SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
BAB 14. MEMPUNYAI MURID, SEKALIGUS ADIK ANGKAT.


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih atas kunjungan kalian semua di cerita sistem penguasa 7 ALAM SEMESTA.


Selamat membaca...


**************


Masih di ibu kota.


Setelah menerima uang dari Hua Qing, Lin Feng melirik bocah laki-laki.


"Aku ambil semua ya?". Ucap Lin Feng.


"Apakah benar tuan?". Tanya bocah laki-laki.


"Iya benar, nih ambil semuanya". Jawab Ling Feng.


Lin Feng, langsung mengambil semua kue yang di tangan bocah laki-laki sambil memberikan satu koin emas.


"Terimakasih tuan". Ucap bocah laki-laki.


Setelah Lin Feng mengambil semua kue dari tangan bocah laki-laki, kemudian Lin Feng memasukan semua kue itu, ke dalam cincin penyimpanan.


Bocah laki-laki, yang melihat semua kue nya hilang. Bocah laki-laki itu, sangat kaget. Karena, baru pertama kali dia melihatnya.


"Tuan, kemana semua kue yang tuan beli dari ku?". Tanya bocah laki-laki.


"Semua kue yang aku beli dari mu, aku masukan kedalam cincin ini". Jawab Lin Feng, sambil menunjuk ke arah cincinnya.


"Apa muat tuan, cincin itu kecil. Apa tuan seorang penyihir?. Tanya bocah laki-laki.


"Tidak, cincin ini bernama cincin ruang. Cincin ini bisa menyimpan barang, hanya barang mati saja". Jawab Lin Feng.


"Hanya seorang seseorang beladiri yang mempunyai cincin penyimpanan". Tambah Lin Feng.


"Apa aku bisa memiliki nya?". Tanya bocah laki-laki.


"Bisa". Jawab Lin Feng.


"Bagaimana cara nya tuan?". Tanya bocah laki-laki.


Lin Feng berpikir, apa angkat saja bocah laki-laki yang berada didepan nya sebagai murid atau adik.


"Siapa namamu?". Tanya balik Lin Feng.


"Namaku Li Dan". Jawab bocah laki-laki.


"Baiklah, kalau gitu kita bicarakan di rumah makan". Ucap Lin Feng.

__ADS_1


"Apa kamu mempunyai uang untuk ke rumah makan". Timpal Hua Qing, yang masih kesal.


"Tidak, tapi kamu mempunyai kan?". Tanya Lin Feng.


"Aku akan menggantinya nanti, setelah mempunyai uang. Berapapun uang yang ku pakai darimu, aku bayar sepuluh kali lipat". Tambah Lin Feng serius.


"Baiklah, aku pegang baik-baik perkataan mu itu". Ucap Hua Qing.


Kemudian mereka bertiga, berjalan menuju sebuah rumah makan. Rumah makan itu mewah, dan terlihat sangat banyak pengunjung.


Ketika Lin Feng, Hua Qing dan Li Dan memasuki rumah makan itu. Mereka bertiga menuju meja resepsionis.


"Tolong antar kan makanan terbaik, ke meja yang ada di pokok sana". Ucap Hua Qing, sambil menunjuk ke arah pojok kanan.


"Baik nona, mohon di tunggu untuk pesanan nya". Balas resepsionis.


Mereka bertiga, langsung menuju meja yang berada di sebelah kanan pojok. Setelah mereka bertiga duduk, di mulai pembicaraan oleh Li Dan.


"Jadi bagaimana tuan, agar aku bisa mempunyai cincin seperti tuan". Ucap Li Dan.


"Pertama, apa kamu tau pendekar?". Tanya Lin Feng.


"Tidak tuan". Jawab Li Dan.


"Kalau begitu, akan aku jelaskan. Pendekar adalah orang yang mempunyai teknik beladiri. Tapi, terkadang orang mempergunakan teknik beladiri itu untuk kejahatan. Jika kamu mau jadi pendekar dan membela yang lemah. Akan aku berikan cincin penyimpanan untuk mu". Jelas Lin Feng.


Li Dan yang mendengar kata-kata Lin Feng, tentu saja Li Dan sangat menginginkan nya. Karena, dulu satu desa. Telah di basmi, oleh orang-orang jahat.


Li Dan yang mengingat hal itu, tentu saja di sangat ingin membalas dendam. Li Dan tanpa pikir panjang, langsung sujud di depan Lin Feng.


"Terimalah hormat dari murid-murid ini, guru". Teriak Li Dan.


Lin Feng yang melihat tekad Li Dan, tentu saja Lin Feng tersenyum senang.


"Aku terima hormat mu, jangan panggil aku guru. Panggil saja aku kakak". Ucap Lin Feng.


Sedangkan Hua Qing, tidak menyangkan. Bahwa Lin Feng, akan menerima bocah yang di depannya sebagai murid.


"Lin Feng, apa kamu benar ingin mengangkat nya sebagai murid mu. Sedangkan umur mu saja masih 17 tahun". Ucap Hua Qing yang kaget.


"Aku tidak menganggapnya murid, tapi sebagai adikku. Karena aku dari dulu sendirian, jadi ingin rasanya mempunyai keluarga". Ucap Lin Feng lemah.


Lin Feng teringat dengan kehidupannya di bumi, Lin Feng hidup sebatang kara. Setidaknya, Lin Feng bisa mati dengan tidak sia-sia.


Sedangkan Li Dan, yang mendengar ucapan Lin Feng. Tentu saja Li Dan sangat terharu, setelah kehilangan keluarga dan penduduk desanya. Sekarang Li Dan mempunyai seorang kakak, walaupun Kakak angkat.


"Kakak terimakasih kasih, karena sudah mau menganggap ku sebagai adik". Ucap Li Dan sambil nangis.


Lin Feng yang mendengar ucapan Li Dan, Lin Feng tersenyum dan memeluk Li Dan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kakak juga hidup seorang diri. Apalagi di sebuah hutan sendirian". Ucap Lin Feng.


"Kakak tau, kamu pasti telah melewati kehidupan yang sangat menyakitkan. Maka dari itu, kakak ingin menjadi kamu sebagai adik. Kakak juga, akan membuat mu untuk membalas dendam". Tambah Lin Feng.


Li Dan yang mendengar ucapan Lin Feng, tentu saja kaget. Lin Feng sendiri, mempunyai firasat. Kalau Li Dan, pasti mempunyai kehidupan yang sangat menyakitkan.


"Terima kasih kak". Ucap Li Dan.


Hua Qing sendiri kaget, apa yang di ucapkan Lin Feng kepada Li Dan.


"Lin Feng, sebenarnya kenapa kamu mengatakan kepada Li Dan. Untuk, menyuruh Li Dan membalas dendam?". Tanya Hua Qing.


"Kamu bisa bertanya kepada Li Dan nya saja, aku hanya menebak saja tadi". Jawab Lin Feng.


Hua Qing langsung menatap Li Dan, Li Dan sendiri yang di tatap oleh Hua Qing. Li Dan paham, kalau Hua Qing minta penjelasan kepadanya.


"Baik nona, akan saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada ku". Ucap Li Dan.


"Kamu bisa memanggilku, sama seperti kak Lin Feng". Ucap Hua Qing.


"Baik kak, jadi begini. Kejadian ini, terjadi enam bulan yang lalu. Desa ku, yang bernama desa indah. Tiba-tiba menjadi desa yang sangat hancur, itu karenakan oleh orang-orang jahat. Mereka semua membunuh para lelaki dan membawa semua wanita". Ucap Li Dan, sambil menangis. mengingat kejadian, yang terjadi di desanya.


Hua Qing kaget dengan nama desa itu, karena desa itu masih di dalam kekuasaan ayahnya. Tapi, kenapa tidak ada kabar tentang masalah ini di kerajaan. Lalu, Hua Qing bertanya kepada Li Dan.


"Tapi, kenapa kamu bisa selamat?". Tanya Hua Qing.


"Sebelum pada kejadian pembunuh, aku pergi memancing. Ketika kembali, semuanya sudah hancur. Aku melihat sendiri, ketika mereka membunuh semua penduduk dan membawa semua wanita". Jelas Li Dan, sambil terus menangis.


Hua Qing merasa kasihan kepada Li Dan, Hua Qing langsung memeluk Li Dan.


"Apa kamu tau ciri atau tanda khusus pada mereka?". Tanya Lin Feng.


Li Dan yang di tanya Lin Feng, Li Dan mengingat-ingat. Setelah beberapa menit, Li Dan berbicara.


"Aku tau kak, mereka mempunyai ciri di tangan kanannya ada tato berbentuk kepala dengan kepala bertanduk. Cuman itu yang aku lihat, tidak ada ciri-ciri lagi kak". Jawab Li Dan.


"Lin Feng, apa kamu tau tanda pada mereka?". Tanya Hua Qing.


"Tidak". Jawab Lin Feng.


Lin Feng yang mendengar ucapan Li Dan, Lin Feng merasa kalau tanda itu adalah seseorang pengikut iblis. Jika memang benar, berarti sudah ada tanda-tanda bangkit nya iblis. Lin Feng tidak akan mengatakan masalah ini kepada siapa pun, Lin Feng akan merahasiakan nya terlebih dahulu terutama pada Hua Qing.


Setelah beberapa waktu, makan yang mereka pesan sudah datang. Mereka bertiga, langsung bergegas memakan semua hidangan.


**************


Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...

__ADS_1


.


__ADS_2