
02
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
****************
Lin Feng yang mengikuti Patriak, beserta Hua Qing dan Wang Li. Tujuan mereka adalah ke gudang harta sekte angin.
"Salam hormat Patriak". Ucap penjaga harta sekte.
Patriak hanya mengangguk dan Hu mengeluarkan kunci dari balik bajunya.
Kret
Suara pintu terbuka, Patriak langsung masuk ke dalam dan di susul oleh lin Feng, Hua Qing, dan Wang Li.
Ketika berada di dalam ruangan, Lin Feng kaget dengan ke apa yang dia lihat di tempat harta sekte angin. Sedangkan untuk Hua Qing dan Wang Li. Mereka hanya biasa saja, karena mereka berdua udah biasa masuk ke sana.
"Fang Shen, sekarang kamu pilih lah. Barang mana yang kamu mau". Ucap patriak.
"Baik Patriak". Balas Lin Feng.
Lin Feng mulai berjalan, matanya melirik ke kiri dan ke kanan. Lin Feng, masih mengamati semua barang yang berada di sana. Mata Lin Feng tertuju, ke tempat di mana arahnya ada sebuah busur yang di simpan secara rapi.
"Sistem, apa busur ini yang kau maksud?". Tanya Lin Feng.
Ding.
[Iya tuan, busur itu].
Ding.
Misi selesai.
Pergi ke sekte angin, dan ambil busur angin yang ada di sekte.
Hadiah.
Kotak ungu, pedang api dan es, 1000.000 ps.
Hukuman!
Tuan akan menjadi pengemis di alam ini.
"Apa bisa kau jelaskan sistem?". Tanya Lin Feng.
[Bisa tuan, busur itu adalah busur yang sangat legendaris. Tidak hanya busur itu, setiap elemen mempunyai sengaja legendaris sendiri. Tidak hanya senjata, jawab juga sama. Busur itu adalah untuk elemen angin tuan].
Lin Feng yang mendengar itu, tentu saja Lin Feng sangat tertarik.
Setelah mendekatinya, Lin Feng lalu meraih busur itu dan mengambilnya.
Kemudian, Lin Feng melanjutkan pencarian barang yang menarik lainnya.
"Sistem, apa menurutmu. Hanya barang ini saja, yang bagus di dalam ruangan ini?". Tanya Lin Feng.
Ding.
[Tuan bisa mengambil telur yang di pojok kanan dan lempengan yang pecah di sebelah kiri tuan].
Lin Feng yang mendengar perkataan sistem, lalu Lin Feng mengambil keduanya.
__ADS_1
"Sistem, apa kau bisa jelaskan keduanya?". Tanya Lin Feng.
Ding.
[Telur yang tuan bawa adalah telur tingkat ilahi, walau pun hampir sama harimau putih yang tuan punya. Beda satu tingkat saja].
[Lempengan pecah yang tuan bawa, itu adalah jalan menuju dunia iblis. Lempengan itu ada 3 tuan dan tuan telah menemukan salah satu nya].
Lin Feng sangat terkejut, dunia iblis adalah mahluk yang menyeramkan. Lin Feng penasaran, apa benar iblis membuai ekor atau tanduk di kepalanya.
Setelah mendapat kan penjelasan dari sistem, Lin Feng langsung menuju ketempat 3 orang yang menunggu nya di pintu masuk.
"Fang Shen, apa kamu telah menemukan apa yang kau sukai?". Tanya Patriak.
"Udah Patriak". Jawab Lin Feng.
Lin Feng, langsung menunjukkan. Apa yang Lin Feng ambil, kepada 3 orang tersebut.
Patriak melihat apa yang Lin Feng ambil, merasa lega. Patriak pikir, Lin Feng akan mengambil barang berharga. Ternyata, tidak sesuai apa yang Patriak bayangan kan.
"Cukup bagus juga apa yang kamu pilih nak Shen". Ucap Patriak sambil tersenyum.
"Patriak kalau boleh tau, barang yang ku ambil ini. Bisa anda jelaskan?". Tanya Lin Feng.
"Bisa, pertama busur yang kamu ambil adalah pemberian dari seorang pengelana kata leluhur sekte ini. Ke dua bola bulat sedikit kehijauan itu, aku tidak bisa memastikan apa itu sebenarnya. Tapi, menurutku itu tidak ada gunanya. Yang ketiga adalah lempengan pecah, itu aku menemukan ketika memasuki reruntuhan kuno". Jelas Patriak.
Lin Feng, yang mendengar jawaban Patriak hampir muntah darah. Bagaimana tidak, barang yang sangat langka. Malah di anggap tidak berharga, bagaimana kalau mereka tau yang sebenarnya.
"Terimakasih Patriak atas penjelasannya". Ucap Lin Feng sopan.
Setelah itu, mereka kembali ke rumah Patriak. Wang Li, kembali mengajar murid-muridnya. Hua Qing juga sama, ikut dengan Wang Li. Sedangkan Lin Feng, di paksa Patriak untuk tinggal terlebih dahulu.
Kini keberadaan Lin Feng, sedang berada di kamarnya. Lin Feng melihat-lihat barang yang barusan di ambilnya.
Ding.
[Menurut sistem juga, itu bagus buat penetasan tercepat].
"Sebenarnya telur apa ya ini, kenapa warna hijau". Batin Lin Feng.
________________
Kini, Lin Feng sudah berada di dalam liontin semesta.
"Selamat datang tuan". Ucap Hu Bing.
Lin Feng, yang di kaget kan dengan suara yang berasal dari belakangnya. Ketika Lin Feng berbalik, Lin Feng tambah terkejut dengan adanya harimau putih besar.
"Kau siapa?". Tanya Lin Feng sedikit gugup.
"Aku adalah Hu Bing kecil tuan". Jawab Hu Bing.
"Tapi ini kenapa sangatlah besar". Ucap Lin Feng.
"Karena, energi di sini sangat banyak tuan. Sebentar lagi, aku juga akan mendapatkan bentuk manusia tuan". Ucap Hu Bing.
Ding.
[Benar apa yang di katakan Hu Bing tuan, karena Hu Bing adalah hewan maha ilahi. Secara otomatis, Hu Bing akan kembali ke tubuh awalnya. Tidak hanya tubuh, melainkan ranah juga tuan].
"Coba kau analisis Hu Bing sistem". Ucap Lin Feng.
Ding.
__ADS_1
Menganalisis Hu Bing.
Nama : Hu Bing.
Ranah : alam maha ilahi*2
Elemen : angin.
Teknik : Auman angin penghancur alam semsta, cakaran membelah samudra, angin topan Dan terjangan ombak pusaran angin.
Lin Feng kaget dengan kenaikan ranah Hu Bing, kekagetan Lin Feng sampai di sadari oleh Hu Bing.
"Tuan kenapa?". Tanya Hu Bing.
"Tidak apa-apa". Jawab Lin Feng.
"Aku akan menaruh telur ini dulu, kamu jaga ya telur ini". Ucap Lin Feng.
"Baik tuan". Jawab Hu Bing.
Kemudian, Lin Feng menaruh telur yang Lin Feng bawa. Di tempat yang dulu, Lin Feng pernah menaruh Hu Bing saat masih telur.
Setelah menaruh telur, Lin Fang langsung mengambil busur. Lin Feng berencana ingin mempelajari nya.
"Sistem, apa kau punya teknik memanah yang cocok untukku?". Tanya Lin Feng.
Ding.
[Ada tuan, sistem menyarankan teknik busur tingkat kuno. Dengan ranah yang tuan sekarang miliki, hanya itu yang cocok untuk tuan].
"Baiklah, beli teknik itu dan langsung paket semua pain pemahaman sistem". Ucap Lin Feng.
Ding.
[Membeli teknik busur tingkat kuno, harga 10000ps. Mengurangi poin pemahaman 1000000pp].
Wushhhh
Sekilas cahaya memasuki kepala Lin Feng, berbagai teknik memanah yang Lin Feng lihat.
Ding.
[Kini tuan sudah dapat untuk mencoba nya].
Kemudian Lin Feng memasang kuda-kuda, menarik busur dan membayang sebuah anak panah yang Lin Feng buat dari elemen angin nya.
Setelah Lin Feng berhasil memasang kuda-kuda, kemudian Lin Feng melesatkan satu anak panah ke atas.
Wushhhh
Ketika anak panah itu melesat ke atas, anak itu berubah menjadi sekitar seribu anak panah dan melesat dengan cepat.
Lin Feng yang melihat itu kagum, anak panah yang Lin Feng luncurkan. Bisa menjadi banyak, bagaimana kalau di pakai di pertempuran.
Hu Bing, yang dari tadi melihat apa yang dilakukan oleh tuannya. Hu Bing, tidak adalah kagum dengan tuannya.
"Tidak salah aku mengikuti tuan, ternyata tuan yang sekarang juga kuat. Mungkin akan melewati kuat nya dengan tuan ku yang dulu". Batin Hu Bing.
*********************
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
__ADS_1