
...Jika hidup kita memang seperti ini, mau bagaimana mana lagi, kita tidak bisa mengubah semua yang sudah terjadi, tapi kita bisa merubah takdir kehidupan kita....
...-----------------...
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...*******...
Identitas Lin Feng sudah tidak bisa di sembunyikan lagi, buat apa Lin Feng lama-lama menyembunyikan identitas, jika semua itu akan mereka ketahui juga.
"Jika Gege benar-benar berkata jujur, aku percaya". Ucap Hua Qing dengan nada sedikit kesal.
Lin Feng yang mendengar ucapan dari Hua Qing, Lin Feng langsung menghela nafas lega, karena Hua Qing percaya padanya.
"Terus bagaimana penjelasan, soal Hua Qing memanggil mu dengan sebutan Gege?". Tanya kesal Khu Ling kali ini.
"Jika soal itu, kamu bisa tanya sendiri sama Hua Qing, aku juga tidak tau kenapa, Hua Qing memanggil ku dengan sebutan Gege". Jawab Lin Feng santai.
Tatapan Khu Ling beralih ke arah Hua Qing, Hua Qing yang dirinya di tatap oleh Khu Ling, langsung saja Hua membalas tatapan dari Khu Ling.
"Kenapa tuan putri atau Hua Qing ini bisa memanggil Lin Feng dengan sebutan Gege?".Tanya Khu Ling dengan nada yang kesal.
"Lah, kan tadi aku sudah bilang, jika aku benar-benar menyukai Lin Feng, apa masalah nya jika aku memanggil Lin Feng dengan sebutan Gege". Jawab Hua Qing santai.
Setelah berkata, Hua Qing wajahnya langsung merah malu, ratu atau ibu Hua Qing yang melihat anaknya, ratu begitu paham dengan apa yang terjadi dengan asmara anaknya.
Sedangkan Khu Ling yang mendengar jawaban dari Hua Qing, tidak tau kenapa Khu Ling merasa kesal dengan Lin Feng.
"Tidak adil". Teriak Khu Ling.
Semua orang yang ada di meja makan kaget dengan teriakan Khu Ling, lalu Khu Ling berdiri dari duduknya dengan wajah yang kesal.
"Mulai hari ini juga, aku akan memanggil Lin Feng dengan sebutan Gege". Ucap kesal Khu Ling.
Sekali lagi, orang-orang buang berada di mana makan, kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Khu Ling.
Hua Qing yang merasa kan, jika Khu Ling juga menyukai Lin Feng, langsung saja bangun dari duduk menatap Khu Ling dengan wajah yang tidak terima.
"Apa maksudnya kamu juga mau memanggil Lin Feng dengan sebutan Gege seperti ku?". Tanya kesal Hua Qing.
"Lah emang kenapa, aku juga menyukai Lin Feng sejak dirinya datang ke tempat pelelangan". Jawab kesal Khu Ling.
Percekcokan itu masih terus berlanjut, tanpa ada yang berani menghentikan nya.
Li Dan hanya tertawa melihat itu, Lin Feng yang menjadi bahan rebutan, hanya terlihat lanjut makan dan santai saja, seolah-olah tidak tau apa-apa.
__ADS_1
Ratu melihat ke arah suaminya, tapi suami hanya diam, dirinya tidak mau ikut campur urusan putrinya.
Sudah jelas ratu tau, jika suaminya tidak bisa melerai Hua Qing dan juga Khu Ling, lalu ratu menatap ke arah anak pertama nya, sama saja dengan suami, anak pertama terlihat takut dengan adiknya yang cekcok dengan Khu Ling.
' ketika wanita sudah marah, tidak akan ada yang berani menghentikan nya '
Lalu ratu menatap kembali ke tempat cekcok nya, antara anaknya dan juga Khu Ling.
"Apa kalian tidak bisa diam". Bentak sang ratu marah.
Khu Ling dan juga Hua Qing, yang mendengar sang ratu marah, langsung saja diam tanpa ada lagi suara.
"Hanya gara-gara sebuah panggilan saja membuat kalian berdua seperti itu". Ucap ratu.
"Kalian lihat Lin Feng, dirinya yang jadi rebutan kalian saja hanya makan dari tadi". Lanjut ratu.
Li Dan yang melihat Hua Qing dan Khu Ling di marahi oleh sang ratu, Li Dan hanya bisa tertawa.
"Lihat juga Li Dan, apa kalian tidak malu di tertawakan oleh Li Dan". Ucap sang ratu.
Hua Qing dan Khu Ling langsung menatap Li Dan dengan sangat tajam, Li Dan yang mendapatkan tatapan buas dari Khu Ling dan Hua Qing, langsung saja bangun dari tempat duduk nya, lalu pindah ke arah Lin Feng dengan ketakutan.
Lin Feng yang sedang asyik makan, karena terusik oleh Li Dan yang tiba-tiba pindah ke belakang nya, lalu Li Feng menatap Li Dan.
"Li Dan, kenapa kamu tiba-tiba pindah ke belakang kakak, kakak pagi makan". Ucap Lin Feng.
Lin Feng yang mendengar perkataan dari Li Dan, langsung saja menatap ke arah yang di tunjuk oleh Li Dan.
Pada saat Lin Feng melihat nya, Lin Feng kaget dengan tatapan yang di berikan oleh Hua Qing dan juga Khu Ling.
"Kenapa kalian berdua menatap seperti itu?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing dan Khu Ling, yang mendengar ucapan dari Lin Feng, langsung saja memasang muka manja dan juga melas.
"Gege, Li Dan tadi menertawakan ku". Ucap manja Hua Qing.
"Benar Gege, Li Dan juga menertawakan ku". Timpal Khu Ling.
Sang ratu yang melihat perubahan langsung dari Hua Qing dan juga Khu Ling, sang ratu hanya bisa geleng-geleng kepala saja dengan tingkah dua gadis di depannya.
Di sisi lain, Lin Feng tidak tau mengapa, Hua Qing dan juga Khu Ling berbeda dengan sikap biasa nya, Lin Feng merasa jijik.
"Ratu, kenapa sebenarnya yang terjadi dengan Hua Qing dan juga Khu Ling, apa mereka sakit?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing dan Khu Ling yang mendengar perkataan dari Lin Feng, langsung saja kesal karena mereka di sebut sedang sakit.
"Kenapa Gege bilang kami sakit?". Tanya kesal Hua Qing.
__ADS_1
"Benar, kami berdua tidak sakit". Timpal Khu Ling.
"Ayo Khu Ling, kita ke kamar ku saja, Gege benar-benar menyebalkan". Ucap kesal Hua Qing.
Setelah berucap, Hua Qing langsung menarik tangan Khu Ling, lalu membawa ke kamar nya.
Setelah keduanya menghilang dari pandangan orang di meja makan, Lin Feng penasaran dengan sikap Hua Qing dan juga Khu Ling.
"Kenapa sebenarnya dengan mereka, tadi cekcok, sekarang baik kan, benar-benar aneh". Ucap Lin Feng geleng kepala.
"Bukan ke dua gadis itu yang aneh, tapi dirimu sendiri yang tidak peka". Batin sang ratu.
"Kenapa adik ku menyukai pria yang tidak peka". Batin pangeran.
"Aku merasakan pemuda bernama Lin Feng ini kuat, tapi kenapa di hadapan seorang gadis tidak tau apa-apa". Batin sang raja.
"Ternyata seorang wanita lebih mengerikan dari pada iblis". Batin Li Dan ngeri.
Mau peka bagaimana, Lin Feng hanya fokus pada makanan, dirinya tau jika Khu Ling dan juga Hua Qing cekcok, tapi Lin Feng tidak tau apa yang menjadi keduanya cekcok seperti tadi.
Lin Feng yang masih lapar pun, Lin Feng lanjutkan makan nya, Li Dan dan yang lainnya, setelah selesai makan langsung masuk ke kamar masing-masing, Hana menyisakan Lin Feng.
"Kenapa mereka begitu tinggalkan saja, apa mereka tidak jika makanan ini sangat sayang sekali jika di Huang". Gumam Lin Feng.
...__________________...
Di sebuah kamar.
Dua wanita yang tadi cekcok, kini keduanya wajah nya sama-sama merah.
"Khu Ling, apa benar kamu menyukai Lin Feng?". Tanya Hua Qing.
"Benar, walaupun belum lihat wajahnya, tapi aku merasa kan yang tidak pernah aku rasakan selama ini, walaupun tertutup oleh sebuah topeng, tapi hatiku sangat berdebar ketika dekat dengan Lin Feng". Jawab Khu Ling.
"Jika seperti itu, bagaimana jika kita berbagi, bagi seorang pria yang kuat, pasti akan memiliki banyak wanita, begitu dengan Lin Feng, aku merasa jika yang akan menyukai Lin Feng bukan hanya kita saja, mungkin di lain hari atau kapanpun itu, pasti akan ada wanita yang menyukai Lin Feng". Jelas Hua Qing.
"Oleh karena itu, kita harus menerima itu". Lanjut Hua Qing.
"Baiklah". Balas Khu Ling.
...--------------...
...Jangan lupa like dan komentar nya ya....
...Terimakasih....
...*********...
__ADS_1