
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
****************
Lin Feng yang melihat pertempuran itu, masih memantau nya saja. Gadis berada di ranah alam prajurit*3, sedangkan para pria yang sembilan di ranah alam prajurit*7 yang satu di ranah alam prajurit*7.
Duakh
Gadis itu, kini dirinya tersudut. Udah kalah jumlah dan kalah ranah juga.
"Nona menyerah lah kepada kami dan serahkan bunga kelopak salju itu kepada kami". Ucap salah satu pria.
"Betul nona apa yang di katakan ketua kami". Timpal anak buah pria itu.
"Aku tidak akan menyerahkan kepada kalian". Teriak wanita itu.
"Wah nona sangat keras kepala, bagaimana kalau begini saja. Nona berikan bunga kelopak salju kepada kami dan kami jadi mainan kami malam ini". Ucap pria itu sambil mengusap air ludah yang keluar dari sudut mulut nya.
"Wah asik kalau gitu ketua, apa kami juga ke bagian?". Tanya anak buah pria itu.
Para anak buahnya yang berada di belakang juga sama, mereka menyeka air ludah yang berada di sudut bibirnya.
"Kalian tembaga saja, setelah aku puas kalian mainan sesuka kalian. Habisi itu, kalian bunuh". Ucap ketua mereka.
Anak buah yang mendengar itu, tentu saja senang. Sedangkan gadis itu gemetar hebat, setelah di main kan dia juga akan di bunuh.
"Apa aku akan mati di sini". Pikir wanita itu.
"Dewa, tolong lah aku". Ucap lirihnya.
Para ketua dan anak buahnya mulai mendekat.
"Nona santai saja, kami akan melakukan nya dengan pelan". Ucap ketua sambil tidak kuat menahan gejolak hasratnya.
Pada saat ketua itu, mau meraih tangan wanita itu. ketua itu kaget, karena tiba-tiba wanita yang berada di depannya menghilang.
Sedangkan wanita itu, yang tadi sudah pasrah. Kini dirinya berada di dalam dekapan orang lain.
"Nona, kenapa kamu masih menutup matamu". Ucap Lin Feng.
Wanita itu merasakan orang yang mendekapnya, badannya kekar dan kulitnya halus. Kemudian wanita itu sedikit-sedikit membuka matanya.
Pada saat membuka matanya, mata wanita itu dan Lin Feng saling bertemu. Wanita itu sangat terpana, karena wajah Lin Feng sangat tampan mungkin para dewa pun kalah.
"Kau siapa?". Tanya wanita itu.
"Simpan dulu pertanyaan mu itu, aku harus menyelesaikan kan Para pria brengsek dulu". Ucap Lin Feng lalu menatap para pria yang tadi.
"Bocah, jangan ikut campur urusan kami". Teriak ketua yang marah pada Lin Feng.
__ADS_1
"Aku tidak ikut campur, hanya tidak enak hati aja. Melihat seorang wanita di keroyok". Balas Lin Feng.
"Itu bukan urusan mu, sekarang berikan wanita itu. Untuk mu, aku akan memberikan kematian yang tidak menyakitkan". Ucap ketua itu.
Wanita yang berada di dekapan Lin Feng, dirinya merasa bersalah. Karena dirinya, Lin Feng jadi terlibat.
"Tuan, pergilah dari pada nanti kau mati gara-gara aku". Ucap wanita.
"Apa kau mengkhawatirkan ku?". Ucap Lin Feng.
"Tidak, aku hanya tidak enak aja. Kenapa kau harus terlibat masalah ini". Ucap wanita.
"Aku tidak mempermasalahkan itu, aku hanya merasa kasihan. Melihat seorang wanita di keroyok para pria, dan juga perbedaan ranah". Ucap Lin Feng.
Wanita yang berada di dekapan Lin Feng kembali diam, dirinya yang sekarang hanya bisa berharap. Pemuda yang menolongnya, bisa membunuh para pria yang menyerangnya.
"Apakah mau di lanjutkan secara kekerasan pak tua". Ucap Lin Feng.
"Jangan sombong kau bocah, kau hanya di ranah alam prajurit*3. Sedangkan kami banyak, dan juga ranah kami juga di atas mu". Ucap ketua.
"Jadi serahkan saja wanita itu, kau bisa mati tanpa rasa sakit bukan". Tambahnya sambil mengejek Lin Feng.
"Kalau kau bisa pak tua, maka lakukan lah". Ucap Lin Feng sambil memasang wajah mengejek.
"Dasar kau bocah, kalian semua serang bocah itu". Teriak sang ketua.
Para anak buahnya pun berlari menuju Lin Feng. Lin Feng masih diam, dan mengendurkan wanita yang ada di dekapannya. Ketika Lin Feng sudah mengendurkan wanita itu, Lin Feng langsung menyerang.
Lin Feng ,langsung menggunakan teknik langkah bayangan. Langsung memukul mereka semua.
Bugh bugh bugh.....
Pukulan Lin Feng berhasil membunuh mereka semua sekali pukul, padahal Lin Feng hanya menggunakan tinju biasa.
Ketua dan wanita yang dari tadi melihat itu, tentu saja kaget. Karena dalam hitungan detik, lawannya langsung tewas seketika.
"Siapa sebenarnya orang ini, dari pakaian nya juga terlihat asing. Tapi dia juga tampan dan kuat". Batin wanita itu.
"Dasar kau bocah sialan, berani nya membunuh semua anak buah ku. Rasakan ini". Teriak ketua marah.
Ketua itu maju, langsung menyerang Lin Feng. Lin Feng langsung menggunakan teknik langkah bayang nya dan langsung memukul ketua itu.
bugh
Ketua yang terkena pukulan Lin Feng, dirinya sampai menabrak pohon yang ada di belakangnya. Ketua itu, sungguh sudah tidak berdaya.
Lin Feng melihat lawannya sudah tidak bisa bangun, kemudian Lin Feng mendekati ketua itu dan di susul wanita yang dari tadi dibelakangnya.
"Kenapa kau mengeroyok wanita ini,?". Tanya Lin Feng.
"Bos menginginkan tanaman herbal yang ada padanya". Jawab ketua itu.
__ADS_1
"Lalu, siapa bos mu itu?". Tanya Lin Feng.
"Aku tidak akan menjawab". Jawab ketua itu.
Setelah menjawab pertanyaan Lin Feng, ternyata ketua itu langsung tidak bernafas.
Setelah pertanyaan terakhir dari Lin Feng, ketua itu sudah menyiapkan racun di dalam mulutnya.
Melihat yang di interogasi nya meninggal, Lin Feng hanya bisa menghela nafas.
Hah
Lalu, kini mata Lin Feng menatap wanita yang di samping nya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?". Tanya Lin Feng.
"Aku mencari tanaman herbal". Jawabnya.
"Buat apa?". Tanya Lin Feng.
"Buat Patriak yang sedang sakit di sekte". Jawab wanita itu.
"Kenapa Sampai sejauh ini, apalagi ini hutan terlarang. Jarang orang yang selamat keluar dari sini". Ucap Lin Feng.
"Aku tau, tapi aku membutuhkan nya". Ucap wanita itu.
"Kamu berasal darimana tuan?". Tanya wanita itu.
"Jangan panggil aku tuan, nama ku Lin Feng". Jawab Lin Feng.
"Apa kamu dari keluarga klan Lin misterius yang sudah hilang selama berabad-abad". Ucap wanita itu dengan kaget.
"Hah, kenapa kau beranggapan begitu". Ucap Lin Feng yang heran.
"Tidak, karena menurut Patriak . klan Lin adalah klan yang sangat misterius, bahkan klan itu sudah pernah membasmi semua iblis yang ada di alam ini. Walau pun untuk raja iblis di segel, karena kekuatan mereka masih kurang untuk mengalahkannya. Dari peperangan itu, banyak korban jiwa juga dari klan Lin. Sejak saat itu, klan Lin tidak terdengar lagi di alam ini". Ucap jelas wanita itu.
Lin Feng, yang mendengar ucapan itu hanya diam dan berpikir. Lin Feng pusing, memikirkan hal yang tidak penting baginya.
"Namamu siapa?". Tanya Lin Feng.
"Namaku Hua Qing". Jawab Hua Qing.
"Baiklah, aku akan kembali ke tempatku". Ucap Lin Feng sambil meninggalkan Hua Qing. Hua Qing yang melihat dirinya di tinggal, bergegas menyusul Lin Feng.
__________________
Maaf teman teman-teman, karena cerita tidak menarik buat kalian. Aku mohon minta maaf, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin. Agar cerita ini di sukai banyak orang.
*********************
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
Terimakasih....