SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
24. DI KASIH HATI, MALAH MINTA SUSU.


__ADS_3

Lin Feng dan Li Dan melanjutkan perjalanan nya, tidak terlalu jauh dari tempat pelelangan, Lin Feng dan Li Dan di hadang oleh sekelompok orang.


"Berhenti anak muda". Ucap salah satu orang dari kelompok itu.


"Apakah kalian yang mematahkan tangan tuan muda kal Qiu?". Tambah nya.


"Iya benar". Jawab Lin Feng.


"Ada apa emangnya?". Tanya Lin Feng santai.


"Apa kau tidak tau, bahwa kau sedang berurusan dengan orang yang salah". Jawab orang dalam kelompok.


"Aku harus membunuh mu, jika tidak akan menjadi masalah di masa depan nanti". Tambah nya.


"Apa aku tidak salah dengar?... Kau ingin membunuhku?. Ucap Lin Feng.


"Lebih baik, kau pulang karena memberikan kesempatan lagi untuknya". Tambah Lin Feng.


"Aku sudah memperingatkan tuan muda mu, jika mencari masalah lagi dengan ku, akan aku hancurkan Kla Qiu, apa kau tidak percaya?". Ucap Lin Feng lagi dengan mengeluarkan kan aura pembunuh nya.


Deg...


Sekelompok orang yang menghadang Lin Feng dan Li Dan, seketika membeku. Mereka semua merasakan, ada sebuah batu besar yang menghantam tubuh mereka.


Di kejauhan ada seorang yang mengamati keadaan Lin Feng saat ini, orang itu si kaki angin.


Deg..


Si kaki angin juga merasakan, hawa membunuh Lin Feng sampai pada dirinya.


"Kenapa bocah ini mempunyai aura membunuh begitu kuat". Batin si kaki angin.


Kembali lagi ke Lin Feng.


"Karena tuan muda kalian tidak mendengar kan apa yang aku ucap kan waktu itu, maka aku harus memusnahkan klan Qiu". Ucap santai Lin Feng.


Orang-orang di depan Lin Feng hanya bisa pasrah, apalagi melihat Lin Feng melesat ke arah Meraka.


Wushhhh


Syat...


Pluk


Pluk


Pluk..


Lin Feng langsung melesat ke arah orang-orang yang di depannya, langsung memenggal kepala mereka satu-persatu, lalu kepala mereka berjatuhan ke bawah.


Sedangkan orang-orang yang di bunuh Lin Feng, mereka semua tidak sempat beraksi, hanya bisa merasakan hawa dingin yang menyertai mereka, di barengi dengan kepala yang sudah terpisah.


"Li Dan, mari kita berpesta". Ucap Lin Feng.


"Baik kak, aku sudah tidak sabar untuk menguji kemampuan ku". Ucap Li Dan.


"Harusnya tadi Kakak membiarkan ku untuk membunuh mereka semua". Tambah Lin Dan sambil manyun.


"Nggak usah manyun begitu, ayo kita lanjut pesta nya, kau bisa sepuasnya berpesta di sana". Ucap Lin Feng.


"Baik kak, ayo". Balas Li Dan.

__ADS_1


Sementara itu di kejauhan, si kaki angin melihat apa yang di lakukan Lin Feng sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan nya.


"Kenapa dia sangat cepat, bahkan melebihi kecepatan ku". Batin si kaki angin.


"Lebih baik aku cepat pulang ke klan Qiu, aku harus segera melaporkan kepada kepala klan". Gumam si kaki angin.


Si kaki angin langsung melesat Kembali ke klan Qiu.


Lin Feng berjalan menuju kota terlebih dahulu.


"Kakak, kenapa kita ke sini?" Tanya Li Dan.


"Kakak ingin mencari informasi terlebih dahulu, karena kakak tidak tau dimana kediaman Klan Qiu". Jawab Lin Feng.


Kemudian Lin Feng berjalan ke salah satu warga.


"Maaf pak, apa boleh aku bertanya?". Tanya Lin Feng.


"Boleh nak, apa yang ingin kau tanya kan nak". Jawab pria tua.


"Bapak tau dimana kediaman Klan Qiu?". Tanya Lin Feng.


Pak tua di depan Lin Feng, langsung memasang wajah serius.


"Sebenarnya ada urusan apa kamu di sana nak? Tanya pak tua.


"Aku hanya penasaran saja, apakah boleh bapak kasih tau?". Tanya Lin Feng.


"Akan bapak kasih tau nak, tapi sebelum itu, kamu harus tau terlebih dahulu, bahwa klan Qiu tidak bisa di anggap remeh, klan Qiu mempunyai banyak para pendekar, jika boleh, pak tua ini ngasih saran jangan mencari masalah dengan klan Qiu". Jawab pak tua.


"Bapak tidak usah khawatir, karena tujuan ku ke klan Qiu, hanya ada bisnis kecil saja". Ucap Lin Feng bohong.


"Hah, ternyata begitu, kamu tinggal pergi ke arah barat paling pojok, di sana kediaman Klan Qiu". Balas pak tua.


Pak tua di depan Lin Feng, melihat Lin Feng memberikan koin emas kepada nya, pak tua itu langsung bersujud dan berterima kasih.


"Tuan muda, terimakasih banyak". Ucap pak tua.


"Sama-sama pak". Balas Lin Feng.


Lin Feng dan Li Dan, langsung menuju arah yang di katakan pak tua tadi padanya.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Lin Feng dan Li Dan sampai di kediaman Klan Qiu.


Di kediaman Klan Qiu.


Seorang pak tua yang duduk di kursi sambil minum teh.


Wushhhh


"Tuan ada kabar buruk". Ucap si kaki angin sambil gugup.


Pak tua yang duduk minum teh, langsung bertanya kepada kaki angin.


"Kenapa kamu sampai panik begitu?". Tanya pak tua.


"Itu tuan, orang yang mencelakai tuan muda ada di sini". Jawab si kaki angin.


Brake...


"Kenapa bisa ke sini?, Orang-orang yang ku suruh kemana?". Tanya pak tua.

__ADS_1


Setelah kejadian Lin Feng mematahkan tangan Qiu Long, kepala klan Qiu atau bisa di sebut ayah dari Qiu Long, langsung memerintahkan tetua untuk membunuh Lin Feng dan Li Dan.


"I-itu,tu-tuan mereka semua mati". Jawab si kaki angin gugup.


"Kenapa mereka mati melawan bocah busuk itu, tetua yang ku suruh juga mati, sangat tidak berguna, ngabisin herbal ku saja untuk orang tidak berguna". Ucap pak tua marah.


"Kau kumpulkan semua tetua dan yang lainnya, kita akan menghampiri mereka". Tambahnya.


"Baik tuan". Balas si kaki angin.


Si kaki angin langsung mencari para tetua dan yang lainnya.


Di depan kediaman Klan Qiu.


"Kakak apa kita langsung masuk aja?". Tanya Li Dan.


"Tenang lah, kenapa kau tidak sabaran". Jawab Lin Feng.


"Aku ingin menguji kekuatan ku kak, sampai batas mana kekuatan ku ini". Ucap Li Dan semangat.


"Hah, ngikut siapa sifat bocah ini". Gumam Lin Feng, sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, tapi kali ini kau sendiri saja yang lawan mereka, aku yakin dengan kekuatan mu itu, kau bisa membunuh beberapa dari mereka". Ucap Lin Feng.


"Baik kak, kakak jangan khawatir kan aku soal itu, memang aku ingin menghajar mereka semua". Balas Li Dan sambil tersenyum.


"Baiklah, sekarang kita masuk". Ucap Lin Feng.


Lin Feng langsung melesat ke arah penjaga gerbang kediaman Klan Qiu, membunuh para penjaga itu, lalu Lin Feng meninju gerbang klan Qiu.


Duar...


Gerbang kediaman Klan Qiu hancur berkeping-keping, serpihan dari gerbang terbang kemana-mana.


"Mari kita masuk". Ucap Lin Feng.


"Baik kak". Balas Lin Feng semangat.


Mereka berdua langsung masuk, ke dalam kediaman Klan Qiu.


Di ruangan kepala klan Qiu.


Duar...


Kepala klan Qiu begitu kaget, ketika mendengar ledakan itu.


"Apakah mereka benar-benar mencari mati". Ucap kepala klan marah.


"Tunggu saja kau bocah busuk, tidak akan kau biarkan hidup dengan tenang karena berurusan dengan klan Qiu". Lanjut kepala klan.


Lantas kepala kan langsung berdiri dari duduknya, dan berjalan keluar dari ruangan dan menuju ke arah gerbang kediaman Klan Qiu.


Di gerbang kediaman Klan Qiu.


"Dasar bocah busuk, berani nya kau mencari masalah dengan klan Qiu". Teriak kepala klan marah, sambil membuka aura membunuh nya.


Lin Feng yang mendengar suara teriakan, langsung mengarah kan padangan ke pada seorang pak tua yang berdiri di depannya.


"Apakah kau kepala klan ini?". Tanya Lin Feng.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar nya ya.


Terimakasih...


__ADS_2