
Ye Rong langsung meminta pengawalnya yang berjaga didepan untuk segera menyiapkan kendaraan.
"Siapkan kendaraan kita akan kembali ke kediaman Ye Sekarang." perintah Ye Rong kepada salah satu pengawalnya. Teng Huan yang melihat pengawal yang diperintahkan oleh Ye Rong spontan memanggilnya.
"Paman tunggu dulu" panggil Teng Huan. Pengawal tersebut yang dipanggil oleh Teng Huan diam kembali menghadap Teng Huan.
"Apakah tuan muda memerlukan sesuatu dariku ?" ucap pengawal tersebut. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya mengeluarkan pistol dari cincin ruangnya. Tindakan Teng Huan tersebut tentu saja membuat Ye Rong dan kedua pengawal disana sontak terkejut.
"Aku kembalikan pistol ini, terima kasih sudah meminjamkan kepadaku." ucap Teng Huan menyondorkan pistol kepada pengawal yang masih membelalakkan matanya terkejut melihat Teng Huan bisa memunculkan benda dari kekosongan. Melihat pengawal tersebut diam, Teng Huan menjadi heran lalu melirik Ye Rong yang bertingkah sama.
[Mereka semua terkejut ketika tuan mengeluarkan pistol dari cincin ruang tuan]
Teng Huan yang mendengar perkataan sistemnya. Ingin sekali rasanya mengutuk kebodohannya ini, tentu saja mereka semua tidak tau. Kemungkinan besar mereka semua berpikir bahwa Teng Huan adalah sebuah dewa yang bisa mengeluarkan sesuatu hanya dengan lambaian tangan.
"T-Tuan muda t-tadi apakah kau m-memunculkan pistol hanya dengan lambaian tangan saja ? apakah hal seperti itu mungkin ?" tanya Ye Rong yang terkejut melihat kejadian yang mustahil, namun nyata didepan matanya. Teng Huan yang mendengar itu menjadi canggung bingung ingin menjawab.
"Pasti mungkin tidak ada yang tidak mungkin dan terlebih lagi anggap saja kalian tidak pernah melihatnya atau aku akan membuat kalian tutup mulut dengan caraku sendiri." ucap Teng Huan serius sedikit mengeluarkan aura kultivasi yang membuat Ye Rong dan pengawalnya merasakan sesuatu yang berat menekan pundak mereka.
"A-Anda tenang saja tuan muda aku dan pengawal ku bersumpah tidak akan memberitahukan apapun yang terjadi saat ini." ucap Ye Rong gemetar merasakan tekanan yang dikeluarkan oleh Teng Huan menekannya.
Teng Huan yang mendengar itu menarik kembali aura yang ia keluarkan dan berkata.
"Baguslah kalau kalian memang mengerti sekarang ayo berangkat." ucap Teng Huan tersenyum sembari menyodorkan pistol kepada pengawal tersebut. Pengawal itu menerimanya dengan tangan gemetar, ia tidak menyangka pemuda yang terlihat kurus ini mempunyai kekuatan yang sangat besar seperti ini.
Ye Rong yang mendengar itu menganggukkan kepalanya memimpin jalan dan Teng Huan mengekori dibelakangnya berjalan keluar dari tempat makan tersebut menuju basement tempat makan tersebut. Setelah sampai basement, sudah berjejer rapih mobil siap berangkat.
"Silahkan masuk tuan muda." Ye Rong mempersilahkan Teng Huan untuk masuk terlebih dahulu lalu diikuti dengan dirinya.
__ADS_1
"Kita berangkat sekarang." Perintah Ye Rong kepada pengawalnya. Pengawal tersebut menganggukkan kepalanya lalu memberi kode kepada yang lainnya untuk berangkat.
Perjalanan menuju kediaman Ye tidak terlalu memakan banyak waktu, karena letaknya juga tidak terlalu jauh dari tempat pertemuan mereka.
"Bisa kau jelaskan sedikit tentang penyakit ayahmu itu ?" Tanya Teng Huan. Ye Rong yang mendengar itu, menganggukkan kepalanya mulai memberi tahu ciri-ciri penyakit ayahnya.
"Gejala awalnya, ayah ku hanya merasakan selalu pusing dan sering cepat lelah. Lalu beberapa Minggu kemudian, tiba-tiba ia jatuh pingsan saat di ruang kerja miliknya. Saat pingsan itu, tubuhnya muncul titik-titik aneh menyelimuti tubuhnya. Sejak saat pingsan diruang kerja ayah masih tidak sadarkan diri sampai saat ini. Sudah pernah dibawa ke rumah sakit namun, dokter terbaik juga tidak bisa melakukan apa-apa tentang penyakit ayah ku." Cerita Ye Rong sedikit sedih menceritakan kondisi ayahnya yang sudah berbulan-bulan tidak sadarkan diri.
Teng Huan yang mendengar itu terdiam memikirkan tentang penyakitnya, lebih tepatnya ia bertanya kepada sistemnya.
"Sistem menurutmu apa yang dialaminya oleh ayahnya." Tanya Teng Huan kepada sistemnya.
[Sistem tidak bisa mengatakan apa-apa, karena harus melakukan diagnosa langsung terhadap orang tersebut]
Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya lalu bertanya kembali ke sistemnya.
"Tapi kau bisa menyembuhkankanya, kan ?" tanya Teng Huan meminta kepastian kepada sistemnya.
perkataan sistemnya entah kenapa Membuat Teng Huan menjadi lesu tidak bersemangat. Sampai terdengar notif pemberitahuan oleh sistemnya.
Ding
[Sembuhkan Kepala Keluarga Ye dari penyakitnya tanpa bantuan sistem]
> Berhasil : Mendapatkan 50.000 PS dan Satu jubah pelindung
> Gagal : Seluruh pencapaian kultivasi tuan akan hilang
__ADS_1
[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Tuan >_<]
"Seperti biasa kau ini paling suka menyiksa diriku ya." kata Teng Huan sinis kepada sistemnya.
[Itu semua demi kebaikan tuan sendiri]
Balas sistemnya dan Teng Huan yang mendengar itu hanya mendengus kesal.
Ye Rong yang melihat ekspresi Teng Huan menjadi tidak enak, dan gelisah.
"Tuan muda mohon maaf jika perjalanannya terlalu lama dan tidak nyaman aku Ye Rong meminta maaf dengan tulus." Ucap Ye Rong tiba-tiba. Teng Huan yang mendengar itu menjadi tidak enak, dan mengumpat kepada sistemnya membuat seseorang salah paham.
"Tidak-tidak Nona Ye, aku hanya tiba-tiba kesal saja dan itu tidak ada kaitannya dengan dirimu Santai saja." ucap Teng Huan menggaruk bagian belakang kepalanya. Ye Rong yang mendengar itu menghela nafas lega tersenyum lalu berkata kembali.
"Sebentar lagi kita akan sampai dikediaman ku tuan muda." Kata Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu menganggukkan kepalanya. Ia melihat keluar jendela terlihat sebuah mansion rumah yang sangat besar bertempat disana. Teng Huan yang memandang itu lumayan takjub dengan mansion yang sederhana, namun terlihat elegan.
"Mansion yang bagus Kepala Keluarga Ye mempunyai selera yang baik." ucap Teng Huan memandang mansion Keluarga Ye. Ye Rong yang mendengar itu tersenyum dan berkata.
"Suatu kehormatan jika tuan muda berkata seperti itu." ucap Ye Rong lalu berpikir serius terhadap segala kemungkinan besar yang akan terjadi nanti (Tau sendiri setiap permsalahan Keluarga besar.)
Akhirnya setelah menempuh perjalanan singkat, Teng Huan dan Ye Rong sampai juga dikediaman Keluarga Ye. Ye Rong yang keluar lebih awal diikuti oleh Teng Huan yang mengekor dibelakangnya.
"Selamat datang dikediaman ku tuan muda Teng Huan." Sambut Ye Rong. Teng Huan yang mendengar itu tersenyum simpul menganggukkan kepalanya dan berkata.
"Tunjukkan jalannya kita lihat dulu gejala-gejala penyakit ayahmu supaya aku tahu bagaimana cara menyembuhkannya." Ucap Teng Huan.
>>>>> Bersambung
__ADS_1
( Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan like, favorit, vote, dan komennya. Author do'akan semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se rasku )
( Blizzardauthor)