SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
BAB 13 . MEMBANTU PATRIAK


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...


***************


Kini, Lin Feng sudah keluar dari liontin semesta.


"Sistem, status". Ucap Lin Feng.


Ding.


[Status]


Nama : Lin Feng.


Kelamin : laki-laki.


Umur : 17


Status : Reinkarnasi.


Ranah : Alam bumi*7


Elemen :


- angin


Senjata :


- busur angin.


- pedang api dan es


Teknik beladiri: 


- Langkah bayangan.


- tapak Budha.


- tinju penghancur gunung.


- teknik memanah tingkat kuno


Hewan kontrak:


- harimau putih. ( Elemen angin).


Jenis tubuh: tubuh penguasa 7 alam semesta.


Poin sistem: 112880ps.


Poin pemahaman: 1000000.


Poin pengalaman : 600/700 ke alam bumi*9.


Tas: 


- kepingan alam iblis.


- kotak ungu.


"Sistem, buka kotak ungu". Ucap Lin Feng.


Ding.


[Membuka kotak ungu].


[Tuan mendapatkan inti elemen air].


"Hem, beruntung juga aku mendapatkan inti elemen air". Batin Lin Feng.


Kemudian, Lin Feng langsung mengambil inti elemen air dan menyerap nya. Setelah beberapa menit, akhirnya Lin Feng berhasil menyerap inti elemen air.


Ding.


[Selamat kepada tuan, karena telah membuka elemen air].


[ Tuan mendapatkan diskon 80% untuk meningkatkan sistem ke level 2].


"Emang berapa harga asli, untuk menaikan sistem ke level 2". Tanya Lin Feng.

__ADS_1


Ding.


[ Untuk menaikan level sistem ke level 2, tuan membutuhkan poin sistem sebesar 100000ps].


Lin Feng kaget, dengan harga untuk menaikan level sistem ke level 2.


"Sistem, potong poin sistem ku dan naikan level mu". Ucap Lin Feng.


Ding.


[Menaikan level sistem ke level 2, memotong poin sistem 20000 karena tuan mendapatkan diskon sebesar 80%].


[Sistem akan Tidak akan berfungsi selama 7 hari].


[Y/T].


Lin Feng yang melihat pemberitahuan sistem, lalu Lin Feng memutuskan, untuk membeli cincin penyimpanan terlebih dahulu.


"Sistem, beli cincin penyimpanan biasa" . Ucap Lin Feng.


Ding.


[Membeli cincin penyimpanan, meotong 10000ps].


Setelah pembelian cincin penyimpanan, Lin Feng langsung mengambil busur dan pedang nya. Lalu, memindahkan ke cincin penyimpanan.


"Sistem, sekarang kau boleh mulai menaikan level sistem].


Ding.


[Sistem akan tidak akan berfungsi selama 7 hari, proses....].


Setelah melihat sistem sudah tidak berfungsi, Lin Feng memutuskan untuk menemui Patriak.


"Ada apa tuan Shen kemari?". Tanya Patriak.


"Jangan memanggil ku tuan Patriak, panggil aja Fang Shen. Aku kesini, mau ijin pergi terlebih dahulu". Jawab Lin Feng.


"Baiklah Fang Shen, apa kamu tidak ingin melihat pertandingan antar sekte?". Tanya Patriak.


Lin Feng yang mendengar ucapan Patriak, bagus juga kalau melihat pertandingan antar sekte.


"Emang kapan akan di laksanakan pertandingan itu?". Tanya Lin Feng.


"Pas dengan selesainya sistem Manukan tingkat ke level 2, lebih baik aku melihat pertandingan sambil menunggu sistem". Pikir Lin Feng.


"Baiklah kalau begitu Patriak, saya akan melihat pertandingan antar sekte". Ucap Lin Feng.


"Maaf Fang Shen, sebenarnya aku butuh bantuan mu". Ucap Patriak.


"Bantuan apa Patriak?". Tanya Lin Feng.


"Apa kamu bisa ikut serta dalam pertandingan antar sekte, untuk mewakili sekte ini. Karena dari setiap sekte, harus memberikan murid terbaik di sekte nya. Peraturannya adalah harus berumur 17 sampai 20". Jawab Patriak.


"Kamu seharusnya nya berumur 17 kan?". Tanya Patriak.


"Benar Patriak". Jawab Lin Feng.


"Apa kamu bisa, untuk mewakili sekte ini. Aku hanya ingin, menaikan tingkat sekte ini. Sekte ini, sudah lama di peringkat terakhir". Ucap Patriak.


"Emang nya, sekte mana yang berada di peringkat pertama?". Tanya Lin Feng.


"Sekte yang sekarang di peringkat pertama adalah sekte api". Jawab Patriak.


Lin Feng bingung dengan penawaran Patriak. Tapi, pastinya ada hadiah di setiap pertandingan.


"Baiklah Patriak, aku akan mewakili sekte ini". Ucap Lin Feng.


"Tapi, apakah para murid mu akan menerima. Kalau, aku yang mewakili sekte mereka?". Tanya Lin Feng.


"Untuk itu, aku akan menginformasikan kepada seluruh murid. Bahwa kamu adalah murid tersembunyi ku". Jawab Patriak.


"Aku juga, besok akan memulai pendaftaran mu untuk ikut pertandingan antar sekte". Tambah Patriak.


"Baiklah Patriak, kalau begitu". Ucap Lin Feng.


Setelah percakapan dengan Patriak, Lin Feng langsung pamit ke Patriak. Dengan alasan, ingin berkeliling kota.


Pada saat, Lin Feng ingin keluar dari gerbang sekte. Lin Feng, mendengar ada yang memanggil nya.


"Lin Feng". Teriak Hua Qing.

__ADS_1


"Hua Qing, kenapa kamu berteriak dengan nama asli ku. Bagaimana, kalau ada yang mendengar". Ucap Lin Feng kesal.


"Ayolah, disini sepi tidak ada orang lain". Ucap Hua Qing santai.


Lin Feng tidak mendengar ucapan Hua Qing, Lin Feng bergegas pergi keluar dari gerbang sekte.


Hua Qing yang merasa di cuekin, Hua Qing merasa kesal dan mengejar Lin Feng.


"Lin Feng, kamu mau kemana?". Tanya Hua Qing.


"Aku akan pergi ke kota". Jawab Lin Feng dingin.


"Mau ngapain?". Tanya Hua Qing.


"Tidak ada". Jawab Lin Feng yang masih dingin.


"Kalau tidak ada, kenapa mau ke ibu kota?". Tanya Hua Qing.


Mendengar Hua Qing yang banyak tanya, Lin Feng tidak menjawab pertanyaan Hua Qing.


Sedangkan Hua Qing, yang merasa pertanyaan nya tidak di jawab. Hua Qing merasa kesal dengan Lin Feng, karena tidak menjawab pertanyaan nya.


"Hei Lin Feng, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?". Tanya Lin Feng.


"Untuk apa menjawab, kalau kamu tetap ikut. Mending kamu lihat sendiri, apa yang ingin aku lakulan". Jawab Lin Feng malas.


Mendengar ucapan Lin Feng, Hua Qing benar-benar kesal dengan sikap Lin Feng.


"Dah lah, terserah kamu aja". Ucap Hua Qing kesal.


Lin Feng yang melihat Hua Qing kesal, hanya membiarkan nya saja. Tidak ada gunanya juga, kalau menjawab pertanyaan Hua Qing.


__________________


Ibu kota.


Keadaan di ibu kota sangat ramai sekali, sampai terlihat banyak orang-orang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Lin Feng, benar-benar kagum dengan keadaan di ibu kota.


"Maaf tuan dan nona, apakah kalian ingin membeli roti isi daging?". Tanya seorang bocah kecil.


Lin Feng mendengar suara yang bertanya kepadanya, lalu Lin Feng melirik ke arah suara yang memanggil nya.


Lin Feng melihat seorang bocah laki-laki lusuh, yang membawa roti yang sangat banyak di dalam kotak ukuran besar.


"Berapa harga roti ini?". Tanya Lin Feng.


"Roti ini sangat enak tuan, harganya hanya 1 perak untuk satu roti". Jawab bocah laki-laki senang.


Lin Feng sangat kasihan melihat keadaan bocah laki-laki di depannya, Lin Feng berniat untuk membeli roti.


Lin Feng lupa, kalau dirinya tidak mempunyai uang. Lalu, Lin Feng melirik Hua Qing.


"Hua Qing, apa kamu mempunyai uang?". Tanya Lin Feng.


"Hah, sekarang kamu butuh". Jawab Hua Qing kesal.


"Untuk uang aku ada". Tambah Hua Qing.


"Boleh kah aku meminjamnya?". Tanya Ling Feng.


"Boleh". Jawab Hua Qing.


Lalu Hua Qing, memberikan Lin Feng satu koin emas.


"Terimakasih". Ucap Ling Feng.


Setelah menerima uang dari Hua Qing, Lin Feng melirik bocah laki-laki.


"Aku ambil semua ya?". Ucap Lin Feng.


"Apakah benar tuan?". Tanya bocah laki-laki.


"Iya benar, nih ambil semuanya". Jawab Ling Feng.


Lin Feng, langsung mengambil semua kue yang di tangan bocah laki-laki sambil memberikan satu koin emas.


"Terimakasih tuan". Ucap bocah laki-laki.


********************


Jangan lupa like dan komentar nya ya.

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2