SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA

SISTEM PENGUASA 7 ALAM SEMESTA
BAB. 23 RAJA SAKIT?...


__ADS_3

Kerajaan Utara.


"Pangeran pertama telah tiba". Teriak seorang prajurit.


Gerbang kerajaan di buka, terlihat rombongan yang sangat mewah memasuki istana. Rombongan kerajaan, sudah pastinya pasti sangat megah.


Setelah sampai di depan istana, pangeran turun dari kereta kuda. Setelah itu, pengeram berjalan masuk ke dalam istana.


Di dalam istana.


Datang seorang perempuan Paris baya, walaupun usia udah lumayan tua. Tapi, untuk kondisi fisik masih terlihat muda. Perempuan itu, menggunakan mahkota ratu, dan berjalan tergesa-gesa menuju putranya.


"Nak, apa kau mendapatkan tanaman itu?". Tanya permaisuri.


Pangeran yang baru saja masuk, melihat ibunya menghampirinya. Pangeran langsung berjalan ke arah ibunya, lalu memberi hormat.


"Hamba membawanya ibunda ratu, sekarang kita langsung pergi ke tempat ayah saja". Jawab pangeran.


"Apakah Adik mengetahui, kalau ayah sedang sakit?". Tanya pangeran.


"Tidak nak, biarkan adik mu tidak merasa khawatir. Kasihan kalau adik mu tau, dia pasti khawatir dengan ke adaan ayah". Jawab permaisuri.


"Baik ibunda". Balas pangeran.


Permaisuri dan pangeran berjalan ke arah ruangan, dimana raja di rawat.


***


Flashback.


Hari dimana raja terkena penyakit.


"Putraku, apa kau sudah ada kenaikan?". Tanya raja.


"Sudah ayahanda, tapi putramu baru naik dua tingkat saja dan itu sampai di alam raja bintang dua". Jawab pangeran.


"Tidak apa-apa putraku, peningkatan segitu saja sudah cukup bagi ayah. Bisa di bilang, kamu berbakat putraku". Ucap raja sambil tersenyum.


"Terimakasih ayah". Balas pangeran.


"Ayah, bagaimana kabar adik ke dua?". Tanya pangeran.


Raja yang mendengar pertanyaan dari putra pertama nya, merasa geram. Apalagi kelakuan putra ke dua, yang masih tetap gigih ingin menjadi putra mahkota.


"Adik ke dua mu, ayah masuk kan ke dalam penjara, karena dirinya masih ingin merebut tahta dari mu". Jawab raja dengan rasa geram.


"Maafkan aku jika lancang ayahanda, sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan tahta kerajaan ayah. Kalau memang bisa membuat adik tenang, ayah bisa memberikan tahta itu kepada adik saja". Ucap pangeran.

__ADS_1


Raja mendengar ucapan pangeran, memang tau sifat putra pertama nya itu, bahkan rela mengalah soal apapun, dari pada keributan di keluarga nya.


"Bukan begitu nak, kalau perilaku adikmu itu baik, akan ayah berikan, tapi kelakuan nya itu sangat jelas tidak baik, bahkan bisa menghancurkan kerjaan ini". Balas raja.


"Aku cuman tidak ingin ada pemberontak ayah, apalagi kita semua keluarga". Ucap pangeran.


"Aku tau maksudmu baik nak, biar lah waktu yang menjawab, jika adik mu nanti bisa berubah, keputusan ada di tanganmu nak, karena suatu hari nanti, kerajaan ini akan menjadi beban mu suatu saat nanti". Balas raja.


Anak dan ayah itu melanjutkan pembicaraan, persolan di kerajaan masyarakat dan lainnya.


Di penjara kerajaan Utara.


Salah satu penjara, di mana ada seorang pemuda yang sedang memikirkan cara, pemuda dalam keadaan amarah memuncak.


Dalam keadaan pikiran yang berlarut, pemuda itu tersadarkan dengan adanya langkah kaki seseorang.


Tap...tap...tap...


Seseorang yang mendekati penjara, yang di mana di penjara itu seorang pemuda. Orang yang mendekati penjara itu, seorang wanita. Yang sudah di pastikan, wanita itu seorang selir, yang pastinya ibu dari pemuda yang di penjara.


"Ibu kau sudah datang". Ucap pemuda di dalam penjara.


"Iya nak, bagaimana keadaan mu?". Tanya selir.


"Aku baik-baik saja Bu, tapi aku harus mendapatkan kerajaan ini Bu". Jawab pemuda.


"Kita harus cari cara, agar tahta ini menjadi milikmu". Tambah selir.


"Sekarang aku harus bagaimana Bu?". Tanya pemuda.


"Tenang saja nak, ibu akan pikir kan caranya, kamu sabar aja untuk kali ini". Jawab selir.


"Baik buk". Jawab pemuda.


Selir meninggalkan anak nya, dan pergi dari penjara, kini langkahnya menuju kediaman nya.


Selir di dalam kediaman sangat bingung dan khawatir, dengan keadaan anak nya di dalam penjara. Dalam keadaan bingung, selir itu mengingat sesuatu.


"Apakah minta bantuan organisasi pembunuh saja ya, siapa tau mereka mau membantu ku". Gumam selir.


"Aku harus meminta bantuan mereka, aku sungguh tidak rela, harus melihat anak ku di dalam penjara". Tambah nya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kesal.


Setelah memikirkan beberapa saat, selir itu sudah memutuskan.


"Pelayan, kemari lah". Teriak selir.


Pelayan yang di depan pintu kediaman selir, segera berlari setelah mendengar teriakan majikannya.

__ADS_1


"Hamba di sini". Ucap pelayan sambil memberi hormat.


"Kamu pergilah ke organisasi kalajengking merah dan minta mereka memberikan racun terbaik buat ku". Perintah selir.


"Bawa sekantong emas ini dan berikan tanda pengenal ini, mereka akan tau apa yang kau maksud". Lanjut selir sambil melemparkan sekantong emas dan tanda pengenal kepada pelayan.


"Hamba mengerti, akan segera hamba laksanakan". Ucap pelayan, sambil menerima sekantong emas dan tanda pengenal, lalu pergi dari kediaman selir.


Pelayan itu, lantas pergi dari kediaman selir dan menuju organisasi kalajengking Merah, walau pelayan itu tau, bahwa organisasi ini sangat kejam, mereka melakukan apa saja, asal sepadan dengan apa yang mereka dapatkan, organisasi ini sangat terkenal dengan sadis, tetap begitu organisasi ini sangat berhati-hati dalam lingkungan sekitar, sekiranya ada yang tau, sudah pasti kerajaan akan memusnahkan organisasi kalajengking merah, jika terjadi kesalahan dalam bertindak.


Pelayan yang di suruh selir, kini sudah sampai di tempat persembunyian organisasi kalajengking merah.


"Ada pa Akau ke sini?". Tanya penjaga.


"Saya ada urusan di sini". Jawab pelayan itu, sambil menunjukan tanda pengenal yang di bawa nya.


Penjaga yang melihat itu, langsung tau maksud kedatangan orang di depannya.


"Sekarang kau masuk lah, ketua ada di dalam". Ucap penjaga.


Pelayan langsung mengangguk kepalanya, dan bergegas masuk ke dalam ruangan.


Setelah masuk ke dalam ruangan, terlihat seorang pria dengan baju hitam merah duduk di kursi.


"Ada keperluan apa kau datang kemari?". Tanya ketua.


"Aku di sini, di suruh tuan ku". Ucap pelayan sambil memberikan sekantong emas dan tanda pengenal.


Ketua yang menerima sekantong emas dan barang, sangat terkejut dengan apa yang di lihat nya, bagaimana ketua itu tidak terkejut, selir kerajaan meminta bantuannya.


"Apa yang tuan mu butuhkan?" Tanya ketua.


"Tuan meminta racun yang mematikan". Jawab pelayan.


"Baiklah, tunggu sebentar". Ucap ketua.


Kemudian ketua itu, memanggil salah satu anak buah nya dan menyuruh anak buah nya mengambil salah satu racun kalajengking merah.


"Racun ini adalah racun kalajengking merah". Ucap ketua.


"Berikan lah kepada tuan mu". Tambah ketua.


"Terimakasih ketua". Balas pelayan sambil memberi hormat dan langsung pergi meninggalkan tempat organisasi kalajengking merah.


Selir yang mendapatkan racun itu, langsung menyuruh pelayan tadi, untuk memasukan ke dalam makanan raja.


Dari situ lah, awal mula raja menjadi sakit parah, membuat seluar istana menjadi panik.

__ADS_1


Flashback end.


__ADS_2