
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
*****
Hua Qing masih penasaran dengan apa hubungan antara Lin Feng dan ayahnya.
"Jadi bagaimana ayah, mengapa ayah begitu kenal dengan Fang Shen ini?". Tanya Hua Qing penuh penasaran.
Ayahnya yang mendengar pertanyaan dari anaknya, ayahnya bingung harus menjawab bagaimana.
Jika dirinya membuka identitas Lin Feng yang menyelamatkan dirinya dari penyakit, itu akan membuat semua orang kaget dan akan menjadi bencana juga bagi Lin Feng.
Di sisi lain, Li Dan bingung dengan apa yang barusan Hauw ingin ucapan.
"Kenapa kak Hua Qing memanggil kak Lin Feng dengan sebutan Fang Shen, apa mereka menyembunyikan identitas kak Lin Feng kah?". Pikir Li Dan.
Li Dan bingung dengan pikiran nya sendiri, tidak hanya Li Dan yang bingung, tapi semua orang juga menunggu jawaban dari raja kerajaan angin tentang hubungan dirinya dengan Lin Feng.
Raja kerajaan angin sendiri, dirinya sekarang di Landa kebingungan, raja kerajaan angin hanya bisa menatap ke arah Lin Feng, berharap Lin Feng bisa menyelamatkan dirinya dalam situasi ini.
Lin Feng yang berada di tatap oleh raja kerajaan angin, Lin Feng langsung melihat arti dari muka raja kerajaan angin.
Lalu Lin Feng berjalan ke depan Hua Qing, Lin Feng memegang kedua pundak Hua Qing dengan serius.
"Hua Qing, apa kamu percaya dengan ku?". Tanya Lin Feng.
Hua Qing yang di perlakukan oleh Lin Feng seperti itu, tengah saja membuat Hua Qing menjadi gugup, tapi Hua Qing masih penasaran dengan hubungan antara Lin Feng dan ayahnya.
"Tapi, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ayahku begitu menghormati dirimu?". Tanya Lin Feng dengan rasa penasaran.
"Akan aku ceritakan nanti, ayah mu juga ikut dalam menjelaskan nanti kepadamu". Lin Feng menatap serius Hua Qing.
Walaupun Lin Feng memakai sebuah topeng, tapi Hua Qing bisa melihat jelas jika dirinya di tatap dengan mata yang serius
"Baiklah jika itu mau mu". Ucap Hua Qing menyerah.
__ADS_1
"Bagus jika kamu mengerti apa yang ku maksud". Balas Lin Feng.
Setelah mengatakan itu, Hua Qing langsung di gandeng oleh ibunya untuk duduk di kursi, tapi Hua Qing menolak dan beralasan jika Lin Feng masih berdiri maka dirinya akan tetap berdiri.
Lalu Lin Feng kembali menghadap ke arah raja kerajaan kembali.
"Jadi, hadiah untuk kemenangan Li Dan sudah aku terima, tinggal menunggu apa yang ku minta tadi". Ucap Lin Feng.
"Baik tuan". Balas raja kerajaan angin.
Raja kerajaan angin begitu takut ketika dirinya di tatap langsung oleh Lin Feng, raja kerajaan angin juga tau bagaimana kekuatan Lin Feng yang sudah bisa menggunakan telepati, seseorang yang sudah menggunakan telepati bukan sembarang mereka di tingkat biasa, bisa saja orang itu penguasa dunia.
"Karena urusan ku di sini sudah selesai, lebih baik kita pergi dari sini Li Dan". Ucap Lin Feng sambil menghadap ke arah Li Dan.
"Apa kalian juga akan pulang sekarang?". Tanya Lin Feng menghadap ke arah Khu Ming dan Khu Ling.
Khu Ming dan Khu Ling yang mendengar ucapan Lin Feng, langsung saja ke duanya sadar dari rasa bingung nya tadi, siapa juga yang tidak bingung dan penasaran dengan identitas Lin Feng, Lin Feng begitu di hormati oleh raja kerajaan angin, sudah berarti Lin Feng mempunyai kedudukan yang tinggi atau tidak kekuatan Lin Feng sangat besar.
"Aku akan pulang bersama kakak, aku juga sudah tidak ada urusan lagi di sini". Ucap Lin Feng sambil berdiri.
"Mau bagaimana lagi Li Dan, kakak tidak ingin usaha keras saat bertanding tidak kakak ambil, itu membuat kakak tidak menghargai atas apa kerja kerasmu". Ucap Lin Feng.
"Tapi bagi ku itu tidak masalah kak, bahkan saat pertandingan tadi aku tidak terlalu serius juga dalam bertanding, bisa di katakan tadi itu tidak termasuk pemanasan dalam latihan kak". Balas Li Dan santai.
Seperti bom atom, mereka yang mendengar apa yang Li Dan katakan seperti mereka bukan apa-apa di matanya, itu sama saja Li Dan meremehkan delete mereka.
Para Patriak yang mendengar itu, langsung saja marah atas ucapan Li Dan barusan.
Tetapi beda halnya dengan Patriak sekte angin, dirinya tau jika para murid di sekte nya mungkin tidak ada yang sekuat Li Dan, juga dirinya belum tentu bisa menang melawan Lin Feng sebagai kakak dan guru Li Dan sekaligus.
"Hei bocah, apa yang barusan kau katakan, apa kau meremehkan sekte kami, hah?". Teriak kesal Patriak sekte api.
"Patriak sekte api, kita sekarang berada di dalam kerajaan angin, ada raja lainnya juga di sini, kita tidak baik tidak sopan kepada mereka". Ucap Patriak sekte tanah.
"Aku tau itu Patriak sekte tanah, tapi aku kesal dengan ucapan dari bocah yang meremehkan sekte kita barusan". Ucap tidak terima Patriak sekte api dengan kesal.
"Aku tau akan hal itu, tapi kita harus menerima nya, apa kamu tidak melihat pertempuran barusan, anak itu bisa menang dengan dirinya sendiri". Balas Patriak sekte tanah.
__ADS_1
"Tapi aku masih saja tidak terima dengan kemenangan bocah itu, siapa tau dia pakai kecurangan untuk menang". Ucap kesal Patriak sekte api.
Li Dan yang tidak terima dengan tuduhan dari Patriak sekte api, lalu Li Dan berjalan ke arah Patriak sekte api.
"Apa kamu bilang, aku curang, dengar ini Patriak sekte api, aku melakukan itu murni dengan kekuatan yang ku punya". Ucap kesal Li Dan.
Lin Feng juga yang tidak terima akan hal itu, langsung berjalan ke hadapan ke arah Patriak sekte api.
"Apa kamu tidak terima dengan kemenangan adik ku?, Apa kamu ingin mencoba melawan". Ucap Lin Feng dingin.
Patriak sekte api tidak tau kenapa dirinya merasa takut terhadap Lin Feng, di lihat dari pandangan Patriak sekte api, jika Lin Feng hanya seorang pemuda yang belum genap dua puluh tahun, tapi Lin Feng bisa memberikan tekanan dengan tatapan saja.
Tidak ada jawaban dari Patriak sekte api, lalu Lin Feng kembali berjalan ke arah raja kerajaan angin.
"Apa sekarang aku boleh pergi?". Tanya Lin Feng.
"Iya tuan, tidak ada yang melarang anda untuk pergi". Jawab raja kerajaan angin dengan gemetar.
Hua Qing yang melihat itu, langsung saja berjalan ke arah Lin Feng.
Ibu Hua Qing ingin yang melihat anaknya akan pergi, langsung saja ibu Hua Qing memegang tangan Hua Qing.
"Kamu mau kemana lagi nak?". Tanya ibu Hua Qing dengan nada sedih.
"Aku ingin pergi dengan nya Bu". Jawab Hua Qing sambil menunjuk ke arah Lin Feng.
"Apa kamu tidak bisa untuk singgah di sini sebentar, kamu ajak juga lah dia dengan yang lainnya untuk menginap di sini". Ucap ibunya dengan nada sedih.
Bagaimana tidak sedih melihat putri nya akan pergi lagi, lama sudah Hua Qing di dalam sekte, kini Hua Qing akan meninggalkan dirinya lagi, itu sangat sakit bagi dirinya yang seorang ibu.
Pangeran pertama dan raja kerajaan angin yang melihat itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, itu keputusan yang sudah di ambil Hua Qing untuk melangkah kehidupan dirinya selanjutnya.
*****
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Terimakasih...
__ADS_1