Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Memulihkan kondisi tubuh


__ADS_3

"B-bagaimana bisa orang tua yang sekarat bisa sembuh hanya dengan seperti itu." Kata sang dokter yang tadi menyinyir Teng Huan. Mendengar hal itu Teng Huan tidak senang dan langsung berkata.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dokter terhormat." Kata Teng Huan dengan nada sinis dan nafas sedikit memburu. Teng Huan kelelahan tentunya, karena untuk menekannya saja perlu menggunakan banyak tenaga.


"Sungguh mengkonsumsi banyak tenaga, aku harus cepat-cepat meningkatkan kultivasi ku." Gumam Teng Huan dalam hatinya. Dikarenakan ranah kultivasinya yang tidak tinggi membuat dirinya menjadi tidak bisa menggunakan begitu banyak tenaga dalam.


Walaupun kekuatan fisiknya sudah berbeda dengan kebanyakan manusia disini, untuk menggunakan qi Teng Huan masih belum bisa mengalirkan lebih banyak, dikarenakan kultivasinya yang masih rendah membuat dirinya cepat lelah.


Walaupun sudah dibilang melewati masa kritisnya, orang tua tersebut masih tidak kunjung sadar sampai saat ini. Membuat para pengawalnya belum bisa tenang, dikarenakan tuan besar mereka belum sadarkan diri. Melihat tingkah gelisah pengawal tersebut Teng Huan berkata, "Orang tua ini sudah melewati masa kritisnya, kalian bawa pulang saja untuk beristirahat." Kata Teng Huan sembari bangkit dari duduknya.


"Anak muda sebaiknya kau menunggu sebentar ada orang yang ingin bertemu denganmu dan mengucapkan terima kasih secara pribadi." Ucap pengawal tersebut. Teng Huan yang mendengar itu tidak menggubrisnya dan hanya melambaikan tangannya saja pergi dari sana.


Selang beberapa menit kemudian datang kembali sebuah mobil hitam yang terlihat mencolok ketimbang sekumpulan mobil yang lainnya disana. Lalu seseorang keluar dari mobil tersebut dan bergegas mendekati segerombolan orang yang berpakaian rapih tidak lain adalah pengawal.


Ketika datang seseorang tersebut langsung menghampiri pengawal yang berbicara dengan Teng Huan. Melihat seseorang yang ia kenal datang, pengawal tersebut langsung menundukkan kepalanya. Tanpa basa-basi orang tersebut langsung bertanya kepada pengawal tersebut.


"Kemana orang yang telah menolong kakek." Tanya orang tersebut. Pengawal yang mendengar itu langsung berkata, "Pemuda tersebut langsung pergi tuan setelah berhasil menolong tuan besar dari masa kritisnya." Kata pengawal tersebut. Mendengar apa yang dikatakan oleh pengawal tersebut orang tersebut sempat heran.


"Pemuda? jadi paman bilang orang yang menolong kakek adalah seorang pemuda?" Ucap orang tersebut. Pengawal tersebut sekali lagi menganggukkan kepalanya tidak menyangkal apa yang dikatakan oleh tuannya.


"Selidiki pemuda yang Menolong kakek itu paman." Ucap orang tersebut sembari memerintahkan beberapa orang untuk langsung memindahkan orang tua yang masih tergeletak di tanah kedalam mobil. Pengawal yang mendengar apa yang dikatakan orang tersebut menundukkan kepalanya mengiyakan perintah orang tersebut.


Kembali ke Teng Huan

__ADS_1


Teng Huan sudah berhasil kembali memulihkan tenaganya, sehingga ia kini sudah bisa berjalan dengan normal seperti biasa. Ketika ia sedang berjalan tiba-tiba ponsel miliknya berdering dan disana tertera nama yang menghubungi dirinya.


"Halo Nona Rong ada perlu apa kepada saya." Ucap Teng Huan sembari berjalan menyusuri jalanan kota yang padat.


"Salam tuan muda Huan. Aku ingin memberikan kabar bahwa villa yang diinginkan oleh tuan muda kami sudah berhasil mendapatkannya." Ucap Ye Rong diseberang sana. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum lebar.


"Terima kasih Nona Rong sudah repot-repot mengabulkan permintaan pemuda ini." Ucap Teng Huan. Ye Rong diseberang sana hanya tersenyum saja mendengar Teng Huan berkata seperti itu dan menjawabnya, "tidak perlu sungkan tuan muda, anda telah menyelematkan keluarga saya dari krisis. Hal seperti ini sangatlah mudah untuk permintaan tuan muda." Ucap Ye Rong.


"Lalu apakah tuan muda ingin langsung pindah? jika memang demikian, aku besok akan langsung menjemput anda di apartemen anda mengantarkan ke villanya." Ucap Ye Rong lagi. Teng Huan yang mendengar itu langsung mengiyakan perkataan Ye Rong.


"Baiklah aku akan bersiap-siap sekali lagi Terima kasih sudah repot-repot nona Rong." Ucap Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dan berkata lagi, "Sudah kubilang tuan muda tidak perlu sungkan kepada ku." Ucap Ye Rong.


"Baiklah baik, kalau begitu ku tutup dulu nona. Sampai ketemu besok." Ucap Teng Huan mengakhiri perbincangan lalu melangkah pulang kembali menuju apartemennya. Awalnya ia ingin berpergian, namun Teng Huan lebih memilih untuk memulihkan kondisi tubuhnya terlebih dahulu saat ini.


Ketika ia sampai di apartemennya, ia tidak melihat siapapun selain nenek Ning. Untuk Ning Xian sendiri ia sudah pergi menuju gedung yang telah disediakan oleh Teng Huan dan kini ia sedang melakukan sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.


Nenek Ning yang awalnya sedang membersihkan halaman langsung menyambut Teng Huan yang baru saja datang.


"Selamat datang tuan muda." Sambut Nenek Ning memberi salam. Teng Huan yang mendengar itu mengangguk kepalanya sembari tersenyum dan berlalu lalang masuk kedalam apartemennya. Kini dirinya sudah berada di kamarnya.


"Sistem tampilkan status" kata Teng Huan.


Ding

__ADS_1


[STATUS]


Nama : Teng Huan


Status : Orang yang dikhianati


Umur : 18 tahun


Skill : Keterampilan Tabib Kuno, Langkah Bayangan, dan Seni beladiri kungfu


Metode Pelatihan : Metode pernapasan langit dan bumi


Kultivasi : Fondasi Qi (Menengah)


PS : 1.080.000


PK (Poin Kekayaan) : 8.000.000


> Shop sistem


> Storage ( Kotak harta platinum, kotak harta spesial, Satu tiket Lucky Draw, pil jiwa)


Setelah melihat tampilan status miliknya, Teng Huan langsung menutup kembali dan mengambil sikap lotus berniat untuk memulihkan kondisi tubuhnya dan Qi nya. Tanpa ia sadari, dirinya sudah berkultivasi hampir memakan waktu seharian tanpa dirinya sendiri sadari.

__ADS_1


>>>>> Bersambung


__ADS_2