Salah satu pegawai tersebut mukanya langsung masam.
"Cihhhhh, palingan hanya ingin melihat-melihat saja tidak ingin membeli." gumam sinis salah satu pegawai tersebut memandang Teng Huan dari bawah sampai ke atas.
Mengetahui Teng Huan dan orangnya hanya biasa-biasa saja salah satu pegawai itu langsung tidak lagi melayani Teng Huan dan hanya menyindir saja.
"Kalau hanya ingin melihat-melihat lebih baik pergi saja dari sini." kata salah satu pegawai tersebut menyindir Teng Huan. Teng Huan yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya menatap pegawai itu dari atas hingga kebawah dan tidak menggubris perkataan pegawai tersebut. Sementara Ning Xian menatap kesal pegawai tersebut.
Teng Huan melewati pegawai yang menyindirnya dan berjalan ke pegawai yang satunya. Melihat ada pelanggan yang mendekatinya pegawai tersebut lantas tersenyum dan berkata.
"Ada yang bisa saya bantu tuan." kata pegawai tersebut sembari memasang senyuman terbaiknya. Teng Huan yang mendengar itu langsung melirik Ning Xian dan nenek Ning.
"Pilihkan baju yang cocok untuk mereka. Tidak perlu khawatir soal harga pilihkan saja yang cocok dan yang diinginkan mereka." ucap Teng Huan lalu duduk ditempat yang disediakan menunggu. Pegawai yang melihat sikap Teng Huan yang sangat arogan tidak tahan untuk mencemoohnya.
"Orang miskin sepertimu masih berpura-pura, jangan sombong kau orang miskin." ejek pegawai yang menyindir Teng Huan tadi. Teng Huan yang mendengar mendongakan kepalanya menatap dingin pegawai tersebut sembari berkata.
"Tugas kalian adalah Melayani pelanggan bukan mengomentari status pelanggan." ucap Teng Huan dengan nada dingin yang luar biasa. Bahkan pegawai tersebut sempat mundur setelah melihat sorot mata Teng Huan yang begitu tajam dan dingin.
"K-Kau....." pelayan tersebut tidak bisa berkata-kata. Dirinya merasakan tekanan yang mendominasi dari sorot mata Teng Huan saja langsung pergi entah kemana.
Teng Huan sendiri hanya mendengus saja. Lalu Melihat-lihat hadiah yang diberikan sistem kepadanya.
"Sistem status" gumam Teng Huan.
STATUS]
Nama : Teng Huan
Status : Orang yang dikhianati
Umur : 18 tahun
Skill : -
Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi
PS : 51.000
PK : 9.000.000
> Shop sistem
> Storage (Kotak harta perunggu, kotak harta misteri, keterampilan tabib kuno, cincin ruang, dan satu unit apartemen)
__ADS_1
"Sistem gunakan keterampilan tabib kuno, lalu buka kotak harta perunggu dan misteri." perintah Teng Huan.
Ding
[Membuka kotak harta perunggu]
[Selamat ! tuan mendapatkan 20.000 PS dan Satu Gedung Kosong]
[Membuka kotak harta misteri]
[Selamat ! tuan mendapatkan satu set jarum perak dan emas, Keterampilan Langkah bayang, dan mendapatkan seni beladiri kungfu]
"Hadiah yang lumayan bagus namun sebagian lainnya aku masih tidak mengerti sama sekali." gumam Teng Huan tersenyum senang.
Ding
[Apakah tuan ingin mempelajari keterampilan tabib kuno ?]
> Y
> N
"Pelajari." kata Teng Huan dan seketika ingatan-ingatan baru mulai masuk menerobos otak Teng Huan.
Ding
Teng Huan yang mendengar itu hanya menggertakkan giginya, berusaha menahan sakit. Walaupun sudah pernah mengalami hal tersebut pasca mempelajari metode pernafasan langit dan bumi namun Teng Huan masih kesulitan untuk menghadapinya.
"Ughkkk sial, sepertinya aku harus rajin olahraga mulai saat ini." batin Teng Huan menahan rasa sakit. Setelah lima menit mengalami rasa sakit bagaikan ditusuk-tusuk. Akhirnya proses tersebut selesai.
Ding
[Selamat ! tuan berhasil mempelajari keterampilan tabib kuno]
Teng Huan yang mendengar itu tidak menggubrisnya dirinya kali ini terlalu gegabah. Tenaganya sudah hampir habis saking lamanya menahan rasa sakit itu.
"Huhhh, sepertinya aku berhasil melaluinya." kata Teng Huan mendongakan kepalanya menatap langit-langit sembari mengatur nafasnya. Setelah satu menit mengatur nafas, akhirnya tenaga Teng Huan kembali walaupun tidak seluruhnya.
Tidak lama kemudian seorang wanita muncul dihadapan Teng Huan. Teng Huan yang sedang menatap lantai toko tersebut langsung mendongakan kepalanya. Wanita tersebut adalah Ning Yang sudah berganti pakaian.
"B-Ba-Bagaimana menurut tuan muda apakah bagus." ucap Ning Xian tidak berani menatap wajah Teng Huan.
Teng Huan sendiri yang melihat itu tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya sembari berkata.
"Pakaian itu cocok denganmu. Kau sangat cantik Ning Xian." kata Teng Huan memuji Penampilan Ning Xian. Ning Xian yang mendengar itu hanya semakin menundukkan kepalanya saking malunya. Setelah mendengar itu langsung berbalik dan kembali ke ruang ganti.
__ADS_1
lalu sedetik kemudian keluar dengan wajah yang masih memerah. Teng Huan yang melihat bahwa Ning Xian hanya membeli sepasang pakaian itu saja mengkerutkan keningnya, mengalihkan pandangannya ke Ning Xian. Teng Huan yang melihat itu lalu menatap Pegawai yang membatu Ning Xian memilih baju.
"Pegawai bungkus pakaian apapun yang digunakan oleh Wanita ini." kata Teng Huan membuat Ning Xian terkejut mendengarnya.
"I-Itu tidak perlu repot-repot membelikan ku pakaian lagi tuan muda. Ini saja sudah cukup." kata Ning Xian menahan Teng Huan untuk tidak membelikannya lagi pakaian.
"Ning Xian jika kau ingin mengikuti, kau tidak boleh rendah dimata orang lain. Pengikutku tidak boleh ada yang biasa-biasa saja. Semuanya harus luar biasa dan aku percaya kau bisa." ucap Teng Huan membuat Ning Xian terdiam.
Melihat Ning Xian yang sedang berfikir keras Teng Huan langsung memerintahkan Pegawai tersebut untuk membungkus semua pakaian yang digunakan oleh Ning Xian.
"Oh iya pegawai jangan lupa dengan nenek itu untuk memberikan pakaian yang baik untuknya." kata Teng Huan kepada pegawai tersebut. Pegawai tersebut hanya tersenyum dan melaksanakan tugasnya sebagai pegawai yang melayani tamunya. Ning Xian yang berfikir keras akhirnya selesai dan bangkit berdiri dengan sorot mata tekad yang kuat.
"Tuan muda tidak perlu khawatir, aku Ning Xian tidak akan pernah mengecewakan tuan muda sama sekali." ucap Ning Xian menggebu-gebu. Teng Huan yang mendengar itu hanya tersenyum simpul saja.
"Tunjukkan kepada Ning Xian." kata Teng Huan. Setelah menghabiskan waktu setengah jam berbelanja pakaian akhirnya hal itu pun selesai.
Teng Huan langsung pergi ke meja kasir untuk membayar semua baju yang dibeli oleh Ning Xian dan nenek Ning.
Melihat bahwa yang menjadi kasir adalah Pegawai yang mengejeknya tadi Teng Huan mengangkat sebelah alisnya. Sementara sang pegawai itu sudah menatap Sinis Teng Huan.
"Kau sudah berani mempermalukanku jangan harap kau bisa lolos kali ini." batin Pegawai tersebut menatap sinis Teng Huan.
"****** ini masih belum menyerah juga." batin Teng Huan menghela nafas
Teng Huan hanya biasa saja walaupun sebenarnya sudah mengeluh didalam.
"Totalkan semuanya berapa." kata Teng Huan tidak ingin basa-basi. Pegawai tersebut hanya diam saja dan langsung spontan berkata.
"Semuanya menjadi dua juta Yuan." kata pegawai tersebut dengan nada yang mengejek. Pegawai yang menemani Teng Huan berbelanja itu terkejut karena harganya menjadi dua kali lipat.
Pegawai tersebut yang tidak tahan dengan sikap seniornya itu langsung berkata.
"Kenapa harganya menjadi dua kali lipat ? bukanya tidak sampai semahal itu." kata pegawai yang mengantarkan Teng Huan tadi.
"Kau pegawai baru tau apa, aku yang berkuasa disini tidak peduli siapapun itu jika aku bilang segitu ya segitu." kata pegawai tersebut memandang hina pegawai baru tersebut.
"Cepat bayar sekarang bajunya, tuan muda yang arogan." kata pegawai tersebut mengejek Teng Huan lagi. Sementara sang empu hanya biasa saja tidak mempedulikan hal itu.
"Jika wanita itu tidak bisa, apakah aku bisa memenuhi syarat itu ?" kata seorang yang muncul tiba-tiba.
"Hahhhhhhh, memangnya siapa kau berkata seper-" perkataan pegawai tersebut tersendat setelah melihat siapa yang datang.
"Aku ulangi lagi, apakah aku bisa untuk memenuhi syarat untuk saat ini." kata orang tersebut mendekati pegawai tersebut yang sudah bergetar kakinya melihat kedatangan orang itu.
>>>>> Bersambung
__ADS_1