
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
*******
Setelah Lin Feng menyembuhkan sang raja, Lin Feng pergi kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah.
"Feng, kamu sudah pulang". Tanya He Li.
"Sudah, Li Dan kemana?". Tanya Lin Feng.
"Li Dan, lagi di belakang belajar ini anak-anak lainnya". Jawab He Li.
"Baiklah aku akan ke sana, kamu juga belajar lah yang rajin ya". Ucap Lin Feng.
"Baik, aku akan berusaha sekuat tenaga". Balas He Li.
Lin Feng langsung pergi halaman belakang rumah, untuk menjemput Li Dan.
"Li Dan?". Teriak Lin Feng.
"Iya kak". Jawab Li Dan.
"Ke sini sebentar". Ucap Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
Lin Dan yang di panggil Lin Feng, langsung menghampiri Lin Feng.
"Iya kak, ada apa manggil Li Dan?". Tanya Li Dan.
"Kakak ingin menyuruh mu ikut lomba, ada perlombaan pendekar Anatar sekte, kakak dulu sudah janji sama Patriak sekte angin, tapi sekarang kayaknya kakak sudah nggak bisa, kakak udah terlalu kuat". Jawab jujur Lin Feng.
"Iya kak, Li Dan mau kok". Ucap Li Dan.
"Baguslah jika kamu mau, nanti kalau menang kakak kasih hadiah lainnya dari kakak". Ucap Lin Feng.
"Hahahaha, asik dapet hadiah dari kakak, baik kakak, Li Dan akan pastikan masuk ke dalam juara satu kak". Balas Li Dan dengan percaya diri.
"Kakak percaya sama kamu kok". Balas Lin Feng.
"Besok kita ke sekte, kamu sekarang lanjut latihan aja, kakak juga akan beristirahat sebentar". Ucap Lin Feng.
"Baik kak". Balas Li Dan.
Lin Feng yang telah menyampaikan niat nya, langsung pergi dari sana, kemudian Lin Feng masuk ke dalam kamar nya.
Di dalam kamar.
__ADS_1
"Apa aku bikin pil saja ya". Gumam Lin Feng.
"Yang baik untuk di lelang apa ya?". Gumamnya lagi.
"Bikin pil kecantikan saja, dengan pil ini, aku bisa mengendalikan wanita di seluruh dunia, hehehehe". Ucap Lin Feng sambil tersenyum sinis.
"Waktunya kerja". Ucap Lin Feng.
Lalu Lin Feng mengeluarkan semua bahan, untuk membuat pil kecantikan, kemudian Lin Feng mengikuti petunjuk di buku Alkemis.
"Bikin pil kecantikan doang, kayanya masih kurang, apa aku bisa naik tingkat lagi nggak ya, tapi aku takut di dunia ini tidak ada lawannya". Batin Lin Feng.
Lin Feng memutuskan, untuk membuat pil kecantikan terlebih dahulu, kemudian Lin Feng akan membuat pil nirwana untuk adik-adik tirinya.
Beberapa jam kemudian.
Lin Feng telah membuat sepuluh pil kecantikan, dan sepuluh pil nirwana.
Tidak terlalu menguras tenaga, mungkin lelah kurang tertidur saja Lin Feng, rasa ngantuk kini menyerang pada dirinya sendiri.
Lin Feng memutuskan untuk tidur, kemudian besok pergi ke sekte angin, untuk menepati janji, walau yang akan bertanding adalah Li Dan.
Keesokkan harinya.
Lin Feng dan Li Dan sudah bersiap, Lin Feng juga, sebelum berangkat, ngasih satu pil kepada Li Dan dan He Li, mereka sudah siap untuk memakan pil nirwana, Lin Feng juga, memberikan satu pil kecantikan untuk He Li satu butir.
Awalnya He Li bingung dengan pil yang di berikan Lin Feng kepada dirinya, setelah Lin Feng menjelaskan tentang pil yang di pegang nya, awalanya He Li kagum dengan penjelasan tentang pil nirwana, yang bisa meningkat kan ranah, pada saat Lin Feng menjelaskan tentang pil kecantikan pada dirinya, pada saat itu juga, muka He Li berubah menjadi merah dan malu, apa pemikirannya saja, jika Lin Feng menyukai dirinya.
Di sekte angin.
Dari kejauhan ada yang memanggil Lin Feng dan Li Dan.
"Lin Feng, Li Dan, kalian kenapa lambat?". Teriak kesal Hua Qing.
Lin Feng yang sadar akan suara wanita itu, langsung melihat seorang wanita, yang berjalan ke arah nya dengan raut wajah yang kesal.
"Iya Hua Qin, apa kabar". Ucap Lin Feng.
"Buruk sekali, kau tidak mampir ke sini hampir seminggu lamanya, kau tanya kabar ku, tentu saja sangat buruk kabar ku sekarang, hah, puas kau". Balas Hua Qin kesal.
Lin Feng yang mendengar ucapan kesal dari Hua Qing, tidak tau harus bagaimana, temperamen wanita memang sangat aneh bagi Lin Feng.
"Apa aku punya salah?". Tanya Lin Feng polos nya.
"Argh, kenapa kau sangat menyebalkan sekali sih". Jawab Hua Qin tambah kesal.
Li Dan yang melihat keadaan ini, apakah kakak polos atau bagaimana, jelas-jelas wanita di hadapan nya, sangat menyukai kakak nya ini, tapi kakak malah tidak terlalu peduli dengan Hua Qin.
"Kak Hua Qin, sabar ya, kakak Lin Feng emang gitu orang nya". Ucap Hua Qin.
Hua Qin yang mendengar ucapan Li Dan, langsung menatap kesal ke arah Li Dan.
__ADS_1
"Kau anak kecil, bilangin sama kakak bodoh mu itu, jadi orang jangan menyebalkan". Ucap kesal kepada Li Dan, sambil Hua Qin pergi dari sana.
Li Dan yang terkena imbas nya juga, hanya bisa bergidik ngeri dari wanita yang sedang kesal.
"Li Dan, apa kau tau ada apa dengan wanita itu?". Tanya Lin Feng polos.
"Itu karena kakak sendiri, aku juga terkena imbas nya, hah, sungguh mengesalkan sekali, untuk anak kecil seperti ku, yang ikut terkena imbas orang lain". Jawab Li Dan.
"Kakak temui saja dulu kak Qing, dari pada nabati Kaka Qing, tambah marah kepada kakak". Sara Li Dan.
"Hah, emang kakak punya salah apa sama dia". Balas Lin Feng kaget.
"Kakak ini, tau perasaan wanita atau tidak sih, kenapa aku bisa punya kakak yang merasa tanpa dosa ya". Batin Li Dan bingung.
"Sudahlah kak, kakak temuin dulu saja kak Qing, nabati kakak juga tau". Ucap Li Dan.
"Baiklah, padahal aku tidak punya salah, aku akan pergi menemui nya". Balas Lin Feng.
Lin Feng langsung bergegas pergi, mengikuti arah pergi Hua Qing tadi.
"Semoga kakak bisa menghadapi seorang wanita, mungkin di masa depan kakak akan menghadapi banyak wanita, jika kakak tau, musuh terbesar di dunia adalah wanita". Batin Li Dan.
Di tempat Hua Qing.
"Kenapa orang itu sangat bodoh, bodoh sekali pemikiran nya". Gerutu kesal Hua Qing.
"Orang di sini menghawatirkan nya, tapi orang itu sama sekali seperti tidak punya dosa". Tambahnya.
Dalam keadaan kesal, Hua Qing tidak menyadari, bahwa Lin Feng sudah berada di belakangnya.
Sejak tau Lin Feng yang sudah mendengar kekesalan Hua Qing, langsung paham bahwa dirinya tidak tau perhatian Hua Qing pada dirinya.
"Apa orang itu bodoh, benar-benar bodoh ya orang itu". Ucap Lin Feng.
Hua Qing yang tidak tau orang yang di belakang adalah Lin Feng, Hua Qing hanya meladeni ucapan itu tanpa menoleh.
"Benar, orang itu sangat bodoh, benar-benar orang sayang sangat menyebalkan, di sini aku khawatir, tapi kenapa orang bodoh itu tidak mengerti apa yang ku rasakan ini". Ucap kesal Hua Qing.
"Kenapa kamu khawatir dengan orang yang tidak kamu kesal?". Tanya Lin Feng.
"Bagi ku dia penyelamat hidup ku, aku juga tidak rela jika dia meninggalkan ku". Jawab sedih Hua Qing.
"Oh apa kau menyukai orang itu?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing sadar, dari tadi dia hanya sendiri menggerutu, tapi mengapa sekarang ada orang yang menjawab pertanyaan nya.
*******
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
__ADS_1