
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
******
Pada malam hari nya.
Lin Feng yang berada di dalam kamar, merasakan ada sebuah hawa membunuh, yang mengarah ke arah rumah yang ditempati Lin Feng dan yang lainnya, di tambah Lin Feng mendapat suara di kepala nya peringatan dari sistem.
"Ding, ada seseorang pembunuh yang sedang memantau rumah yang sedang tuan tempati"
"Aku juga sama merasakan ada seseorang yang mengincar salah satu nyawa di penghuni rumah ini". Gumam Lin Feng.
Lalu Lin Feng bergegas bangun dari tempat tidur, lalu Lin Feng pergi keluar lewat jendela kamarnya untuk melihat seseorang yang memantau rumahnya.
Di tempat yang gelap, terdapat seseorang yang sedang memantau mereka, orang yang sedang memantau rumah Lin Feng terdapat banyak orang.
"Ketua, apa kita langsung saja masuk ke dalam rumah itu". Ucap anak buah.
"Kita tidak boleh gegabah, jika kita melakukan kesalahan, maka kita yang akan di bunuh oleh tuan". Ucap ketua.
"Baik ketua". Balas anak buah.
Lin Feng yang sudah berada di dekat mereka, Lin Feng belum mendengar siapa yang mereka incar, tapi sudah pasti salah satu penghuni rumahnya.
Lalu Lin Feng keluar dari persembunyiannya berjalan ke arah orang-orang di sana.
"Siapa yang kalian incar di rumah ku". Ucap Lin Feng.
Ketua dan anak buah yang mendengar suara Lin Feng, langsung saja terkejut dan menoleh ke arah Lin Feng.
Ketua awalnya memang terkejut, karena persembunyiannya mereka di ketahui, tapi seketika ketua berubah menjadi tenang kembali, karena yang menemukan mereka hanya seorang anak remaja memakai topeng.
"Ternyata hanya anak kecil saja yang berani mengantarkan nyawa nya ke sini". Ucap sombong ketua.
"Iya ketua, kayanya kita harus membungkam terlebih dahulu anak kecil ini, supaya tidak menggangu urusan kita". Ucap anak buah.
"Hahahaha". Suara ketawa para anak buah yang lainnya.
Sedangkan Lin Feng sendiri, hanya menatap ketua dan para anak buahnya dengan santai.
Lin Feng pikir mereka bodoh atau gimana, dengan terang-terangan mengeluarkan hawa membunuh mereka ke arah rumah yang di tempati Lin Feng.
"Siapa yang kalian incar". Tanya dingin Lin Feng.
Ketua dan anak buah yang mendengar ucapan Lin Feng, seketika semuanya tertawa.
__ADS_1
"Hahahaha"
"Apa kau pikir aku bodoh anak kecil, untuk apa aku memberitahu mu, tidak untung nya bagi ku juga, hah". Ucap remeh ketua.
"Lebih baik kamu kembali ke rumah dan tidur kembali". Tambah ketua.
Lin Feng yang merasa di rendahkan, Lin Feng langsung saja melesat menghilangkan dari tempat Lin Feng berdiri.
Belum sempat ketua menyadari Lin Feng menghilangkan dari tempat Lin Feng berdiri, ketua itu di kaget kan dengan suara teriakan anak buahnya di belakang.
"Argh"
Ketua itu memalingkan kan kepalanya nya kebelakang, seketika kaget dengan apa yang di lihat oleh ketua, semua anak buah yang banyak, yang ketua itu bawa, semuanya mati tanpa kepala.
Pada saat ketua itu menatap kembali ke tempat Lin Feng berdiri awal, ketua itu kaget karena melihat Lin Feng seperti tidak melakukan apapun.
Badan ketua itu seperti bergetar ketakutan, tapi ketua itu sudah tidak bisa lari, pulang juga sama saja akan mati.
"Hei bocah, jangan sombong kamu karena telah membunuh anak buah ku, belum tentu aku akan kalah dengan mu". Ucap sombong ketua.
Lin Feng yang mendengar ocehan ketua itu, hanya menatap ketua itu dengan malas.
"Aku tanya lagi, siapa yang kalian incar di kediaman ku". Ucap dingin Lin Feng.
"Untuk apa aku memberitahu mu hah". Teriak ketua.
"Apa aku harus melakukan menggunakan kekerasan". Ucap santai Lin Feng.
"Bocah, kau sudah membuat ku marah, sekarang aku tidak akan mengampuni mu sama sekali, jadi jangan salah kan aku, jika aku tidak pernah memperingati mu". Ucap ketua marah.
Lin Feng yang melihat itu, hanya menatap ketua dengan malas.
"Apakah orang ini bodoh atau bagaimana, aku harus mencari tahu untuk apa mereka sampai datang ke tempat ku". Batin Lin Feng.
Lin Feng kembali menatap ke arah ketua, orang yang di tatapnya juga pasti akan sulit mengatakan tujuan nya dengan mudah.
Lalu Lin Feng langsung saja menggunakan langkah bayang nya ke arah ketua, Lin Feng langsung menerjang ke arah ketua.
Ketua di depan Lin Feng tidak sempat mengelak, ketua hanya bisa terkaget melihat Lin Feng langsung menerjang nya.
Ketua yang mendapatkan serangan cepat dari Lin Feng, hanya bisa menahan serangan yang di berikan Lin Feng.
Lin Feng sendiri tidak mengeluarkan banyak tenaga, karena Lin Feng berpikir takut akan membuat Lin Feng membunuh ketua itu.
Ketua yang terkena serangan dari Lin Feng, langsung saja terlempar beberapa meter, Lin Feng langsung menghampiri kembali ketua itu, bagaimana juga Lin Feng harus melihat keadaan ketua itu, takut Lin Feng terlalu banyak kekuatan nya.
Pada saat Lin Feng mendekati ketua itu, ketua itu hanya pingsan saja, Lin Feng langsung saja membawa ketua itu ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Pada saat di dalam kamar, Lin Feng mendengar sebuah ketukan dari pintu kamar nya.
Tok tok tok
Lin Feng langsung berjalan ke arah pintu kamar nya, Lin Feng membuka pintu kamarnya, di luar terlihat seorang wanita yang sedang berdiri yang tidak lain adalah Hua Qing.
"Hua Qing, ada apa kamu datang ke sini". Tanya Lin Feng.
Sedangkan Hua Qing sendiri, dirinya hanya bisa tertunduk malu dengan tujuan awalnya.
Lin Feng yang melihat Hua Qing hanya tertunduk dan tidak menjawab pertanyaan, lalu Lin Feng berjalan mendekat ke arah Hua Qing.
"Hua Qing, ada apa dengan mu?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing yang sadar bahwa Lin Feng sudah berada di dekatnya, lalu Hua Qing menatap ke arah Lin Feng.
"Lin Feng". Ucap gugup Hua Qing.
Lin Feng hanya menaikan satu halus nya bingung dengan sikap Hua Qing yang malu-malu, Lin Feng mantap Hua Qing dengan seksama.
"Ada apa?". Tanya Lin Feng.
Bukannya menjawab, Hua Qing hanya pergi begitu saja.
Lin Feng yang melihat itu, langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ada apa dengannya?". Tanya batin Lin Feng.
Kenapa Hua Qing bersikap seperti itu". Lanjut nya.
Lin Feng yang tidak ingin terlalu memikirkan nya, lalu kembali ke dalam kamar nya dan menutup kembali ke dalam kamarnya.
Di tempat lain, tepatnya di kamar Hua Qing.
Kini Hua Qing yang sudah berada di dalam kamarnya, Hua Qing langsung saja menutup kepalanya malu dengan bantalnya.
"Sebenarnya apa yang aku lakukan ke kamar Lin Feng". Tanya batin Hua Qing.
"Kenapa aku merasa aneh dengan diri ku ini". Lanjut nya.
"Apa benar-benar menyukai Lin Feng, tapi tidak seharusnya aku sampai begitu, Lin Feng pasti menganggap ku yang tidak-tidak". Tambah Lin Feng.
Lalu Hua Qing menutup kembali kepalanya, ketika Hua Qing teringat apa yang telah dilakukan tadi di depan kamar Lin Feng.
**********
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
Maaf karena selalu telat update, tidak tau kenapa dengan pikiran author ini, terlalu banyak sekali pikiran di dalam author ini, jadi minta maaf jika itu mengganggu masalah update ya.
Terimakasih....