
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...***********...
Setelah terjadi Lin Feng pertarungan dengan jendral kapak, Lin Feng tidak menyangka, kalau yang menjadi kepala desa seorang iblis, sekaligus kepala desa.
"Ding, tuan berhasil mengalahkan jendral kapak".
"Tuan, berhasil naik tingkat, ke tingkat langit".
"Tuan mendapatkan satu juta poin sistem".
Lin Feng yang mendengar itu, tentu saja dirinya kaget. Tidak menyangka, jika hasil dari membunuh jendral kapak, akan mendapatkan hasil yang besar.
"Sistem status". Ucap Lin Feng.
Ding.
[Status]
Nama : Lin Feng.
Kelamin : laki-laki.
Umur : 17
Status : Reinkarnasi.
Ranah : Alam langit*1
Elemen :
- angin
- air
- api
- tanah
Senjata :
- busur ( angin )
- pedang api dan es
- tombak dewa perang ( api).
- Palu penghancur ( tanah)
Skill
- pembangkit.
- mata dewa iblis.
- dewa racun.
- dewa array.
- dewa Alkemis.
- dewa tempa.
__ADS_1
- dewa obat.
Teknik beladiri:
- Langkah bayangan.
- tapak Budha.
- tinju penghancur gunung.
- teknik memanah tingkat kuno
Hewan kontrak:
- harimau putih. ( Elemen angin).
Jenis tubuh: tubuh penguasa 7 alam semesta.
Poin sistem: 1000000ps.
Poin pemahaman: 500000.
Poin pengalaman : 600/700 ke alam bumi*9.
Tas:
- kepingan alam iblis.
"Satu hari lagi, tuan akan mendapatkan petir kesengsaraan". Ucap sistem.
Tentu saja, Lin Feng yang mendengar itu kaget. Kini dirinya sudah berada di alam langit, dengan begitu dirinya sudah bisa melayang.
Para warga desa lembah bulan, setelah melihat siapa sebenarnya kepala desa. Kini semuanya berbondong-bondong, menuju ke arah Lin Feng.
"Tuan muda, terimakasih karena sudah membuka kedok kepala desa". Ucap pria tua.
"Kepala desa yang kalian puji itu, dia seorang iblis. Lebih tepatnya jendral iblis". Jawab Lin Feng.
Para warga yang mendengar penjelasan dari Lin Feng, tentu saja semuanya terkejut. Kini mereka tau, bahwa kepala desa mereka adalah iblis.
"Tapi, apa tujuan iblis itu di desa kami tuan muda?". Tanya pria tua.
"Jendral iblis itu datang ke desa lembah bulan, tentu saja dia ingin membuat formasi membuka portal alam iblis ke alam manusia, dengan cara menumbalkan nyawa yang ada di desa ini". Jelas Lin Feng.
Seperti tersambar petir, para warga begitu terkejut setelah mendengar penjelasan dari Lin Feng. Jika tidak ada Lin Feng yang membantu, sudah pasti nyawa para warga tidak dapat di selamat kan lagi.
Para warga, dengan serempak menunduk dengan hormat ke arah Lin Feng. Li. Feng yang melihat itu, tentu saja dirinya tidak enak hati.
"Bapak dan ibu sekalian, tidak usah seperti ini. Aku hanya ingin menyelamatkan kalian saja, aku tidak ingin senyuman bahagia kalian di rebut begitu saja". Jelas Lin Feng.
Para warga di sana sangat senang Lin Feng berkata seperti itu, tidak menyangka ada orang asing yang sangat baik pada mereka. Para warga desa, dengan bersama menangis terharu.
"Kami benar-benar berterimakasih pada tuan muda, karena sudah mau menyelamatkan kami". Ucap pria sambil tersedih.
"Tidak apa-apa kek, ini sudah kewajiban ku juga". Balas Lin Feng sambil tersenyum.
Pesta di desa di lanjutkan lagi, dengan tujuan keselamatan mereka dari jendral iblis. Semuanya sangat terharu dengan kebaikan Lin Feng, kini Lin Feng menjadi pusat perhatian dari semua warga desa lembah bulan.
Pesta yang meriah itu, berlanjut hingga malam hari.
Kini waktu telah berputar dengan cepat, Lin Feng sudah akan mulai melanjutkan perjalanan nya kembali.
"Tuan muda, apa tidak ingin menginap beberapa hari lagi di sini?". Tanya pria tua.
"Bukan tidak ingin kek, tapi tugas ku sudah selesai di sini. Masih ada tugas yang menunggu ku di tempat lain, jika ada waktu, aku pasti akan mampir ke desa ini lagi". Jelas Lin Feng.
__ADS_1
Para warga di sana sangat berharap Lin Feng bisa tinggal lebih lama di sana, bahkan para warga menyiapkan beberapa wanita untuk jadi pasangan Lin Feng.
Lin Feng bukan tidak ingin tinggal di desa lembah bulan, bukan semata juga karena gadis-gadis yang sudah di siapkan untuk dirinya. Tapi Lin Feng masih ada tugas yang lebih jauh dari ini, dengan berat hati. Lin Feng meninggal desa lembah bulan, dengan wajah para warga yang sedih atas kepergian nya.
Lin Feng yang sudah berada di luar desa lembah bulan, lalu Lin Feng pergi menuju arah selatan. Kali ini Lin Feng tidak berlari, karena dirinya yang sudah berada di alam langit, Lin Feng sudah bisa terbang untuk tujuan kemana saja.
Lin Feng yang terbang ke arah selatan, Lin Feng tidak tau berapa banyak waktu yang akan di butuhkan nya ke arah selatan.
Kini waktu tidak terasa, Lin Feng yang terbang ke arah selatan. Lin Feng sudah tujuh hari terbang, tapi Lin Feng belum juga sampai di tempat yang Lin Feng tuju.
"Lebih baik aku cari sebuah desa atau kota terdekat saja". Ucap Lin Feng.
Tidak lama setelah itu, Lin Feng menemukan keberadaan kota. Langsung saja, Lin Feng terbang menuju kota tersebut.
Kini, Lin Feng sudah berada di depan pintu rumah masuk kota yang Lin Feng lihat. pada saat akan masuk, Lin Feng di hentikan beberapa pengawal.
"Maaf, boleh tunjukan tanda pengenal?". Tanya pengawal itu.
"Aku tidak sengaja menjatuhkan tanda pengenal ku, pada saat perjalanan ke mari". Jawab Lin Feng.
"Jika seperti itu, kau masuk ke dalam, lalu buat tanda pengenal baru". Ucap pengawal.
"Baik". Jawab Lin Feng.
Sebelum Lin Feng menuju ke arah pintu masuk kota yang Lin Feng tidak tau, Lin Feng turun agak jauh saat itu. Lin Feng berpikir untuk melepas topeng nya, bagaimana juga di kota ini tidak ada yang tau tentang dirinya.
Kini Ini Lin Feng sudah berada di sebuah ruangan, ruangan itu tempat pembuatan tanda pengenal.
Setelah menunggu beberapa menit, Lin Feng sudah membuat tanda pengenal dengan harga tiga koin emas.
Lin Feng tidak mempermasalahkan itu, berapa harga membuat tanda pengenal. dirinya hanya ingin tau, sekarang Lin Feng ada di kota apa.
Lin Feng yang sudah berjalan di tengah kota, Lin Feng harus mencari sebuah informasi. Mencari informasi yang paling tepat adalah restoran.
Lalu Lin Feng mencari sebuah restoran yang terlihat ramai, setelah menemukan restoran itu. Lin Feng masuk dan benar saja di dalamnya sangat ramai sekali.
"Maaf tuan, anda mau pesan apa?". Tanya pelayan.
"Aku pesan yang spesial saja". Jawab Lin Feng.
Lin Feng tidak menyadari, jika pelayan itu terpesona dengan ketampanan nya.
"Ah, baik tuan, akan segera aku siapkan". Ucap pelayan itu.
"Tunggu". Ucap Lin Feng.
"Iya, ada apa tuan?". Tanya pelayan.
"Kota ini bernama kota apa?". Tanya Lin Feng.
"Apa anda baru ke sini". Ucap pelayan.
"Kota ini bernama kota size, kota yang berada di kerajaan air tuan". Lanjut pelayan itu.
"Baiklah, terimakasih". Balas Lin Feng.
Lalu pelayan itu pergi dari hadapan Lin Feng, Lin Feng kini termenung sendiri.
"Apa aku sudah ada di kerajaan air, apa yang di maksud Hu Bing ada di kerajaan air?". Batin Lin Feng.
Lin Feng benar-benar sangat bingung sekarang, Lin Feng menuju ke arah selatan. Hu Bing berkata, pergi ke arah selatan untuk menemui temannya.
...----------------------...
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
__ADS_1
...Terimakasih....
...*********...