
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
*****
Setelah urusan Lin Feng di Liontin semesta selesai, Lin Feng kembali berada di dalam kamarnya.
Lin Feng langsung bergegas tidur, karena besok adalah pertarungan sekte akan segera di mulai.
Keesokan harinya.
Lin Feng terbangun dari tidurnya, Lin Feng langsung bergegas turun kebawah menuju meja makan.
Di meja anak-anak sudah pada berkumpul semuanya, He Li dan Hua Qing juga sudah berada di sana.
"Pagi kak Lin Feng". Ucap semua anak-anak.
"Pagi juga". Balas Lin Feng senyum.
Lalu Lin Feng berjalan ke arah kursi yang kosong, seperti meja para kerajaan, tempat duduk Lin Feng berada di ujung kiri dan kanan.
"Pagi Lin Feng". Ucap He Li.
"Pagi juga He Li". Balas Lin Feng sambil tersenyum.
Hua Qing yang melihat Lin Feng tersenyum kepada He Li, Hua Qing merasa cemburu kepada He Li.
Lin Feng melihat Hua Qing tidak menyapa nya, Lin Feng tidak terlalu mempermasalahkan nya terlalu jauh.
"Baiklah, mari kita makan semuanya". Ucap seru Lin Feng.
"Baik kak". Balas anak-anak.
Mereka semua pun makan dengan sangat lahap, Hua Qing dan He Li, masih saja seperti singa betina yang memperebutkan satu singa jantan.
Setelah semuanya selesai makan, lalu Lin Feng mengajak Hua Qing dan He Li untuk menjauh dari anak-anak.
"Lin Feng ada apa kamu mengajak kami kenari?". Tanya Hua Qing.
"Iya Lin Feng". Timpal He Li.
Lin Feng langsung menatap keduanya.
"Aku membawa kalian ke sini, aku ingin mengajak kalian melihat Li Dan yang akan bertanding di pertandingan antar sekte". Ucap Lin Feng.
"Tapi bagaimana dengan anak-anak lainnya?". Tanya He Li.
He Li bertanya seperti itu, karena He Li sangat khawatir dengan anak-anak, He Li sudah lama tinggal bersama adik-adik angkat nya itu.
"Memang itu yang sedang aku pikirkan". Ucap Lin Feng.
He Li juga bingung, jika dirinya ikut dengan Lin Feng, siapa yang akan menjaga adik-adik nya itu.
__ADS_1
"Lin Feng, aku tidak ikut saja". Ucap He Li.
Lin Feng yang mendengar itu, sedikit tersentak, Lin Feng berencana membawa ke duanya, tapi He Li mencolok nya.
"Tapi?". Ucap Lin Feng terhenti ketika hendak Li memotong ucapannya.
"Kamu tidak usah khawatir, kamu bisa di temani sama Hua Qing". Ucap He Li.
Hua Qing yang mendengar itu, langsung saja menjadi sangat senang, bagaimana tidak senang, ini adalah momen dimana Hua Qing dan Lin Feng akan banyak berdua.
Hua Qing merasa kasihan juga jika He Li tidak ikut bersama mereka, walaupun mereka berdua berebut soal Lin Feng.
Lin Feng langsung punya pikiran yang lebih baik lagi, jika Lin Feng ingin cepat-cepat mengurus masalah di alam fana ini, maka Lin Feng harus cepat-cepat membuat semua orang terdekatnya kuat.
Lalu Lin Feng mengeluarkan satu cincin di dalam cincin ruangnya, lalu Lin Feng sodorkan kepada He Li.
"Baiklah jika memang itu keputusan mu, aku minta bantuan mu, untuk membuat anak-anak cepat kuat, di dalam cincin itu ada sekali banyak tanaman herbal, aku juga sudah memberikan kitab kepadamu, jadi pelajari itu dengan cepat". Ucap Lin Feng, sambil menyodorkan cincin kepada He Li.
He Li yang melihat apa yang di berikan kepada dirinya, He Li langsung mengambil cincin itu.
"Aku tidak boleh mengecewakan Lin Feng, jika Lin Feng membuat permintaan seperti itu, berarti ada beban yang akan di pikul oleh Lin Feng nanti, jadi Lin Feng pasti membutuhkan kekuatan dari kami". Batin He Li, sambil menggenggam erat cincin yang di berikan kepadanya.
"Terimakasih Lin Feng". Ucap He Li.
"Sama-sama". Balas Lin Feng.
"Kalau begitu kami berdua akan pergi sekarang". Tambah Lin Feng.
"Baiklah, hati-hati". Balas He Li.
Lin Feng masih menggunakan topeng, Hua Qing kini juga pakaian nya sedikit berbeda, berpakaian seperti seorang lelaki.
Lin Feng yang melihat penampilan dari Hua Qing, sedikit terkejut dengan apa yang Lin Feng, Hua Qing memakai pakaian seperti seorang lelaki, tetapi kecantikan itu tidak bisa membohongi Lin Feng.
Hua Qing yang melihat dirinya di perhatikan terus oleh Lin Feng, Hua Qing sedikit merasa risih karena malu, Hua Qing memberanikan diri untuk bertanya kepada Lin Feng.
"Lin Feng, apa yang kamu lihat?". Tanya malu Hua Qing.
Lin Feng yang tersadar dari lamunannya, Lin Feng langsung saja menatap ke arah Hua Qing.
"Tidak ada, kenapa kamu memakai pakaian seperti ini". Tanya Lin Feng.
"Apa tidak cocok dengan ku?". Tanya balik Hua Qing.
Lin Feng yang merasa Hua Qing tersinggung dengan apa yang di ucapkan nya, Lin Feng dengan cepat meminta maaf kepada Hua Qing.
"Maaf Hua Qing, aku bukan mengejek mu, tapi aku bingung saja, kenapa kamu memakai pakaian laki-laki?". Tanya Lin Feng.
"Aku hanya menyamar saja". Jawab Hua Qing.
Lin Feng yang mendengar jawaban dari Hua Qing langsung bingung, untuk apa Hua Qing menyamar pergi ke istana.
Lin Feng merasa ada yang tidak beres dengan Hua Qing, jika Hua Qing tidak ada sesuatu dengan kerajaan, untuk apa Hua Qing menyamar.
__ADS_1
"Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing yang mendapat kan pertanyaan dari Lin Feng, langsung saja Hua Qing sedikit terkejut.
"Apa Lin Feng tau siapa diriku?". Batin Hua Qing.
"Tapi mana mungkin Lin Feng tau kan?". Tambah Hua Qing.
"Tidak kok, aku hanya tidak enak ketika ada lelaki yang melihat ku". Ucap gugup Hua Qing.
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak berpakaian seperti ini ketika ada aku?". Tanya Lin Feng.
"Karena kamu berbeda". Jawab Hua Qing.
"Beda bagaimana?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing yang mendengar itu, Hua Qing malu untuk menjawab nya.
"Sudahlah tidak perlu di bahas lagi, lebih baik kita segera berangkat saja". Ucap Hua Qing yang wajahnya sudah memerah.
Lin Feng juga menyetujui, lalu keduanya berangkat ke tempat tujuan dimana turnamen akan di adakan.
Hua Qing terlihat orang-orang yang melihat nya, seperti seorang adik dari Lin Feng.
Dari tubuh nya yang kecil dan ramping, membuat Meraka berdua terlihat seperti adik kakak.
Jika Hua Qing tau apa yang orang-orang batin kan, sudah pasti Hua Qing akan memarahi mereka semuanya.
Keduanya sudah sampai di kota kerajaan Utara.
"Hua Qing, menurut mu apa kota ke sekte angin dulu?". Tanya Lin Feng.
"Sepertinya tidak usah, kita langsung ke tempat tujuan saja dan menunggu mereka di sana". Jawab Hua Qing.
"Baiklah". Ucap Li. Feng.
"Apa menurutmu sekte angin akan menang?". Tanya Hua Qing.
"Belum tau, tapi menurut ku sih sudah pasti menang nya". Jawab Lin Feng.
"Kok bisa gitu?". Tanya Hua Qing.
"Ya bisa lah". Jawab Lin Feng sambil tersenyum.
Lalu keduanya melanjutkan perjalan mereka, di bilang jauh nggak, Lin Feng menyarankan untuk berlari, tapi Hua Qing meminta agar mereka berjalan saja.
Padahal semua itu hanya sebuah alasan bagi Hua Qing, Hua Qing hanya ingin menikmati berduaan dengan Lin Feng.
*****
Buat semuanya, maaf jika author telah update terus.
*****
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...