SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
Ijin ikut dengan Lin Feng.


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...


*****


Hua Qing yang sadar, bahwa ada orang akan di tempat itu selain dirinya, lalu Hua Qing menengok ke arah belakang.


Ternyata orang yang tadi mengobrol bersama dirinya adalah orang yang dirinya umpat.


Hua Qing Melihat, Lin Feng berdiri di belakang dengan keadaan topeng yang sudah terbuka, Lin Feng juga tersenyum ke arahnya.


"Orang itu sangat bodoh ya, ada seorang wanita cantik memperhatikan nya, malah orang bodoh itu tidak menyadari nya, benar-benar bodoh, benar kan?". Tanya Lin Feng sambil tersenyum.


Hua Qing mendengar ucapan Lin Feng, seketika wajah nya menjadi merah malau, di tambah melihat wajah Lin Feng sekarang, lebih tampan dari sebelumnya.


"Kau, sejak kapan berada di sini?". Tanya gugup Hua Qing.


"Sejak kau mengumpat tentang orang bodoh". Jawab Lin Feng tersenyum.


Hua Qing, tambah malu sekarang wajah nya.


"Aku minta maaf, aku tidak tau kau menghawatirkan ku". Ucap Lin Feng.


"Apakah kau memaafkan ku?". Tanya Lin Feng.


Hua Qing tidak menjawab pertanyaan Lin Feng, Hua Qing langsung menerobos ke tubuh Lin Feng untuk memeluk nya.


Lin Feng sendiri kaget, dengan apa yang di lakukan Hua Qing.


"Eh". Kaget Lin Feng.


"Biarkan aku seperti ini". Ucap Hua Qing.


"Baiklah". Balas Lin Feng pasrah.


Sudah hampir beberapa menitan terlewatkan, Lin Feng masih tetap saja di peluk sama Hua Qing, tidak tau nasib nya akan seperti apa jika Hua Qing memeluknya seperti itu.


"Apakah sudah cukup?". Tanya Lin Feng hati-hati.


Hua Qing yang mendengar ucapan Lin Feng, menjadi sangat kesal sekali.


"Apa kau tidak boleh memeluk mu?". Tanya Hua Qing kesal.


"Bukan begitu, hehehehe". Balas Lin Feng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku harus menemui Patriak terlebih dahulu". Ucap Lin Feng.


"Hah, baiklah," balas Hua Qing.


Hua Qing mulai melepaskan pelukannya dari Lin Feng, lalu kembali menatap Lin Feng.


"Setelah ini, aku akan ijin kepada guru ku, bahwa aku akan mengikuti mu, kemana pun kau pergi". Ucap Hua Qing.


Lin Feng yang mendengar ucapan dari Hua Qing, menjadi sangat bingung, kenapa wanita di depannya ingin mengikuti nya.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang ayo pergi menemui Patriak dulu, aku ada urusan dengan Patriak". Ucap Lin Feng.


"Baiklah, aku juga akan pergi menemui guru ku, untuk minta ijin terlebih dahulu". Balas Hua Qing.


Lalu keduanya pergi ke arah yang berbeda, Lin Feng akan menemui Patriak, sedangkan Hua Qing akan menemui gurunya.


Lin Feng pergi menemui Li Dan terlebih dahulu, setelah menemui Li Dan, Lin Feng dan Li Dan langsung bergegas ke kediaman Patriak.


Di kediaman Patriak.


Lin Feng dan Li Dan, langsung memelukku kediaman Patriak.


"Patriak". Ucap Lin Feng.


Patriak sendiri yang mendengar suara, langsung mengalihkan pandangannya ke arah Lin Feng dan Li Dan, yang berada di depan pintu masuk kediaman.


"Ada tuan Fang Shen". Ucap Patriak.


Patriak langsung menghampiri Lin Feng, sampai di hadapan Lin Feng.


"Tuan Shen, duduk dulu". Ucap Patriak.


"Baik Patriak". Balas Lin Feng.


Lin Feng langsung duduk, Li Dan juga mengikuti Lin Feng duduk.


"Tuan Shen, apa anda ingin memenuhi janji mu?". Tanya Patriak.


"Aku ke sini juga ingin menjelaskan masalah turnamen Patriak, aku sudah tidak bisa mengikuti turnamen lagi, sesuai janji ku Patriak". Ucap Lin Feng.


Lin Feng tidak menjawab pertanyaan Patriak, Lin Feng hanya menunjukkan ranah sampai ranah raja bintang lima.


"Ini???". Ucap Patriak kaget.


"Di umur mu yang masih muda, tapi sudah mencapai ranah raja bintang lima, ini benar-benar kejutkan bagiku, kau hanya pergi beberapa hari, tapi sudah sampai di ranah setinggi ini?". Tanya Patriak kaget.


"Makannya dari itu aku datang ke sini, kalau aku tetap harus mengikuti turnamen itu, sudah pasti aku akan menang, di ranah seperti aku ini, akan susah bagi lawan melawan ku walaupun harus secara bersamaan". Ucap Lin Feng santai.


"Tapi Patriak tenang saja, aku juga sudah membawa murid sekaligus adik angkat ku". Ucap Lin Feng sambil menunjuk ke arah Li Dan.


Patriak langsung beralih memandang Li Dan, Patriak sedikit ragu dengan Li Dan, umurnya saja masih muda, bagaimana Li Dan bisa menang di acara turnamen nanti.


Lin Feng sendiri, melihat Patriak di depannya seperti meremehkan Li Dan, lantas Lin Feng berkata.


"Patriak tidak usah takut kalau nanti di turnamen kalah, Patriak bisa melihat nya sendiri nanti". Ucap Lin Feng.


Setelah mendengar ucapan Lin Feng, Patriak sedikit bingung, jika menolak tidak enak sama Lin Feng.


"Patriak, aku pasti kan Li Dan akan menang di turnamen nanti". Ucap Lin Feng.


"Baik lah, aku percaya pada tuan Shen kalau begitu". Balas Patriak pasrah.


Bagaimana pun, Patriak harus menerima nya, Patriak yakin dengan Li Dan, apalagi Li Dan murid dari Lin Feng, yang sudah berada di ranah raja bintang lima.


"Setelah ini, tuan Shen akan pergi kemana?". Tanya Patriak.

__ADS_1


"Aku akan kembali ke rumah". Ucap Lin Feng.


"Apa Li Dan akan ikut dengan mu?". Tanya Patriak.


"Tidak, untuk saat ini, biarkan Li Dan bersama mu saja, sampai waktu turnamen tiba, aku juga akan datang nanti ke turnamen pada saat sudah di mulai". Jelas Lin Feng.


"Li Dan, untuk sementara, kamu sama Patriak saja, besok adalah pendaftaran turnamen yang akan segera di laksanakan, kamu besok sama Patriak akan pergi mendaftar dulu". Ucap Lin Feng.


"Baik kak". Balas Li Dan.


Tidak lama setelah mereka berbincang, dari arah pintu masuk dua orang orang ke kediaman Patriak.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini?". Tanya Patriak.


Dua orang yang masuk ke kediaman Patriak adalah Hua Qing dan Wang Li.


"Maaf Patriak karena telah menganggu, aku ada sedikit yang ingin di berbicara sama tuan Shen". Ucap Wang Li.


"Perihal apa itu". Tanya Patriak.


"Hai Qing, murid ku ini memaksa ku untuk dirinya bisa ikut bersama Lin Feng dalam petualangan nya". Ucap Wang Li.


Patriak yang mendengar itu, langsung memandang Hua Qing.


"Hua Qing, apa itu benar?". Tanya Patriak.


"Benar Patriak, karena aku punya permintaan egois ini". Jawab Hua Qing.


Lalu Patriak memandang Lin Feng.


"Bagaimana tuan Shen?". Tanya Patriak.


Wang Li yang mendengar itu langsung kaget.


"Patriak kenapa bertanya seperti itu, kenapa tidak tanya kepada ku terlebih dahulu". Ucap Wang Li yang tidak terima.


"Aku sarankan untuk membiarkan Hua Qing ikut dengan tuan Shen". Ucap Patriak.


"Kenapa...". Belum sempat bicara sudah di potong sama Patriak.


Patriak hanya melotot ke arah Wang Li, Wang Li sendiri yang melihat itu, pasti ada balik dari semua itu.


"Baiklah jika itu mau Patriak". Ucap Wang Li.


Patriak kembali memandang ke arah Lin Feng.


"Bagaimana tuan Shen?". Tanya Patriak.


"Aku tidak masalah, jika itu kemauannya". Jawab Lin Feng.


Hai Qing sendiri, yang melihat itu, langsung memasang wajah bahagia, bagaimana pun, Hua Qing sudah cinta pandangan pertama pada Lin Feng.


*******


Jangan lupa like dan komentar nya ya.

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2