Sistem God Of The Gods

Sistem God Of The Gods
Kejadian di Restoran


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Ning Xian. Teng Huan berkata bahwa ia pergi menemui wanita yang meminta bertemu dengannya.


"Hati-hati dijalan tuan muda." ucap Ning Xian formal sembari menundukkan kepalanya. Teng Huan menganggukkan kepalanya keluar dari apartemen. Setelah diluar Apartemen Teng Huan langsung memanggil taksi dan berangkat menuju tempat pertemuan yang ditentukan oleh wanita yang membantunya di toko pakaian.


Tempat pertemuan yang ditentukan adalah sebuah restoran mewah yang berada dipusat kota. Teng Huan hanya biasa-biasa saja dan berjalan cuek masuk kedalam restoran tersebut. Sebelum masuk Ia tidak peduli beberapa pasang mata yang melihatnya. Sampai pada akhirnya ada sepasang mata yang melihatnya dan menyapa.


"Teng Huan sedang apa kau disini ?" ucap orang tersebut menyapa Teng Huan. Suara yang sangat dikenal Teng Huan. Orang tersebut adalah Song Qian orang yang pernah bersama Teng Huan dan bermain-main dibelakangnya. Kali ini dirinya sedang bersama pemuda entah siapa itu Teng Huan tidak peduli.


"Jika kau bisa kemari kenapa aku tidak bisa ?" ucap Teng Huan acuh tak acuh tidak berbalik sama sekali hanya fokus ke ponselnya mengirimkan pesan kepada wanita yang membantunya. Song Qian yang mendengar itu menatap rendah.


"Tentu saja kau tidak layak untuk berada disini. Orang miskin seperti mu tidak layak berada disini." ucap Song Qian merendahkan Teng Huan. Banyak pasang mata yang mendengar itu berbisik-bisik membicarakan Teng Huan.


"Dengan penampilan seperti itu ingin makan disini ? apakah standar restoran ini sudah menurun ?"


"Pemuda tidak tahu malu. Dengan penampilan seperti itu ingin makan disini ?"


Begitulah bisik-bisik para netizen yang membicarakan Teng Huan. Teng Huan sendiri tidak peduli dengan bisik-bisik itu. Baginya omongan-omongan tidak mempunyai bobot sama sekali.


"Sayang siapa ini ? kau sepertinya sangat mengenalnya ?" tanya pemuda yang bersama Song Qian. Song Qian yang mendengar itu langsung menjawab dengan manja.


"Dia pernah menjadi pacarku lalu tidak lama ini aku memutuskan untuk berpisah." ucap Song Qian dengan manja. Teng Huan yang mendengar itu entah kenapa merasa mual. Jika membayangkan ia pernah bersama dengan Song Qian dahulu.


"Kenapa dulu aku terlena oleh wanita ular ini ya ?" batin Teng Huan yang merasa mual melihat tingkah Song Qian yang seperti itu.

__ADS_1


"Ehhhhh seperti itu rupanya" ucap pemuda tersebut melangkah kedepan lalu berdiri dihadapan Teng Huan. Teng Huan yang merasa ada orang yang berdiri didepannya mengalihkan pandangannya dari ponsel menatap orang tersebut. "Apakah kau ada perlu dengan ku tuan muda yang terhormat ?" ucap Teng Huan acuh tak acuh.


Pemuda tersebut memandang sinis Teng Huan lantas berkata.


"Namaku Li Mo pacar dari Song Qian. Orang tuaku adalah Pemilik perusahan Li Group." ucap Li Mo yang memperkenalkan dirinya. Orang-orang yang mendengar itu langsung berbisik-bisik kembali.


"Ternyata dia adalah anak dari Pemilik Perusahan showroom terbesar di kota Chang Zhou."


"Pantas saja dirinya berani membiarkan wanita itu berbicara seperti itu. Latar belakang nya tidak sederhana."


"Pemuda itu telah menyinggung orang yang salah kasian sekali."


Teng Huan yang mendengar itu masih acuh tak acuh tidak peduli sama sekali dengan latar belakang pria yang berdiri didepannya. Teng Huan kembali membuka ponselnya dan mengetik sesuatu dengan sedikit kesal lalu memasukkan kedalam sakunya Lalu berkata.


"Aku hanya mengingatkan bahwa orang miskin seperti dirimu tidak layak untuk makan disini. Bahkan jika kau menjual seluruh kekayaan mu tidak akan pernah mampu untuk makan disini. Sadarilah posisimu orang miskin." ucap Li Mo dengan nada yang merendahkan. Teng Huan yang mendengar itu menundukkan kepalanya menghela nafas panjang.


"Satu lagi jangan pernah mendekati Song Qian lagi. Dia sudah menjadi wanita ku jangan pernah berharap untuk bersamanya lagi." ucap Li Mo membisikkan ditelinga Teng Huan.


Mendengar hal itu Teng Huan langsung mendongakan kepalanya menatap tajam kedua mata Li Mo.


Dgghhhhhh


Mendapatkan sorot mata yang tajam seperti itu membuat Li Mo melangkah mundur dan terjatuh duduk saking kagetnya dengan sorot mata yang ditampilkan oleh Teng Huan. Orang-orang yang melihat adegan itu lantas terkejut terutama Song Qian. Teng Huan sendiri masih menatap tajam Li Mo dan berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Tuan muda Li Mo ya" ucap Teng Huan dengan nada penekanan disetiap katanya.


"Biar kuberitahu beberapa fakta. Pertama, aku tidak peduli seberapa kuat latar belakang mu itu, jika kau membuatku tersinggung sedikit saja. Kau akan menyesalinya seumur hidupmu. Kedua, aku sungguh tidak berminat sama sekali untuk bersama kembali dengan wanita sampah mu itu. Bagiku, dia hanyalah benalu tidak berguna yang hanya bisa merepotkan. Kau tidak perlu khawatir aku akan merebut wanita sampah mu itu." ucap Teng Huan membisikkan ditelinga Li Mo membuat sang empu bergetar hebat mentalnya.


Setelah berkata seperti itu, Teng Huan beranjak keluar Restoran tersebut. Namun, ketika ia ingin beranjak keluar, ada suara merdu yang memanggilnya.


"Tuan muda Teng Tunggu sebentar." panggil suara tersebut buru-buru mencegah. Orang yang memanggilnya adalah wanita yang membantunya saat di toko pakaian. Wanita tersebut berteriak-teriak memanggil nama Teng Huan, namun sang empu yang dipanggil namanya tidak berhenti sama sekali. Dirinya hanya berkata dengan pelan, namun terdengar sangat jelas ditelinganya semua orang yang disana.


"Berikan aku tontonan yang menarik, baru kita bicarakan apa yang kau pinta dariku." ucap Teng Huan yang terdengar jelas ditelinga semua orang termasuk wanita tersebut. Wanita yang mendengar itu terdiam sesaat merasa menyesal tidak langsung menghampiri Teng Huan tadi.


Restoran tersebut seketika menjadi sunyi ketika mendengar suara Teng Huan dan wanita yang memanggil-manggil namanya. Orang-orang yang disana tidak bisa berkata-kata kembali saking terkejutnya, terutama Li Mo. Song Qian yang mengetahui alasan mengapa Teng Huan datang ke restoran ini menggertakkan giginya merasa sangat kesal.


"Siapa diantara kalian yang menyinggung tuan muda Teng." ucap wanita tersebut ditengah kesunyian restoran. Orang-orang disana tidak ada yang berani menjawab. Mereka semua memilih diam. Li Mo sudah bergetar hebat saking takutnya dan Song Qian masih tenggelam dengan perasaan iri terhadap Teng Huan.


Merasa pertanyaan diabaikan Wanita tersebut langsung mendekati salah satu pelayan yang disana.


"Jelaskan apa yang terjadi." ucap wanita tersebut kepada pelayan. Pelayan yang mendengar itu mengangguk kepalanya lalu menunjuk kearah Li Mo dan Song Qian.


"Kedua orang ini yang membuat keributan tadi nona." ucap Pelayan tersebut menunjuk Li Mo dan Song Qian. Mendengar itu Wanita tersebut tidak meminta penjelasan lebih lanjut lagi dan berjalan mendekati Li Mo dan Song Qian. Setelah berdiri didepan Li Mo, wanita tersebut memandang dingin Li Mo.


"Jangan salahkan aku, salahkan dirimu sendiri telah menyinggung orang yang tidak patut disinggung." ucap wanita tersebut. Li Mo yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya menundukkan kepalanya frustasi.


>>>>> Bersambung

__ADS_1


__ADS_2