
Setelah apa yang terjadi di kediaman wali kota, banyak sekali orang yang bertanya-tanya apa yang terjadi di kediaman wali kota.
Bahkan pertempuran yang besar itu, sampai ke telinga raja air.
"Jendral, apa yang sebenarnya terjadi di ibu kota. Kenapa ada pertempuran di sana, apa lagi tempatnya di kediaman wali kota?". Tanya raja air.
"Kalian cari tau, apa yang sebenarnya terjadi di sana". Ucap raja.
"Baik yang mulia". Balas jendral kerajaan air.
Jendral lalu berbalik dan meninggalkan istana kerajaan.
"Sebenarnya apa yang terjadi di ibu kota, semoga saja tidak terlalu membahayakan warga kerajaan ku". Batin raja air.
Di tempat lain, tepatnya di pulau lain yang berada di samping kerajaan air.
Di sebuah pulau, yang terlihat seperti pulau itu. Jika orang lain melihat mungkin mereka akan menyangka pulau, tapi tidak ada yang tau. Bahwa, pulau tersebut adalah tempurung kura-kura.
"Kenapa aku merasakan energi yang sangat aku kenal, apa tuan kembali reinkarnasi ke dunia ini". Batin kura-kura.
Kura-kura tersebut adalah salah satu hewan legendaris penjaga mata arah angin.
****
Kembali lagi ke tempat kediaman wali kota, Sun Xia sudah kembali dengan beberapa gadis yang di bawa olehnya.
"Lin Feng, aku menemukan beberapa gadis yang di sekap. Seperti nya mereka semua gadis perawan, aku tidak tau apa maksud dari wali kota. Semua yang ada di sana hanya seorang gadis saja, apa kamu tau apa yang akan di lakukan oleh wali kota?". Tanya Sun Xia.
"Lebih baik aku cerita kan nanti saja, biarkan mereka pulang ke rumah masing-masing". Ucap Lin Feng, sambil melirik ke arah para gadis di belakang Sun Xia.
Sun Xia mendengar apa yang di katakan oleh Lin Feng, Sun Xia tentu saja setuju. Sun Xia dapat melihat dengan keadaan para gadis yang di culik sama walikota, keadaan mereka sangat mengesankan.
Lin Feng lalu berjalan ke arah para gadis di belakang Sun Xia, para gadis yang melihat Lin Feng mendekat. Para gadi itu terlihat takut, mereka langsung bersembunyi di belakang Sun Xia.
"Kalian tidak usah takut, dia orang yang menyelamatkan kalian dari tangan wali kota". Ucap Sun Xia.
Para gadi yang mendengar itu, lalu saling menatap satu sama lain. Setelah itu mereka menganggukkan kepala secara bersamaan, lalu mulai berani menatap ke arah Lin Feng.
__ADS_1
"Tuan, maafkan kami karena tidak sopan. Terimakasih karena telah menyelamatkan kami". Ucap salah gadis dengan nada gugup.
"Kalian tidak perlu minta maaf, lebih baik kalian pulang. Temui lah keluarga kalian, mereka pasti sangat khawatir dengan kalian". Ucap Lin Feng.
Para gadis yang mendengar itu, tentu saja sangat senang dengan apa yang di dengar mereka. Tidak menyangka jika Lin Feng adalah seorang yang baik, mereka benar-benar bersyukur telah Lin Feng selamatkan.
Jika mereka bisa menjadi salah satu kekasih Lin Feng, mereka juga tidak akan ada yang keberatan. Tapi, pada saat mata mereka tertuju pada Sun Xia. Mereka sadar, sudah ada wanita lain yang sudah pantas bersanding dengan Lin Feng.
"Tuan, kalau begitu kami ucapkan terimakasih lagi". Ucap para gadis secara bersamaan.
"Sama-sama". Balas Lin Feng.
Setelah mengucapkan terimakasih ke Lin Feng dan Sun Xia. Mereka lalu pergi dari sana, terlihat sekali butiran air mata yang jatuh di wajah mereka.
Para gadis itu sangat senang, akhirnya mereka bisa selamat dari cengkraman wali kota.
Andai tidak ada yang menyelamatkan mereka, tidak ada yang tau akan nasib mereka nanti.
Lin Feng dan Sun Xia, melihat para gadis berjalan pergi dari sana. Kini Lin Feng berjalan ke arah pemuda yang kedua lengannya cacat, dia adalah anak dari wali kota.
Lin Feng yang menghampiri pemuda itu, sedangkan di sisi lain pemuda yang melihat kedatangan Lin Feng, tentu saja dirinya takut terjadi padanya.
"Kau tidak usah takut, aku hanya ingin memberi tahu mu. Jangan pernah melakukan kesalahan apa yang sudah di lakukan oleh ayahmu, jika nanti kamu menjadi wali kota. Jika kamu sama saja dengan ayahmu, aku sendiri akan datang untuk membunuhmu". Ucap Lin Feng dingin.
Setelah berkata, Lin Feng pergi dari sana. Sun Xia yang melihat Lin Feng pergi, dengan cepat Sun Xia menyusul Lin Feng.
Pada saat keduanya berjalan pergi dari kediaman wali kota, banyak sekali warga yang bertanya. Ada apa dengan kediaman walikota?.
Sun Xia yang berjalan mengikuti Lin Feng di belakang, kini tatapan Sun Xia berbeda kepada Lin Feng tidak seperti di awal pertemuan.
"Aku tidak tau, jika kamu itu kuat". Batin Sun Xia.
"Ada apa dengan ku, kenapa jantung ku berdetak kencang". Lanjut Sun Xia, sambil memegang dadanya.
Lin Feng yang tidak sengaja menengok ke belakang, Lin Feng melihat Sun Xia yang berkelakuan aneh. Lin Feng hanya menggeleng kan kepalanya, sangat misterius dengan kepribadian wanita.
"Wanita memang sangat aneh". Batin Lin Feng.
__ADS_1
Keduanya lanjut berjalan, ke arah tempat penginapan.
***
Di tempat kediaman wali kota, kini tempat itu kedatangan jendral dan prajurit kerajaan air.
Jendral sangat terkejut pada saat sampai di kediaman walia kota, kediaman itu hancur berantakan.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan wali kota, kenapa bisa sampai seperti ini?". Tanya batin jendral.
Setelah dirinya dalam keadaan bingung, lalu mata jendral menangkap seseorang yang tengah duduk dengan rasa sedih.
Jendral yang melihat itu, langsung saja berjalan ke arah orang yang sedang terduduk sedih.
"Ada apa denganmu?". Tanya jendral.
Seseorang yang duduk tersedih, mendengar suara yang bertanya langsung mendongakkan kepalanya.
Pada saat orang itu mendongakkan kepalanya, jendral terkejut dengan apa yang di lihatnya. Orang yang tangan nya cacat, dia adalah anak dari wali kota.
"Ada apa dengan mu?". Tanya jendral khawatir.
"Aku tidak apa-apa". Jawab lemas pemuda itu.
"Jika tidak apa-apa dengan mu, lalu bagaimana dengan kediaman ini bisa hancur?". Tanya jendral.
"Kediaman hancur atas kesalahan ayah ku sendiri, jendral tidak perlu menyalahkan orang yang menghancurkan kediaman ini. Apa yang di lakukannya padaku dan kediaman ini, adalah sebuah kebenaran untuk aku membuka mata dan sadar". Jelas pemuda itu.
Jendra mendengar apa yang di katakan oleh pemuda di depannya, tentu saja jendral itu terkejut. Anak dari wali kota itu sudah sangat pasrah, bahkan mengatakan orang yang menghancurkan kediaman itu adalah kebenaran.
"Lalu di mana ayahmu?". Tanya jendral.
Pemuda itu yang mendengar perkataan dari jendral, langsung saja menyapa ke arah abu yang sudah kosong. Jendral melihat pemuda itu melihat suatu tempat, matanya juga ikut melihat ke arah tempat itu.
Pada saat pandangan melihat apa yang di lihat pemuda itu, tentu saja jendral sangat bingung. Apa yang di lihatnya, hanya sebuah lahan kosong.
"Maksud mu apa? Kenapa kamu malah menatap lahan kosong. Aku bertanya padamu, dimana wali kota?". Tanya jendral.
__ADS_1
"Ayah ku telah telah meninggal, orang itu membunuh nya. Bahkan tidak menyisakan satu tulang pun". Jawab pemuda itu.
Jendral yang mendengar itu, dirinya tambah terkejut. Apakah orang yang menghancurkan kediaman wali kota adalah seorang yang Kuat.