
01
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
*****************
Wang Li dan Hua Qing yang melihat itu, langsung berlari ke arah Patriak.
"Patriak bagaimana keadaan anda?" Tanya Wang Li.
"Patriak apa kamu sudah sembuh?". Tanya Hua Qing.
Patriak tidak menggubris pertanyaan mereka berdua, Patriak langsung muntah begitu saja.
Huekk
Semua cairan hitam keluar dari mulut Patriak, Hua Qing merasa jijik. Sedangkan Wang Li, dia kaget dengan apa yang terjadi dengan Patriak.
"Patriak, apa Patriak baik-baik saja?". Tanya Wang Li.
Patriak tidak menggubris ucapan Wang Li, karena masih mual dan terus di tempat tidur nya.
Huekk
Melihat keadaan Patriak yang masih sama, kemudian Wang Li bertanya kepada Lin Feng.
"Apa yang terjadi kepada Patriak Fang Shen?". Tanya Wang Li geram.
"Tetua Wang Li tenang saja, itu adalah racun yang keluar dari Patriak". Jelas Lin Feng.
Wang Li langsung memperhatikan Patriak kembali, karena sangat khawatir dengan keadaan Patriak.
Setelah beberapa menit Patriak memuntahkan cairan hitam, lalu dia berucap pada Wang Li.
"Tetua Wang, terimakasih karena sudah menyelamatkan ku". Ucap Patriak.
"Tidak, bukan aku yang menyelamatkan Anda Patriak. Tapi, anak yang bertopeng ini yang menyelamatkan Anda. Dia adalah Fang Shen". Ucap Wang Li.
Patriak langsung memandang ke arah Lin Feng, Patriak heran. Anak usia nya masih muda, tapi bisa menyelamatkan nya.
"Anak muda terimakasih atas bantuannya". Ucap Patriak.
"Patriak tidak usah berterimakasih kepadaku, kalau bukan karena Hua Qing. Aku juga tidak akan sampai disini". Ucap Lin Feng.
"Hua Qing terimakasih banyak". Ucap Patriak.
"Tidak Patriak, aku juga udah di larang sama guru Wang. Tapi aku tetap memaksa, untuk mencari kelopak bunga salju. Karena menurut tabib, obat yang dapat menyembuhkan Patriak hanya itu. Oleh karena itu, aku pergi ke hutan terlarang". Jelas Hua Qing.
Patriak yang mendengar penjelasan Hua Qing, Patriak benar-benar kaget. Karena Huta terlarang terkenal dengan hidup hanya 1% untuk selamat. Tapi, Hua Qing bisa selamat dan membawa kelopak bunga salju.
"Kenapa kamu sampai ke hutan terlarang, kamu tau kan. Bahwa hutan itu sangat berbahaya". Suara Patriak sedikit meninggi.
__ADS_1
"Aku juga tau Patriak, kalau bukan karena Fang Shen. Walaupun aku selamat, aku tidak akan pulang karena malu". Ucap Hua Qing sedikit menunduk.
"Memang apa yang terjadi di sana?". Tanya Patriak.
"Pada saat aku berhasil mendapatkan tanaman kelopak bunga salju, aku langsung di hadang oleh beberapa orang. Mereka meminta tanaman itu dan juga aku di suruh melayani". Jelas Hua Qing.
"Siap mereka itu Hua Qing?". Tanya Patriak.
"Tidak tau Patriak". Jawab Hua Qing.
Patriak yang mendengar ucapan Hua Qing marah, energi nya langsung merembes keluar tak terbendung. Hua Qing dan Wang Li kaget dengan tindakan Patriak, di tambah dengan peningkatan Patriak.
Karena, pada saat Patriak sebelum mempunyai penyakit racun kelabang api. Ranah nya hanya di tingkat alam kaisar*1, sekarang ranah Patriak berada di tingkat alam kaisar*3.
"Patriak, selamat karena anda sudah naik tingkat". Ucap Wang Li sambil memberi hormat.
Patriak yang tadi nya marah, kini dia kaget dengan ucapan Wang Li. Lalu Patriak sadar, bahwa dirinya kini naik 2 ranah.
"Kenapa kau bisa naik ranah tetua Wang?". Tanya Patriak pada Wang Li.
"Itu karena, Fang Shen memasukan sebuah Pill kepada anda Patriak". Jawab Wang Li.
Patriak langsung memandang Lin Feng, kini penasaran Patriak pada Lin Feng semakin besar.
"Tuan Fang, terimakasih kasih atas pertolongan mu". Ucap Patriak sambil memberi hormat.
"Patriak tidak usah begitu, itu hanya sebuah pil". Ucap Lin Feng yang merendah.
Kini pandangan mereka, tertuju pada seseorang yang masih tergelak. Tidak lama, tabib itu bangun dari pingsannya.
"Apa kau lakukan padaku bocah". Teriak tabib.
"Ah, aku tidak melakukan apapun. Tapi sebaliknya, siapa yang menyuruh mu untuk mencelakai Patriak". Ucap Lin Feng.
Tabib yang merasa penyebab Patriak jatuh sakit karena dirinya, kini badan tabib menggigil takut. Karena, dirinya sudah ketahuan.
"A ku tidak tau". Jawab tabib gugup.
"Oh, sepertinya kau ingin bermain-main dengan ku". Ucap Lin Feng sambil tersenyum.
Tabib, yang melihat Lin Feng tersenyum. Tidak tau kenapa, tabib merasa Lin Feng adalah dewa kematian.
"Sekarang aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruh mu?". Tanya Lin Feng sedikit meninggi kan ucapannya.
"Aku tidak berani menjawab". Jawab tabib.
Lin Feng yang merasa tabib tidak mau buka suara, lalu Lin Feng mengibaskan sedikit lengan nya ke arah tabib.
Wushhhh
Muka tabib tersayat, seperti sayatan pisau. Lin Feng mengayunkan tangan nya, dengan sedikit mengeluarkan elemen angin.
Tabib yang tiba-tiba mendapatkan serangan, kini tabib itu tau. Bahwa bocah yang di depannya, bukan sembarang bocah.
__ADS_1
"Aku tidak akan memberitahu, siapa yang menyuruh ku. Untuk melakukan semua ini, walaupun nyawa sebagai taruhannya". Teriak tabib.
"Baiklah kali memang itu yang kau minta". Balas Lin Feng.
Kemudian, Lin Feng mengepal kan tangan nya. Tabib yang melihat itu tidak tau harus berbuat apa, tabib hanya bisa pasrah ketiak kematian menghampirinya.
Setelah Lin Feng mengepalkan tangannya, lalu melesat ke arah tabib.
Bug
Duarrrrrr
Ding.
[Tuan berhasil membunuh orang di alam raja*3, tuan mendapatkan kotak besar].
Kepala tabib yang di pukul Lin Feng, kini sudah tidak berbentuk lagi. Sedangkan, tiga orang yang dari tadi diam. Mereka kaget, dengan kecepatan yang di lakukan Lin Feng.
"Fang Shen, kenapa tidak kamu kasih kesempatan buatnya?". Tanya Patriak.
"Mau bagaimana lagi Patriak, tabib itu tidak mau pertanyaan ku". Jawab Lin Feng.
Patriak, Hua Qing dan Wang Li. Diam tidak bersuara, mendengar jawaban Lin Feng.
"Sudah lah dengan apa yang terjadi, aku juga sudah sembuh. Untukmu Fang Shen, aku akan memberikan sebuah harta sekte. Kamu boleh memilih 3 benda bagaimana?". Ucap Patriak.
Hua Qing dan Wang Li kaget, harta sekte adalah harta yang paling berharga.
"Tapi aku menolong mu, atas kemauan ku sendiri Patriak". Balas Lin Feng sopan.
"Aku juga memberikan penawaran ini ke padamu, atas kemauan ku sendiri". Timpal Patriak.
Lin Feng yang mendengar perkataan itu di kembali kan kepadanya, Lin Feng hanya bisa pasrah dan tersenyum kaku.
"Baik Patriak, aku akan menerima pemberian mu itu". Ucap Lin Feng pasrah.
"Baiklah kalau gitu, ayok kita pergi sekarang". Ucap Patriak semangat.
Bagaimana Patriak tidak senang, Patriak sendiri tidak tau harus bahagia atau sedih. Karena keracunan, nyawa Patriak jadi taruhannya. Karena keracunan, Patriak di pertemukan dengan seseorang yang tidak di kenalnya. Tapi, membuat dirinya naik tingkat berkat pil orang yang tidak di kenal nya.
______________
Buat semuanya, maaf karena telat update. Saya buat novel pada saat, ada waktu luang saja.
Sekali lagi minta maaf.
*****************
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
"
__ADS_1