SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
PARA PENGECUT DARI SEKTE ANGIN.


__ADS_3

Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...


*****


Masih di obrolan raja angin dan pangeran api.


"Raja angin, saya pengeram pertama dari kerjaan api, ingin menyampaikan maksud ku". Ucap pengeram api.


"Apa yang ingin pangeran api maksudkan kepadaku?". Tanya raja angin.


"Aku pengeram dari kerajaan api, ingin melamar putri anda". Jawab pengeram api.


Raja angin yang mendengar maksud dari pangeran api, langsung saja terkejut.


Kerajaan api memang raja peringkat satu di antara para kerajaan lainnya, jika kerajaan angin dan api bersatu, itu akan menambah kekuatan kerajaan angin.


Tepi raja angin juga tidak dapat memutuskan begitu saja, raja angin juga tidak mau memaksakan hak putrinya, yang takutnya akan membuat putrinya sendiri membenci dirinya.


"Pangeran api, aku tau maksudmu itu baik". Ucap raja angin.


Lalu raja angin menghela nafas, pangeran api juga merasa gugup, dengan apa jawaban yang di berikan raja angin.


"Pangeran api, aku tidak akan memaksa putri ku, aku akan bertanya nanti pada putri ku, ketika putriku datang berkunjung ke kerajaan". Ucap raja angin.


Jelas saja pangeran api tau, raja angin menolak nya secara halus, ayah dari pengeram api, yang tidak lain raja kerajaan api juga, yang mendengar itu, raja api tidak terima, anaknya di tolak oleh raja angin.


"Raja angin, apa kamu menolak maksud dari anakku?". Tanya sinis raja api.


"Aku tidak menolaknya, aku tidak mau anak ku menjadi membenciku, karena keputusan satu pihak dariku". Jawab raja api.


"Kita bisa menunggu jawaban nya langsung dari putri ku nanti, bagaimana?". Tanya balik raja angin.


"Baiklah, tapi kapan putrimu akan berkunjung ke kerajaan mu?". Tanya raja api.


"Nanti akan aku kabarin, ketika putri ku kembali ke kerajaan". Jawab raja angin.


Setelah mendengar jawaban dari raja angin, lalu raja api melihat ke arah anaknya, yang tidak lain pengeram dari kerajaan api untuk duduk ke tempat duduknya.


Mereka semua, lalu menatap ke arah para peserta pertandingan.

__ADS_1


Di arena pertandingan.


Para peserta pertandingan lainnya, melihat Li Dan seorang anak kecil yang meremehkan mereka semua, langsung saja merasa tidak ada harga dirinya.


"Para peserta lainnya, bagaimana jika kita serang terlebih dahulu sekte angin ini, jadi kita tidak repot-repot untuk bertarung terlebih dahulu". Ucap peserta dari sekte api.


"Setelah itu, baru kita lanjutkan pertarungan kita, untuk menentukan sekte siapa yang akan bertahan". Ucap lagi peserta dari sekte api.


"Baiklah, aku setuju". Balas peserta dari sekte tanah.


"Aku juga setuju". Timpal peserta sekte air.


Semua peserta dari sekte api, air dan tanah, mereka setuju untuk membuat kalah terlebih dahulu dari sekte angin.


Di sisi lain, peserta dari sekte angin yang melihat semua peserta dari semua sekte akan mengincar mereka terlebih dahulu, itu membuat mereka takut.


Para peserta dari sekte angin saja, belum tentu menang melawan salah satu peserta dari lawannya, sekarang mereka harus melawan dari semua sekte sekaligus.


Salah satu dari peserta sekte angin, tidak lain senior dari sekte angin, langsung berbalik ke arah Li Dan duduk, lalu berteriak.


"Lihat apa yang kau perbuat, mereka akan menyerang kita secara bersamaan, bukan kita menunggu hasil siapa di antara mereka yang bertahan, malahan ini akan membuat kita kalah terlebih dahulu" . Teriak marah salah satu peserta sekte angin.


Li Dan yang mendengar suara teriakan dari senior nya, Li Dan menoleh ke orang yang berteriak kepadanya.


"Apa kamu tidak lihat situasi sekarang, akibat ulah mu, mereka akan menyerang kita terlebih dahulu". Teriak matahari senior.


"Bagus lah, jika seperti itu malah bagus buat kita, dengan begitu bisa langsung tumbang semuanya". Balas santai Li Dan.


Para senior Li Dan yang mendengar barusan ucapan dari Li Dan, tidak tau bagaimana lagi harus menghadapi sikap Li Dan.


Lalu Li Dan melihat ke para senior nya, setelah itu lalu Li Dan tau, para senior takut jika peserta lainnya menargetkan mereka semua sebagai sasaran dari tiap sekte.


Lalu Li Dan bangun dari duduknya, lalu berjalan menghampiri kakak senior.


"Kakak senior, jika kamu memang takut melawan mereka, kenapa kakak senior tidak pulang saja". Ucap ejek Li Dan


Senior yang di ejek Li Dan tidak terima, tapi di sisi lain apa yang di ucapkan oleh Li Dan ada benarnya juga.


Lalu kakak senior itu berbalik, lalu menatap semua teman di belakang nya.


"Kalian akan bertahan di sini, atau akan bertarung, aku akan turun dari arena ini, tidak akan ikut bertarung, karena sudah pasti kita hasilnya akan kalah, aku sudah tidak peduli lagi dengan amarah yang akan di berikan Patriak kepada ku". Ucap senior itu.

__ADS_1


Lalu para senior lainnya, juga berpikir sama dengan senior yang ucapkan barusan.


Bagaimana juga, segi kekuatan mereka akan kalah dengan kekuatan yang akan di lawan mereka, melawan salah satu delete saja belum tentu menang.


"Baiklah, aku akan akan ikut dengan mu". Ucap senior lainnya.


Di anggukan oleh senior lainnya, mereka juga setuju dengan ucapan senior yang pertama.


Li Dan yang melihat itu, hanya tersenyum sinis, memandang para pengecut seperti mereka.


"Kalian sebagai pengecut sekte angin, lebih baik turun sekarang, jangan ganggu aku yang akan bertanding". Ucap ejek Li Dan.


Para senior yang mendengar ucapan dari Li Dan, seketika wajah mereka panas dengan amarah yang terpancing omongan dari Li Dan.


Tapi mereka sadar, ucapan Li Dan juga ada benarnya, memang mereka yang memutuskan untuk menyerah.


Setelah itu, mereka langsung berjalan keluar dari arena.


Para raja, Patriak dan penonton lainnya bingung dengan aparat peserta dari sekte angin, apalagi Patriak sekte angin sendiri.


"Ada apa dengan peserta dari sekte mu Patriak?". Tanya Patriak sekte air.


"Aku juga tidak tau". Jawab Patriak sekte angin.


Patriak sekte angin juga bingung, dengan apa yang di lakukan dari peserta perwakilan dari sekte nya.


Tapi pandangan Patriak sekte angin langsung tertegun, ketika dirinya melihat Li Dan masih berada di dalam arena.


"Kenapa anak itu tidak ikut keluar juga". Batin Patriak sekte angin.


"Apa dia berpikir bisa melawan mereka semua, tapi aku yakin jika murid dari taun Fang pasti bisa, oleh karena itu, dirinya masih berada di arena walaupun yang lainnya keluar". Tambah Patriak.


Lin Feng yang melihat kejadian itu, hanya biasa saja, kecuali Hua Qing, dirinya terkejut ketika melihat murid sesama sekte nya, memutuskan untuk menyerah sebelum bertanding.


Lin Feng hanya berpikir, jika Li Dan bertahan, berarti Li Dan percaya dengan kekuatan nya sendiri.


Li Dan di dalam arena juga, melihat tidak terlalu berbahaya juga jika dirinya melawan semua peserta dari setiap sekte.


******


Buat semuanya, aku benar-benar minta maaf jika banyak kesalahan dan banyak yang tidak masuk ke dalam cerita.

__ADS_1


Author bingung dengan kelanjutannya, author juga susah dalam mencari marga setiap keluarga.


Terimakasih...


__ADS_2